Minggu, 23 Oktober 2016

Wayang Jogja Night Carnival, Pawai Budaya Jogja 2016

Sebagai puncak rangkaian acara HUT Jogja ke-260, pada tanggal 7 Oktober 2016 lalu diselenggarakan Pawai Budaya Jogja yang bertema Wayang Jogja Night Carnival. Dalam event ini sekitar 1500an personil turut meramaikan acara, yang berasal dari 14 kecamatan. Rute pawai mengambil start dari Jl Jendral Sudirman dan berakhir di tugu Jogja yang sekaligus sebagai tempat puncak acara berlangsung.


Event ini menjadi teramat menarik bagi saya karena salah satu peserta yang akan turut meramaikan acara tersebut adalah warga RW 10 Suryodiningratan para tetangga saya..., jadi saya amat menunggu-nunggu datangnya hari H. Yup..warga RW 10 Suryodiningratan, memperoleh kehormatan terpilih sebagai wakil dari kecamatan Mantrijeron.

Saya tahu betul bagaimana effort dari para warga untuk mempersiapkannya. Satu bulan sebelum pelaksanaan dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong royong mereka membuat konsep tarian yang akan dibuat berikut merancang kostum dan pernak-perniknya. Semua bahu-membahu menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk ikut memperlancar acara.
Besar, kecil, tua, muda membaur jadi satu. Jumlah peserta yang berpartisipasi ikut menari sekitar 100 orang. Cukup banyak...

Persiapan pembuatan maskot "kupluk hanoman"

Yang sedang berlatih menari, semangat sekali..

Pada hari H, sesuai kesepakatan semua personil yang terlibat berkumpul di balai RW 10 lengkap dengan kostum yang mereka kenakan. Ada yang berpenampilan sebagai Dewi Shinta, kera-kera, hanoman, raksasa, dan tokoh-tokoh lainnya.

Hampir setiap malam mereka berlatih. Tokoh hanoman yang akhirnya dipilih sebagai tokoh sentral yang akan ditampilkan dalam pertunjukkan. Anoman dipilih karena merupakan gambaran tokoh yang memegang amanah dan melindungi yang lemah. 

Warga lain yang tidak ikut tampil turut mendukung dengan hadir berbondong-bondong di balai RW. Suasana jadi ramai dan meriah. Dua bus yang digunakan untuk membawa para peserta juga sudah siap. Akhirnya sekitar jam 16.00 mereka bergerak menuju titik kumpul yang berada di halaman restoran cepat saji Mc D berkumpul bersama peserta yang berasal dari kecamatan lainnya.

Foto-foto sebelum berangkat
Saya sendiri tidak terlibat secara langsung, maklum saya tidak bisa menari, dan suka grogi tampil di depan banyak orang, he..he..he.. namun saya bersemangat untuk melihat penampilan para wakil RW 10 ini.

Sekitar pukul 18.00 saya sekeluarga berangkat dari rumah, cuaca agak mendung. Tadinya agak ragu jadi berangkat atau tidak. Tapi akhirnya kami putuskan untuk berangkat. Kalaupun nanti ternyata turun hujan, kami akan langsung pulang.

Beberapa ruas jalan menuju tugu Jogja di tutup untuk pelaksanaan acara. Jadi dari rumah kami ambil jalur memutar lewat Jalan Magelang dan parkir di daerah pasar Kranggan. Sudah banyak ternyata yang datang. Dua layar besar disediakan bagi penonton yang hendak menyaksikan. Sewaktu sampai di sana, pas penampilan dari kecamatan Pathuk, daerah yang terkenal dengan bakpianya. Icon yang di bawa kecamatan pathuk adalah tokoh semar, yang diarak bersama gunungan bakpia dan naga liong, sebagai gambaran akulturasi yang terjadi antara masyarakat Jawa dan Tionghoa. Semarak sekali. Naga liong tampak meliuk-liuk apik diiringi para penari yang luwes sekali. Para penonton sangat terpesona. Tepuk tangan riuh terdengar membahana.

Penampilan dari kecamatan lain (foto : uun)
Penampilan dari kecamatan Mantrijeron tidak kalah serunya. Diawali dengan munculnya mobil pawai yang berhiaskan kupluk hanoman raksasa dan diikuti para penari yang berbaris rapi menuju panggung pertunjukkan. Musik dibunyikan, semua menari dengan apiknya. Penari edan-edanan, para kera, penari kipas, dan para raksasa serta tokoh Dewi Shinta, semua menari penuh totalitas sesuai dengan perannya. Tepuk tangan penonton tidak kalah riuhnya.

Penampilan Kecamatan Mantrijeron

Sungguh pekerjaan yang sulit bagi para juri untuk menentukan siapa yang akan jadi juaranya.  Tapi bagi kami warga RW 10 Suryodingratan,  Kecamatan Mantrijeronlah juaranya. Paling tidak juara di hati kami warganya yang telah diwakilinya.

Terima kasih dari kami untuk semua perjuangannya, semoga guyup senantiasa. Perayaan ulang tahun kota Jogja yang benar-benar istimewa..

Jumat, 21 Oktober 2016

Sekapur Sirih

Assalamu`alaikum,

Perkenalkan nama saya Sapti Nurul Hidayati pemilik blog ini. Seorang ibu rumah tangga dengan 1 putra, yang tinggal di Jogja.
Memiliki kegemaran mengunjungi tempat-tempat wisata alam yang unik serta memiliki nilai histori, dan suka mencoba makanan baru lewat hobi kulineran.

"Jika kau bukan anak seorang raja, atau anak seorang ulama besar maka menulislah" (Imam Ghozali)
"Semua penulis akan meninggal hanya karyanyalah yang abadi sepanjang masa. Maka tulislah yang akan membahagiakanmu nanti di akhirat" (Ali Bin Abi Thalib)
"Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah" (Pramoedya Anantya Toer)

Kalimat-kalimat di atas adalah alasan kenapa blog ini dibuat..mungkin hanya cerita-cerita sederhana, tapi mudah-mudahan ada sedikit makna yang dipetik dari kisah yang ada...
Mencoba merangkum setiap peristiwa melalui cerita...

Silakan meninggalkan jejak di blog saya, nanti saya akan BW ke blog teman-teman semua.

Terima kasih
Sapti Nurul Hidayati
Saptinurul@gmail.com

Sabtu, 15 Oktober 2016

Tebing Breksi Dulu dan Kini...

Selepas kesibukan selama seminggu ini, kami sekeluarga berencana jalan-jalan melepas penat. Nggak jauh -jauh sih tujuannya, hanya ke sebuah destinasi geowisata yang berlokasi di Desa Sambisari, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Lokasi tersebut berjarak kurang lebih 26 km dari rumah kami dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. 

Karena lokasi yang dituju tidak terlalu jauh, tidak banyak persiapan yang kami lakukan.  Kami hanya perlu bangun lebih awal agar bisa sampai lokasi paling tidak pukul 07.00 pagi, sehingga kami tidak perlu berpanas-panas di sana nanti. Karena yang kami tuju adalah tebing terbuka, tentu lebih enak dinikmati di suasana yang tidak terlalu terik, sama halnya seperti kalau kita ingin menikmati suasana pantai. 

Oh ya, sedikit informasi mengenai destinasi yang akan kami kunjungi. Namanya adalah Tebing Breksi, sebuah areal bekas penambangan batu kapur yang telah diubah menjadi destinasi geowisata yang apik, unik, dan eksotis. 

Pada awalnya, Tebing Breksi adalah sebuah bukit batu kapur yang sudah sejak tahun 1980-an biasa ditambang oleh warga sekitar sebagai sumber mata pencaharian. Bekas tambang berupa tebing-tebing dengan sisa pahatan yang khas menyisakan pemandangan unik tersendiri. Bauran warna coklat, hitam, dan putih tampak artistik dan eksotis. 

Sebuah penelitian tentang struktur batuan yang ada di tambang tersebut memberikan hasil yang mengejutkan, ternyata bebatuan di tebing tersebut merupakan endapan sisa abu vulkanik dari gunung api purba Nglanggeran yang ada di Gunung Kidul. Sebuah nilai historis vulkanologis yang  yang harus dilestarikan dan dijaga keberadaannya karena merupakan bagian dari geo heritage. Karena alasan itulah, maka penambangan bebatuan di tebing yang kemudian terkenal dengan sebutan Tebing Breksi tersebut dihentikan. Pemberian nama breksi mengacu kepada jenis struktur batuan yang ada di tebing ini. 

Penghentian penambangan tersebut tentu saja menimbulkan dampak sosiologis dan ekonomis bagi masyarakat di sekitarnya. Dan itulah kemudian yang menimbulkan ide dari masyarakat sekitar dengan mendapat dukungan pemerintah setempat, untuk mengubah tebing bekas penambangan itu menjadi objek geowisata yang menarik dan unik yang  kemudian diberi nama Taman Tebing Breksi yang selanjutnya lebih dikenal dengan sebutan Tebing Breksi. 

Di lokasi tebing, dibangun pula sebuah panggung terbuka tempat diadakannya berbagai pertunjukan kesenian yang diadakan pada event-event tertentu. Panggung tersebut diberi nama Panggung Terbuka Tlatar Seneng yang peresmiannya dilakukan bersamaan dengan pembukaan Taman Tebing Breksi oleh Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X pada bulan Mei 2015 lalu.
Prasasti peresmian Tebing Breksi (doc pribadi)
Pertama kali saya memperoleh informasi tentang keberadaan dan keindahan Tebing Breksi adalah dari foto-foto yang banyak diupload di instagram. Sehingga membuat saya penasaran dan berencana mengajak keluarga mengunjunginya. 

Semula kami berencana berangkat piknik pukul 06.00 WIB dari rumah, tapi karena tiba-tiba ada sesuatu yang harus dilakukan akhirnya baru pukul 09.00 kami bisa berangkat.
Kami sengaja memilih jalur yang tidak terlalu banyak lampu merahnya.

Kondisi jalan menuju Tebing Breksi lumayan bagus, meskipun jalannya menanjak, tetapi jalan yang ada halus dan masih baru. Rupanya keberadaan destinasi ini membawa dampak positif dengan diperbaikinya infra struktur yang ada. Apalagi Tebing Breksi ini satu jalur dengan objek wisata Candi Ijo, yang letaknya kurang lebih 1 km dari Tebing Breksi. Candi ijo merupakan candi tertinggi di Jogja, yang juga cukup menawan untuk dinikmati. Sayang karena letaknya yang terisolir membuat keberadaannya sering dilupakan...

Sekitar pukul 10.00 WIB kami sampai di pintu masuk Tebing Breksi. Ternyata belum ada tarif resmi untuk masuk kawasan ini. Kami hanya diminta membayar uang parkir sebesar Rp. 5000,- untuk mobil dan Rp. 2000,- untuk motor, serta sumbangan seikhlasnya untuk biaya perawatan tebing.

Eksotis dan indah, itulah kesan pertama yang muncul ketika saya melihat Taman Tebing Breksi ini. Meskipun jujur waktu kedatangan kami yang terlalu siang lumayan mengurangi kenyamanan karena udara terasa panas menyengat.
Panggung terbuka Tlatar Seneng dengan latar belakang Tebing Breksi  (doc pribadi)
Di hadapan kami, hamparan tebing tinggi menjulang, kelihatan gagah sekali. Di sebelah depannya, terlihat panggung terbuka Tlatar Seneng yang berbentuk lingkaran dengan dikelilingi kursi-kursi duduk panjang dari batu yang ditata berderet melingkar. Dapat dibayangkan seandainya ada tontonan digelar di panggung itu, pasti terlihat megah sekali. Apalagi kalau acara dilaksanakan di malam hari, dengan ditingkahi tata cahaya yang keren, pasti suasana pentas semakin terasa istimewa. Paling tidak suasana itu pernah tergambar pada pentas musik dalam rangka Festival Kesenian Yogya (FKY) 2016 yang baru lalu, yang saya sempat lihat fotonya.

Suasana Panggung Masa Depan FKY 28 di Tebing Breksi
Sumber : www.piknikdong.com
Tebing breksi yang menjadi sentra utama dari destinasi geowisata ini terlihat masih berbenah, masih terlihat beberapa pekerja sibuk menyelesaikan proyeknya. Ukiran dan pahatan tampak terlihat di beberapa bagian sisi tebing. Relief bertipe lukisan primitif dari beberapa hewan dan manusia tampak terlihat di dinding tebing sebelah depan. Di sisi tebing sebelah kanan, terdapat tangga yang dipahat sebagai jalan utama menuju ke puncak tebing. Pada dinding tebing , di bagian yang diberi pahatan tangga tampak relief sederhana dari 2 tokoh wayang. Sementara ketika kita menapaki tangga menuju puncak tebing, terlihat relief indah yang dipahat di dinding yang menggambarkan pertempuran antara Buto Cakil dengan tokoh Arjuna, yang dimenangkan oleh Arjuna, yang masih dalam tahap penyempurnaan. Relief itu menggambarkan bahwa setiap kejahatan pasti akan kalah melawan kebenaran.
Beberapa view di tebing Breksi (doc pribadi)
Banyak spot di Tebing Breksi yang bagus untuk berfoto, termasuk pahatan tangga yang menjadi jalan utama menuju puncak tebing breksi, yang diberi nama Eskalator Jawa. Dengan ketinggian tebing yang berukuran sekitar 30 meter, menapaki tangganya seperti kita sedang melakukan olah raga jalan sehat, sehingga  demi kenyamanan, sebaiknya ketika ke sana kita mengenakan sepatu yang nyaman, kuat, dan tidak licin.Karena yang kita lalui adalah bebatuan alam yang licin dengan jalur menanjak. Pemakaian alas kaki yang tepat membuat kita lebih fleksibel ketika harus naik-turun atau melompat di bebatuan.

Eskalator Jawa, tangga menuju puncak tebing (doc pribadi)
Setiap sudut di tebing breksi bagus untuk berfoto, sungguh destinasi ini cocok buat yang suka berselfie dan wefie.
Relief pertarungan Buto Cakil dan Janoko (doc pribadi)
Sampai di puncak tebing. Suasana di atas tebing juga nyaman dan luas. Seperti sebuah dataran yang terhampar apik di sebuah ketinggian. Banyak pepohonan yang di tanam membuat suasana menjadi sejuk, meskipun di beberapa tempat masih terasa panas karena pohon yang ditanam baru mulai tumbuh. Namun semilir angin yang sesekali menerpa lumayan mengurangi hawa panas akibat teriknya matahari.

Suasana di puncak tebing (doc pribadi)

Pemandangan dari puncak Breksi (doc pribadi)
Pemandangan di puncak tebing memang sangat indah, seperti melihat lukisan alam. Dari atas kita bisa melihat pepohonan dibukit-bukit sekitar yang kelihatan menghijau, Candi Barong, Candi Prambanan, sangat jelas terlihat. Candi boko juga terlihat meskipun samar, indah sekali... Posisi tebing yang tinggi memungkinkan juga bagi kita jika ingin menikmati sunset atau sunrise dari puncak tebing.

Dari sini candi Prambanan dan candi Barong terlihat jelas (doc pribadi)
Sebagai tempat wisata, Tebing Breksi tergolong lengkap fasilitasnya. Terdapat mushola untuk beribadah, toilet, maupun pusat jajan tempat pengunjung makan dan minum sambil melepas lelah. Halaman parkir yang dimiliki juga luas.  

Melihat dinamika yang ada di Tebing Breksi, dimana pembangunan dan pembenahan yang masih terus dilakukan, tidak berlebihan kalau ke depannya prospek Tebing Breksi sebagai tujuan wisata semakin cerah. Saat inipun pengunjung yang datang lumayan banyak, semakin sore pengunjung semakin ramai, banyak yang ingin menikmatk suasana sore di sana. Yang terpenting adalah kesadaran dari pengelola maupun pengunjung untuk terus menjaga keasrian dan kebersihan Tebing Breksi. Semoga tempat sampah yang disediakan dapat difungsikan dengan baik. Demikian pula fasilitas umum seperti toilet dan mushola juga terjaga kebersihannya. Karena hal ini yang kadang luput dari perhatian kita semua. Lupa menjaga dan menghargai sesuatu yang sudah kita punya..

Bagi teman-teman yang penasaran ingin berkunjung ke sini juga, saya berikan petunjuk arahnya. Rutenya kalau dari Jogja adalah ke arah Jalan Solo, sampai ketemu Pasar Prambanan, kemudian belok ke kanan. Ikuti terus jalan sampai ketemu petunjuk jalan menuju ke Candi Ijo. Nanti di sepanjang jalan akan dijumpai baliho penunjuk jalan menuju Tebing Breksi, ikuti saja terus sampai nanti terlihat gapura masuk menuju Tebing Breksi di sisi kiri jalan.
Selamat berpiknik....


Referensi :
  1. Sejarah, Penyelamat Tebing Breksi Prambanan" (18 September 2015), www.jalanjogja.com
  2. Mimin Piknik, "Menakjubkannya Panggung Masa Depan FKY 28 di Tebing Breksi" (September 2016) www.piknikdong.com

Senin, 10 Oktober 2016

Ayo Gapai Sehatmu dengan Atur Pola Makanmu...

Menjadi tua itu pasti menjadi gemuk itu pilihan"

Yakin, pasti banyak yang baper kalau membaca kalimat itu...

Apalagi ibu-ibu, sebenarnya bapak-bapak mungkin juga begitu, hanya saja para bapak bisa menyembunyikan perasaan dan berkilah "subur itu tanda makmur"..gitu kan??

Masalah berat badan memang sering jadi topik pembicaraan baik di acara kumpul bareng teman, arisan, reuni, bahkan di grup-grup WA.

Gemuk itu berkaitan dengan penampilan  dan rasa percaya diri, namun yang paling utama kegemukan berhubungan dengan kesehatan. Poin ketiga ini yang perlu mendapat penekanan. Kalau untuk masalah penampilan, itu bisa disiasati dengan pilihan warna dan model pakaian. Tapi kalau untuk kesehatan, ini yang harus diupayakan. Karena Sehat itu ibarat investasi yang akan kita nikmati dikemudian hari.

Perlukah Kita Diet ?
Ada beberapa parameter untuk melihat perlukah kita berdiet, yakni :
Pertama yang paling gampang adalah dengan menimbang berat badan kita dan kita bandingkan dengan standard yang ada.
Kedua dengan mengukur lingkar perut kita. Lemak di perut adalah yang paling berbahaya. Standar ukuran lingkaran perut untuk pria adalah max 90 cm untuk perempuan max 80 cm. Lemak di perut dapat menyerang ke organ dalam, diantaranya dapat menyebabkan penimbunan lemak di hati yang menyebabkan pengerasan hati. Gejala yang timbul berupa nyeri hati yang nggak sembuh-sembuh meskipun diberi obat maag.

Ketiga dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (BMI : Body Mass Index) yang mempunyai rumus :
berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan kita (dalam meter) dikuadratkan.

Berat badan (dlm kg)
----------------------------------------
(Tinggi badan (dalam m))2

Nilai BMI  normal adalah antara 18,5-22,9. Sedangkan parameter dari nilai BMI adalah sebagai berikut :

< 18,5       ====> Kurus
18,5-22,9 ====> Normal
 23-24,9   ====> Overweight
 25-29,9   ====> Obesitas Tk 2
 > 30       =====> Obesitas Tk 1

Bicara tentang usaha menurunkan berat badan, banyak metode diet yang ditawarkan. Semua berkaitan dengan pengaturan menu makanan. Berikut beberapa diet yang banyak dipraktikkan :

1. Diet mayo
diet ini sempat booming. Bahkan ada jasa catering yang menyediakan paket menu untuk diet mayo. Diet ini menitikberatkan pada pengaturan menu makanan yang seimbang antara sayuran, buah-buahan, protein, dan berbagai komponen lainnya. Yang perlu digaris bawahi, diet ini berpantang gula dan garam, dan dilakukan selama 13 hari berturut-turut. Kalau dalam 13 hari itu ada 1 hari saja kita mengkonsumsi gula dan garam, diet harus kita ulangi lagi dari awal. Selain itu es atau air es juga dilarang untuk dikonsumsi. Sebaliknya kita harus mengkonsumsi banyak air putih, minimal 8 gelas sehari. Diet ini pertama kali diperkenalkan oleh mayoclinic. Dalam diet ini, sebenarnya semua makanan boleh dimakan, tapi tanpa tambahan gula dan garam. Seorang kawan yang mempraktikkan diet ini berhasil menurunkan berat badan yang cukup signifikan.

Contoh penyusunan menu diet mayo adalah sbb :
Sumber : www.nonikhairani.com

2. Diet GM (General Motor)
Disebut diet General Motor karena pertama kali diujicobakan kepada karyawan General Motor. Diet ini dirancang selama satu minggu dengan target penurunan berat badan 5-8 kg, dengan tujuan detoksifikasi dan perbaikan emosi. Inti dari diet ini adalah tetap banyak mengkonsumsi air putih minimal 10 gelas, karena akan mempercepat proses detoksifikasi tubuh. Pengaturan menu untuk diet ini adalah sebagai berikut :

  1. Hari pertama, konsumsi aneka buah kecuali pisang sekenyangnya. Buah yang disarankan untuk banyak dikonsumsi adalah melon dan semangka.
  2. Hari kedua, konsumsi aneka sayuran, boleh dimasak dengan cara apapun. Boleh matang atau mentah. Tetap berpantang buah pisang.
  3. Hari ketiga, konsumsi buah kecuali pisang,  dan sayuran sepuasnya. Tidak dibatasi jumlahnya.
  4. Hari keempat, hanya mengkonsumsi 8 buah pisang, dan 3 gelas susu, tidak boleh ada menu lain.
  5. Hari ke lima, konsumsi 500 gram daging (boleh ayam, sapi, atau tempe bagi yang vegetarian) dan 8 buah tomat. Konsumsi air putih tetap diperbanyak dengan jumlah minimal 10 gelas.
  6. Hari keenam, kombinasi daging dan sayuran dengan jumlah yang tidak dibatasi.
  7. Hari ketujuh yang merupakan hari terakhir, dengan menu nasi merah, sayur, dan jus.

3. Diet karbo
Yakni cara diet dengan mengurangi atau menghilangkan asupan karbohidrat dalam menu sehari-hari dan menggantinya dengan makanan dengan asupan protein dan lemak yang tinggi.

Ada 2 macam tipe diet karbo, yang benar-benar menghilangkan asupan karbohidrat  dan yang hanya mengurangi karbohidrat dan gula utamanya yang berasal dari nasi putih dan gula pasir.

Karbohidrat yang berasal dari nasi putih, terigu putih,  dan gula tebu memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga menyebabkan kenaikan gula darah yang tajam, yang bila tidak segera digunakan akan ditimbun menjadi lemak.

Tabel indeks glikemik berbagai makanan (sumber : grup katy `95)
Penurunan konsumsi karbohidrat dalam tubuh menyebabkan terjadinya proses ketosis, yakni pembakaran lemak oleh tubuh yang berakibat berkurangnya timbunan lemak dalam tubuh. Diet ini cocok dilakukan oleh orang dengan usia 30 tahun ke atas dimana kondisi metabolisme tubuh mulai menurun, dan ancaman penyakit degenatif seperti jantung, diabetes, dan kanker mulai mengancam.

4. Diet dengan jamu atau suplemen. Biasa dipilih bagi yang menghendaki penurunan badan yang cepat tanpa repot-repot diet ketat. Yang perlu digaris bawahi bila ingin menggunakan suplemen penurun berat badan adalah pilihlah yang alami dan aman, dengan dosis terukur dan telah terdaftar secara resmi di bpom. Mengenai review produk pelangsing yang sudah saya coba dan buktikan sendiri, bisa dibaca di sini.

Cara Langsing yang Ga Ribet...

Pengen langsing? Ya so shin...
Iklan banget ya? memang iya..tapi nyata lho...saya sudah mencobanya. Sebelum saya menceritakan pengalaman saya sewaktu memakai so shin, saya cerita dulu tentang so shin ya...

So shin adalah minuman pelangsing produksi dari MCI (Millionaire Club Indonesia). Bahan-bahan yang terkandung dalam so shin diantaranya teh hijau, green coffee, dan rumput laut yang dipercaya bisa menyerap lemak sehingga mengurangi asupan lemak ke dalam tubuh. Pemanis yang digunakan adalah stevia yang aman untuk penderita diabetes juga.

Manfaat dan legalitas So Shin, sumber : mci-world.com
Aturan pakai so shin sehari sekali, diminum minimal 1 jam sebelum makan. Rasanya enak, seperti lemon tea. Cara minumnya bisa dimasukkan langsung ke dalam mulut lalu minum segelas air atau diseduh dulu dengan setengah gelas air.
All about so shin, sumber : mci-world.com
Kembali ke pengalaman saya, saya nyoba so shin pertama karena pengen ngerasain rasanya dan membuktikan khasiatnya.
Berat badan awal saat itu 48 kg, dengan tinggi badan 150cm. Saya pikir berkurang 1 atau 2 kg nggak masalah.

Saya minum sesuai anjuran sebelum sarapan, dan  karena saya punya maag, sebelumnya saya makan pisang dulu. Sehabis makan saya sarapan seperti biasa. Tapi siangnya saya tidak makan nasi, cuma ngemil buah dan sayur dan banyak minum. Malam saya makan seperti biasa sehabis magrib. Setelah itu nyemil buah kalau lapar. Baru sekitar 4 hari saya konsumsi so shin, sampai suatu ketika seorang kawan komentar kok saya kelihatan kurus...kagetlah saya, masa prosesnya secepat itu..secepat kilat saya ambil timbangan, dan ya Allah kaget saya, saya turun 4 kg dalam waktu 4 hari... berat saya sewaktu saya timbang adalah 43 kg, dari yang semula 47 kg. Akhirnya saya stop nggak konsumsi so shin lagi..

Pengalaman saya itu kemudian saya ceritakan ke kawan lainnya. Dan ternyata tidak cuma saya yang mengalami hal itu. Beberapa kawan juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu kurang 1 bulan. Dan itu dipengaruhi oleh kondisi metabolisme tubuh. Jadi hasil untuk setiap orang berbeda-beda. Satu lagi resep kalau ingin hasil cepat kelihatan, adalah dengan mengatur pola makan kita, meskipun nggak terlalu ketat.

Misalnya dengan mengatur jam makan malam tidak terlalu larut, mengganti nasi putih dengan sumber karbohidrat lain secara selang-seling, banyak mengkonsumsi buah dan sayur, cukup minum serta olah raga yang cukup. Jadikan so shin sebagai awal hidup sehat anda. Setelah anda berhasil mencapai berat ideal, ubah gaya hidup