Kamis, 16 Mei 2019

Asyiknya Belajar Sambil Ngopi Di Gudang Kopi

Saya bukan penikmat kopi, tetapi saya sangat menyukai aroma kopi. Bahkan pengharum ruang favorit saya adalah kopi. Selain itu,  saya juga suka mendengarkan obrolan tentang rasa kopi dan mengamati orang yang sedang menikmatinya.

Gudang Kopi (doc. Pri)
Dalam pengamatan saya, kopi seolah-olah bisa membawa penikmatnya ke sebuah petualangan yang mengasyikkan, yang berakhir dengan sesuatu yang menakjubkan. Seperti binar bahagia, semangat yang terpompa, dan ide-ide yang bermunculan.

Sehingga saya tidak pernah menolak kalau diajak ke kedai kopi, meskipun selama ini saya tetap memesan minuman non kopi. Namun berbeda dengan pengalaman saya kali ini. Di kedai kopi yang bernama Gudang Kopi ini saya ikut mencicipi rasa kopi yang disajikan di sana.

Gudang Kopi (sumber : ig Gudang Kopi) 
Kebetulan waktu itu saya mengikuti sebuah acara workshop bloger bertema bagaimana menjadi seorang food blogger dengan nara sumber Andre Christian. Seorang bloger pemilik blog makankeliling yang sukses membranding diri sebagai seorang food enthusiast, dengan follower di instagram mencapai ratusan ribu. 

Andre Christian dari Makan Keliling (doc. Ardian) 
Dalam acara yang berlangsung hari Jumat,  10 Mei 2019 pukul 16.00 WIB tersebut dibahas banyak hal. Terutama tentang segala sesuatu yang harus dimiliki oleh seorang food bloger profesional. Penyampaian materi dilakukan dengan santai dan interaktif sehingga membuat peserta yang hadir antusias mengikutinya. 

Sebenarnya tidak hanya materinya saja yang menarik.  Namun venue yang digunakan untuk workshop ini juga unik. Terletak di bilangan Jalan Afandi Yogyakarta,  lokasi Gudang Kopi menjadi satu dengan Gudang Digital. Tepatnya Gudang Kopi menempati bangunan di lantai dua, sementara Gudang Digital di lantai satu. 

Gudang Kopi dan Gudang Digital ini ownernya sama, yakni Pak Haryanto, yang biasa dipanggil Pak Hary. Dalam sambutannya di acara workshop bloger, Pak Hary banyak bercerita tentang proses lahirnya Gudang Kopi. Pak Hary adalah seorang penyuka fotografi yang kemudian membuka usaha toko perlengkapan fotografi di tahun 2010. Sempat menggunakan nama Gudang Studio, namun kemudian diubah menjadi Gudang Digital.

Pak Hary owner dari Gudang Kopi (doc. Pri)
Dalam perjalanan usahanya, Pak Hary yang bukan asli Jogja ini memiliki kesimpulan. Bahwa dalam mendirikan sebuah usaha, yang penting adalah jaringan pertemanan.  

Mengenal Gudang Kopi
Dilatarbelakangi semakin berkembangnya usaha Gudang Digital yang dimilikinya, Pak Hary kemudian ingin mempunyai tempat nongkrong bagi pengunjung dan relasi dari Gudang Digital. Akhirnya pada bulan November 2018 lahirlah Gudang Kopi ini. Karena teman, kopi, dan diskusi adalah hal yang saling berkaitan, maka Gudang Kopi memiliki filosofi "hadir untuk mempererat jalinan pertemanan dengan saling ngobrol dan diskusi,  sembari menikmati kopi".

Nuansa fotografi sangat kental terlihat di Gudang Kopi ini. Bahkan tag line yang digunakan di kedai ini adalah #yourphotocoffeebeginshere. Berbagai sudut ditata dengan sentuhan modern nan apik dan instagramable yang membuat pengunjung betah berlama-lama.

Tag line dari Gudang Kopi (doc. Ardian) 
Ruangan di Gudang Kopi sendiri terbagi menjadi ruang indoor dan ruang semi out door. Pengunjung bisa memilih ruang sesuai dengan seleranya. 

Gudang kopi juga menyediakan ruang kelas yang bisa digunakan oleh komunitas jika ingin mengadakan suatu acara. Fasilitas di ruang kelas yang disediakan cukup memadai.  Terdapat perangkat multimedia,  lengkap dengan sound  system dan AC yang adem,  plus jaringan wifi yang lancar.

Ruang kelas di Gudang Kopi (doc. Ardian) 

Menu di Gudang Kopi
Menu di Gudang Kopi ini sangat beragam. Seperti disampaikan oleh Mas Echa selaku manajer, Gudang Kopi menyediakan aneka minuman baik kopi maupun non kopi, aneka snack atau kudapan, juga menyediakan menu untuk sarapan dan makan besar.

Mas Echa dari Gudang Kopi (doc. Pri) 
Untuk minuman,  signature menu di Gudang Kopi adalah es kopi. Es kopi ini disediakan bagi penyuka kopi manis. Terdiri dari tiga varian rasa,  yang masing-masing punya kekhasan,  yakni :
1. Es PhotoCoffee, yang memiliki rasa imbang antara manis,  pahit,  dan gurih dari gula, single shot espresso,  dan susu yang digunakan. Menggunakan brown sugar sebagai pemanis,  dan vanilla sebagai penambah aroma.  

2. Es kopi Papandayan. Es kopi ini menggunakan sirup pandan home made, single shot espresso, creamer,  dan susu dengan takaran tertentu, sehingga rasanya unik seperti es dawet.

3. Es kopi arjuna, varian ini lebih kental rasa kopinya. Terbuat dari campuran kopi,  susu evaporasi,  simple syrup dan single shot espresso. 


Aneka es kopi (sumber ig Gudang Kopi) 
Semua menggunakan kopi arabika. Untuk espressonya, menggunakan kopi yang berasal dari kopi ijen,  kerinci,  dan bali yang diblend menjadi satu. Sedangkan untuk penyuka manual brew, biji kopi diambil dari roastery dari Jakarta, Hongkong,  dan Singapura.

Manual brew di Gudang Kopi (doc. Ardian) 
Racikan kopi dari Gudang Kopi ini tidak main-main. Baristanya memperoleh peringkat 6  terbaik nasional. Jadi kepiawaiannya tidak perlu diragukan lagi. Yang istimewa, bagi pelanggan yang memesan kopi manual brew, pada saat penyajian akan diberikan kertas kecil yang berisi informasi mengenai kopi yang dipesan. Harga untuk minuman kopi di sini dibandrol mulai dari Rp. 20.000,- sampai Rp.  33.000,-.

Sedangkan untuk minuman non kopi, pilihan yang disediakan juga sangat bervariasi.  Ada hot chocolate,  aneka latte,  aneka mojitotropical tea, dan masih banyak lagi. Harga untuk minuman non kopi ini berkisar Rp. 30.000,- sampai Rp. 35.000,-. 

Untuk hidangan berupa kudapan, yang menjadi favorit adalah kentang amburadul dan  tahu goreng sihlin.  Ada juga calamari,  spring rollenoki frieschicken strip,  piscok,  french toast dan masih ada menu lainnya. Semua ada di kisaran harga Rp.  20.000,- - Rp.  30.000,- 

Bagi yang ingin sarapan di Gudang Kopi, aneka menu breakfast yang tersedia adalah morning croissant, breakfast toast dan potato breakfast.  Harga yang ditawarkan mulai Rp.  25.000,- sampai 35.000,-.

Untuk makan besarnya, menunya juga bermacam-macam. Ada aneka local bowl yang mengingatkan kita dengan hidangan rumahan seperti nasi cumi hitam,  nasi ayam kecombrang, nasi goreng gudkop, yang bisa kita jadikan pilihan. Ada juga mie goreng,  ikan dori dabu-dabu,  ayam kari kuning,  dan lain-lain.

Aneka hidangan makan besar di Gudang Kopi
(doc. Ardian) 
Tampaknya Gudang Kopi ini ingin mengakomodir semua selera. Sehingga hidangan lokal maupun manca ada semua. Untuk hidangan internasional sebut saja ada omurice,  pasta carbonara,  dan aglio balado. Harga untuk makanan besar dibandrol mulai dari 30rb -- 35rb. Hidangan pencuci mulut, seperti aneka cake juga tersedia.

Aneka cake di Gudang Kopi
(sumber : ig Gudang Kopi) 
Hidangan di Gudang Kopi ini sangat lengkap dan mampu memanjakan lidah pengunjungnya. Untuk saya sendiri, hidangan yang saya coba adalah nasi cumi hitam dan es kopi papandayan. Saya memilih es kopi papandayan karena penasaran dengan rasanya yang katanya seperti es dawet. Dan benar saja,  ketika saya cicipi, wangi pandan segera tercium, dan rasa manis gurih langsung terasa. Meskipun tetap ada rasa pahitnya, tetapi rasanya masih masuk di lidah saya. Mungkin akan lebih ada sensasinya bila di dalamnya diberikan potongan agar-agar atau jelly sehingga ada sensasi rasa kenyil-kenyilnya (maunya saya.. He..he..he)

Nasi cumi hitam dan kopi papandayan (doc. Pri) 
Untuk menu utama yakni nasi cumi hitam, hidangan ini mengingatkan saya ketika dulu pernah berkunjung ke tempat saudara di semarang. Kami disuguhi dengan hidangan nasi lauk oseng cumi hitam yang lezat. Dan itu adalah pengalaman pertama saya mencicipi olahan cumi hitam. 

Nasi cumi hitam di Gudang Kopi ini,  cukup mengenyangkan. Dengan lauk yang lumayan melimpah.  Sayur oseng kacang panjang dan kerupuknya membuat semakin semangat makan.  Cumi hitamnya juga gurih dan tidak alot. Terdapat campuran daun kemangi di dalamnya. Puas saya menikmatinya. 

Sesungguhnya ada satu hidangan di tempat ini yang membuat saya penasaran. Yaitu nasi ayam kecombrang. Tidak banyak tempat makan di Jogja yang menyediakan menu dengan bumbu kecombrang.

Nasi ayam kecombrang yang saya ingin coba
(doc. Pri) 
Pernah saya mencoba nasi ayam kecombrang di sebuah tempat makan, dan saya cocok dengan rasanya. Sayangnya, ketika saya ingin mengunjunginya lagi, tempat makan yang menyediakan aneka olahan kecombrang itu sudah tutup. Lain waktu kalau ada kesempatan,  saya ingin ke Gudang Kopi lagi untuk menuntaskan rasa penasaran saya terhadap nasi ayam kecombrang ala Gudang Kopi.

Foto bareng bersama bloger dan owner Gudang Kopi
(doc. Ardian) 
Nah,  bagi teman-teman yang ingin ngopi di tempat yang cozy, ditemani hidangan yang yummy, coba deh ke Gudang Kopi. Pasti banyak pengalaman rasa yang akan teman-teman alami. Belajar sambil ngopi juga asyik lho di sini...
Untuk gambaran lebih lengkap mengenai menu-menunya,  teman-teman bisa lihat di sini.  
Semoga bermanfaat ya... 

Salam... 

Alamat Gudang Kopi :
Jalan Affandi, Demangan, Gondokusuman, Yogyakarta.
Buka : Senin- Minggu
Pukul 07.00 - 23.00 WIB.  
Khusus Selama Ramadan, jam buka mulai pukul 14.00 WIB. 

65 komentar:

  1. aduh, jauhnya harus ke Jogja. Kalau ke Jogja pengen deh mampir karena saya seneng ngopi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap... Kalau ke Jogja mampir sini yaa.... 😀

      Hapus
  2. Ajakin dong Mbak kalau kesini lagi. Kopinya menggoda...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap... Tapi mbak latifah sekarang sibuk banget-e ...😅

      Hapus
  3. Terima kasih infonya mba..
    Cocok betul namanya Gudang Kopi, varian kopinya beragam ya. Tempatnya juga nyaman kelihatan nya.
    Harus dikunjungi nih kalau aku ke Jogjakarta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb... Beragam baik minuman maupun hidangannya...

      Hapus
  4. Seru banget acaranya mba, belajar kopi diakhiri dengan makan bersama
    Aku mau ke gudang kopi ah kalo nanti aku lagi ke Jogja.. karena aku penikmati kopi

    BalasHapus
  5. Penasaran dengan kopi rasa pandannya es kopi papandayan.

    BalasHapus
  6. Es kopi emang favorit banget. Saya sama suami sering bikin es kopi dari biji kopi yang langsung digrinder gitu. Tapi selama puasa ini, belum bikin sendiri nih, kangen. Lucu naman-nama es kopiya yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya baru sekali ini lho, minum es kopi susu...biasanya saya tim non kopi soale

      Hapus
  7. Saya suka aroma kopi, tapi nggak begitu suka minum kopi. Jadi kalau pagi-pagi buatkan kopi buat suami, suka menghirup-hirup aromanya

    Harganya masih terjangkau lah ya, dibanding gerai kopi dari luar itu.

    BalasHapus
  8. Kak... Kak... aku tertarik sama workshopnya sama food blogger soalnya pengen juga belajar jadi blogger pro, tapi nggak harus food blogger. Mungkin lainnya.
    Asyik... kayaknya...
    Apalagi acaranya diadain di kedai kopi. Kan itu bisa praktek juga.
    Oh ya, aku juga pencinta kopi sih Kak.
    Suka soalnya.
    Nama cafenya Gudang Kopi, menarik tapi kenapa harus di Jogja? Jauh.
    Tapi, baiklah, gpp. :)
    Mungkin suatu saat bisa mampir ke sana dan ngincip.
    Makasih ya Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul.. Jadi bloger memang asyik, apapun niechenya... 😍

      Hapus
  9. Wooww!! Luar biasa menarik dari pemahaman tentang kopi dan ulasan bisnis lainya, ditambah bentuk kopinya kalau saya perhatikan sangat bervariatif... Dan pastinya ada kopi dingin dan hangat tentunya..😄😄

    BalasHapus
  10. Wah, seru banget nih bisa ngumpul dan dapet ilmu baru. Aku salfok dengan Gudang Kopinya. Nyaman gitu ya tempatnya. Dan makanan serta minumannya banyak pilihannya. Jadi kepengen es kopi deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul.. Aneka ragam menu ada di gudang kopi... Lengkap pokoknya...

      Hapus
  11. Kalo dolan ke Jogja, sepertinya spot bucket list saya nambah satu lagi nih.... GUDANG KOPI!
    https://bukanbocahbiasa(dot)com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb... Bisa dijadikan tujuan kulineran..

      Hapus
  12. wah seru dan bermanfaat sepertinya kopdar ini, bisa belajar banyak tentang blog

    BalasHapus
  13. aku suka kopi, tapi sayangnya lambungnya yg gak suka. setiap abis minum kopi pasti melilit. hehe..
    btw, acaranya seru bgt ya mbaa.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang punya maag memang harus hati2 ya sama kopi...

      Hapus
  14. Gudang Kopi, tapi bukan hanya kopi saja yang disediakan. Mantep.. masuk list tempat yang harus dikunjungi nih kalau main ke Jogja lagi.

    BalasHapus
  15. Aku juga gak terlalu suka ngopi tapi suka banget kalau diajakin nyantai di tempat ngopi. Apa ya, emang rasanya beda gitu. Gak makan berat juga gak apa apa.

    Tapi kalau ini ada makanan beratnya makin matap seh yak.

    BalasHapus
  16. Wah, menu makanannya kelihatan menggiurkan yah. Terutama yang nasi cumi hitam. Dan jadi mendadak pengen buka puasa pake ayam kecombrang nih hehehe.

    Kapan nih Gudang Kopi buka cabang di Bandung.

    BalasHapus
  17. Samaaa, aku juga bukan penikmat kopi tapi suka dengan aroma kopi. Yang suka kopi itu suami. Jadi biasanya kalo membuatkan kopi untuk pak suami, aku suka hirup aroma kopinya :D

    BalasHapus
  18. seru pasti acaranya niy, udah daftar sayangnya waktu itu ada acara kampus

    BalasHapus
  19. ownernya suka fotografi jadi ngerti banget dekor spot kafe yang instagrammable, yaa
    Seru ya nongkrong di sini sambil cemal-cemil croissant

    BalasHapus
  20. Hihiii...pasti kebayang capcin ya pas pengin ada jelly kenyil2 di kopinya. Tapi emang enak sih kopi yang di dalamnya dikasih tambahan seperti itu. Gudang Kopi nih asyik banget ya buat hangout. Bakalan betah berlama2 di sana deh bareng teman. Kapan2 klo pas ke Jogja meluncur ah ke arah Demangan dan ngopi di situ.

    BalasHapus
  21. Asyik tempatnya, keren acaranya. Sayangnya diadain kelas pas ramadan. Jauh pula dari tempatku. Males eee nek Ramadan bali bengi. Hehehe

    BalasHapus
  22. Es kopi susu di sini emang juara mb...
    Klo makanannya baru coba beberapa menu, yang belum coba dan bikin penasaran tuh nasi cumi hitam...

    BalasHapus
  23. wahh di Demangan. cuzzz ah kalo oas ke Jogja Insyaallaah.. menunya menggoda.. tempatnya juga asik kayaknya

    BalasHapus
  24. Maret lalu aku sempat ke Jogja dan kebetulan ada di sekitar Demangan itu mbak, belum tau ada Gudang Kopi. Tau gitu pas gabut ke sana. Hahaha. Aku tandain nih buat nanti kalau ke Jogja lagi :D

    BalasHapus
  25. Duh pengeenn. Aku tu pecinta kopi dingin soalnya mbak. Makanannya jg kyknya enak2, ada yg pakai nasi tapi ada makanan ala2 barat. Moga kalau ke Yogya bisa mampir ke sana

    BalasHapus
  26. Menunya sangat menarik nih, tempat Gudang Kopi kelihatannya juga asyik buat kongkow-kongkow ya:)

    BalasHapus
  27. Catet dulu ah alamantany asiapa tau nanti mampir ke Jogja bisa nyobain kopi juga di Gudang Kopi. Aku suka loh wangi kopi tapi untuk menikmati kopi sukanya yg dicampur coklat

    BalasHapus
  28. Asyik banget buat nongkrong nih ya tempatnya. Sambil ngobrol dan ngopi. Kapan-kapan bisa deh mampir kalau main jogja

    BalasHapus
  29. Usaha kopi memang menjamur ya dimana-mana. Tapi yang sekaligus menyuguhkan makan besar kayanya masih bisa dihitung dengan jari deh.

    BalasHapus
  30. Seru juga ya acaranya mak, belajar sekalian bisa icip-icip kopi. Boleh juga nih nantinkalau pas ke Yogyakarta mampir ke Gudang Kopi.

    BalasHapus
  31. Asyiknya ngopi... Itu kopi dan kudapannya menarik semua ya mbak. 🤣 Menu rekomended apa mbak

    BalasHapus
  32. Kopinya manis gak?
    Hehehe...aku trauma minum kopi di salah satu cafe karena diajakin temen. Pas di sruput, lha kok plain coffee.
    Aku bingung mo komentar apa...hiiks~
    Penikmat minuman manis.

    BalasHapus
  33. Aku suka minum kopi dan kalau dipadu ama tempat yang nyaman serta wifi kencang, bakalan makin betaah :)

    BalasHapus
  34. Wah, cukup terjangkau ya mba range harga minuman dan makanan di Gudang Kopi.

    BalasHapus
  35. mba sapti suka kopi juga to? Btw tempatnya juga cocok ya buat ngobrol santai atau kerja

    BalasHapus
  36. wiii mantapppp, aku suka banget photocoffie di gudang kopi ini, ringan tapi bikin melek :)

    BalasHapus
  37. Perpaduan unik nih gudang kopi dan gudang digital.tapi baru pernah ke gudang digitalnya. Boleh lah kapan-kapan ke gudang kopinya.

    BalasHapus
  38. Aku baru sekali kesitu. Sayangnya waktu itu aku enggak nyicipin kopinya. Pengin kesana lagi ahhh... Makan-makan lagi. Sambil ngopi-ngopi..

    BalasHapus
  39. Kopinya endeussss mbak, ini tempatku kembali kalau mau makan cumi bersaus tinta hitam

    BalasHapus
  40. Kerja ataupun belajar sambil ngopi itu mantap lebih santai dan lebih rileks juga.

    BalasHapus
  41. Es kopinya enak nih mbak di sini. Cuma sayang tempat parkirnya kurang luas, kalo bawa mobil suka deg-degan bakal dapat parkir apa nggak. Hihi

    BalasHapus
  42. Waaah, kalo pas ke Jogja mau mampir deh ke Gudang Kopi. Apalagi aku demen banget ngopi

    BalasHapus
  43. Nongkrong di kedai kopi memang asyik mba. Apalagi ada temen ngobrol atau rame-rame belajar bareng. Tapi tetep kalau aku sih minumnya bukan kopi meski sedang di kedai kopi.

    BalasHapus
  44. asiik menunya dan nyaman tempatnya

    BalasHapus
  45. Nasi cumi hitamnya menggoda euy. Boleh lah dicoba. Es kopinya kalau 20ribu termasuk terjangkau lah

    BalasHapus
  46. Kapan-kapan mau ke sana lagi ah~ Pertama kali waktu Arisan Ilmu-nya KEB di bulan April kalo ga salah. Baru nyoba menu rolasannya ajah. Mayan sih rasanya :9

    BalasHapus
  47. Cheesecake-nya juwarak. Enak banget. Tiap ke sini selalu pesan itu hehehe. Berhubung teman2ku suka nongkrong di sini ku jadi ikutan 😅

    BalasHapus
  48. Nice sharing.. nampak enak belaka... ohya, mau follow each other? Jika mau jemput singgah dan follow blog saya then saya akan follow back... #followforfollow

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir.. Siap saya meluncur ke blognya...

      Hapus
  49. Kalo masalh kopi, Heempzz engga ada duanya daahh, apalagi kalo ngopi sembari kerja, contohnya kaya bikin website chiller.id pasti nikmat bener.

    BalasHapus