Selasa, 04 Februari 2020

Upaya Menjaga Lingkungan dengan Membuat Kerajinan dari Limbah Plastik

Kerajinan-dari-limbah-plastik
Sumber : pixabay
Limbah plastik menjadi PR bagi banyak negara. Terlebih bagi negara kita Indonesia, yang berdasar data termasuk penyumbang sampah plastik nomer dua di dunia. 

Ditemukannya bangkai paus sperma di perairan wakatobi pada bulan November 2018 lalu yang ternyata di dalam perutnya terdapat sampah seberat 6 kg harusnya membuka mata kita semua. 

Sumber : liputan6.com
Betapa bahayanya sampah plastik jika dibuang di lautan. Sampah plastik tersebut sangat berpotensi menimbulkan pencemaran dan dapat  mengancam kehidupan biota laut yang berarti pula mengganggu keseimbangan ekosistem alam.

Salah satu usaha yang bisa kita lakukan adalah mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari (reduce) dan melakukan daur ulang. 

Memang tidak bisa dipungkiri penemuan plastik seolah seperti pedang bermata dua. Di satu sisi menguntungkan karena sifatnya yang lentur dan fleksibel sehingga banyak dimanfaatkan terutama di industri kemasan. Tapi di sisi lain sifatnya yang tidak mudah terurai menjadi masalah besar bagi kelestarian alam. 

Untuk itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk dapat mengelola penggunaan plastik dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua individu harus punya kesadaran untuk menyelamatkan bumi dari sampah plastik.

Kerajinan-dari-limbah-plastik
Sosialisasi pengurangan plastik kepada anak-anak (doc.pri)
Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah plastik. Dan jika ini kita tularkan kepada orang-orang di sekitar kita, dampak yang nyata pasti akan kita rasakan.

Berikut kebiasaan-kebiasaan yang bisa kita lakukan untuk mengurangi limbah plastik di sekitar kita :
1. Membawa kantong belanja sendiri
Sepertinya sederhana, tapi cara ini terbukti ampuh mengurangi tumpukan kantong plastik  belanjaan di rumah yang kita dapat setiap kali kita belanja.

Biasakan untuk membawa kantong atau tas belanja yang terbuat dari kain atau bahan kuat lainnya sehingga bisa kita gunakan berulang-ulang.

2. Biasakan membawa kotak bekal dan tumbler atau tempat minum sendiri
Mungkin awalnya terkesan aneh dan merepotkan. Ketika kita beli lauk di sebuah tempat makan, kita membawa kotak bekal sendiri sebagai tempat. 

Tapi percayalah, itu hanya masalah kebiasaan. Kalau kita punya semangat kuat untuk menjaga alam, membawa kotak bekal sendiri bukan hal yang memberatkan. 

Justru kita bisa turut mengkampanyekan kebiasaan ramah lingkungan kepada orang-orang. Termasuk juga kebiasaan membawa tumbler sendiri sebagai tempat minum.

3. Beralih ke sedotan dari stainless atau dari bambu
Sedotan plastik termasuk penyumbang sampah plastik terbanyak. Dan sedotan ini juga banyak menelan korban. Berapa banyak hewan laut yang terluka karena tertusuk sedotan yang dibuang ke lautan. 

Jadi beralih ke sedotan stainless atau dari bambu yang bisa dipakai berulang dan lebih ramah lingkungan bisa jadi pilihan.

4. Beralih cloth diapers
Ini terutama bagi ibu-ibu yang memiliki balita. Penggunaan popok sekali pakai atau diapers jelas menyumbang sampah bagi lingkungan. Cobalah beralih ke cloth diapers (clodi) yang bisa dicuci dan tidak sekali buang.

Dengan cara-cara di atas diharapkan jumlah sampah plastik yang kita hasilkan dapat berkurang sehingga lebih ramah lingkungan.

Adapun untuk sampah plastik yang ada di lingkungan sekitar, kita bisa melakukan upaya daur ulang.

Daur ulang adalah salah satu usaha yang kita lakukan agar limbah plastik yang ada dapat bermanfaat bagi lingkungan dan memiliki nilai jual. 

Tindakan ini memiliki tujuan untuk mengurangi dampak pencemaran yang ditimbulkan dari sampah plastik.

Salah satu prinsip dari daur ulang plastik yang banyak digunakan adalah reuse, yakni mengolah kembali sampah plastik yang ada menjadi barang-barang kerajinan yang bisa kita manfaatkan dan bernilai ekonomi. 

Kerajinan-dari-limbah-plastik
Membuat kerajinan dari barang bekas (doc.pri)
Kerajinan dari limbah plastik ini sekarang banyak diminati bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan. Mulai banyak kegiatan sortir sampah yang dilakukan untuk memilah sampah plastik yang bisa dijual untuk diolah kembali. 

Bank-bank sampah pun banyak bermunculan. Sebuah fenomena positif yang baik untuk kebersihan lingkungan.

Di sekolah-sekolah pun sekarang mulai banyak diajarkan cara membuat mainan atau kerajinan dari limbah plastik. Misalnya dibuat lampion, robot-robotan, vas, dan lain-lain. 

Selain bermanfaat untuk lingkungan, mengajarkan anak-anak cara membuat mainan dari sampah plastik atau barang bekas juga dapat meningkatkan kreativitas dan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Sebuah langkah yang patut didukung dan diapresiasi.

12 komentar:

  1. alhamdulillah udah suka bawa tas belanja sndiri, bawa tumbler dan tempat makan, dan pakai clodi walau masih selang seling sama pospak, smoga beban lingkungan makin berkurang

    BalasHapus
  2. Saya pun sekarang kalau abis menggunakan pewangi sachet bungkusnya tidak dibuang. Kami kumpulkan lalu kami anyam dan dibuat kerajinan seperti tas, dll.

    BalasHapus
  3. Di sekolah anakku juga sudah diterapkan ini,Mbak. bikin prakarya berbahan limbah plastik. Iu-ibu di RT ku juga pernah dapat pelatihan terkait. Semoga bisa membantu pengurangan limbah kegiatan seperti ini ya

    BalasHapus
  4. Mengurangi penggunaan plastik ini memang harus terus dikampanyekan disemu kalangan ya, mbak. Supaya lebih aware lg dgn penggunaan plastik ini.
    Suka banget dgn adanya kegiatan ini jadi bisa bermanfaat banget

    BalasHapus
  5. Aku juga senang banget mbak kalau lihat limbah bisa di daur ulang karena senang banget bisa berkreasi dan menjadikan barang bekas bernilai.

    BalasHapus
  6. Keren ini..
    Klo pasti bisa diolah, pasti g akan ada sampah plastik yg membahayakan lingkungan

    BalasHapus
  7. Aku nanti punya impian untuk pakai clodi mba, doakan semoga tidak tergiur dengan popok yg sekali pakai ya hihi

    BalasHapus
  8. aku seneng deh dengan kreatifitas yang tetap menjaga lingkungan, kerajinan dari limbah plastik gak kalah kece sama yang dibuat dari material sumber limbahnya lho

    BalasHapus
  9. Saya pun sudah mulai mengurangi penggunaan kantong plastik. Klo belanja ke minimarket atau supermarket bawa tas kantong sendiri.

    BalasHapus
  10. Sekarang gerakan untuk bijak berplastik makin banyak ya mbak? Emang udah waktunya kita memikirkan banyak langkah utk menyelamatkan bumi ini dr kerusakan. Kita bisa berpartisipasi mulai dari hal2 kecil yg seperti mbak sebut di atas

    BalasHapus