Senin, 30 Juli 2018

Petualangan Seru, Jelajah Kampung Wisata Warungboto

Pada tanggal 28 Juli 2018 lalu, saya mengikuti kegiatan Jelajah Kampung Wisata Warungboto yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Jogjakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki oleh kampung Warungboto.

Id Card peserta
Jogja memang sangat kaya dengan objek wisata, baik yang berupa bentang alam maupun peninggalan sejarah dan budayanya. Yang tidak bisa dipungkiri, hal-hal tersebut merupakan kelebihan dari kota Jogja. Sehingga banyak kampung di wilayah Jogja yang mulai berbenah dan menggali potensi wisata yang dimilikinya. Tidak terkecuali kampung Warungboto yang merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Umbul Harjo, yang sejak tanggal 21 April lalu memperoleh akreditasi sebagai kampung wisata.

Kegiatan Jelajah Kampung Wisata Warungboto ini dikemas dalam kegiatan jalan sehat, yang dimulai pukul 08.00 sampai 12.00 wib dan diikuti para pelaku wisata, media, serta masyarakat umum.

Gembira Loka Zoo, Titik Awal dan Titik Akhir Kegiatan
Titik awal kunjungan sekaligus sebagai titik kumpul adalah di Kebun Binatang Gembira loka. Di sini para peserta memperoleh penjelasan tentang sejarah pembangunan Gembira Loka. Ide awal pendirian Gembira Loka berasal dari Sri Sultan Hamengkubuwono  VIII yang menginginkan sebuah taman hiburan yang dinamakan Kebon Rojo.

Suasana daftar ulang peserta

Peserta menyimak paparan
Dalam pemaparan sejarah tersebut, para peserta juga ditunjukan lokasi situs batu Gajah Wong yang dulunya menjadi tempat abdi dalem memandikan gajah peliharaan Sultan Hamengkubuwono I. 

Situs petilasan Gajah wong (doc.pri)
Para peserta juga diajak mengunjungi wahana baru di Gembira Loka yang diberi nama petting zoo. Di wahana ini pengunjung dapat berinteraksi dan memberi makan hewan-hewan yang ada dengan membeli paket makanan dari petugas penjaga berupa kangkung dan wortel. Hewan yang ada meliputi kuda poni, keledai, rusa, maupun kambing.

Memberi makan satwa di wahana petting zoo
Plant Seller dan Kaos Mbelinger
Selesai dari wahana ini, kami melanjutkan perjalanan dan keluar dari area gembira loka menyusuri sepanjang jalan Kebun raya, yang di kanan dan kirinya banyak terdapat penjual tanaman (plant seller). Di tempat ini, kita bisa membeli aneka tanaman hias, sekaligus bisa berkonsultasi tentang cara tanam dan perawatannya.

Plant seller
Tidak jauh dari lokasi Gembiraloka, terdapat juga toko yang menyediakan cindera mata khas Jogja berupa kaos yang di belakangnya terdapat gambar keris dan tulisan petuah bijak dalam bahasa Jawa. Toko souvenir ini bernama Mbelinger Jogja yang disingkat Mbejo. Selain kaos, di sini dijual juga aneka batik, blangkon, dan merchandise lain khas Jogja seperti gantungan kunci maupun hiasan-hiasan lainnya.

Suasana di Mbejo
Di tempat ini juga terdapat coffee shop kecil, tempat kita beristirahat setelah lelah berbelanja. Payanan di toko ini cukup ramah dan komunikatif dengan harga yabg cukup terjangkau.

Pusat Kerajinan Kulit
Di Warungboto terdapat juga sentra industri kerajinan kulit, tepatnya di Jl. Rejowinangun. Salah satu yang dikunjungi adalah milik Bapak Nur Muh Asmuni.
Di sini kita dapat melihat aneka tas, dompet, sepatu, ikat pinggang maupun jaket yang dijual dengan kualitas bagus dan terjangkau. Kita dapat juga melihat proses pembuatannya di workshop yang ada di samping rumah.

Workshop Kerajinan kulit milik pak Nur  

Aneka sepatu di store milik pak Nur
Situs Nogobondo dan Sentra Industri Tempe
Selepas dari store kerajinan kulit milik Bapak Nur Muh. Asmuni perjalanan dilanjutkan menuju ke sebuah situs bernama Nogobondo. Situs ini merupakan bekas pintu masuk ke tuk umbul (situs warung boto) yang berbentuk sebuah naga dan dipisahkan oleh sungai Gajah Wong. Yang tersisa dari situs ini adalah kepala naga yang konon dulunya merupakan pipa tempat masuknya air dari sungai gajah wong ke sebuah kolam di pesanggrahan raja.

Situs Nogobondo
Masih berada di sekitar situs Nogobondo, kita akan menjumpai sebuah usaha skala rumah tangga, yakni industri pembuatan tempe kedelai. Di sini kita bisa melihat proses pembuatan tempe mulai dari perebusan kedelai, perendaman dan penghilangan kulit, pemberian ragi, sampai proses pembungkusan. Sewaktu berkunjung ke sini, kami juga disuguhi aneka olahan tempe berupa mendoan dan tempe goreng untuk kami nikmati.

Industri tempe

Tempe jadi

Olahan tempe
Menuju Situs Warung Boto
Selepas dari situs Nogobondo dan tempat pembuatan tempe, perjalanan dilanjutkan menyusuri Jl. Ki Penjawi ke Jalan Umbul Tirto. Di pintu masuk Jalan Umbul Tirto kami disambut oleh bergodo Wirokerto Broto menuju ke situs Warungboto. Namun sebelumnya, terlebih dahulu kami transit di Omah Wisata yang dikelola masyarakat setempat untuk menikmati hidangan makan siang khas kampung Warungboto berupa nasi dan urap sayur dengan lauk aneka baceman, serta minuman stup jambu dan stup nanas.

Sambutan selamat datang dari bergodo wirokerto broto
Bergodo wirokerto broto
Sambil menikmati hidangan,   kami disuguhi dengan hiburan berupa cokekan dan gamelan. Di sini dipamerkan juga aneka produk yang dihasilkan masyarakat setempat berupa cemilan keripik singkong dan bakso goreng, serta produk kerajinan berupa anyaman rotan.

Para peserta jelajah wisata

Hiburan gamelan
Setelah beristirahat sejenak, perjalanan kami lanjutkan menuju ke situs Warungboto, yang merupakan bangunan bekas pesanggrahan yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono II.

Menuju situs warungboto
Cantiknya situs warung boto

Bangunan utama situs warung boto
Di sini kami dihibur dengan sajian sendratari merti tuk umbul yang biasanya digelar jelang ramadhan. Yang menceritakan tentang pensucian diri melawan nafsu angkara muka sebelum kita memasuki bulan puasa.

Sendra tari Merti Tuk Umbul

Naga, simbol nafsu angkara murka
Sendratari Merti Tuk Umbul ini sekaligus menjadi penutup jelajah kampung wisata Warungboto, dan peserta kembali lagi melanjutkan perjalanan ke Gembiraloka untuk kemudian pulang ke rumah masing-masing.

Bagi saya, kegiatan ini cukup menarik dan membuat kita mengenal dan lebih paham tentang tempat-tempat yang dikunjungi. Para peserta pun terlihat cukup antusias.

Hanya satu hal yang perlu digarisbawahi adalah pengaturan waktunya. Menjadikan situs Warungboto sebagai tempat yang paling akhir dikunjungi padahal merupakan situs yang sangat menarik terlebih terdapat gelaran sendratari Merti Tuk Umbul mungkin perlu dievaluasi. 

Suasana siang yang cukup terik dan berdebu membuat pengunjung kurang bisa menikmati pertunjukan dan kurang bisa mengeksplor situs. Semoga ke depan lebih bagus lagi, dan semakin maju wisata di Jogjakarta.

Salam...

Sabtu, 14 Juli 2018

Dari Jogja Kami Dukung Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta

Tahun 2018 adalah tahun yang sibuk bagi kita bangsa Indonesia. Setelah sukses dengan penyelenggaraan Pilkada serentak,  ada lagi sebuah perhelatan besar yang hendak digelar.  Yakni pesta olah raga negara-negara Asia, Asian Games.


Asian games adalah pesta olah raga terbesar kedua setelah olimpiade yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali. Pertama kali diselenggarakan di New Delhi India pada tahun 1951. 

Tahun ini Indonesia terpilih menjadi tuan rumah setelah Vietnam yang seharusnya mendapat giliran mengundurkan diri karena masalah keuangan. Kali ini kota yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah Jakarta dan Palembang. 

Sebenarnya ini bukan kali pertama Indonesia menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games. Di tahun 1962 kita pernah menjadi tuan rumah juga. Patung Selamat Datang yang dibuat oleh seniman Edhi Sunarso pada tahun 1961 yang saat ini masih berdiri kokoh di bundaran HI, menjadi saksi sejarah penyambutan secara simbolis tamu-tamu manca di Asian Games ke-4 yang diselenggarakan tanggal 24 Agustus - 4 September 1962 di Jakarta.  

Terpilihnya kembali Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 ini bukan tanpa alasan. Salah satu pertimbangannya adalah faktor keamanan dan ketersediaannya infrastruktur yang memadai. Dan saatnya bagi kita untuk membuktikan kepada dunia bahwa semua itu benar adanya. 

Akan banyak manfaat besar yang bisa kita raih seandainya penyelenggaraan Asian Games ini sukses.  Sebuah promosi besar  terutama untuk sektor pariwisata dan budaya. 

Persiapan infrastruktur telah dilakukan oleh pemerintah baik di Jakarta maupun Palembang.  Mulai dari pembenahan Gelora Bung Karno,  pembangunan wisma atlet, perbaikan dan pembangunan sarana prasarana transportasi,  dan lain-lain. Itu semua tidak akan ada makna tanpa dukungan kita warga negara Indonesia untuk turut menyukseskannya.

Sumber : Asian Games 2018
Sebagai tuan rumah ada 2 target besar yang harus kita capai. Sukses sebagai tuan rumah, dan sukses pula mendulang banyak prestasi di olah raga-olah raga yang dipertandingkan. Terutama untuk cabang olah raga yang diunggulkan, dalam hal ini Bapak Presiden Jokowi menargetkan negara Indonesia berhasil masuk 10 besar.

Sumber : instragram @kemenpora
Penyelenggaraan Asian Games 2018
Di Asian Games 2018 ini,  akan ada 45 negara yang mengikuti event ini,   dengan total sekitar 15.000 atlet yang akan mewakili untuk mengikuti kompetisi di 40 cabang olah raga yang dipertandingkan. 

Dan tidak bisa dipungkiri prestasi olah raga menjadi salah satu tolok ukur berjayanya sebuah negara dalam pergaulan bangsa-bangsa di dunia. Dalam pidatonya di tahun 1962 pada saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4, Pak Karno presiden RI 1 pernah menyampaikan bahwa "Asian Games bukan terbatas pertandingan olah raga,  tetapi mengusung harga diri bangsa". 

Sebagai sebuah negara, Asian Games merupakan event bersama.  Menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia untuk menyukseskannya.  Tidak hanya daerah atau propinsi yang menjadi tempat penyelenggaraan yang wajib berbenah untuk menyongsong perhelatan Asian Games 2018 tetapi seluruh wilayah Indonesia harus bersiap menyambutnya. 

Meskipun kota Palembang dan Jakarta yang menjadi ajang penyelenggaraan,  namun hakikatnya tuan rumah dari kegiatan ini adalah Indonesia. Berhasil tidaknya event ini akan berpengaruh terhadap nama baik bangsa dan negara.  Oleh sebab itu sudah seharusnya kita harus dukung bersama penyelenggaraan Asian Games 2018.

Sumber : instagram @asiangames2018
Apalagi besar kemungkinan dalam perhelatan itu tidak cuma para atlet yang datang, tapi para kerabat,  supporter juga turut serta. Bisa jadi selama berada di Indonesia mereka tidak hanya fokus di tempat penyelenggaraan saja tetapi juga propinsi-propinsi lain untuk berkunjung dan berwisata. Sehingga ini menjadi peluang besar bagi kita untuk meningkatkan kunjungan wisatawan manca ke negara kita. 

Event ini juga merupakan ajang bagi kita bangsa Indonesia mengobarkan kembali semangat kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara lewat 3 maskot Asian Games 2018 yang mengingatkan kita dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" , mereka adalah :

Sumber : instagram @asiangames2018
Bhin Bhin, seekor burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) yang merepresentasikan strategi. Bhin Bhin mengenakan rompi dengan motif Asmat dari Papua.

Atung, seekor rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang merepresentasikan kecepatan. Atung mengenakan sarung dengan motif tumpal dari Jakarta.

Kaka, seekor badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) yang merepresentasikan kekuatan. Kaka mengenakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang.

Ketiga maskot tersebut terlihat sangat menggemaskan,  dan merupakan merchandise yang sangat menarik untuk dikoleksi.  Sayapun berharap dapat memiliki.

Dukungan Jogja untuk Asian Games 2018
Meskipun Jogja bukan tempat dilaksanakannya Asian games 2018, namun semangat  dan dukungan terhadap Asian games 2018 sangat terasa. Terlebih di kalangan muda.

Jogja sendiri memiliki komunitas peduli pariwisata yang tergabung dalam genpi jogja, yang merupakan binaan langsung dari Kementrian Pariwisata yang sangat peduli untuk ikut membagikan informasi lewat media sosial setiap agenda kegiatan yang ada di Jogja khususnya dan Indonesia umumnya. Termasuk kegiatan menyebarkan konten-konten positif untuk mendukung para atlet kita berjuang di arena Asian Games nanti, dan menyebarluaskan theme song maupun beberapa official song Asian Games 2018 agar akrab di telinga masyarakat. 

Terlebih dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 ini, Jogja mendapat kehormatan menjadi titik awal perjalanan kirab obor Asian Games di Indonesia. Sehingga hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Jogja. Prosesi yang diawali dengan penyatuan api dari India dan api dari Mrapen di Candi Prambanan,  Sleman Jogja ini berlangsung pada tanggal 18 Juli 2018. Untuk kemudian dibawa berkeliling kota Jogja pada tanggal 19 Juli 2018 dan berlanjut ke kota solo dan kota-kota lain di Indonesia. Kirab obor merupakan simbol pertemanan dan semangat Asian Games 2018 di seluruh penjuru Indonesia.

Sumber : instagram @dukungbersama
Rute kirab obor Asian Games sediri akan melintasi 18 propinsi dan 54 kota,  mulai dari Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua Barat. Setelah itu, kirab obor akan melanjutkan perjalanan ke Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan menyeberang ke Pulau Sumatera, bermula dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, hingga Lampung dan akan kembali ke Pulau Jawa melintasi Banten, Jawa Barat, serta akan tiba di DKI Jakarta pada 15 Agustus.

Sumber : instagram @asiangames2018
Gambaran pelaksanaan kirab obor Asian Games 2018 bisa dilihat di video berikut :



Karena Jogja adalah bagian dari Indonesia, maka sebagaimana wilayah-wilayah lain di nusantara,  warga Jogja juga siap mendukung Asian Games 2018. Mari bersama kita sukseskan pelaksanaan Asian Games 2018. Sukses penyelenggaraan maupun sukses prestasi,  demi nama baik dan kejayaan ibu pertiwi. 
Salam... 

Minggu, 08 Juli 2018

Tampil Keren dan Tepat Waktu dengan Jam Tangan Baru



Pepatah Arab mengatakan, waktu itu ibarat pedang.  Dia akan melibas siapa saja yang tidak memanfaatkannya. Arti pepatah ini sangat dalam,  berisi nasihat agar kita menghargai dan tidak menyia-nyiakan waktu. Karena waktu tidak dapat kembali,  sekali berlalu dia tidak akan datang lagi.

Sering mendengar istilah jam karet?  Itu lho istilah yang dipakai untuk orang-orang yang sering tidak tepat waktu untuk menghadiri undangan.  Terus terang saya paling sebel dengan orang-orang yang tidak on time seperti ini.  Kesannya tidak disiplin dan kurang menghargai yang lain. 

Untung di keluarga kami orang tua senantiasa menasihati agar kami selalu tepat waktu.  Bahkan sewaktu kami kecil,  hadiah dari orang tua buat kami anak-anaknya yang nilai raportnya bagus tanpa ada warna merahnya adalah jam tangan. Alasannya biar kami semakin rajin dan tidak terlambat datang ke sekolah.  Itulah salah satu cara orang tua untuk mengajarkan kepada kami untuk menghargai waktu. 

Jam Tangan Sebagai Fashion
Bicara mengenai jam tangan,  benda yang satu ini saat ini tidak sekedar berfungsi untuk menunjukkan waktu saja,  namun lebih jauh berfungsi juga sebagai fashion yang akan mendukung penampilan kita menjadi makin gaya.

Karena berfungsi sebagai fashion,  memilih jam tangan tidak boleh asal-asalan.  Selain melihat kualitas dari jamnya,  model dan warna,  serta ukuran jam juga harus diperhatikan. Jangan sampai jam yang kita pilih tidak sesuai untuk kita pakai,  entah itu karena terlalu besar,  terlalu kecil,  warnanya terlalu pucat,  atau terlalu menyolok dengan warna kulit kita.  Ya,  seperti kita memilih baju lah...harus pintar-pintar memilih modelnya. 

Ngomongin jam tangan,  saya  jadi ingat  rencana saya untuk membeli jam tangan kembar buat saya dan suami. Kebetulan sebentar lagi saya dan suami akan merayakan ulang tahun pernikahan. Dan sepertinya menghadiahkan sebuah jam tangan untuk suami dan juga diri sendiri,  adalah pilihan yang tepat untuk memperingati momentum 11 tahun kebersamaan kami. Selain memiliki makna agar kami selalu mengingat waktu demi waktu yang kami lalui bersama,  penampilan kami pasti akan semakin keren dengan jam tangan terbaru.

Membeli jam tangan online sepertinya lebih praktis dibanding membeli langsung di toko jam.  Di samping bisa lebih lama memilih dan membuat pertimbangan,  saya juga tidak perlu ke mana-mana. Tinggal buka gawai pintar saya,  dan petualangan berbelanja langsung bisa saya mulai.  Tidak capek,  dan tidak perlu ngeluarin ongkos parkir juga. Bisa dilakukan dimanapun saya berada. 

Karena sudah pasti yang mau saya cari adalah jam tangan, meluncurlah saya ke sebuah toko jam online yang direkomendasikan oleh seorang teman yakni The Watch Co. Kawan tersebut menginformasikan koleksi jam tangan pria dan jam tangan wanita di toko online ini lengkap dari berbagai merk dengan model jam tangan terbaru yang bervariasi.

The Watch Co. merupakan distributor resmi jam tangan original Indonesia yang sangat terpercaya yang berdiri sejak tahun 2013 dan fokus pada produk dengan kualitas terbaik dan tampilan yang inovatif.

Selain toko online, the watch co juga memiliki store / toko offline di berbagai kota,  diantaranya di Jakarta, Bandung, Bali, Bekasi, Medan, Surabaya, Tangerang, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya.

The Watch Co menyediakan lebih dari 40 merk jam tangan branded asli dan aksesoris seperti strap jam tangan, gelang / cuff, tas, jaket, rain coat, majalah, dan dompet original untuk pria dan wanita.

Selain itu, jam tangan yang dibeli di sini akan memperoleh garansi ganti baterai seumur hidup,  bebas ongkos kirim (dengan pembelian minimal Rp. 1.000.000,00) dan bisa dicicil dengan bunga 0%. Sehingga cukup meringankan.

Berbelanja Jam Tangan Secara Online di The Watch Co

Memilih produk jam tangan di situs ini sangat mudah,  karena kita akan diberikan pilihan untuk memilih berdasar kategori yang diberikan yakni : all products,  new arrival,  best seller,  sale,  atau brand. Bisa juga langsung memilih kategori jam tangan pria,  jam tangan wanita,  atau unisex.

Tampilan halaman awal web watch. co


Menu yang bisa kita pilih

Nah, berhubung saya baru mencari-cari , saya langsung klik all products. Di halaman yang ditampilkan kita juga dapat menshort berdasar brand,  maupun berdasar harga,  dan memfilter berdasar ukuran jam,  model yang kita inginkan dan lain-lain. Di gambar yang disajikan,  dilengkapi pula dengan harga berikut cicilan perbulan yang dibebankan. Jadi kita bisa sesuaikan jam tangan yang kita pilih berdasar budget kita.

Aneka jam yang bisa kita pilih

Setelah scroll dan klak-klik sana-sini akhirnya pilihan saya jatuh ke jam tangan unisex merk Briston dengan strap warna army. Ini keren sekali...membuat tampilan semakin gaya dan semakin tepat waktu.  Karena nggak bosan dan nggak jemu liat si penunjuk waktu 😍😍

Dua jam yang saya pilih ini memiliki tipe yang sama,  cuma modelnya saja yang sedikit berbeda.  Yang satu bagian arlojinya memiliki warna dasar putih, yang satu hijau.  Saya sendiri suka dua-duanya,  jadi nanti biar suami yang pilih mau yang mana.
Berikut penampilan jam tangan Briston pilihan saya... Keren sekali bukan??

Watch Clubmaster Classic Chronograph with tortoise shell acetate and British green sunray deal

Watch Clubmaster Classic Chronograph with tortoise shell acetate, white dial and green army NATO strap

Kedua jam tersebut masing-masing dibandrol dengan harga Idr.  4.349.000 dengan skema cicilan sebagai berikut :


Gimana?  Tertarik juga untuk membeli jam tangan secara online seperti saya?
Kunjungi saja situs The Watch Co, aneka jam tangan pilihan menanti anda. 
Bisa juga pantengin instagramnya di the watch co. 
Semoga tulisan ini bermanfaat ya... Salam...