...

Berisi cerita dan pengalaman sehari-hari yang mudah-mudahan menginspirasi...

Wednesday, January 8, 2020

Tradisi Minum Teh di Nusantara

Tradisi minum teh dikenal di berbagai negara, tidak terkecuali di Indonesia. Ras di Indonesia sangat banyak jumlahnya. Hal ini menyebabkan adat dan kebiasaan masyarakat Indonesia sangat kaya dan beragam.


Tradisi minum teh
Sumber : pixabay

Termasuk dari tradisi kulinernya. Selama ini mungkin banyak yang mengira tradisi minum teh hanya dikenal di Jepang atau Inggris saja. Padahal di berbagai daerah di Indonesia juga dikenal kebiasaan ini. Penasaran daerah mana saja yang masih mempertahankan kebiasaan ini? Yuk, simak artikel ini..


Tradisi Minum Teh di Indonesia

Kebiasaan minum teh di nusantara umumnya dilakukan untuk menyambut tamu atau bersantai bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Di beberapa tempat, tradisi minum teh masih dijumpai dan dipertahankan hingga sekarang. Daerah-daerah tersebut diantaranya adalah :

1. Slawi, Jawa Tengah

Di daerah ini terkenal dengan tradisi minum teh poci. Poci adalah wadah semacam teko yang digunakan untuk menyeduh teh melati yang terbuat dari tanah liat. Cita rasa teh poci biasanya kental dengan aroma melati yang wangi.

Tradisi-minum-teh-di-nusantara
Sumber : pixabay
Pemanis yang digunakan dalam teh poci adalah gula batu. Tata cara minum teh poci dilakukan dengan menuangnya ke dalam cangkir-cangkir kecil. Dalam penyajiannya, bongkahan gula batu ditambahkan dan tidak boleh diaduk. Gula batu dibiarkan mencair dan menyebarkan manisnya sendiri.

Ternyata hal ini memiliki makna filosofis. Bahwa hidup yang kita jalani memang kadang berasa pahit di awal. Namun jika mau bersabar, maka kita akan merasakan manisnya hidup. Jadi intinya kita harus bersabar.

2. Sunda, Jawa Barat

Tradisi menikmati teh di daerah ini disebut nyaneut yang dilakukan pada saat menyambut malam tahun baru hijriah (tahun baru Islam). Kata Nyaneut merupakan singkatan dari Nyai Haneut atau Cai Haneut yang artinya air hangat.

Tata cara Nyaneut cukup unik. Sebelum teh diminum, gelas teh harus diputar di telapak tangan sebanyak dua kali. Selanjutnya, aroma teh harus dihirup kurang lebih tiga 3 kali, baru  teh boleh diminum.

3. Yogyakarta

Di Yogyakarta, khususnya di lingkungan keraton dikenal istilah patehan. Nama “patehan” diambil dari nama tempat minuman teh ini disiapkan, yakni di Gedhong Patehan.

Prosesi ini dilakukan oleh lima orang perempuan dan lima orang laki-laki yang berpakaian adat Jawa yang meracik dan menyajikan teh lengkap dengan makanan ringan yang dikhususkan untuk raja, keluarga, dan tamu keraton.


Tradisi minum teh di nusantara
Peralatan minum teh raja (sumber : ig kraton jogja)

Tradisi ini diawali dengan proses pembuatan teh, yang dimulai dengan membersihkan anglo, membuat api dari kayu bakar, kemudian merebus air dengan perkakas yang terbuat dari tembaga. 

Peralatan berbahan tembaga dipilih sebab tembaga dipercaya mudah bereaksi dengan asam. Sehingga perkakas yang digunakan ini sekaligus dapat berfungsi sebagai pendeteksi racun.

Air yang digunakan diambil dari sumur khusus kemudian direbus. Perebusan dilakukan dengan menggunakan kayu atau arang yang ditata dalam anglo yang terbuat dari tanah liat.

Dalam prosesnya, api tidak boleh dikipas untuk menghindari asap masuk ke dalam air rebusan yang dapat menyebabkan air rebusan berbau sangit.

Selanjutnya, seduhan teh (dekokan) dibuat di dalam ketel tembaga selama 30 menit tanpa diaduk. Setelah itu baru kemudian air teh dituang ke dalam teko-teko tanah atau gelas-gelas untuk dihidangkan. 

Bila air teh yang dibuat terlalu kental, bisa diencerkan dengan air panas yang selalu dipanaskan di atas tungku.

Untuk menjaga cita rasa tehnya, air yang digunakan dalam membuat teh di bangsal patehan ini berbeda dengan air yang digunakan untuk mencuci perkakasnya. 

Air yang digunakan untuk membuat teh, berasal dari sumber air yang bernama Nyai Jalatunda sedangkan untuk mencucinya digunakan air yang diambil dari sumber mata air Kyai Jalatunda.

4. Betawi

Tradisi minum teh di Betawi dikenal dengan nama Nyahi. Tradisi ini biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari bersama keluarga atau kerabat.

Teh yang disajikan adalah teh tubruk, dengan bongkahan gula kelapa sebagai pemanis. Cara menikmatinya adalah dengan menggigit gula kelapa yang disediakan kemudian meminum tehnya. Cita rasa teh yang disajikan di acara Nyahi ini tidak terlalu kental dan cenderung tawar.

Nah, itulah beberapa tradisi atau kebiasaan minum teh yang ada di Indonesia. Meskipun berbeda-beda dari cara penyajiannya, namun semua memiliki garis merah yang sama. 

Yakni mempererat persaudaraan dan kekerabatan. Karena dengan ngeteh (minum teh) bersama, obrolan akan menjadi lebih akrab dan hati pun semakin dekat. Mungkin di daerah lain kebiasaan ngeteh ini juga masih ada. Teman-teman pembaca dapat menambahkan di kolom komentar yang ada.

Oh ya, untuk mengawali hari, sudah ngetehkah teman-teman hari ini?

25 komentar:

  1. Wih banyak juga ya tradisi minum teh. And ternyata tradisinya cukup ribet juga ya, hihihi. Aku juga penggemar teh, tapi baru tahu ada macam keanekaragaman dalam menyajikan teh.

    ReplyDelete
  2. Dulu saya suka minum teh poci dengan gula batu. Serasa wah gitu minum teh dengan gula batu di saat teman-teman yang lain minum teh dengan gula pasir

    ReplyDelete
  3. Baru tau lho aku tradisi ngeteh ini secara lebih mendalam. Kirain sekadar minum teh bareng aja

    ReplyDelete
  4. aku ngeteh mulu tiap hari... sengaja pake poci teh dari jawa.
    baru tahu tradisi nyaneut. tahunya mertua suka nyebut nyaneut kalo makan ubi rebus pakai kopi or minuman hangat

    ReplyDelete
  5. Waah di keluarga ayah saya .. dari daerah Bugis juga ada nih. Tiap hari bisa 2 - 3 kali tapi saya gak tahu apa namanya.

    ReplyDelete
  6. klo di palembang, kegiatan minum teh itu namanya bermidang. nah biasanya kami kumpul2 sekeluarga saat sore atau pagi hari sambil bersantai.

    ReplyDelete
  7. Bagiku Jateng daerah ngapak, itu paling cucok tehnya. Setiap berkunjung ke rumah kerabat suami sekitar sana, semua teh disajikan enakkkk. Meski emang gak pakai poci

    ReplyDelete
  8. Baru tahu yang Nyahi ini, unik juga ya pake nggigit gula jawa gitu. Pasti sensasinya beda banget yaa... Aku juga hobi ngeteh, bikin tehnya ikut sekalian direbus, enggak diseduh.

    ReplyDelete
  9. Padahal cuma minum teh ya bisa bermacam macam gini ya ternyata tradisi nya Indonesia emang kaya akan budaya dan tradisi ya mom

    ReplyDelete
  10. Minum teh ini masih menjadi tradisi, di rumahku saja setiap sore kadang saya dan mamah suka ngeteh berdua sambil ngobrol. Dan biasanya kami juga meyuguhkan teh untuk tamu yang berkunjung.

    ReplyDelete
  11. Wah banyak macam ya tradisi minum teh kita, jadi ingat mama dan mertuaku tiap sore sediakan teh panas dan camilan hangat...

    ReplyDelete
  12. Itu baru pulau Jawa ya, Mba. Belum pulau2 yang lainnya. Sumatera, kalimantan, maluku, bali, ntt dan papua.

    Saya suka kalau nenek saya lagi nyahi. Tehnya tuh berasa teh kampung. Nyahinya pakai roti tawar atau biskuit konghuan dicelupin. Makanya org2 betawi jadul paling demen kalau dikasih biskuit kaleng gitu.

    ReplyDelete
  13. Yup! Sebetulnya di Indonesia banyak tradisi minum teh. Tetapi, akhir-akhir ini seperti tenggelam dengan coffee shop bahkan warung kopi. Padahal enak juga ngeteh sore-sore atau di pagi hari

    ReplyDelete
  14. Jadi malu baca ini setelah meneguk teh b*t*l wkwkwk. Aku baru tau kebiasaan teh poci dari slawi dan di yogya pake ketel tembaga nih Mak

    ReplyDelete
  15. Tradisi minum teh di orang Sunda udah pasti teh tawar bukan teh manis. Temannya teh ada ubi dan singkong rebus. Selain itu ditemani oleh rengginang. 😅

    ReplyDelete
  16. ngeteh di keluargaku biasanya pagi.. ala2 Jogja krn memang ibukku dr sana.. nasgitel gitu deh ya...

    ReplyDelete
  17. Masingh-masing daerah punya tradisi minum teh sendiri ya. Aku sunda banget minum tehnya tanpa gula alias teh tawar, jadi kadang kemana-mana bekal sendiri teh tawar

    ReplyDelete
  18. Aku orang sunda baru tahu mba Ada nyaneut minum tehny unik Juga,,, you teh daerah masih2 punya khas yg beda y

    ReplyDelete
  19. Aku smpe sekarang minum teh mak tiap pagi kalau ga minum rasanya ga sip
    Sampe anak2 gt juga
    Anget2 diminum enaaaaaaaaaaaak

    ReplyDelete
  20. setiap daerah ada khas nya masing - masing yah termasuk minum teh nya.

    ReplyDelete
  21. Jadi ingat waktu ada nenek suka Nyaneut. Jadi kangen deh baca tulisan ini.

    ReplyDelete
  22. Wah maaak aku juga suka banget ngeteh. Prefer ngeteh daripada ngopi sih. Kafeinnya lebih bersahabat. Temenku ada yang punya IG seputar teh Mak. Namanya @sampaimatea. Coba difollow mak supaya bisa tuker2an info teh :D

    ReplyDelete
  23. Aku orang sunda tapi baru tau ada tradisi nyaneut dong. Mungkin karena zaman sudah berubah ya jadi tradisi ini sudah hilang terutama di lingkungan tempat aku tinggal.

    ReplyDelete
  24. Hmm tradisi minum teh di keluargaku ga formal
    Tapi kalau sore pasti mama buatin lalu kudapannya ada gorengan atau roti

    ReplyDelete

 
Top