Kamis, 31 Januari 2019

Nasihat Ibu yang Tak Lekang Oleh Waktu


Saat menuliskan cerita ini saya jadi teringat salah satu bait lagu yang diciptakan Jasmine Elektrik dalam rangka memperingati hari ibu.  Lagu berjudul IBU ini berkisah tentang kasih sayang ibu yang berhasil membuat perasaan saya mengharu biru.

Jasmine Elektrik adalah wajah baru dari band independen asal Yogyakarta yang dulunya bernama Jasmine Akustik. Setelah 15 tahun lebih berkarya, mereka kemudian mengubah warna dalam bermusik dan berganti nama menjadi Jasmine Elektrik.

Grup band indie yang digawangi oleh 5 personil yakni Dika (vocal),  Pram (gitar), Wasis (drum), Joko (bas),  dan Moko (keyboard)  ini menyuguhkan musik yang lebih fresh, dengan instrumen musik yang up to date, namun dengan melodi yang bisa diterima semua kalangan disertai lirik yang mengandung makna yang sangat dalam. Single terbaru mereka yang berjudul Ibu sangat sarat makna dan membuat kita teringat jasa dan pengorbanan Ibu yang tidak mungkin terbalas dengan apapun juga.  Teruntuk Ibu saya yang saat ini sudah tenang di surga... 

"Ibu,  ku arungi hidup berbekal ilmu darimu,  kasih sayang ibu tak terbantahkan waktu"
***

Kalau saya ditanya dengan siapa dulu saya sering berselisih paham,  jawabnya adalah ibu. Dan jika ada pertanyaan lagi siapa orang yang paling dekat dan berpengaruh besar terhadap cara pandang dalam hidup? Jawabnya juga ibu. 

Ya begitulah,  hubungan saya dengan ibu adalah hubungan yang unik. Sering kami berselisih paham,  namun kemudian baikan. Kalau menurut orang-orang sekitar, kami punya banyak kemiripan. Baik wajah maupun sifat. Padahal ada yang pernah bilang kalau anak perempuan mirip dengan ibunya, maka akan susah akurnya. Tidak tahu pendapat itu benar atau salah, tapi begitulah kenyataan yang terjadi pada kami. Kami susah sekali mengekspresikan rasa sayang diantara kami dengan bahasa verbal sehari-hari.

Foto kenangan saya bersama bapak dan ibu (doc. Pri) 
Hingga kemudian sesuatu terjadi saat saya duduk di bangku SMP kelas 2. Saya mengalami kecelakaan, saya tertabrak sebuah motor yang dikendarai anak SMA. Dari luar sepertinya saya baik-baik saja. Hanya mengalami sedikit luka di gores di bagian siku. Hanya saja saya pingsan cukup lama, sekitar 2 jam. Dan saat saya siuman sudah ada kedua orang tua saya. Karena waktu itu kesadaran saya bagus dan bisa berkomunikasi dengan baik termasuk masih mengingat awal kejadian sebelum saya pingsan,  dokter mengatakan kemungkinan saya baik-baik saja, dan kalau tidak ada keluhan yang berarti saya bisa langsung pulang.

Mendengar itu saya merasa lega, dan mencoba ingin bangkit dari tempat tidur.  Namun belum sampai saya terbangun, saya merasakan pusing yang teramat sangat dan mengalami muntah-muntah hebat. Dokter yang masih berada di ruang terlihat kaget, segera dia meminta perawat untuk membawa saya ke ruang rontgen,  karena kemungkinan besar saya mengalami trauma kepala.  Ternyata dari hasil rontgen terlihat ada goresan kecil di tulang tengkorak sebelah kanan.  Kata dokter,  itu adalah darah beku yang terjadi akibat benturan yang saya alami. Itulah yang menyebabkan saya merasa pusing dan muntah-muntah. Dokter mengistilahkan yang saya alami adalah gagar otak namun masih kategori ringan. 

Kaget dong saya dan kedua orang tua mendengarnya, terbayang efek yang bakal saya alami akibat gegar otak yang saya derita. Saya membayangkan diri saya menjadi pelupa dan tidak bisa apa-apa. Untungnya dokter menenangkan Katanya kalau dilihat dari kondisi saya,  sepertinya cidera kepala yang saya alami tidak terlalu parah.  

Dokter menjelaskan pusing yang berefek muntah-muntah yang saya alami adalah karena darah beku yang ada di kepala. Sehingga dokter kemudian memberikan obat yang diharapkan bisa mengencerkan gumpalan darah yang ada di kepala saya dan bisa menghilangkan pusing dan efek muntah yang terjadi. Tetapi cara ini memang butuh waktu lama dan dan kedisiplinan tinggi.  Saya tidak boleh banyak gerak,  dan harus tidur tanpa alas kepala dengan hanya boleh satu posisi yakni terlentang saja. Tidak boleh miring kiri maupun kanan,  apalagi tengkurap. Karena perubahan posisi itu akan menyebabkan peluang saya untuk muntah besar. Dan itu akan memperparah cidera kepala yang saya alami.

Dan  perjuangan saya pun dimulai. Jadilah mulai hari itu saya tidur dengan posisi rebah menghadap ke atas,  tanpa bantal dan tidak boleh banyak bergerak.  Target dokter adalah saya berhenti muntah. Tetapi ternyata pusing hebat masih saya alami, bahkan selama 5 hari saya mengkonsumsi obat, saya masih sering muntah-muntah. Sehingga dokter mengajukan opsi yang kedua. Jika selama 2 hari ke depan saya masih mengalami muntah-muntah yang mengakibatkan kepala saya sering terangkat, maka dokter akan melakukan tindakan operasi untuk menyedot darah kental yang ada di kepala saya. Bergidik saya mendengarnya, membayangkan kepala saya dibuka untuk disedot darahnya.  

Dokter bilang itu operasi biasa, tetapi tetap saja saya merasa ngeri dan takut. Bagaimana kalau operasinya gagal, tidak cuma darah yang tersedot tapi otak saya juga, duh membayangkan hal itu pusing saya semakin menjadi.

Bayangan suasana operasi yang membuat saya ngeri
(Sumber : pixabay)
Ibu tentu prihatin dengan kondisi saya. Kemudian ibu berusaha menenangkan saya dan berkata "Tenang,  nanti Ibu carikan obat biar kamu nggak jadi operasi" 
Tidak berapa lama ibu pamit mau pergi keluar karena ada suatu urusan. Sayapun mengiyakan. Jadi di rumah sakit gantian bapak yang menemani. Sore hari ibu kembali, dengan membawa tentengan di tangan, yang ternyata berisi sebutir kelapa gading berwarna kuning, sebotol madu, dan sebuah wadah kecil berisi garam halus dicampur minyak. 

Ibu mengangsurkan air kelapa gading yang sudah dicampur madu untuk saya minum. Kemudian membalur kedua kaki saya dengan campuran garam halus dan minyak tadi. Ramuan itu ternyata ibu dapatkan dari seorang kyai yang ada di kota kami. 

Dan ajaib, dua hari kemudian saya merasakan efeknya. Meskipun rasa pusing masih ada,  tapi saya tidak muntah-muntah lagi. Mungkin itu salah satunya juga karena kekuatan doa yang dipanjatkan ibu setiap hari dan akhirmya dokter memutuskan saya tidak jadi operasi. 

Meskipun saya sudah tidak muntah lagi, tapi dokter belum mengijinkan saya pulang, saya masih harus dalam pengawasan. Tidur sayapun tetap harus tanpa bantal. Dan kalau ditotal 30 hari lamanya saya di rumah sakit, hingga dokter menyatakan saya sembuh dan boleh pulang. Cukup lama memang,  tapi itu lebih baik daripada saya harus masuk ke ruang operasi. Dan selama itu akhirnya saya semakin dekat dengan Ibu. Selama di rumah sakit kami sering bercerita tentang apa saja. Banyak nasihat yang beliau berikan, namun ada 2 hal yang sangat mengesankan dan sampai sekarang saya pegang, yakni :

1. Urip Iku Urup
Hidup itu menyala, maksudnya hidup itu harus mampu memberi manfaat bagi orang lain sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing. Kalaupun kita belum mampu berbuat banyak,  minimal kita jangan menjadi masalah bagi orang lain. Yang penting punya niat untuk berbagi.  Dan untuk saya pribadi,  meskipun saya sekarang menjadi ibu rumah tangga saya tetap berusaha untuk berbagi manfaat lewat tulisan,  seperti yang pernah saya kisahkan di sini

2. Ala Becik Meneng
Apapun dan bagaimanapun kondisi kita, lebih baik kita diam. Ketika kita ditimpa kesusahan, kita tidak boleh banyak mengeluh. Demikian juga ketika kita sedang berada dalam keadaan penuh kesenangan, tidak perlu pengumuman atau pamer kepada siapa-siapa. Karena kita hidup cuma sakdermo nglakoni atau sekedar menjalani skenario yang Kuasa. Rasa syukur itu yang harus selalu kita ingat dan kita lakukan setiap harinya. Meskipun ini memang tidak mudah. Apalagi kalau sedang ditimpa susah. Pengennya curhat saja.  Karena memang pada dasarnya manusia itu suka mengeluh dan juga suka pamer.  Namun paling tidak adanya nasihat ibu ini menjadi pengingat saya untuk terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi...

Nah,  dua nasihat ibu itulah yang paling mengesankan dan menjadi pegangan hidup saya sampai sekarang dimana saya sudah berumah tangga. Kalau teman-temen apa nasihat ibu yang paling berkesan?  Sharing yuk...

Oh ya sebagai penutup cerita mari kita dengarkan bersama single lagu IBU dari Jasmine Elektrik yang cukup menyentuh berikut ini...


Catatan : 
Tulisan ini disertakan dalam kompetisi blog #JasmineElektrikCeritaIbu

Selasa, 29 Januari 2019

Sate Merah dari Jogja yang Disukai Turis Manca

Apa yang membuat teman-teman rindu terhadap suatu tempat? Coba saya tebak,  kalau tidak suasananya,  pasti kulinernya kan?? Nah,  itu Juga yang saya alami.. 

Setelah beberapa waktu yang lalu sempat mencicipi enaknya hidangan dari Sate Ratu,  saya kangen untuk menikmatinya lagi. Tapi kalau sendiri sepertinya kurang seru. Akhirnya saya bikin janji bersama 5 orang teman untuk berkumpul, ngobrol-ngobrol sambil kulineran.

Jogja Paradise (doc. Pri) 
Jumat,  25 januari 2019 adalah hari yang kami sepakati.  Dan sekitar pukul 13.00 WIB kami meluncur menembus kemacetan Jalan Magelang Jogja menuju ke warung Sate Ratu yang menempati  salah satu sudut di sebuah food court bernama Jogja Paradise yang beralamat di jalan Magelang Km 6 Yogyakarta. 

Sate ratu (doc. Pri) 
Tidak berapa lama, sampailah kami di tenant Sate Ratu yang kami tuju. Segera kami melihat-lihat menu, dan memilih hidangan yang akan kami nikmati.  Seporsi ceker tugel,  lilit basah dan 5 porsi sate merah dan kuah polos beserta nasi putih terhidang di atas meja.  Untuk minuman kami memilih air mineral saja. 

Menu-Menu Di Sate Ratu
Dulu, ketika pertama kali ke Sate Ratu, menu yang saya coba adalah sate merah dan lilit basah. Kedua hidangan yang berbahan baku daging ayam ini memang istimewa. Daging ayam yang direndam dengan aneka campuran bumbu dan rempah,  dan dibakar dengan waktu yang tepat,  menjadikan sate merah bercita rasa dunia. Terbukti sampai saat ini telah dinikmati oleh turis -turis yang berasal dari 71 negara. 

Sate merah,  ceker tugel, dan lilit basah (doc. Pri) 
Bagi yang belum pernah mencicipi, sini saya bocori. Rasa dari sate merah ini gurih manis, dengan rasa pedas yang pas.  Daging ayamnya tidak kering, tapi empuk dan juicy. Sangat enak dinikmati selagi panas, bersama sepiring nasi dan kuah polos. Kuah polos adalah kaldu tanpa isi yang sengaja disediakan karena ada beberapa pelanggan yang kurang terbiasa makan nasi plus lauk kering saja (tanpa kuah). 

Beralih ke lilit basahnya.  Menu ini adalah improvisasi dari sate lilit bali. Berasal dari daging ayam cincang ditambah aneka bumbu,  yang dikukus dalam cetakan berbentuk kotak, kemudian dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Disajikan bersama kuah dilengkapi dengan taburan bawang merah goreng dan irisan mentimun. Bagi yang kurang suka rasa manis dan pedas dari sate merah, bisa mencoba lilit basah. 

Semangat teman-teman menikmati
Hidangan Sate Ratu (doc.pri)
Sedangkan bagi yang menyukai pedas yang lebih dasyat, ceker tugel adalah pilihan tepat.  Menikmati ceker tugel ini, tidak bisa sok jaim. Karena untuk menikmatinya, kedua tangan harus maju semua. Lebih enak lagi kalau kita duduk dengan posisi bersila, kedua kaki naik ke tempat duduk kita... Hmm... Pasti jadi lupa kiri dan kanan kita. Daging ceker tugel di Sate Ratu empuk, dan mudah lepas dari tulang-tulangnya. Kuahnya banyak dengan rasa pedas yang lumayan kuat. 

Sejarah Sate Ratu
Mungkin ada yang penasaran kenapa tempat makan ini bernama Sate Ratu. Ternyata itu tidak lepas dari sejarah masa lalu. Cikal bakal Sate Ratu adalah Angkringan Ratu. Kenapa dinamai ratu, karena angkringan ini ingin menghadirkan hidangan-hidangan premium yang berasal dari olahan sendiri dan tidak menerima titipan. 

Dalam perkembangannya pemilik Angkringan Ratu ingin lebih fokus ke produk-produk yang paling laku di Angkringan Ratu. Hingga kemudian pemilik Angkringan Ratu ini menggunakan nama Sate Ratu sebagai usaha barunya dan pada bulan Maret 2016 mulai membuka usaha barunya dengan menyewa salah satu stand di Jogja Paradise sampai sekarang. Dengan mengusung 3 menu unggulan yakni sate merah, sate lilit (sekarang menjadi lilit basah), dan ceker tugel. Ketiganya merupakan menu-menu yang dulunya paling laris di Angkringan Ratu.

Prestasi dari Sate Ratu
Pemilik dari sate ratu adalah seorang bapak yang ramah bernama Fabian Budi. Sebelumnya Pak Budi,  demikian biasa beliau dipanggil, adalah seorang karyawan di dunia entertainment yang memutuskan resign demi menuruti kata hatinya untuk menekuni bisnis kuliner. 

Pak Budi dan istri (doc. Pri) 
Keseriusannya menekuni dan membesarkan Sate Ratu membuahkan hasil. Keuletannya membawa sate ratu menerima berbagai penghargaan, diantaranya memperoleh certificate of exelent dari Trip Advisor di tahun 2017/2018.

Beberapa penghargaan yang diterima (doc.pri)
Trip advisor adalah situs rujukan wisata bagi traveller dari luar negeri. Syarat menperoleh certificate of exelent adalah memperoleh nilai review minimal 4 dari maksimal 5 dalam kurun waktu satu tahun. Karena bagusnya ulasan mengenai Sate Ratu di Trip Advisor,  tidak mengherankan banyak wisatawan dari luar yang justru lebih mengetahui info tentang Sate Ratu. 

Beberapa testimoni yang tertangkap kamera
(doc.pri)
Testimoni kepuasan dari pelanggan Sate Ratu diabadikan melalui tulisan-tulisan testimoni yang terpampang di dinding warung Sate Ratu. Nah, bagi teman-teman yang tinggal di Jogja atau kebetulan baru melancong ke Jogja, jangan lupa mencoba menu di Sate Ratu ya,  karena menu-menu di sini enak-enak, dan banyak disuka turis-turis manca...

Salam...

Kamis, 24 Januari 2019

Hal-Hal Sederhana yang Membuat Saya Bangga Menjadi Narablog

Suatu hari dalam sebuah pertemuan warga di kampung saya, tiba-tiba seorang ibu sebut saja ibu A mendekat dan bertanya,  "Mbak Nurul tu sekarang nggak kerja lagi ya?  Kok tiap hari sering pergi, tapi sepertinya cuma main? "

Ngeblog itu media aktualisasi diri
Belum sempat saya menjawab ibu B menyela,  "Eh mbak,  kemarin saya lihat Mbak Nurul di Resto x , ada acara apa ya?"

Saya pun senyum-senyum saja,  untuk pertanyaan ibu A saya biasanya cuma menjawab iya. Tidak saya jelaskan panjang lebar aktifitas saya setelah saya berhenti bekerja. Karena pasti kalo dijelaskan akan panjang dan lama.  Dan ujung-ujungnya menyesalkan kenapa saya berhenti kerja,  padahal mencari kerja itu sulit, dan seterusnya. 

Untuk ibu B karena kebetulan ketemu saya pas saya ada event narablog,  saya jelaskan semampu yang saya bisa,  sedang apa saya di sana.  Saya bilang baru ada tugas liputan,  karena ada suatu perusahaan sedang melaunching produk barunya.  Kemudian ibu B bertanya lagi,  "Tugas dari mana,  dapat bayar tidak?"  Dan saya pun jadi pusing untuk menjelaskannya 😅

Memang profesi narablog atau mungkin orang lebih familiar dengan istilah blogger belum semua orang paham. Apalagi untuk Ibu-ibu seumuran ibu saya. Dalam benak beliau-beliau,  yang namanya pekerjaan adalah pegawai kantoran.  Yang punya jadwal kerja rutin setiap harinya. Dengan gaji yang bisa diharapkan diterima setiap bulannya.  Almarhumah Ibu saya juga pasti punya pendapat yang sama. Sayang ibu tidak sempat mengetahui kalau pada akhirnya saya meninggalkan pekerjaan kantoran dan sekarang menekuni kegiatan sebagai pengelola blog.  Padahal, menurut saya blogger itu adalah pekerjaan yang paling menyenangkan.  Bisa bekerja sambil dolan-dolan,  bahkan terkadang dolan adalah pekerjaannya..  😀

Kalau boleh jujur,  saya malah menyesal kenapa tidak dari dulu saya berhenti dari pekerjaan,  dan menekuni dunia tulis-menulis saja. Bisa bekerja dari rumah,  sambil ngurus anak.  Tapi ya sudahlah,  memang sudah jalannya demikian. Saya resign sekitar 5 tahun yang lalu, alasan utamanya karena saya ingin punya banyak waktu untuk anak saya, dan ingin mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Tetapi seperti yang umumnya terjadi,  ibu bekerja yang tidak lagi ngantor pasti mengalami masa transisi.  Bingung mencari kesibukan untuk menghilangkan kebosanan. 

Awal Mula Saya Menjadi Narablog
Setelah resign dari pekerjaan,  saya banyak mencoba berbagai kegiatan untuk mengisi waktu luang.  Mencoba jualan online sampai buka usaha makanan.  Aktivitas ngeblog tidak serta merta saya lakukan. 

Baru di pertengahan tahun 2016 saya membuat blog.  Itupun saya lakukan tanpa sengaja. Awalnya karena sering baca-baca blog orang yang kemudian mendorong saya untuk punya blog juga. Motivasi saya ngeblog karena ingin menyalurkan hobi menulis, juga ingin menyibukkan diri. Selain itu saya juga ingin berbagi informasi yang siapa tahu sedang pembaca cari. Apalagi di era digital ini,  mencari informasi semudah menggerakkan jari. Tinggal ketik kata kunci di google,  segala informasi langsung bermunculan.  Nah,  siapa tahu aktivitas googling dari seseorang nyasar ke blog saya. Dan orang itu merasa terbantu dengan informasi yang saya tuliskan. Yang berarti secara tidak langsung saya telah berbuat baik, mudah-mudahan sih bisa menjadi tambahan tabungan amal kebaikan untuk saya. Bukankan setiap kebaikan ataupun kejahatan sebesar biji sawi pun akan diperhitungkan? 

Awal Serius Sebagai Narablog
Kalau dihitung-hitung sampai saat ini,  sudah 2,5 tahun saya ngeblog.  Meskipun baru 2 tahun belakangan ini saya lebih serius menulis dan menikmati dunia narablog.  Hal ini diawali dengan bergabungnya saya di Komunitas Blogger Jogja (KBJ) di facebook.  

Lewat komunitas ini saya jadi banyak tahu tentang blogging. Tadinya saya mengira aktivitas ngeblog itu sederhana saja. Kita sekedar bercerita di dalam blog dengan gaya suka-suka. Melalui komunitas KBJ saya kemudian menyadari, bahwa dunia blogging tidak sesederhana itu. Banyak hal yang harus dipahami kalau ingin merasakan manfaat lebih dari aktifitas ini.

Salah satu event blogger yang saya ikuti
Karena ternyata banyak teman narablog di luar sana yang memiliki semangat dan pengorbanan yang luar biasa sehingga menjadikan aktivitas ngeblog tidak sekedar sampingan saja. Bahkan ada yang justru nenjadikan ngeblog menjadi sumber penghasilan, entah itu lewat event lomba atau lewat kerjasama dengan pihak lain (brand/perusahaan). Dan untuk mencapainya, diperlukan semangat profesionalisme dalam mengelolanya. Bahkan saat ini narablog adalah salah satu profesi yang banyak diminati. 

Melalui Komunitas Blogger Jogja saya banyak memperoleh kesempatan mengikuti event blogger dan bertemu dengan kawan sesama narablog. Pertemanan dengan sesama narablog yang terjalin membuat kami saling memberi informasi bila ada acara berupa liputan atau lomba. Kami juga saling support antara satu dan lainnya.

Yang Membuat Saya Bangga Menjadi Narablog
Dari berbagai aktivitas blogging yang saya lakukan, ada beberapa peristiwa yang menurut saya istimewa, yang membuat saya bangga menjadi narablog,  yakni :

1. Menjadi rujukan teman dalam mencari informasi
Eh.. bener lho.. Karena sering nulis di blog,  teman-teman jadi menganggap saya serba tahu.  Mereka sering meminta informasi tentang berbagai hal. Mulai dari tempat makan,  tempat wisata,  klinik kecantikan, sampai souvenir pernikahan yang bagus dan bisa direkomendasikan. Bahkan seorang kawan yang lama hidup di Jakarta,  kalau sedang berwisata ke Jogja,  dia menggunakan tulisan saya sebagai rujukannya untuk mencari tempat makan dan tempat liburan. 

Dari situ saya sadar kekuatan narablog dalam bercerita mampu membangkitkan minat pembaca untuk mencoba atau mempercayai info yang disajikan dalam blog. Review jujur dengan bahasa santai lebih mudah diterima pembaca. Sehingga tidak heran bila sekarang mengundang narablog menjadi salah satu pilihan brand/perusahaan untuk mempromosikan produk barunya. 

2. Terpilih mengikuti event yang tidak setiap orang bisa mengikuti.  
Setiap event untuk narablog biasanya melalui seleksi. Karena jumlah yang diundang terbatas dibanding dengan jumlah narablog.  Sehingga ikut mendaftar di sebuah event harus punya nyali.  Kalau misalnya ditolak tidak boleh patah hati. Malah justru jadi ajang introspeksi untuk meningkatkan performa blog kita. 

Selama saya mendaftar untuk sebuah event,  sudah sering saya tidak lolos seleksi. Jadi mental saya sudah terbentuk,  terpilih atau tidak, tetap happy. 

Nah,  diantara beberapa event yang pernah saya ikuti ada 2 event yang membuat saya merasa bangga karena bisa lolos seleksi. Pertama event Gathering MPR RI bersama Netizen Jogja yang ulasannya ada di sini,  dan event gathering bersama produsen smartphoneYang terakhir saya merasa senang, karena itu adalah kali pertama saya mengikuti event bersama perusahaan gadget. Dimana rata-rata yang hadir adalah narablog tekno, sementara saya ini narablog gado-gado.  Event ini menantang saya untuk keluar dari zona nyaman mencoba mereview sesuatu yang tidak melulu makanan atau tempat liburan.

3. Memperoleh produk gratis untuk direview
Nah,  ini.. Sebagai emak-emak sudah tentu saya suka barang gratisan. Dan seperti gayung bersambut,  saat ini banyak platform yang menyediakan produk-produk yang dikirimkan secara cuma-cuma untuk dicoba dan diulas.  Caranya pun mudah,  cukup kita mendaftar menjadi anggota, dan mengisikan identitas kita termasuk akun media sosial yang kita punya. 

Selanjutnya mereka akan melakukan verifikasi,  kalau kita memenuhi kriteria yang mereka cari,  kita berhak mencoba produk yang mereka kirim,  untuk kemudian kita coba dan kita memberi review berdasar pengalaman kita. 

Belum banyak sih,  produk gratis yang saya coba dan saya berikan ulasannya.  Tapi lumayanlah,  dapat bahan untuk membuat tulisan di blog juga.  Rata-rata produk yang saya terima adalah produk perawatan rambut dan wajah. Sampai-sampai teman mengira saya sudah beralih menjadi blogger beauty 😀

4. Berkesempatan mendapatkan tambahan uang saku dari event lomba.  
Lomba adalah ajang saya mengadu untung dan uji konten tulisan. Kalau misal akhirnya juara, Alhamdulillah berarti rejeki.  Kalau tidak pun minimal ada artikel baru di blog saya. Jadi sama sekali tidak ada ruginya.  Karena katanya blog kita harus sering diisi tulisan baru.  Agar tidak dilupakan pembaca dan banyak sarang laba-laba. 

Jadi menurut saya mengikuti lomba  tidaklah sia-sia. Akan menambah variasi tulisan kita.  Bahkan kita sudah dibantu dengan diberi tema.  Tinggal kita eksplor saja mau dibuat tulisan semacam apa. Kalau mau manteb sih bikin riset juga.  Biar tulisan bisa dalam dan mengena. 

Diantara banyak lomba yang saya ikuti, Alhamdulillah ada beberapa yang lolos jadi juara, meskipun belum banyak juga. Dan salah satu yang paling mengesankan buat saya adalah lomba penulisan tentang kuliner yang mengingatkan saya pada almarhumah ibu. Itu adalah tulisan pertama saya yang berhasil menyabet juara. Tulisan saya ini tentang kuliner istimewa yang membuat saya jadi kangen dengan sosok ibu.  Waktu itu saya menulis tentang kenangan sayur asem yang selalu dimasak ibu di setiap akhir pekan. Tulisan itu saya buat di tahun 2017 lalu.

Apresiasi pertama yang saya dapatkan

Sayangnya di tahun 2018 saya malah jarang mengikuti lomba. Rasa malaslah yang menjadi alasan utama.  Hampir sebagian besar tulisan saya adalah reportase event blogger atau review produk saja. Padahal euforia ketika menjadi juara itu menyenangkan, seperti terbang ke awan.. 😂😂

Oleh karena itu resolusi saya di tahun 2019 ini adalah memperbaiki performa blog diantaranya dengan pindah ke domain TLD serta mencoba mengikuti banyak lomba. Siapa tahu aktivitas itu menjadi jalan rejeki menambah kesehatan pundi-pundi..aamiin.. 

Rasanya 4 hal yang saya tulis di atas sudah cukup untuk menjadi alasan kenapa saya bangga sebagai narablog. Ada satu lagi yang penting dan harus digarisbawahi, seorang narablog mampu menjadi produktif dari rumah dengan menghasilkan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi sesama. Semangat berbagi manfaat itulah yang menjadi "ruh" nya.  Masalah tulisan saya kemudian diapresiasi dan menjadi jalan rejeki, campur tangan Tuhan-lah yang menyebabkan itu semua terjadi.  

Semoga teman-teman yang membaca tulisan ini,  dan kebetulan belum menjadi narablog,  menjadi termotivasi untuk memiliki blog.  Karena lewat blog,  kita bisa menabung kebaikan lewat tulisan..  

Jadi, tunggu apalagi yuk jadi narablog... 

Minggu, 13 Januari 2019

ASUS ZenFone Max M2 ZB633KL, Smart Phone Gaming Pilihanku

Tanggal 17 Desember 2018 lalu,  saya menghadiri acara ASUS Blogger Gathering yang diadakan di Hotel Grand Zuri Jogja. Di acara tersebut,  Asus memperkenalkan 2 produk Smartphone gaming terbarunya,  salah satunya adalah ASUS ZenFone Max M2.

Penampakan Asus ZenFone Max M2
(sumber : channel.asus. com)
Meskipun saya bukan gamer sejati, informasi ini sangat penting karena kebetulan saya tengah mencari smart phone gaming untuk kado ulang tahun pak suami. Belakangan ini beliau sering mengeluh hpnya sering error, panas,  dan lemot saat digunakan untuk ngegame. Maklum,  HP udah uzur masih dipaksa kerja keras juga 🙆

Suami memang suka ngegame,  hobi yang sudah lama ditekuni bahkan sebelum kami menjadi pasutri. Dan sejauh ini hobinya itu tidak mengganggu,  karena beliau masih ingat waktu. Jadi semacam media refreshing saja,  biar tidak jenuh dengan rutinitas harian dan jadwal kerja.

Oleh karena itu bagi saya bisa mengikuti acara Asus Blogger Gathering ini merupakan sebuah keberuntungan. Karena di sini saya akan memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Yap, salah satu previllage menjadi narablog. Memperoleh kesempatan mendapatkan informasi dari narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan lewat mata kepala sendiri. No hoax dan no tipu-tipu .. !!!

Saya bersama teman-teman blogger yang hadir
Di acara Asus Blogger Gathering (doc. Manda)

Tentang Asus ZenFone Max M2
Acara Blogger Gathering bersama ASUS ini dihadiri sekitar 30 blogger Jogja.  Rata-rata mereka adalah blogger tekno,  meskipun  ada juga beberapa blogger gado-gado life style seperti saya. Setelah beramah-tamah dan menikmati coffee break, acarapun segera dimulai.

Dalam acara tersebut, Frandy Aprianto selaku Smartphone Product Marketing ASUS Indonesia mengungkapkan, ASUS memiliki strategi untuk fokus di industri mobile gaming. Karena saat ini industri gaming memang cukup menarik. Bahkan berdasar riset yang dilakukan oleh ASUS, diperoleh data yang cukup unik,  yakni :

  • 4 dari 10 aplikasi tidak berbayar terpopuler adalah aplikasi games.
  • Dari 10 aplikasi berbayar,  7 terpopuler semuanya berkaitan dengan games. 
  • Dari 10 besar aplikasi pemberi revenue ke developer, 9 aplikasi adalah aplikasi games. 
  • Dan sebagian besar gamer terutama di Indonesia menggunakan smart phone untuk ngegame. 

Nah, data-data yang diperoleh tersebut digunakan ASUS untuk menentukan strategi bisnisnya.

Saya sendiri bukan pecandu game.  Saya ngegame hanya kadang-kadang. Itu juga paling game sederhana semacam tetris saja. Sebagai pembunuh waktu ketika harus menunggu.

Namun berhubung saya ingin memberi kado gawai baru untuk suami sayapun jadi kepo maksimal dengan smartphone keluaran ASUS ini. Yang konon kabarnya gahar dan tangguh, dambaan para penikmat games. Dan di acara ini kami dikasih bocoran lengkapnya. Mulai dari spesifikasi fisik,  sampai keunggulan-keunggulan lain yang dimilikinya.

Dari penjelasan yang diberikan,  pilihan saya mengerucut ke ASUS ZenFone Max M2. Karena disamping sesuai dengan anggaran dana,  smartphone ini memenuhi semua kriteria yang saya cari. Penasaran seperti apa? Yuk simak ulasannya...

"ASUS ZenFone Max M2, Smartphone Pertama dengan Snapdragon 632 dan Baterai Besar 4.000 mAh. Tampil lebih powerful dan premium, serta tetap hadir dengan harga terjangkau"

Demikian kalimat pembuka dalam release yang disampaikan pihak ASUS kepada kami yang hadir di acara ASUS Blogger Gathering. Bagaimana ZenFone Max M2 bisa diklaim seperti itu?  Berikut faktanya...

1. Tampilan Premium 
ZenFone Max M2 merupakan generasi penerus ZenFone Max M1. Smart phone ini  hadir dengan desain bodi baru yang lebih ramping dan ringkas, dengan premium metal finish dan tiga pilihan warna yang menarik yaitu Midnight Black, Space Blue dan Meteor Silver. Selain itu gawai ini juga mengusung layar yang lebih lebar,  yakni 6,3 inci.

2. Performa yang Maksimal
Di dalam ZenFone Max M2 terdapat SoC terkini Qualcomm Snapdragon 632 yang lebih powerful yang dibangun dengan arsitektur ARM 14nm dan ditemani oleh RAM hingga 4GB.

Penggunaan SoC terbaru tersebut membuat ZenFone Max M2 tampil dengan performa CPU 40% lebih tinggi dan performa grafis 10% lebih baik dari perangkat yang menggunakan Snapdragon 626.

ZenFone Max M2 juga sangat efisien dalam hal konsumsi daya sehingga bisa menemani penggunanya seharian dan dapat menjalankan semua game terkini dengan sangat lancar.

3. Kapasitas Baterai yang Besar
ZenFone Max M2 kali ini menggunakan baterai lithium-polymer berkapasitas besar yakni 4.000 mAh. Baterai yang diproduksi secara khusus tersebut mampu membuat ZenFone Max M2 memiliki waktu standby di jaringan 4G selama 33 hari. Selain itu, smartphone ini juga bisa menemani penggunanya menonton video selama 21 jam, berselancar di internet menggunakan WiFi selama 22 jam, hingga bermain game selama 8 jam non-stop. Dan performa baterai merupakan salah satu fokus utama di seri ZenFone Max.

4. Tampilan layar yang maksimal
ZenFone Max M2 merupakan smartphone pertama di seri ZenFone Max yang menggunakan layar 6,3 inci all-screen 19:9 HD+ (1520 x 720). Layar tersebut hadir dengan screen-to-body ratio hingga 88% sehingga dapat memperkaya pengalaman penggunaan. Baik untuk berselancar di internet, menonton video ataupun bermain game, layar ZenFone Max M2 sudah bisa mengakomodasi semuanya.

Sumber : ig @asusid
Layar pada ZenFone Max M2 juga membuat smartphone ini tetap ramping dengan ketebalan hanya 7,7mm, lebih tipis dari pendahlunya yang memiliki ketebalan bodi hingga 8,7mm.

5. Hasil Gambar yang Keren
Sistem kamera ganda di ZenFone Max M2 mengusung sensor beresolusi 13MP dengan aperture lebar f/1.8 yang bisa menghasilkan gambar dengan detail di situasi apapun. Kamera tersebut sudah didukung fitur AI Scene Detection yang memungkinkan ZenFone Max M2 mengenali 13 jenis foto.

Agar hasil pengambilan gambar tetap stabil dan tidak blur, kamera ZenFone Max M2 juga sudah dilengkapi dengan teknologi Electronic Image Stabilization (EIS).

Sumber : ig @asus.id
Kamera kedua di ZenFone Max M2 merupakan kamera khusus untuk menghasilkan efek bokeh di foto potrait. Kamera ini mampu menghasilkan efek blur pada background yang sangat natural layaknya diambil menggunakan kamera profesional.

6. Sistem Audio yang Lebih Baik
ZenFone Max M2 hadir dengan lima magnet speaker dengan metal voice coil. Lima speaker tersebut dikontrol oleh teknologi NXP low-distortion smart amplifier agar menghasilkan suara yang jernih dan keras,  sehingga pengalaman multimedia dari user semakin maksimal.

Sistem audio yang telah ditingkatkan ini membuat Zenfone max M2 menyandang gelar sebagai  pusat multimedia mobile terbaik di kelasnya.

Sehingga tidak berlebihan jika Jimmy Lin, Regional Director South East Asia Asus, menyatakan : 
"ZenFone Max M2 ini tetap tidak bisa dipandang sebelah mata, karena Smartphone ini masih sangat mumpuni untuk menjalankan semua game terkini dengan sangat lancar."

7. Harga Terjangkau
Dengan kualitas yang dimiliki tersebut,  Asus ZenFone Max M2 yang hadir dalam dua konfigurasi memori yakni 3GB/32GB dan 4GB/64GB ini ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau.  Yakni Rp. 2.299.000,- untuk Asus Zenfone Max M2 3/32, sedangkan Asus Zenfone Max M2 4/64 ditawarkan dengan harga Rp. 2.699.000,-

Adapun spesifikasi rinci dari gawai ini adalah sebagai berikut :



Nah,  dengan spesifikasi yang dimiliki tersebut saya mantap untuk memilih Asus ZenFone Max M2 sebagai gawai yang menemani aktivitas keseharian suami dalam bekerja,  termasuk aktivitas nge-game ria.  Bagaimana dengan teman-teman, apa smartphone gaming pilihan anda?  Sharing yuk...

Sumber :
1. Pers realese ASUS
2. Seluler.id : Edar di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harga Asus Zenfone Max (M2)