Jumat, 26 April 2019

Menjajal Kamera FujiFilm XT 100 di Acara #ArisanIlmu Tentang Basic Photography, Bersama Gudang Digital dan Fuji Film

Sebagai seorang bloger, selain dituntut untuk bisa membuat konten yang menarik seyogianya juga harus memiliki kemampuan fotografi yang baik. Karena efek visual yang ditampilkan akan membuat tulisan yang kita buat lebih menarik untuk dibaca hingga tuntas.

Doc : Manda
Nah, untuk meningkatkan kemampuan membernya di bidang fotografi, Kumpulan Emak Bloger Jogja (KEB Jogja) yang diketuai oleh Mak Indah Juli mengadakan kegiatan bulanan bertajuk #ArisanIlmu dengan mengangkat tema “Basic Photography- Kota Gede Explore” yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 21 April 2019 bertepatan dengan peringatan hari Kartini. 

Kegiatan yang berlangsung di Warung Jawi, Ndalem Sopingen Kotagede ini menggandeng nara sumber dari Gudang Digital dan Fuji Film. Menyadari pengetahuan saya yang masih sangat minim di bidang fotografi, tentu saja saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengikutinya. Acara ini adalah semacam workshop, sehingga selain teori, akan ada praktik langsung dengan hunting foto di seputar Kota Gede yang merupakan salah satu kota tertua di Jogja. Kerennya lagi di acara ini nanti, peserta yang belum punya kamera DSLR pun akan dipinjami. Dan akan dipilih para peserta dengan foto terbaik untuk memperoleh apresiasi dari sponsor, berupa buku dari Mbak Ayun dan hadiah menarik dari smartfren. Penasaran seperti apa keseruannya ? berikut cerita saya…

Tentang Dasar-Dasar Fotografi
Sesuai rundown acara, pukul 07.00 WIB saya sudah sampai ke lokasi.  Setelah melakukan registrasi sambil menunggu peserta lainnya datang, peserta yang sudah hadir bisa menikmati suasana sambil ngeteh dan mencicipi hidangan berupa kacang rebus dan singkong goreng. 

Warung Jawi Ndalem Sopingen ini berbentuk joglo, dengan halaman yang cukup luas. Merupakan tempat makan dengan suasana yang nyaman dengan menu masakan rumahan. Oh ya, dalam acara #ArisanIlmu kali ini Ada  sekitar 20 orang peserta , 10 orang diantaranya tidak memiliki kamera (termasuk saya) dan nanti kami akan dipinjami oleh pihak Fuji Film untuk mencoba ambil gambar dengan kamera FujiFilm.

Sekitar pukul 08.00 WIB acara dibuka oleh MC cantik Mbak Ima. Selanjutnya Mak Injul selaku ketua KEB Jogja menyampaikan sambutannya. Baru kemudian nara sumber dari Gudang Digital yakni Mas Ardy Nugraha mulai membawakan materinya. Pada kesempatan ini Mas Ardy menyampaikan bahwa hal pertama yang harus dipahami adalah anatomi kamera, baik nama maupun fungsinya. Karena itu adalah syarat kami bisa mengoperasikannya.
Sumber : gudang digital
Pada sebuah kamera terdapat tombol bernama Creative Mode (Mode Dial), yakni sebuah fitur yang digunakan untuk membantu melakukan setting pada saat melakukan pemotretan.

Sumber : gudang digital
Mode Dial umumnya terbagi menjadi tiga, yakni Auto, Semi Auto, dan Manual. Mode auto sendiri terbagi menjadi beberapa mode lain untuk menyesuaikan dengan objek yang hendak dipotret. Beberapa mode yang bisa kita pilih dalam mode auto ini adalah :

Auto : mode full auto. Dimana dalam hal ini fotografer menyerahkan seluruh kendali kepada kamera. Fotografer tinggal ambil gambar saja.

Potrait : merupakan mode yang disesuaikan untuk mengambil gambar. Aperture akanmembesar untuk memperoleh kedalaman gambar yang dangkal.

Landskap : Mode yang disesuaikan untuk mengambil gambar pemandangan. Aperture akan mengecil untuk memperoleh kedalaman gambar dan lebih banyak detil.

Macro : Mode yang digunakan untuk memotret  benda-benda kecil secara close up.

Sport : Mode yang disesuaikan untuk memotret benda-benda yang bergerak. Shutter Speed secara otomatis akan disetting dalam kecepatan tinggi.

Night + Potrait : Mode yang disesuaikan untuk memotret dalam cahaya yang terbatas. Aperture membesar, iso akan naik dan shitter speed akan melambat.

Sumber : gudang digital
Hal lain yang penting diperhatikan dalam fotografi adalah Exposure Control dan Metering. Exposure adalah seberapa banyak cahaya yang dibutuhkan untuk masuk ke dalam sensor, yang meliputi 3 hal yakni ISO, Aperture, dan Shutter Speed, yang bisa digambarkan dengan Exposure Triangle sebagai berikut :

Triangle exposure
* Aperture / diagframa : merupakan salah satu fitur pada kamera untuk mengatur pencahayaan yang dikendalikan dengan mengatur bukaan aperture pada lensa, yang bisa diilustrasikan sebagai berikut :

Sumber : materi dari Gudang Digital
Aperture / diagragma ini adalah salah satu factor yang mempengaruhi kedalaman gambar (Depth of Field). Depth of Field (DOF) adalah area di depan atau di belakang objek yang terfokus.

*Shutter Speed : adalah lama waktu shutter membuka dimana akan menentukan seberapa cahaya yang mesuk dalam proses perekaman gambar. Diukur dengan satuan second. Semakin lambat kecepatan, semakin banyak cahaya yang terkespos, semakin cepat semakin sedikit cahaya yang akan terekspose.
Sumber : materi dari Gudang Digital
* ISO : adalah pengaturan kepekaan sensor terhadap cahaya. Diindikasikan dengan angka 100, 200, 400, 800 dst. Angaka yang rendah digunakan untuk memperoleh gambar yang tajam dan memperoleh pencahayaan yang cukup.Sebaliknya angka yang  besar digunakan ketika cahaya terbatas.

Teknik Dasar Fotografi
Berdasar kecepatan, teknik dalam fotografi dibagi menjadi dua bagian, yakni high speed dan slow speed.

High Speed (kecepatan tinggi) yakni speed antara 1/125s – 1/8000s. Teknik ini digunakan umtuk freezing / stop action. Misalnya untuk memotret orang yang melompat di udara. Kecepatan yang dipakai minimal 1/125s dengan diagragma menyesuaikan dengan keadaan cahaya sekitar.
Sumber : materi Gudang Digital
Slow Speed (kecepatan rendah)  : speed bulb – 1/160s. Digunakan untuk memotret :
  • show action, pada pertunjukan menari, dengan teknik ini akan dihasilkan gambar di mana orang yang bergerak akan terlihat blur sedang orang yang diam akan terlihat jelas apa adanya.
Sumber : Materi Gudang Digital
  • Panning, teknik memotret dengan menggeser kamera sejajar dengan gerakan objek. Gambar yang dihasilkan adalah kebalikan dari show action. Dimana gambar yang bergerak terlihat tajam sedang yang tidak bergerak akan blur. Kecepatan yang dibutukan tegantung dari kecepatan objek yang berferak.

  • Bulb, adalah teknik fotografi dengan cara menekan / menahan shutter agar jendela rana terbuka dan sensor akan merekam gambar dengan timing waktu tertentu. Biasanya digunakan untuk memotret kendaraan di malam hari sehingga menghasilkan garis-garis lampu.
Sumber : materi Gudang Digital
  • Silhoute, konon teknik foto ini menyebabkan semua objek foto berupa manusia akan terlihat cantik dan ganteng (eh…). Teknik ini memanfaatkan situasi backlighting/cahaya belakang. Tujuannya untuk memberikan definisi bentuk dari objek yang jelas dimana objek terlihat gelap. 
Sumber : materi gudang digital
Ruang tajam (depth of Field) adalah jarak antara titik terdekat dan terjauh yang masih dalam keadaan tajam. Semakin kecil ruang tajam, semakin sempit area yang fokus.

Komposisi dalam Fotografi
Komposisi adalah cara menata eleman-eleman dalam gambar yang meliputi garis, bentuk, warna, terang, gelap sehingga dihasilkan visual impact yang menyebabkan foto menjadi menarik dan enak dipandang dengan pengarturan letak dan perbandingan objek-objek yang mendukung dalam suatu foto. Adapun elemen-elemen penting dalam komposisi adalah garis, shape (bentuk), tekstur, warna, pattern (pola), gelap dan terang.

Ada beberapa tips dalam mengatur komposisi  yakni :

  • Perhatikan orientasi yang cocok, potret atau landscape. Untuk panorama yang atau objek yang jauh lebih cocok dengan landscape sedangkan objek yang vertikal lebih cocok dengan portrait.
  • Memotret dengan banyak objek yang seragam kurang menarik, sehingga harus dipilih objek yang berbeda diantara banyak objek tersebut, bisa berbeda dalam warna, gerakan, maupun bentuk.
  • Memperhatikan sudut pengambilan gambar (angle)
  • Memanfaatkan kaidah Rule of Third dalam pengaturan komposisi dan penempatan point of interest.

Camera Angle
Adalah sudut pengambilan gambar yang merepresentasikan arah pandang terhadap objek foto. Meliputi :

Sumber : materi Gudang Digital
  • Bird Eye, posisi objek yang difoto lebuh rendah dari posisi kita
  • High Angle, berbeda dengan burd eye, meskipun posisi kita sama-sama lebih tinggi dari objek yang difoto.
  • Eye Level, sudut pengambilan gambar dimana objek dan kamera sejajar (seperti mata memandang)
  • Low Angle, sudut pemotretan dimana objek lebih tinggi dari posisi kamera.
  • Frog Eye, sudut penglihatan sebatas mata katak. Pada posisi ini kamera berada di dasar bawah, hamper sejajar dengan tanah tidak dihadapkan ke atas.

Rule of Thrid
Adalagi  konsep yang membagi bidang foto menjadi tiga sama besar, baik vertical maupun horizontal sehingga akan diperoleh 9 area sama besar. Garis pembagi vertikla dan horisiontal akan menghasilkan 4 titik pertemuan.

Bercerita Dengan Foto
Sebenarnya foto bisa memberi banyak informasi kepada kita. Bahkan tanpa perlu banyak kata. Namun untuk dapat memperoleh  foto yang bisa bercerita, ada beberapa tahap yang harus kita lakukan yakni :
1.       Mengamati / observasi
2.       Mencari referensi
3.       Memotet
4.       Kurasi/memilih
5.       Presentasi

Berkenalan dengan FujiFilm  XT 100
Setelah pemaparan materi dari mas Andri, tiba saatnya bagi peserta untuk mempraktikkan ilmu yang didapat. Kebetulan untuk peserta yang belum mempunyai kamera, kami dipinjami dengan kamera Fuji XT 100. Kamera ini  direalese di tahun 2018 lalu, dengan 3 pilihan warna pada Alumunium top cover, yakni Black, dark silver, dan champagne gold.

Kamera FujiFilm XT 100 (sumber : Fuji Film) 
Dari literatur yang saya baca,  kamera FujiFilm XT 100 ini cocok untuk pengguna pemula yang baru pertama kali memegang kamera DSLR. Dengan harga dibandrol diangka 7 jutaan,  fitur-fitur yang ditawarkan oleh kamera ini lumayan lengkap dan mudah dipahami.

Pilihan warna (sumber : Fuji Film) 
Memiliki desain retro yang menarik,  body yang kuat dan  ringan,  kamera ini fleksibel dibawa ke mana-mana.  Selain itu kamera ini juga dilengkapi layar LCD dengan sistem lipat atas bawah dan bisa diputar ke depan. Ini menjadi bonus sendiri, karena lebih enak untuk ngevlog maupun selfie.

Sumber : Fuji Film
Baterai untuk kamera ini juga termasuk awet dengan 430 foto tiap pengisian. Oh ya, selain terdapat fasilitas layar sentuh, kamera ini juga dilengkapi dengan wifi,  sehingga memudahkan transfer foto dari kamera ke smartphone.

Sebelumnya, oleh nara sumber  dari Fuji Film kami diajak untuk mengenali kamera XT 100 ini,  dengan memberi tahukan cara pengoperasian maupun pengaturan kamera untuk mengambil objek yang diinginkan. Kami juga diminta untuk mencoba setiap mode yang ada.  Kurang lebih 20 menit kami belajar mengenali kamera, dan mencoba mengambil gambar yang ada di sekitar kita. Setelah semua dirasa cukup, waktunya bagi kami untuk mempraktikkan ilmu yang kami peroleh dengan hunting foto di sekitar Kotagede.

Berburu Momen di Kota Gede
Lokasi yang kami tuju adalah Masjid Kota Gede dan kompleks makam raja. Agar peserta bersemangat,  dalam workshop kali ini disediakan hadiah bagi peserta dengan foto terbaik. Kota Gede termasuk tempat yang asyik untuk berfoto.  Setiap sudutnya menarik untuk ditangkap dalam bidikan kamera dan punya kekhasan yang membedakan dengan tempat lain.

Dan berikut beberapa foto yang saya ambil dari hasil jalan-jalan ke Kota Gede.  Masih jauh dari sempurna memang.

Gerbang Makam Raja (doc. Pri) 

Gerbang makam (doc. Pri) 

Makam raja (doc. Pri) 
Tapi paling tidak memberi saya tambahan wawasan dan pengetahuan tentang  dasar-dasar fotografi yang harus dipahami.  Dan memberi saya kesimpulan,  memiliki kamera yang bagus sehingga foto-foto yang kita hasilkan keren-keren itu menyenangkan...

Saya dan kamera FujiFilm XT100 (doc. Ika) 

Foto bersama (doc. Manda) 
Nah,  jika Teman-teman tertarik juga untuk memiliki kamera DSLR, kamera FujiFilm XT 100 ini bagus lho untuk dicoba.. Atau kalau ingin cari kamera FujiFilm tipe lainnya bisa lihat-lihat dulu instragram Fuji Film Indonesia atau bisa juga kepoin instagram Gudang Digital. Semoga cerita saya bermanfaat yaa...

Salam... 

61 komentar:

  1. Wah keren sekali hasil foto nya Mba, cocok jadi fotografer nich

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. Bisa saja... Ini kemarin mode nya auto semua, jadi kalau bagus ya faktor kameranya... He3. Trmksh sudah mampir...

      Hapus
  2. Sangat bagus hasilnya, artistic, apalagi silhouette, bulb, dan shattering. Cocok buat foto-foto Ramadhan dan lebaran. Fotobya kece, ngeblog juga semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb, itu foto2 dari nara sumbernya jadi kece-kece semua... Hihi.. Lagi berusaha konsisten ngeblog nih mb... Trmksh sudah mampir yaa... 😍

      Hapus
  3. Mantap, dpt ilmu seputar fotografi, fotonya bagus & natural. Ok, sy follower baru blog mba. Thx

    BalasHapus
  4. Ilmunya DAGIIIING banget. Aku kudu menghayati dan praktekkan artikel yg mba share nih
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi. .memang harus sambil praktik.. Mksh sdh manpir mb..

      Hapus
  5. Belajar fotografi gini memang lebih enak langsung praktek ya, kalo ada yang tidak dimengerti bisa langsung tanya.
    Aku masih kurang paham nih tentang pepotoan, biasanya ya asal jepret doang pake hp hehe.
    Senang bangetya bisa ikut acara ini, banyak ilmu yang didapat. Thanks for share.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mb... Lebih afdol punya kamera sendiri juga.. Hihi..

      Hapus
  6. Saya dan suami juga sedang mempertimbangkan apakah membeli kamera atau upgrade handphone. Secara secara profesional, sebagai seorang blogger, kepingin juga dong, punya kamera profesional untuk menghasilkan gambar yang cakep. Makasih banyak ya sharing ilmunya, siapa tahu saya bisa membeli kamera fuji ini kan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kira-kira juga tertarik dengan fotografi mending beli kamera saja... Karena hasilnya memang beda... Hihi... Aamiin... Saya pun juga pengen... 😍

      Hapus
  7. Wah ilmu baru nih, biar bsk fotonya bisa bagus. Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  8. Hasil cameranya bagus ya kak.. Seneng ya bisa ada camera sebagus ini pas untuk kita yang suka poto untuk kebutuhan sosmed

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. Bikin suka difoto juga lho ini... Hihi...

      Hapus
  9. Harus cuss ke gudang digital ni buat kepoin Fuji Film XT serratus...ditunggu kisah dan cerita berikutnya dari #arisanilmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup... Besok kl ada arisan ilmu lagi yaa.... Mksh sudah mampir...

      Hapus
  10. weih lengkap reviewnya wes, tinggal beli kameranya nih

    BalasHapus
  11. Wahhh mbak terimakasih atas sharingnya tentang kamera dan teknik dasar fotografi. Aku sama sekali nggak mudeng fotografi pun jadi paham dengan ulasan dari Mbak Sapti. Hehe

    BalasHapus
  12. Sebenarnya pengen banget daftar sekalian main ke Jogja, sayangnya Sabtu ada acara workshop juga di Semarang, huhu jadi mupeng deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mb, next kalau ada lagi ikutan..kita mitap hihi...

      Hapus
  13. Baterai awet, dilengkapi dengan wifi. Noted, ini kamera kayaknya cocok buat saya yang suka lupa atau malas ngecas. Terus terkoneksi dengan wifi jadi mudah banget buat transfer datanya.

    Kota Gede selalu bagus.. Jadi rindu.. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb.. Lengkap ini mbak.. Yuk cuzz beli, terus ke Kota Gede... 😍

      Hapus
  14. wahh keren bisa nyobain pake kamera fuji xt100.
    pelatihannya kumplit, makasi sharingnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi...iya nih..mumpung ada yang minjamin.. 😀

      Hapus
  15. Seru banget ini acaranya sama Fuji Film Indonesia, jajal XT 100 jadi ingat jaman nyoabin XT30 kemarin diacara food photography di Jakarta.

    BalasHapus
  16. Keren sumpah. Baru ini aku baca artikel mbak sapti sambil belajar sama suami. Satu per satu aku tanyakan ke dia. Wah beneran deh, rugi kmrn aku gak ikut. Pdhl sblmnya udah penuh ikut program belajar gratis juga dari gudang digital .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah... Ini cocok buat mbak riana ini yang suka foto-fotoan...besok kalau ada lagi ikut yuk mb...

      Hapus
  17. MBaa, aku pengguna Fuji tapi yang XA. Fuji yang FT memang terkenal bagus dan andalan banget. Kayaknya aku harus banyak belajar tips memotret. Makasih sudah berbagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi sebetulnya aku berharap bisa menikmati pengalaman menyenangkan belajar memotret bersama-sama :)

      Hapus
    2. Wah, berarti sudah familiar nih dengan kamera fuji film, saya baru sekali ini pegang... Jadi merasa grogi. 😂😂

      Hapus
  18. Untuk teknik panning ini aku sedang belajar dan belum bisa-bisa juga. Punya kamera bertahun-tahun tapi ya gitu deh nggak bisa menggunakannya debgan maksimal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh... Apalagi aku mbak, yang baru pertama kali itu pegang.. Biasanya pegang kamera hp sama kamera pocket doang... 😂😂

      Hapus
  19. Kalau merk Fuji dah gk diragukan kagi mba hasilnya tinggal Kita belajar angle yang pas pads saat pngambilannya ...kameranya impian aku ini mba mudah2an punya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Doa yang sama buat saya juga... 😂😂

      Hapus
  20. Fuji ini emang kece banget lah, tiap difotoin ama kamera fuji suka berasa kinclong dan glowing nih mbak hahaha.

    Seru juga nih kalo bikin acara di Bandung, biar bisa sekalian belajar motret hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi.. Hasil foto memang sangat tergantung pada kamera ya... 😀

      Hapus
  21. Kamera Fuji dari dahulu memang sudah terkenal bagus dan teruji ya, Mbak. Hasil fotonya juga bagus-bagus.
    Acaranya juga seru...bisa banyak belajar cara mengambil foto yang baik ya ...

    BalasHapus
  22. Duh, seru banget nih acaranya. Jalan-jalan sambil berburo foto keren, bareng temen-temen, Terusnya nyobain Fujifilm XT100 pula. Mupeeeng dengan kameranya

    BalasHapus
  23. Aku juga punya impian untuk punya kamera mirrorless seperti ini.
    Pernah baca banyak referensi dan rekomendasi

    Senangnya bisa menjadi bagian dari keseruan acara bergizi seperti ini

    BalasHapus
  24. Cakeeepp ilmunya, kak..
    Haturnuhun.

    Aku seneng banget dapet penjelasan tentang fotografi.
    Secara...selama ini modal tanya-tanya ke temen-temen yang ikutan UploadKompakan di IG.

    Kan selalu kece-kece tuh...hasil fotonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanya ke ahlinya juga bagian dari cara belajar yang menyenangkan, ditambah praktik lagi.. Pasti langsung nyantol ilmunya...

      Hapus
  25. Masha allah mba, ilmu + teknik motretnya luar biasa. Kece sekali.

    BalasHapus
  26. Oh ini masuknya DSLR ya mak, aku kira mirrorless hehe.
    AKu pengen punya Fuji tapi yang mirrorless aja buat bikin video2 gtu, katanya sih oke Cuma msh bingung Fuji yg mana yg terjangkau kantong dan udah punya spek sebagus yg aku inginkan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah... Ini aku juga bingung,, harusnya mirrorless ya... Soalnya teorinya ttg kamera DSLR, tapi praktiknya pakai ini... Maafkan kalau salah.. Hihi...

      Hapus
  27. Acaranya keren dan ilmunya bermanfaat banget buat pemula maupun yang ingin menekuni dunia fotografi ya mbak.

    BalasHapus
  28. Adududuu itu kameranya kece banget bikin mupeng ajah...Kamera kece skill juga harus kece yak...beruntung yang bisa belajar langsung kayak gini

    BalasHapus
  29. Mupeng pemgen punya kamera profesional kaya gitu aku mba. Semoga bisa beli yaa atau dpt hadiah kamera gitu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Semoga bisa beli atau beruntung dapat hadiah... ��

      Hapus
  30. Pengen bisa belajar fotografi, dulu aku punya karema fuji dan memang dari jaman kamera masih manual, fuji tuh brand hits ya.

    BalasHapus
  31. Wah dapet ilmu sekalian praktek ya mba, emang bagus sih kameranya makanya banyak penggemar ter-fuji-lah ini... nabung bung biar kebeli aku juga pengen beli fuji hehehe

    BalasHapus