Selasa, 26 November 2019

Peringati Dies Fisipol dan Lustrum, UGM Gelar ROAR GAMA 2019

Para nara sumber
Dalam rangka Dies Fisipol ke-64 dan Lustrum ke-14 UGM, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM menggelar sebuah acara istimewa. 

Acara yang bertajuk Rhapsody of the Archipelago : Gamelan 4.0 (ROAR GAMA 4.0) ini merupakan sebuah pertunjukkan yang menampilkan perpaduan musik tradisional yakni gamelan dengan musik jaman sekarang. 

Event ROAR GAMA 4.0
Gamelan dipilih sebagai bentuk apresiasi terhadap local genius budaya Nusantara dan sekaligus artikulasi dan selebrasi kebhinekaan Indonesia yang memperkaya peradaban dunia.

Acara ini merupakan  konser musikal kolosal yang melibatkan kolaborasi talenta terbaik tanah air, yang akan menampilkan sekaligus kekayaan tradisi dan inovasi terkini dalam bentuk tontonan multimedia.

Hal ini terungkap dalam acara sosialiasi pagelaran musik Rhapsody of the Archipelago : Gamelan 4.0 (ROAR GAMA4.0) di Digilib Cafe Fisipol UGM, hari Kamis 19 November 2019 lalu. 

Hadir dalam acara tersebut para nara sumber yakni Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng (Rektor UGM), Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto (Dekan FISIPOL UGM), Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA. (Dekan FIB UGM), Dr. Najib Azca (Ketua Panitia), Ari Wulu “Ishari Sahida” dari Yogyakarta Gamelan Festival (YGF), dan Sabrang Mowo Damar Panuluh (“Letto” )

ROAR GAMA 4.0 terdiri dari tiga rangkaian acara. Pertama, Mobile ROAR GAMA 4.0. Acara ini berupa konser musik gamelan 4.0 yang digelar di truk terbuka yang ditempatkan di sejumlah titik strategis di Jogjakarta. 

Suasana sosialisasi ROAR GAMA 4.0
Acara ini dirancang sebagai promosi publik dan pra-kondisi, dan dijadwalkan digelar sepanjang bulan November. Program ini akan menampilkan seniman gamelan lintas genre untuk menghadirkan ambience musikal gamelan baik klasik maupun kontemporer, di tengah masyarakat Jogja. 

Kedua, Panggung Apresiasi & Edukasi ROAR GAMA 4.0. Acara ini berupa lokakarya dan unjuk karya musikal gamelan yang akan diselenggarakan di gedung PKKH UGM dari tanggal 29-30 November 2019.

Dalam kegiatan ini direncanakan setiap hari ada dua kelompok yang tampil selama 30 menit. Kemudian dilanjutkan dengan lokakarya bersama penonton/partisipan selama satu jam yang hasilnya akan dipanggungkan bersama di 30 menit terakhir. 

Ketiga yang merupakan puncak acara roargama berupa pementasan Rhapsody of the Archipelago Gamelan 4.0. Konser musik ini dirancang sebagai sebuah repertoar musikal kolosal multimedia berdurasi 2,5 jam non-stop. Di mana dalam acara ini semua talent tampil terorkestrasi. 

Acara puncak ROAR GAMA 4.0 sendiri direncanakan akan digelar di lapangan Grha Sabha Pramana UGM pada tanggal 30 November 2019 mendatang pukul 19.30-23.00 WIB.

Pagelaran ini hendak menunjukkan bahwa gamelan dapat memangku dan meramu aneka elemen musikal dan kreativitas. Event akbar ini akan melibatkan ratusan seniman, yang terdiri dari para pengrawit, penari, perupa dan artis-artis musik terkemuka tanah air.

Dalam penyelenggaraannya pihak FISIPOL UGM menggandeng ‘duet maut’ Ari Wulu dan Sabrang “Letto” sebagai mitra kreatif. Ari Wulu Ishari Sahida merupakan penghulu komunitas Gayam16.

Ari Wulu menyampaikan paparannya
Sebuah entitas kreatif yang setia ‘menghidupkan’ gamelan, termasuk menggelar event tahunan berskala internasional yakni Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) yang tahun ini memasuki usia ke -24.

Sementara Sabrang Mowo Damar Panuluh merupakan pentolan dari grup band “Letto” yang telah memperoleh sejumlah penghargaan baik nasional maupun internasional.

Baca juga :
sambutan Jogja Untuk Mahasiswa Baru

Project terbaru Letto melibatkan Gayam16 sebagai kolaborator dalam sebuah konser musik di Festival Kesenian Yogyakarta 2019.

Ringkasnya gelaran musik Ini bukan sekadar konser musik biasa. Ini merupakan statemen politik kebudayaan nusantara bahwa potensi kreatif berbasis lokal bisa memberi sumbangan berharga bagi peradaban musikal dan event kreatif global.

Ini juga merupakan ikhtiar politik kebudayaan untuk melawan trend ekslusivisme, primordialisme dan intoleransi yang tengah marak di sejumlah kalangan melalui jalan seni budaya. 

Harga tiket Roar Gama
Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menarik generasi milenial agar bisa menikmati gamelan dan tertarik untuk mengembangkannya. Sehingga gelaran ROAR GAMA 4.0 ini nanti direncanakan menjadi acara rutin tahunan di UGM. 

Selain menjadi ajang musikal nasional, ROAR GAMA 4.0 diharapkan menempati posisi tersendiri dalam pergaulan musikal dan ajang kreatif di aras internasional.

Teman-teman tertarik juga untuk menyaksikan pertunjukan istimewa ini? Yuk,  buruan beli tiketnya.   Pembelian tiket bisa di lakukan secara online di roargama2019.

36 komentar:

  1. Makin berkibar dikau, hadir di acara2 keren

    BalasHapus
  2. Terjawab juga rasa penasaranku tentang apa itu ROAR GAMA 4.0, lancar-lancar deh buat acara keren ini!

    BalasHapus
  3. Aku udah lihat berita dan trailer acara ini. Tapi embuh datang gak. Tiketnya lumayan buat kantong mahasiswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, ada give awaynya tuh kalau mau. Aku ikutan juga... Hihi

      Hapus
  4. Wiwin | pratiwanggini.net28 November 2019 23.09

    Walah, besok sudah hari terakhir dong ya.. btw aku suka lho nonton kesenian yang menggunakan gamelan.

    BalasHapus
  5. Padahal beberapa waktu lalu sempet cerita ke adek kalau kangen lagu2nya Letto. Eh ini mereka on lagi di acara ROAR UGM ini. Semoga jadi babak baru Letto nyiptain lagu2 hits lagi mba hehehe

    BalasHapus
  6. Wah asyique mba... kok bisa dapet undangan konferensi persnya???
    Oh ya, acaranya di akhir pekan ini bakal keren kayaknya, mau dateng?

    BalasHapus
  7. Wah cakep cakep nih performernya ~ Sayang banget nggak bisa ke sana :(

    BalasHapus
  8. Tema acaranya milenial sekali ya.. hehe
    Patut kita apresiasi, pagelaran musik yang bisa dibilang (maaf) jadul akan lebih berkelas jika diaransemen dengan musik² kekinian.

    BalasHapus
  9. Roar, ke judul lagu Katy Perry hahaha. Semoga UGM sukses selalu ya

    BalasHapus
  10. Penggunaan alat musik tradisional seperti Gamelan di UGM dan Angklung di UNPAD, jujur membuatku senang mbak.. karena membuat kita tidak lupa akan kekayaan musik daerah ..

    BalasHapus
  11. Kangen Letto... aku udah lama nggak mendengarkan lagu2nya letto karena kurang update selama 12 tahun terakhir. Acaranya hari ini ya, semoga sukses.

    BalasHapus
  12. Adanya perpaduan musik tradisional dengan zaman kini, membuat hasilnya menjadi lebih bagus ya

    BalasHapus
  13. Salut buat UGM yang tidak pernah lupa untuk tetap melestarikan musik tradisional gamelan. Semoga anak muda sekarang juga tetap tertarik untuk mempelajarinya.

    Bolehlah dipadu dg musik modern, biar tetap kekinian. He he..

    BalasHapus
  14. Semua acara sekarang ini sedang trend dengan tema kebhinekaan ya😊

    BalasHapus
  15. Letto, Gamelan dan UGM, sebuah acara keren yg NJogja banget hehheheh
    Pengen banget bisa ikutan acara di Jogja, apa daya setiap kesana ga pernah pas waktunya huhuhu

    BalasHapus
  16. saya suka dengerin gamelan, tapi juga kadang suka ngerasa ada mistisnya kalo di mainkan malam hari. dengan suasana sunyi terus ada irama gamelan, suka gimana gitu. kalo di daerahku masih ada yang memainkan gamelan tapi ya itu usianya udah sepuh semua dan masih belum melihat adanya regenerasi. sangat disayangkan kalo sampai punah.

    BalasHapus
  17. Menyenangkan kalau civitas akademik kampus masih menggelar acara-acara yang berhaluan tradisional. Selamat ber-Dies Natalis Fisipol UGM ke-64.

    BalasHapus
  18. Bagus banget konsepnya. Musik tradisional dikemas dengan lebih kekinian ya. Semoga anak-anak muda bisa lebih kenal dan aware dengan kebudayaan kita.

    BalasHapus
  19. Lumayan juga harga tiketnya. Bdanya apa ya yang 50 ribu dengan yang 500 ribu ? Sabar ya dompetkuuu

    BalasHapus
  20. Kelihatannya acara ini sukses ya kak, apalagi banyak datang dari berbagai mahasiswa fisipol UGM

    BalasHapus
  21. Letto ya manggung lagi,
    kayaknya bakalan naik panggung lagi ya para personilnya setelah lama tidak memunculkan diri di jagat permusikan indonesia

    BalasHapus
  22. Unik dan kreatif nih menggabungkan antara tradisional dan modern. Apalagi musik, yg satu pentatonik yg lain diatonik. Keren...kolaborasi kayak gini. Sayang juaauh...

    BalasHapus
  23. waduh maaf kak, nggak fokus sama event nya malah gagal fokus ke letto nya,, :D keren euy undangnya tetep band lokal,,,

    appreciaate :v

    BalasHapus
  24. Akhirnya tau kabar tentang letto juga... kemarin dapat undangan acara ini tapi apalah daya saya di jakarta...

    BalasHapus
  25. Wah kangen sama lagu-lagunya Letto. Dan acara kolaborasinya pasti seru neh...

    BalasHapus
  26. Wow keren sekali ini acaranya
    Dikemas sesuai selera milenial
    Dan tak melupakan akar budaya jadi dipadu dengan gamelan
    Pasti seru deh

    BalasHapus
  27. Wah ada Letto.aku punya kisah dengan lagu ruang rindu milik letto.waktu putus sering banget nyanyi lagu itu

    BalasHapus
  28. wah pasti keren nih perpaduan antara musik gamelan dan juga musik jaman now, jadi penasaran deh.

    BalasHapus
  29. Rhapsody of the Archipelago Gamelan 4.0? Ada rekamannya, nggak? Pengen bangeeeeet....
    Sayang sudah kemarin, ya. Huhuhuhu... Keren banget ini acaranya. Pantas beberapa teman kok ke Jogja Sabtu lalu.

    BalasHapus
  30. menarik nih, kebetulan saya juga mahasiswa fisipol. Pengen ikutan dies natalis khusus fakultas fisipol

    BalasHapus
  31. Anak UGM juga,Mbak? Satu almamater dong kita meski beda fakultas. Seru nih Fisipol ngundang Letto. Lagu - lagunya filosofis romantis.eaa..

    BalasHapus
  32. yaampun Lettoooo
    band favorit jaman dulu, asik banget bisa dipadukan dengan gamelan dkk ^^

    BalasHapus
  33. Waaaaa kebayang kalau ada videonya, jadi bisa ikut merasakan keseruan di sana ya mba. Duh ada Letto, bakalan meleleh saat nonton konsernya ni..

    BalasHapus