Jumat, 24 Juni 2016

Cleopatra Sang Ratu Mesir

Disamping hobi makan, saya sangat menyukai sejarah..ini berawal sewaktu masih di bangku SMP saya memiliki guru sejarah yang bagus banget cara mengajarnya. Namanya Ibu Nurul Hidayati. Beliau sangat bersemangat dan pintar membuat pelajaran sejarah menjadi menarik. Sejarah bukan untuk dihafal, tapi untuk dipahami dan dirasakan. Ketika beliau menyampaikan materi tentang kehidupan pra sejarah, saya seolah-olah diajak ke masa lampau dan merasakan bagaimana kehidupan pra sejarah yang bertahan hidup dari berburu, menangkap ikan, dan meramu. Pokoknya amazing sekali, imajinasi kita ikut menikmati setiap gambaran suasana maupun karakter tokoh yang beliau sampaikan. 

Kebetulan saya termasuk tipe audio visual learner, jadi saya masih ingat betul gestur dan gaya bicara beliau ketika mengajar, bahkan dulu saya suka menirunya ketika mengulang kembali pelajaran yang beliau sampaikan. Dan hasilnya jadi mudah hafal materi dan tidak gampang lupa. Mudah-mudahan saat ini Bu Nurul dalam keadaan sehat dan bahagia selalu..aamiin...

=================================

Karena suka sejarah, maka kali ini saya akan menulis tentang salah satu tokoh sejarah yang sangat masyur, dialah Cleopatra.
Patung gambaran wajah cleopatra
Siapa yang tidak kenal Cleopatra, sosok wanita dari mesir yang mencatatkan diri sebagai wanita berpengaruh dan menjadi simbol kecantikan wanita sampai sekarang. Hobinya merawat diri dengan aneka lulur dari mutiara dan tanaman rempah. Berhias dengan memberi celak di mata dan pewarna di bibir sudah menjadi kebiasaannya.

Bahkan gaya rambutnya pun sempat menjadi trend juga..Tapi, siapa sangka dibalik kecantikan, kharisma, dan kesukaannya merawat diri, terdapat sifat dan kepribadian yang keji, sehingga dia menjadi salah satu tokoh dunia yang masuk dalam orang-orang berperangai buruk.

Paling tidak itu informasi yang saya dapatkan ketika menonton serial di History Chanel yang berjudul Ancient Behaving Badly, yang menceritakan tentang perangai buruk orang-orang di masa lampau yang tergolong ekstrem.

Film itu merupakan film dokumenter, yang dikumpulkan dari berbagai sumber yang kemudian dianalisis oleh ahli sejarah berdasar peninggalan yang ada dan dilakukan analisa kejiwaan oleh ahli jiwa.  Rata-rata di film tersebut digambarkan, bahwa tokoh yang ada dalam cerita memiliki perangai yang buruk, keji, serakah, dan menghalalkan segala cara agar tetap berkuasa. Masuknya cleopatra sebagai satu-satunya perempuan, bersama dengan tokoh lain seperti Hannibal, Caligula, Iskandar Agung, Atilla, Julius Caesar, dan Gengis Khan cukup membuat saya kaget.  Tidak menyangka kalau Cleopatra yang mendunia itu termasuk 8 tokoh berperangai sangat buruk, yang mengarah ke kepribadian psikopat. Film itu terdiri dari 8 episode, setiap episode menceritakan 1 tokoh.

Dalam film itu diceritakan bagaimana seorang Cleopatra demi meraih kekuasaan tega melakukan berbagai cara,mulai dari menikahi adik kandungnya (meskipun dalam sebuah sumber dikatakan bahwa praktik insest di Mesir pada masa lalu adalah hal yang biasa dilakukan, karena mereka adalah keturunan dewa, yang hanya boleh menikah dengan sesama keturunan dewa),  membunuh adik dan saudaranya sendiri sampai menggunakan "potensinya" sebagai wanita untuk menundukkan lawan-lawannya,  diantaranya dengan menjalin hubungan asmara dengan Julius Caesar dan Mark Anthony, pasca Julius Caesar terbunuh. Semua dilakukan agar kekuasaannya di Mesir semakin kuat karena ada dukungan dari penguasa Romawi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sebenarnya Cleopatra adalah nama gelar yang diberikan secara turun-temurun.  Cleopatra yang biasa kita kenal ini adalah cleopatra VII. Dia sebenarnya bukan asli dari Mesir, tetapi berdarah Yunani-Macedonia.  Namun karena kemasyurannya, nama Cleopatra ini kemudian menjadi semacam trademark untuk ratu cleopatra VII ini yang nama aslinya Thea Philopator.

Gambaran cleopatra di relief bangunan di Mesir, Cleopatra digambarkan cantik

Meskipun dalam film itu Cleopatra diceritakan sangat keji, Cleopatra sangat dicintai dan dipuja rakyatnya. Banyak patung-patung dan ornamen Mesir yang menggambarkan kecantikannya. Ini bertolak belakang dengan gambaran Cleopatra di koin uang romawi yang terlihat buruk dan jauh dari rupawan. Mungkin penggambaran yang ada di mata uang Romawi itu adalah gambaran ketidaksukaan orang Romawi kepada Cleopatra yang memang musuh dari kerajaan Romawi. Jadi itu adalah semacam ejekan.

Gambaran Cleopatra di.koin uang Romawi, hidungnya bengkok

Akhir hidup Cleopatra sendiri cukup tragis, dimana dia bunuh diri dengan membiarkan seekor ular kobra yang menjadi salah satu lambang kerajaan mesir, untuk menggigitnya. Itu dia lakukan karena Mark Anthony yang selama ini melindunginya tewas bunuh diri karena mendapat informasi keliru yang nengabarkan kalau Cleopatra sudah tewas. Selain itu upaya Cleopatra merayu Oktavian yang telah berhasil menaklukan mesir mengalami kegagalan. Karena tidak mau tunduk terhadap Romawi inilah akhirnya Cleopatra mengahiri hidupnya sendiri diusia yang masih tergolong muda, 39 tahun.

Rabu, 22 Juni 2016

Sensasi Pedas Nikmat di Kedai Nyah Tan Li

Ada undangan buka bersama dari Kedai Nyah Tan Li untuk Komunitas Blogger Jogja yang di share lewat grup di facebook. Acaranya sendiri dilaksanakan hari Rabu, 15 Juni 2016 pukul 16.00 wib. Kebetulan undangan kali ini tanpa seleksi dan peserta dibatasi maksimal 30 orang, jadi siapa cepat dia yang dapat. Dan karena saya cepat, makanya saya dapat..he..he..

Ini adalah kali pertama saya datang di acara Komunitas Blogger Jogja (KBJ), kebetulan saya termasuk newbe di grup ini, jadi saya masih malu-malu, karena ketemu orang-orang baru..

Kedai Nyah Tan Li berlokasi di desa wisata Kasongan, Bantul. Untuk menjangkaunya, anda cukup menyusuri Jalan Bantul ke arah selatan, sampai ketemu lampu merah di pertigaan  menuju desa Kasongan, kemudian belok ke arah barat kurang lebih 1 km, nanti baliho kedai Nyah Tan Li akan tampak di sebelah kiri jalan, dengan backgroud warna merah menyala.
Baliho Nyah Tan Li
Kedai ini letaknya bersebelahan dengan showroom Timboel Keramik, karena memang terdapat hubungan antara Timboel Keramik dengan Kedai Nyah Tan Li, keduanya ownernya sama, Bapak Timboel Raharjo.

Bagi pecinta seni patung dan gerabah pasti sudah tidak asing dengan nama Timboel Raharjo, seorang dosen ISI dan pengusaha keramik yang sukses, dan terkenal sebagai doktor gerabah. Usaha gerabah yang dirintisnya bersama sang istri Ani Faiqah berkembang dengan pesat, dimana 80% dari produknya ditujukan untuk eksport sedang sisanya untuk konsumen dalam negeri.

Banner acara
Seiring dengan perkembangan usahanya, dan banyaknya klien yang datang ke showroom, menjadikan hadirnya sebuah tempat untuk bersantai dan mengobrol dengan para tamu menjadi sebuah kebutuhan. Apalagi lokasi showroom Timboel Keramik yang jauh dari pusat kota menjadikan Pak Timboel dan keluarga kesulitan ketika hendak menjamu para tamunya. Itulah kemudian yang memunculan ide untuk mengubah taman keluarga di samping showroom menjadi sebuah cafe tempat para tamu mengobrol sembari menikmati kopi.

Dalam perkembangannya, karena dirasa mendapat sambutan positif dari para tamu dan masyarakat sekitar, akhirnya cafe tersebut dikembangkan menjadi sebuah tempat makan yang diberi nama Kedai Nyah Tan Li.

Pada awalnya saya mengira nama Tan Li adalah nama wanita keturunan cina yang dipilih karena ada sejarah yang melingkupinya. Sehingga yang tergambar dibenak saya,  kedai tersebut menyediakan hidangan berupa menu-menu oriental. Tapi ternyata dugaan saya salah, Tan Li yang dimaksud merupakan kepanjangan dari "wetan kali", karena memang lokasi dari kedai ini berada di timur (wetan) Sungai (kali) Bedog. Hidangan yang tersedia adalah hidangan rumahan, yang beberapa menu masakannya merupakan favorit keluarga pak Timboel sendiri. Jadi Nyah Tan Li ini, merujuk kepada istri Pak Timboel, yakni Ibu Ani Faiqah.
Beberapa menu unggulan di kedai ini menggunakan bumbu khas bunga kecombrang. Aneka menu pilihan yang tersedia diantaranya nasi pedas, nasi goreng kecombrang, nasi campur, nasi kuning, mie goreng, brongkos, mie godog, dan lain-lain. Sedang minuman yang ditawarkan ada aneka jus, wedang jeruk,  teh rempah, kopi bali, dan cola.

Papan menu
Ada juga kudapan/camilan seperti pisang goreng, mendoan, singkong goreng maupun hidangan penutup berupa salad rujak.

Suasana di Nyah Tanli
Saking banyaknya hidangan yang ditawarkan, tidak semua bisa saya cicipi, apalagi pada saat puasa, perut cepat terasa kenyang. Saat itu saya memilih menu nasi pedas, dan teh rempah sebagai minumnya. Untuk takjil berbuka, telah  tersedia kolak, pisang goreng dan mendoan yang dilengkapi sambal yang menggugah selera.
Pisang goreng, dan kemasan take away nasi pedas
Review tentang nasi pedas, menu ini saya pilih karena ada lauk suwiran ayam kecombrang di dalamnya. Oh ya, perlu saya sampaikan, bahwa saya ini penggemar masakan kecombrang, kenapa bisa begitu, ceritanya bisa dilihat di sini. Kembali ke nasi pedas, jadi ini adalah semacam nasi rames, yang isinya nasi putih lengkap dengan lauknya, yang terdiri dari kering tempe, bihun goreng, dan ayam suir pedas kecombrang. Penyajiannya dibentuk seperti tumpeng, dengan aneka lauk diletakkan dipuncaknya, dengan urutan kering tempe, bihun goreng, dan ayam suir kecombrang di bagian paling atas.

Penyajian nasi pedas
Soal rasa, lumayan mantab. Pedasnya pas dengan lidah saya, kalau ada kurangnya itu adalah kurang banyak bunga kecombrang yang ada di ayam suirnya, dan kalau boleh usul, mungkin bisa disediakan menu nasi plus ayam suir kecombrang yang ditambah kerupuk goreng, karena untuk saya yang tidak terlalu suka manis, kering tempe dan bihunnya agak sedikit mengganggu rasa gurih nikmat ayam suir kecombrangnya. Atau bisa juga disediakan menu sambal kecombrang yang bisa direquest khususnya bagi pecinta kecombrang seperti saya.

Untuk teh rempah, sangat cocok dinikmati di cuaca dingin, terasa hangat dan segar di badan. Teh ini sepertinya dicampur dengan aneka rempah seperti jahe dan kapulaga.

Mengenai suasana,  kedai Nyah Tan Li lumayan nyaman. Letaknya di pinggir sungai bedog menjadikan kedai ini cocok untuk penggemar pedas yang ingin menikmati sensasi pedas dalam suasana yang adem, dengan harga yang bikin ayem.
Kisaran harga di nyah Tan Li cukup terjangkau untuk :
# makanan : dibandrol mulai 10 rb sampai 18rb
# minuman : mulai 6rb sampai 10rb
# kudapan : 9rb -10rb

Oh ya, ketika ke sini, luangkan juga untuk melihat koleksi patung dan keramik di showroom Timboel Keramik yang ada di samping kedai Nyah Tan Li ya...unik-unik lho...