Selasa, 30 April 2019

PruVolunteers Program : Membangun Rumah dan Membangun Harapan Bersama Prudential di Desa Selopamioro Imogiri Jogja

Hari Jumat,  tanggal 26 April 2019 lalu, saya memperoleh pengalaman seru.  Saya bersama beberapa teman Bloger Jogja yang berjumlah 15an orang berkesempatan mengikuti PruVolunteer Program dari Prudential.  Kegiatan ini merupakan bentuk Community Investment (CSR)  dari Prudential yang diwujudkan dalam bentuk program bangun rumah di daerah Selopamioro, Imogiri Yogyakarta.  

Program Bangun Rumah dari PruVolunteer (doc.pri)
Kegiatan ini sendiri sudah dilaksanakan sejak bulan September 2018 yang dalam pelaksanaannya melibatkan seluruh karyawan Prudential, sebagai implementasi Program Leadership Immersion dari PruUniversity.  Jadi kegiatan PruVolunteer ini merupakan kombinasi dari kegiatan sosial sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat, sekaligus merupakan program pelatihan kepemimpinan (leadership) untuk karyawan Prudential. Program kepemimpinan ini dimaksudkan untuk membantu karyawan Prudential menjadi profesional dengan memperkokoh jiwa leadership yang berlaku di seluruh bisnis Prudential.  

Ada  30 rumah yang ditargetkan akan dibangun melalui program CSR prudential ini. Dan secara bertahap target ini diselesaikan melalui kerjasama seluruh karyawan Prudential dari berbagai tingkatan yang berasal dari berbagai divisi. Sejak dicanangkan di bulan September 2018 sampai sekarang, program PruVolunteer ini telah berjalan 8 batch, dimana setiap batch-nya terdiri dari 3 sessi. Dan kegiatan PruVolunteer untuk tanggal 26 April 2019 ini merupakan batch terakhir, yang nantinya akan ditutup dengan serah terima kunci kepada para penerima bantuan.  

Perjalanan Menuju Desa Selopamioro
Sekitar pukul 07.30 WIB kami sampai di titik kumpul yang sudah disepakati, yakni di Greenhost Hotel Yogyakarta.  Setelah briefing sejenak dengan pihak Prudential yang diwakili oleh Mas Bobi,  kami kemudian sarapan pagi dan bersiap menuju lokasi.  

Peserta PruVolunteer (doc. Ardian Kusuma) 
Ada 4 mobil yang disiapkan untuk membawa para peserta PruVolunteer program ini.  Setiap mobil berisi 15 orang, jadi total peserta yang mengikuti program PruVolunteer ini ada 60 orang. Terdiri dari 45 orang dari Prudential dan 15 orang dari bloger. Jujur, belum ada bayangan dari saya pribadi mengenai kegiatan yang akan kami ikuti nanti.  

Sekitar pukul 08.30 WIB kami berangkat menuju lokasi.  Jarak yang kami tempuh kurang lebih 16 km, dan membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke lokasi.  Secara keseluruhan perjalanan lancar, jalanan berkelok yang kami lalui nenawarkan pemandangan khas pedesaan berupa hamparan sawah dan ladang. 

Kami bersiap berangkat (doc.pri)
Kebetulan di mobil yang saya tumpangi saya duduk sebangku dengan Mbak Erika seorang karyawan Prudential dari divisi IT. Dari mbak Erika saya sedikit mengorek informasi tentang kegiatan yang akan kami ikuti.  Ternyata di sana nanti para peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok, dan setiap kelompok punya tanggung jawab sendiri-sendiri.  Ada kekompok walling (membangun tembok rumah)  ada kelompok painting (mengecat rumah). Karena asyik ngobrol tidak terasa kami sudah sampai di tujuan.  Tampak spanduk ucapan selamat datang terpasang menyambut kedatangan kami. Banyak meja dan kursi ditata berjajar dengan rapi. Di atasnya berderet helm proyek dan sarung tangan kerja.  

Spanduk selamat datang (doc. Ardian)

Para peserta yang sudah sampai lokasi (doc. Pri) 

Kegiatan PruVolunteer di Desa Selopamioro
Setelah semua rombongan sampai di lokasi,  acara penyambutan dimulai. Bapak Kepala Desa Selopamioro, yakni Bapak Himawan memberikan ucapan selamat datang kepada para peserta PruVolunteer. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prudential Indonesia yang telah memilih Desa Selopamioro sebagai lokasi Program Bangun Rumah. 

Kepala Desa Selopamioro (doc. Ardian) 
Bapak Himawan memaparkan bahwa Desa Selopamioro memang termasuk desa tertinggal, dimana sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai buruh tani.  Mereka bukan pemilik tanah tetapi menggunakan tanah milik sultan (Sultan Ground).  Sehingga program bangun rumah di Selopamioro ini merupakan sesuatu yang sangat membahagiakan bagi masyarakat Desa Selopamioro dan menjadi harapan baru bagi mereka untuk memiliki hunian yang nyaman.  

Selesai menyampaikan sambutannya, acara selanjutnya dipandu oleh tim dari Habitat for Humanity Indonesia.  Kami diberi penjelasan kalau seluruh peserta akan dibagi ke dalam 7 kelompok.  Kelompok 1 sampai 3 adalah tim walling, yang bertugas untuk membuat tembok dengan target 5 layer. Sedangkan kelompok 4 sampai 7 adakah tim painting yang bertugas mengecat.  Saya dan 3 orang teman bloger masuk ke dalam kelompok 3 yang berarti memiliki tugas membuat tembok.  Ada 13 orang yang tergabung dalam kelompok 3 ini.  Dan tugas kami adalah membangun tembok rumah milik pasangan suami istri,  Pak Slamet dan Bu  Susan. 

Saya bersama teman bloger yang ikut
PruVolunteer Program (doc. Pri) 
Dalam pelaksanaan PruVolunteer ini, Prudential memang bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia untuk pengerjaan proyek bangun rumah warga di desa Selopamioro yang tersebar di beberapa dusun yakni Siluk : 8 rumah, Kajor Wetan : 4 rumah,  Lanteng I : 4 rumah,  Kajor Wetan :  11 rumah,  dan Jetis : 3 rumah. Setiap batch PruVolunter yang dikirim ke lokasi di Selopamioro ini memiliki target yang harus diselesaikan dengan supervisi dari Habitat for Humanity. 

Peta sebaran lokasi bantuan rumah dari PruVolunteer (doc. Ardian) 

30 penerima bantuan rumah dari Prudential
(doc. Ardian) 
Rumah Pak Slamet yang menjadi target kerja kami berlokasi di Dusun  Jetis.  Dari rumah warga yang menjadi titik kumpul kami, diperlukan waktu sekitar 15 menit dengan mengendarai mobil untuk sampai ke rumah Pak Slamet. Rumah milik Pak Slamet yang hendak dibangun ini bertipe 24 yang terdiri dari 1 kamar tidur, 1 ruang makan,  dan 1 kamar mandi. Target kami adalah menyelesaikan tembok setinggi 5 layer

Rumah Pak Slamet dari depan (doc. Ardian) 

Pak Slamet (kaos hijau)  berserta istri dan tim PruVolunteer (doc. Ardian) 
Tidak lama setelah sampai di lokasi kamipun segera melakukan pembagian tugas.  Enam orang bertugas menyusun batako (walling), 2 orang mengaduk semen,  1 orang mengayak pasir,  dan sisanya yang berjumlah 4 orang membuat kerangka besi. 

Saya dan seorang kawan bloger bernama Mbak Erdita bertugas menyusun batako.  Petugas supervisi di kelompok kami adalah Mas Pandi.  Selain Mas Pandi ada lagi 2 orang tukang yang membantu mengawasi.  Karena ini adalah bangunan untuk rumah tinggal, segala sesuatunya harus diperhitungkan. Mulai dari komposisi campuran semen, tinggi adonan semen untuk melekatkan batako,  dan lain-lain. Tidak boleh ada yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Karena bisa membahayakan calon penghuni rumah nanti.  

Mas Pandi sedang melakukan briefing (doc. Ardian) 

Mulai bekerja (doc. Ardian) 

Mengayak pasir (doc. Ardian) 

Saya yang baru pertama kali "nukang" sempat beberapa kali melakukan kesalahan.  Mulai dari adonan semen untuk melekatkan batako yang kurang tinggi, sampai batako yang terpasang miring. Untung ada Mas Pandi dan tim yang dengan sigap mengoreksi. Pekerjaan ini juga cukup melelahkan. Namun suasana dan kerjasama dari seluruh anggota tim membuat semua terasa menyenangkan.

Nukang... (doc. Aan Pambudi) 
Apalagi semua anggota tim berusaha menjalankan tugasnya dengan baik. Meskipun target 5 layer tembok bisa selesai sebelum sholat Jumat belum dapat kami rampungkan. Baru 3 layer yang bisa kami kerjakan,  dan kami memutuskan untuk break dulu untuk sholat Jumat dan makan siang, untuk nantinya pekerjaan kami lanjutkan lagi. Sehingga kamipun kembali ke rumah warga yang menjadi basecamp kami.  

Di sana sudah banyak teman-teman dari tim lain yang berkumpul.  Telah  tersedia juga hidangan makan siang khas pedesaan yang menggugah selera. Nasi, sayur lombok ijo,  tahu isi,  gereh,  tempe garit,  oseng daun pepaya,  tahu,  tempe bacem,  sambel,  dan krupuk, serta buah pisang telah tertata di meja, menunggu kami untuk menikmatinya.   

Binar Bahagia Penerima Manfaat Program PruVolunteer
Sekitar pukul 13.30 WIB kami selesai makan siang.  Teman-teman yang sholat jumat pun sudah pulang dan rehat makan. Setelah dirasa cukup mengumpulkan tenaga,  teman-teman dari Prudential kembali bersiap menuju lokasi.  Sementara kami para bloger harus kembali ke Jogja karena ada beberapa teman yang sudah punya agenda acara lainnya.

Foto bersama sebelum pulang (doc. Ardian) 
Akhirnya kamipun pulang dengan diantar mobil kembali ke GreenHost yang menjadi titik keberangkatan kami. Selama perjalanan pulang, terngiang obrolan singkat saya dengan Pak Slamet dan istri. Yang dengan binar bahagia menyatakan suka citanya karena program PruVolunteer ini keinginan dan harapannya untuk punya rumah layak huni untuk keluarga kecilnya bisa terwujud. Saya bisa turut merasakan suka cita yang Pak Slamet dan istri rasakan.

Apalagi sore harinya saya mendapat kabar bahwa sesuai dengan rencana penyerahan kunci secara simbolis kepada warga di desa Selopamioro ini telah dilaksanakan oleh Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia. Dalam sambutannya Jens Reisch mengatakan bahwa "Prudential selalu berkomitmen untuk memberikan dampak nyata dan mendukung masa depan masyarakat Indonesia yang lebih baik." Dalam acara tersebut hadir pula Bupati Bantul Drs. H. Suharsono yang menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Prudential Indonesia melalui PruVolunteer dalam membangun rumah warga yang diyakini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup warga desa Selopamioro, khususnya para penerima manfaat dari program bangun rumah ini.

Serah terima kunci dari President Director Prudential Indonesia, Jens Reisch kepada warga Desa Selopamioro diwakili oleh Bupati Bantul Drs. H. Suharsono (doc. Prudential) 
Bagi saya pribadi,  pengalaman ini sungguh berarti.  Terlibat langsung dalam program CSR dari sebuah perusahaan di mana karyawan perusahaan tersebut juga dilibatkan dalam prosesnya saya yakin akan memberikan dampak yang bagus untuk kekompakan, kepekaan sosial, dan etos kerja dari karyawan-karyawannya. 

Terima kasih Prudential,  untuk pengalaman serunya, semoga semakin banyak lagi kegiatan CSR serupa yang dapat langsung menyentuh masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga binar bahagia akan banyak terlihat di mana-mana. 

Salam... 

Jumat, 26 April 2019

Menjajal Kamera FujiFilm XT 100 di Acara #ArisanIlmu Tentang Basic Photography, Bersama Gudang Digital dan Fuji Film

Sebagai seorang bloger, selain dituntut untuk bisa membuat konten yang menarik seyogianya juga harus memiliki kemampuan fotografi yang baik. Karena efek visual yang ditampilkan akan membuat tulisan yang kita buat lebih menarik untuk dibaca hingga tuntas.

Doc : Manda
Nah, untuk meningkatkan kemampuan membernya di bidang fotografi, Kumpulan Emak Bloger Jogja (KEB Jogja) yang diketuai oleh Mak Indah Juli mengadakan kegiatan bulanan bertajuk #ArisanIlmu dengan mengangkat tema “Basic Photography- Kota Gede Explore” yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 21 April 2019 bertepatan dengan peringatan hari Kartini. 

Kegiatan yang berlangsung di Warung Jawi, Ndalem Sopingen Kotagede ini menggandeng nara sumber dari Gudang Digital dan Fuji Film. Menyadari pengetahuan saya yang masih sangat minim di bidang fotografi, tentu saja saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengikutinya. Acara ini adalah semacam workshop, sehingga selain teori, akan ada praktik langsung dengan hunting foto di seputar Kota Gede yang merupakan salah satu kota tertua di Jogja. Kerennya lagi di acara ini nanti, peserta yang belum punya kamera DSLR pun akan dipinjami. Dan akan dipilih para peserta dengan foto terbaik untuk memperoleh apresiasi dari sponsor, berupa buku dari Mbak Ayun dan hadiah menarik dari smartfren. Penasaran seperti apa keseruannya ? berikut cerita saya…

Tentang Dasar-Dasar Fotografi
Sesuai rundown acara, pukul 07.00 WIB saya sudah sampai ke lokasi.  Setelah melakukan registrasi sambil menunggu peserta lainnya datang, peserta yang sudah hadir bisa menikmati suasana sambil ngeteh dan mencicipi hidangan berupa kacang rebus dan singkong goreng. 

Warung Jawi Ndalem Sopingen ini berbentuk joglo, dengan halaman yang cukup luas. Merupakan tempat makan dengan suasana yang nyaman dengan menu masakan rumahan. Oh ya, dalam acara #ArisanIlmu kali ini Ada  sekitar 20 orang peserta , 10 orang diantaranya tidak memiliki kamera (termasuk saya) dan nanti kami akan dipinjami oleh pihak Fuji Film untuk mencoba ambil gambar dengan kamera FujiFilm.

Sekitar pukul 08.00 WIB acara dibuka oleh MC cantik Mbak Ima. Selanjutnya Mak Injul selaku ketua KEB Jogja menyampaikan sambutannya. Baru kemudian nara sumber dari Gudang Digital yakni Mas Ardy Nugraha mulai membawakan materinya. Pada kesempatan ini Mas Ardy menyampaikan bahwa hal pertama yang harus dipahami adalah anatomi kamera, baik nama maupun fungsinya. Karena itu adalah syarat kami bisa mengoperasikannya.
Sumber : gudang digital
Pada sebuah kamera terdapat tombol bernama Creative Mode (Mode Dial), yakni sebuah fitur yang digunakan untuk membantu melakukan setting pada saat melakukan pemotretan.

Sumber : gudang digital
Mode Dial umumnya terbagi menjadi tiga, yakni Auto, Semi Auto, dan Manual. Mode auto sendiri terbagi menjadi beberapa mode lain untuk menyesuaikan dengan objek yang hendak dipotret. Beberapa mode yang bisa kita pilih dalam mode auto ini adalah :

Auto : mode full auto. Dimana dalam hal ini fotografer menyerahkan seluruh kendali kepada kamera. Fotografer tinggal ambil gambar saja.

Potrait : merupakan mode yang disesuaikan untuk mengambil gambar. Aperture akanmembesar untuk memperoleh kedalaman gambar yang dangkal.

Landskap : Mode yang disesuaikan untuk mengambil gambar pemandangan. Aperture akan mengecil untuk memperoleh kedalaman gambar dan lebih banyak detil.

Macro : Mode yang digunakan untuk memotret  benda-benda kecil secara close up.

Sport : Mode yang disesuaikan untuk memotret benda-benda yang bergerak. Shutter Speed secara otomatis akan disetting dalam kecepatan tinggi.

Night + Potrait : Mode yang disesuaikan untuk memotret dalam cahaya yang terbatas. Aperture membesar, iso akan naik dan shitter speed akan melambat.

Sumber : gudang digital
Hal lain yang penting diperhatikan dalam fotografi adalah Exposure Control dan Metering. Exposure adalah seberapa banyak cahaya yang dibutuhkan untuk masuk ke dalam sensor, yang meliputi 3 hal yakni ISO, Aperture, dan Shutter Speed, yang bisa digambarkan dengan Exposure Triangle sebagai berikut :

Triangle exposure
* Aperture / diagframa : merupakan salah satu fitur pada kamera untuk mengatur pencahayaan yang dikendalikan dengan mengatur bukaan aperture pada lensa, yang bisa diilustrasikan sebagai berikut :

Sumber : materi dari Gudang Digital
Aperture / diagragma ini adalah salah satu factor yang mempengaruhi kedalaman gambar (Depth of Field). Depth of Field (DOF) adalah area di depan atau di belakang objek yang terfokus.

*Shutter Speed : adalah lama waktu shutter membuka dimana akan menentukan seberapa cahaya yang mesuk dalam proses perekaman gambar. Diukur dengan satuan second. Semakin lambat kecepatan, semakin banyak cahaya yang terkespos, semakin cepat semakin sedikit cahaya yang akan terekspose.
Sumber : materi dari Gudang Digital
* ISO : adalah pengaturan kepekaan sensor terhadap cahaya. Diindikasikan dengan angka 100, 200, 400, 800 dst. Angaka yang rendah digunakan untuk memperoleh gambar yang tajam dan memperoleh pencahayaan yang cukup.Sebaliknya angka yang  besar digunakan ketika cahaya terbatas.

Teknik Dasar Fotografi
Berdasar kecepatan, teknik dalam fotografi dibagi menjadi dua bagian, yakni high speed dan slow speed.

High Speed (kecepatan tinggi) yakni speed antara 1/125s – 1/8000s. Teknik ini digunakan umtuk freezing / stop action. Misalnya untuk memotret orang yang melompat di udara. Kecepatan yang dipakai minimal 1/125s dengan diagragma menyesuaikan dengan keadaan cahaya sekitar.
Sumber : materi Gudang Digital
Slow Speed (kecepatan rendah)  : speed bulb – 1/160s. Digunakan untuk memotret :
  • show action, pada pertunjukan menari, dengan teknik ini akan dihasilkan gambar di mana orang yang bergerak akan terlihat blur sedang orang yang diam akan terlihat jelas apa adanya.
Sumber : Materi Gudang Digital
  • Panning, teknik memotret dengan menggeser kamera sejajar dengan gerakan objek. Gambar yang dihasilkan adalah kebalikan dari show action. Dimana gambar yang bergerak terlihat tajam sedang yang tidak bergerak akan blur. Kecepatan yang dibutukan tegantung dari kecepatan objek yang berferak.

  • Bulb, adalah teknik fotografi dengan cara menekan / menahan shutter agar jendela rana terbuka dan sensor akan merekam gambar dengan timing waktu tertentu. Biasanya digunakan untuk memotret kendaraan di malam hari sehingga menghasilkan garis-garis lampu.
Sumber : materi Gudang Digital
  • Silhoute, konon teknik foto ini menyebabkan semua objek foto berupa manusia akan terlihat cantik dan ganteng (eh…). Teknik ini memanfaatkan situasi backlighting/cahaya belakang. Tujuannya untuk memberikan definisi bentuk dari objek yang jelas dimana objek terlihat gelap. 
Sumber : materi gudang digital
Ruang tajam (depth of Field) adalah jarak antara titik terdekat dan terjauh yang masih dalam keadaan tajam. Semakin kecil ruang tajam, semakin sempit area yang fokus.

Komposisi dalam Fotografi
Komposisi adalah cara menata eleman-eleman dalam gambar yang meliputi garis, bentuk, warna, terang, gelap sehingga dihasilkan visual impact yang menyebabkan foto menjadi menarik dan enak dipandang dengan pengarturan letak dan perbandingan objek-objek yang mendukung dalam suatu foto. Adapun elemen-elemen penting dalam komposisi adalah garis, shape (bentuk), tekstur, warna, pattern (pola), gelap dan terang.

Ada beberapa tips dalam mengatur komposisi  yakni :

  • Perhatikan orientasi yang cocok, potret atau landscape. Untuk panorama yang atau objek yang jauh lebih cocok dengan landscape sedangkan objek yang vertikal lebih cocok dengan portrait.
  • Memotret dengan banyak objek yang seragam kurang menarik, sehingga harus dipilih objek yang berbeda diantara banyak objek tersebut, bisa berbeda dalam warna, gerakan, maupun bentuk.
  • Memperhatikan sudut pengambilan gambar (angle)
  • Memanfaatkan kaidah Rule of Third dalam pengaturan komposisi dan penempatan point of interest.

Camera Angle
Adalah sudut pengambilan gambar yang merepresentasikan arah pandang terhadap objek foto. Meliputi :

Sumber : materi Gudang Digital
  • Bird Eye, posisi objek yang difoto lebuh rendah dari posisi kita
  • High Angle, berbeda dengan burd eye, meskipun posisi kita sama-sama lebih tinggi dari objek yang difoto.
  • Eye Level, sudut pengambilan gambar dimana objek dan kamera sejajar (seperti mata memandang)
  • Low Angle, sudut pemotretan dimana objek lebih tinggi dari posisi kamera.
  • Frog Eye, sudut penglihatan sebatas mata katak. Pada posisi ini kamera berada di dasar bawah, hamper sejajar dengan tanah tidak dihadapkan ke atas.

Rule of Thrid
Adalagi  konsep yang membagi bidang foto menjadi tiga sama besar, baik vertical maupun horizontal sehingga akan diperoleh 9 area sama besar. Garis pembagi vertikla dan horisiontal akan menghasilkan 4 titik pertemuan.

Bercerita Dengan Foto
Sebenarnya foto bisa memberi banyak informasi kepada kita. Bahkan tanpa perlu banyak kata. Namun untuk dapat memperoleh  foto yang bisa bercerita, ada beberapa tahap yang harus kita lakukan yakni :
1.       Mengamati / observasi
2.       Mencari referensi
3.       Memotet
4.       Kurasi/memilih
5.       Presentasi

Berkenalan dengan FujiFilm  XT 100
Setelah pemaparan materi dari mas Andri, tiba saatnya bagi peserta untuk mempraktikkan ilmu yang didapat. Kebetulan untuk peserta yang belum mempunyai kamera, kami dipinjami dengan kamera Fuji XT 100. Kamera ini  direalese di tahun 2018 lalu, dengan 3 pilihan warna pada Alumunium top cover, yakni Black, dark silver, dan champagne gold.

Kamera FujiFilm XT 100 (sumber : Fuji Film) 
Dari literatur yang saya baca,  kamera FujiFilm XT 100 ini cocok untuk pengguna pemula yang baru pertama kali memegang kamera DSLR. Dengan harga dibandrol diangka 7 jutaan,  fitur-fitur yang ditawarkan oleh kamera ini lumayan lengkap dan mudah dipahami.

Pilihan warna (sumber : Fuji Film) 
Memiliki desain retro yang menarik,  body yang kuat dan  ringan,  kamera ini fleksibel dibawa ke mana-mana.  Selain itu kamera ini juga dilengkapi layar LCD dengan sistem lipat atas bawah dan bisa diputar ke depan. Ini menjadi bonus sendiri, karena lebih enak untuk ngevlog maupun selfie.

Sumber : Fuji Film
Baterai untuk kamera ini juga termasuk awet dengan 430 foto tiap pengisian. Oh ya, selain terdapat fasilitas layar sentuh, kamera ini juga dilengkapi dengan wifi,  sehingga memudahkan transfer foto dari kamera ke smartphone.

Sebelumnya, oleh nara sumber  dari Fuji Film kami diajak untuk mengenali kamera XT 100 ini,  dengan memberi tahukan cara pengoperasian maupun pengaturan kamera untuk mengambil objek yang diinginkan. Kami juga diminta untuk mencoba setiap mode yang ada.  Kurang lebih 20 menit kami belajar mengenali kamera, dan mencoba mengambil gambar yang ada di sekitar kita. Setelah semua dirasa cukup, waktunya bagi kami untuk mempraktikkan ilmu yang kami peroleh dengan hunting foto di sekitar Kotagede.

Berburu Momen di Kota Gede
Lokasi yang kami tuju adalah Masjid Kota Gede dan kompleks makam raja. Agar peserta bersemangat,  dalam workshop kali ini disediakan hadiah bagi peserta dengan foto terbaik. Kota Gede termasuk tempat yang asyik untuk berfoto.  Setiap sudutnya menarik untuk ditangkap dalam bidikan kamera dan punya kekhasan yang membedakan dengan tempat lain.

Dan berikut beberapa foto yang saya ambil dari hasil jalan-jalan ke Kota Gede.  Masih jauh dari sempurna memang.

Gerbang Makam Raja (doc. Pri) 

Gerbang makam (doc. Pri) 

Makam raja (doc. Pri) 
Tapi paling tidak memberi saya tambahan wawasan dan pengetahuan tentang  dasar-dasar fotografi yang harus dipahami.  Dan memberi saya kesimpulan,  memiliki kamera yang bagus sehingga foto-foto yang kita hasilkan keren-keren itu menyenangkan...

Saya dan kamera FujiFilm XT100 (doc. Ika) 

Foto bersama (doc. Manda) 
Nah,  jika Teman-teman tertarik juga untuk memiliki kamera DSLR, kamera FujiFilm XT 100 ini bagus lho untuk dicoba.. Atau kalau ingin cari kamera FujiFilm tipe lainnya bisa lihat-lihat dulu instragram Fuji Film Indonesia atau bisa juga kepoin instagram Gudang Digital. Semoga cerita saya bermanfaat yaa...

Salam... 

Senin, 22 April 2019

Berkenalan Dengan Bakso Bonanza, Bakso Lezat dan Sehat Tanpa Pengawet

Siapa diantara teman-teman yang tidak kenal bakso? Pasti semua sudah kenal kan ? Kuliner yang terbuat dari daging giling yang dicampur bumbu dan tepung ini memang sangat familiar di telinga kita.  Dan menjadi salah satu makanan favorit banyak orang, termasuk saya. 

Sejak SMP saya menyukai kuliner ini. Kalau sedang suntuk dan butuh penyegaran,  saya lari ke tukang bakso langganan. Untuk menghilangkan kegundahan dengan makan. Setelah dewasa dan menikah, saya terbiasa menyediakan masakan sendiri di rumah.  Tapi untuk bakso kuah,  saya belum berhasil menaklukkannya. Bakso kuah buatan saya masih kalah dibanding buatan warung bakso sebelah. Sehingga untuk bakso,  kami lebih sering membeli saja untuk menikmatinya. Pengen sih suatu saat nanti bisa menghidangkan bakso kuah yang cocok di lidah orang-orang rumah. Dan sepertinya semesta mendukung keinginan saya...

Suatu hari di sebuah grup WA,  seorang teman memberi tahu kalau hari Jumat,  19 April 2019 ada event Demo Memasak Aneka Olahan Bakso bersama Chef Brian Wicaksono yang diselenggarakan oleh Bakso Bonanza di Solo Square Jl. Slamet Riyadi Surakarta. 


Kebetulan di event tersebut para blogger yang tergabung dalam Mom Blogger Community memperoleh undangannya. Saya pun langsung tertarik untuk mengikutinya.  Sehingga saya langsung mendaftarkan diri sebagai peserta. Disamping karena bisa ketemu dengan Chef Brian, yang notabene adalah juara 2 kompetisi Master Chef Indonesia session 3 yang terkenal piawai untuk mengolah menu nusantara,  saya juga penasaran dengan bakso bonanza yang berdasar testimoni teman-teman di Jakarta rasanya beda dibanding bakso-bakso lainnya.  Lebih lezat, kenyal, empuk,  dan juicy.  Ya,  siapa tahu dari chef Brian  nanti saya memperoleh tips membuat bakso kuah yang lezat.

Perjalanan Ke Solo Square
Jumat, tanggal 19 April 2019 pukul 07.00 WIB berangkatlah saya ke Solo dengan kendaraan pribadi bersama anak dan suami. Awalnya, saya sudah janjian dengan beberapa kawan di Jogja yang kebetulan ikut di event Bonanza untuk berbarengan ke Solo dengan menggunakan kereta api pramex.  Sayang seribu sayang,  saya kehabisan tiket. Jadi H-1 sebelum keberangkatan, ketika saya antre untuk pesan tiket,  ternyata tiket Jogja-Solo untuk keberangkatan jam 07.00 sudah habis. Tinggal jam 09.00 saja yang masih ada. Padahal perjalanan Jogja-Solo memerlukan waktu kurang lebih 1 jam 20 menit, dan event Bonanza dimulai jam 10.00 WIB. Kalau pakai kereta yang jam 09.00 saya pasti terlambat. 

Salah satu booth bakso bonanza di Solo Square (doc.pri)
Setelah ngobrol dengan suami akhirnya disepakati saya ke Solo dengan kendaraan sendiri diantar suami.  Itung-itung piknik.  Pulangnya nanti mampir Boyolali ke tempat mertua sekalian silaturahmi. Alhamdulillah perjalanan lancar, dan seperti yang diperkirakan, pukul 09.00 WIB kami sudah sampai lokasi. Namun ternyata, Solo Square masih tutup,  dan baru buka jam 10.00 WIB. Untungnya teman-teman yang berangkat dengan kereta pramex sudah lebih dulu sampai.  Jadi saya langsung bergabung dengan mereka. Sementara anak dan suami mau jalan-jalan sendiri sekaligus cari makan pagi.  

Foto bersama sebagian teman blogger dari Jogja dan Solo (doc. Manda) 

Berkenalan Dengan Bakso Bonanza
Sekitar pukul 10.30 WIB acara dibuka oleh MC cantik mbak Echa.  Selanjutnya kami memperoleh penjelasan tentang bakso bonanza dari mbak Carolina. 

Mbak Echa membuka acara (doc. Pri) 

Dari penjelasan Mbak Carolin kami memperoleh informasi kalau bakso bonanza ini diolah dari daging sapi hasil peternakan sendiri. Lokasi peternaksn sapi yang menjadi bahan baku bakso bonanza ada di Lampung, di tengah perkebunan nanas.  Dan buah nanas adalah salah satu pakan yang diberikan kepada sapi-sapi yang ada di peternakan tersebut.  


Mbak Caroline dari Bakso Bonanza (doc. Pri) 
Inilah yang menjadi rahasia kenapa bakso Bonanza memiliki tekstur yang empuk,  juicy,  dan lebih tasty jika dibanding dengan merk lainnya. Selain itu bakso sapi Bonanza memiliki kandungan daging yang lebih banyak.  Satu lagi yang istimewa dari bakso bonanza ini, selain diolah dengan cara yang higienis dan halal,  bakso bonanza tidak ditambah dengan pengawet sehingga aman dikonsumsi. 

Event Demo masak bareng bakso bonanza ini menandai masuknya bakso bonanza di wilayah Jogja dan Solo. Bakso sapi ini diproduksi oleh PT Great Giant Food, dibawah naungan Gunung Sewu Grup yang bergerak dibidang perkebunan, peternakan, dan pengolahan buah-buahan dan animal protein yang sangat memperhatikan kualitas produk yang dihasilkannya. 

Bakso Bonanza (sumber : instagram bonanzabeef.id)
Produk bakso sapi Bonanza ini tersedia dalam kemasan kecil 180 gram dengan isi kurang lebih 12 butir dengan harga di pasaran sekitar Rp. 35.000,-,  dan kemasan besar 500 gram,  dengan isi kurang lebih 33 butir bakso dengan harga sekitar Rp. 80.000,-. Karena tidak menggunakan pengawet,  bakso Bonanza harus disimpan di freezer agar tahan sampai 6 bulan. Untuk wilayah Jogja dan Solo produk ini bisa didapat di hypermart atau Superindo. 

Demo Masak Kreasi Bakso Bareng Chef Brian
Setelah pemaparan singkat dari Mbak Carolina wakil dari bakso Bonanza,  acara selanjutnya adalah masak kreasi bakso bareng chef Brian. Para peserta yang kebanyakan adalah emak-emak tampak sangat antusias. Chef Brian memandu acara demo masak ini dengan sangat interaktif.

Chef Brian Wicaksono (doc. Pri,) 
Perwakilan dari yang hadir dipanggil untuk membantu Chef Brian memasak. Dalam pejelasannya Chef Brian mengungkapkan pengaruh pakan nanas yang diberikan kepada sapi yang digunakan sebagai bahan baku bakso Bonanza ini membuat rasa dari bakso menjadi empuk dan tasty,  sehingga irit bumbu. 

Memasak bareng Chef Brian (doc. Pri) 

Ada 3 kreasi masakan bakso yang ditampilkan Chef Brian yakni :
1. Bakso Bakar BBQ
Bumbu yang digunakan adalah saos bbq instant  ditambah jinten sangrai yang dihaluskan agar rasanya lebih mediteran, ditambah bawang bombay yang diiris, dan bawang putih dicincang kasar. 

Caranya saos bbq dipanaskan,  dicampur dengan semua bumbu,  dan diberi air hingga meletup-letup.  Saos inilah yang digunakan sebagai bahan olesan. Selanjutnya bakso Bonanza dikerat menjadi 4 dan ditusuk selang-seling dengan paprika,  baru dibakar. Ketika bakso kira-kira setengah matang,  bakso masuk ke bumbu lagi,  dan dibakar sampai matang. 

Penampakan bakso bakar bbq (doc. Pri) 
Resep bakso bakar bbq ini simpel sekali. Dan penampilannya sungguh menarik hati untuk mencobanya. Rasanya pun yummy, perpaduan gurihnya bakso Bonanza dan saos barbeque yang merasuk sempurna ke dalam baksonya. Baksonya empuk,  terasa juicy, tidak kering.  Cocok sebagai cemilan sore atau lauk makan. 

2. Bakso Kari
Baru saya tahu kalau bakso bisa dimasak kari juga. Bumbunya menggunakan bumbu kari instant yang ditambah bunga lawang. Sebagai pengental kuahnya diberi tambahan tepung terigu. Ternyata rasanya lumayan juga.  Anak teman yang kebetulan duduk di samping saya terlihat lahap menikmatinya. 

Penampakan bakso kari (doc. Pri) 

3. Bakso Kuah
Nah, inilah menu yang dari tadi saya tunggu. Menu favorit kami sekeluarga. Resep dari Chef Brian ternyata mudah. Untuk kaldunya bisa menggunakan iga atau skengkel. Agar diperoleh kuah kaldu yang bening,  kaldu atau skengkel direbus sebentar dan dibuang dulu airnya.  Baru kemudian ditambah lagi air secukupnya dan dipanaskan dengan api kecil agar sari-sari kaldunya keluar. Setelah kaldu siap, tambahkan bumbunya berupa bawang putih dengan menggunakan bawang kating yang digeprek secukupnya dan bawang bombay yang diiris tipis untuk memberikan rasa manis, serta garam sesuai selera. Baru setelah itu bakso ditambahkan untuk kemudian disajikan bersama bahan pelengkap lainnya seperti mie,  tahu,  dan taburan seledri maupun bawang goreng.  

Bakso Bonanza yang direbus (doc. Pri) 
Hidangan bakso kuah sapi masakan Chef Brian ini memang lezat. Kuahnya segar dengan bumbu yang pas. Untuk bakso Bonanzanya rasa daging sapinya sangat terasa serta empuk saat digigit. Dan fix,  saya pengen mencoba resep ini nanti di rumah.

Foto bareng di akhir acara (doc. Pri) 
Nah,  demikian oleh-oleh saya dari Solo, Surakarta. Cerita tentang pengalaman saya berkenalan dengan bakso Bonanza. Bagi teman-teman yang ingin menghadirkan menu bakso yang lebih higienis dan nggak banyak micinnya, yuk coba masak sendiri di rumah. Gunakan bakso sapi Bonanza yang terbuat dari daging sapi asli berkualitas prima.  Mumpung saat ini masih ada promo diskon 20% untuk pembelian di Hypermart atau Superindo lho... 

Salam... 

Kamis, 18 April 2019

Soft Opening Jogja Medical Center, Klinik Berkonsep One Stop Service Family

Jogja Medical Center (doc. Hanifa) 
Menjadi cantik dan menarik, adalah dambaan setiap wanita. Oleh karena itu banyak usaha yang dilakukan untuk mendapatkannya. Salah satunya dengan melakukan perawatan di gerai-gerai atau salon kecantikan. 

Tidak bisa dipungkiri memiliki wajah yang terawat dapat meningkatkan kepercayaan diri. Bagi saya pribadi, merawat diri (baca : melakukan treatment di salon) adalah salah satu cara me time dan refreshing. Namun semenjak menikah dan punya anak, saya agak abai untuk melakukan perawatan di salon. Alasannya karena tidak ada waktu dan sering merasa tidak tega untuk meninggalkan anak di rumah sementara saya enak-enakan di salon. Ada rasa khawatir kalau ada apa-apa dengan anak sewaktu saya tinggal di rumah meskipun ada kerabat yang menjaga.

Saya yakin,  banyak ibu-ibu muda yang punya pemikiran sama. Tidak tega meninggalkan anak sendiri di rumah, terutama ketika anak masih di usia bayi dan balita. Untungnya kekhawatiran itu sekarang tidak perlu ada lagi.  Karena belum lama ini tepatnya pada tanggal 13 April 2019, saya menghadiri acara soft launching sebuah klinik dan salon kecantikan bernama Jogja Medical Center yang sangat peduli dan mengerti dengan kekhawatiran para ibu ini. 

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB itu berlangsung sangat meriah. Dengan dresscode warna soft pink,  terlihat para blogger yang tergabung dalam komunitas bloggirls dan para influencer yang hadir dengan wajah-wajah ceria. 

Pepotoan di Photo booth yang sudah disediakan
 (doc. Riana) 
Acara soft opening ini diisi dengan talkshow dan bincang ringan dengan nara sumber dari Jogja Medical Center (JMC) dan Z_Glow Clinic,  yakni Futri Zulya,  Milka Annisa,  dan Tasniem Fauzia Rais, serta acara pelepasan balon sebagai penanda beroperasinya JMC. Bagaimana keseruannya acaranya? berikut ulasan saya...

Layanan One Stop Service Family Clinic di Jogja Medical Center (JMC) 
Acara soft Opening dari JMC ini diawali dengan penyampaian sambutan dari Co founder JMC,  Miss Tasniem Fauzia Rais. Dalam acara ini Miss Tasniem yang juga merupakan ketua Yayasan Budi Mulia Foundation menyampaikan bahwa Jogja Medical Center merupakan pengembangan usaha dari Budi Mulia Foundation yang sudah lebih dari 30 tahun berpengalaman di bidang pendidikan, dan ingin mengembangkan di bidang medical services, dengan mendirikan Jogja Medical Center.  Namun bukan sekedar layanan medis saja,  JMC juga mengembangkan layanan di bidang kecantikan (skin care)  dan tumbuh kembang anak. 

Tasniem Fauzia,  co founder JMC (doc.pri) 
Untuk layanan skin care, JMC menggandeng Z Glow Clinic yang di Jogja ini merupakan cabang kelima. Klinik Kecantikan ini adalah besutan PT. Batin Medika Indonesia yang dulunya bergerak di bidang kitchen ware.  Z Glow Clinic baru sekitar 6 bulan berdiri ,namun sudah memiliki 5 cabang salah satunya di Jogja.

Dalam penjelasannya,  Futri Zulya, Founder dari Z Glow Clinic dan JMC memaparkan bahwa penambahan layanan tumbuh kembang di JMC dilakukan karena pengalaman pribadinya dalam mengasuh putri keduanya yang kebetulan mengalami speech delay. 

Dari kiri : Milka Annisa dan Futri Zulya (doc.  Hanifa)  
Berdasar pengalamannya, deteksi dini tumbuh kembang sangat diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya keterlambatan tumbuh kembang pada anak.  Karena semakin dini permasalahan terdeteksi semakin mudah untuk ditangani dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Dan sebenarnya melakukan pemeriksaan terhadap tahapan tumbuh kembang anak,  tidak harus menunggu ketika anak mengalami masalah.  Karena pemeriksaan tumbuh kembang selain bisa untuk acuan dilakukannya treatment dan terapi bila ada permasalahan,  juga bisa untuk optimalisasi bakat dan potensi anak.

Pada saat menunggu putra/putrinya terapi di klinik tumbuh kembang,  sering kali ada waktu kosong yang seharusnya bisa diisi. Misalnya dengan melakukan perawatan wajah. Hanya saja sayangnya belum ada klinik tumbuh kembang yang menyediakannya. Itulah sebabnya,  JMC memiliki konsep One Stop Services dengan menyediakan layanan medis, tumbuh kembang dan juga menyediakan layanan skin care. 

Aneka Layanan di JMC   
Sebagaimana telah dijelaskan di atas,  JMC menggunakan konsep One Stop Service Family Clinic.  Jadi segala layanan kesehatan untuk keluarga termasuk klinik tumbuh kembang anak,  dan perawatan kulit juga tersedia.  Hal ini dimaksudkan untuk memperluas pangsa pasar dari JMC. Adapun penjelasan dari layanan yang tersedia di JMC adalah sebagai berikut :

1. Klinik Tumbuh Kembang anak
Layanan ini tersedia untuk anak mulai usia 2 tahun. Berbagai layanan seperti terapi wicara,  sensori integrasi, dan psikolog anak tersedia di sini.  Semua diberikan sesuai dengan kebutuhan. 

Layanan di Klinik Tumbuh Kembang (doc. Nur hasani) 
Fasilitas yang diberikan juga lengkap, ada ruang sensori integrasi,  terapi wicara, ruang konsultasi,  dan kids corner. Layanan dan fasilitas untuk klinik tumbuh kembang ini berada di lantai 2.

Salah satu ruang sensori integrasi (doc.pri)
Ruang Sensori Inregrasi (doc.pri)
2. Klinik Kecantikan Z Glow 
Z Glow clinic ini mengusung tag line "Glowing Skin is always in". Aneka perawatan yang ditawarkan di Z Glow ini cukup beragam.  
Glowing skin is always in (doc. Pri) 
Diantaranya Laser Glowing 5 step treatment yang meliputi cleansing laser,  IPL,  dan mask oxy.  Cukup meluangkan waktu 45 menit terapi, kulit glowing langsung terlihat.  Secara rinci aneka perawatan yang bisa dipilih bisa dilihat di daftar berikut :

Jenis perawatan di Z Glow (doc.  Nur Hasani) 

Jenis perawatan di Z Glow (doc. Nur Hasani) 
Di Z Glow Clinic,  semua terapist sudah bersertifikasi,  alat yang digunakan juga modern semua.  Kalau masih bingung mau memilih jenis perawatan apa, pengunjung dapat berkonsultasi dulu kepada dokter yang bertugas. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang konsultasi, dan ruang perawatan baik reguler maupun vip. 

Ruang konsultasi (doc.  Hanifa) 
Salah satu ruang perawatan (doc. Pri) 
3. Poli Gigi
Di sini aneka perawatan untuk gigi baik untuk medis maupun estetis tersedia.  Ada pula layanan menyeluruh yang disebut spa gigi.  

Ruang perawatan gigi (doc. Pri) 
Spa gigi merupakan pelayanan untuk merawat gigi secara menyeluruh agar gigi bersih,  rileks, dan sehat.  Adapun tahapan perawatan yang dilakukan meliputi pembersihan karang gigi untuk menghilangkan sarang kuman, kemudian penyemprotan cairan pembersih dan pemutih (air flow), dan diakhiri dengan pemijatan di area rahang atas dan bawah untuk relaksasi. Kisaran harga untuk perawatan Spa gigi mulai dari Rp.  250.000,- tergantung kondisi gigi. 

4. Poli Umum
Di poli ini kita bisa cek kesehatan secara menyeluruh dan juga memeriksakan diri bila merasa ada gangguan kesehatan.

Ruang poli umum (doc. Pri) 
Secara kesuruhan,  aneka layanan yang diberikan di Jogja Medical Center ini bisa memenuhi semua kebutuhan keluarga. 

Layanan di JMC (doc. Pri) 
Mulai dari kesehatan fisik,  psikologi, tumbuh kembang anak,  dan kecantikan.  Jogja Medical Center (JMC) memang sengaja memperluas jangkauan pasar dengan melebarkan layanan khususnya untuk ibu dan anak. Jadi ibu bisa bersantai menikmati perawatan,  anak bisa bermain di kids corner atau mengikuti terapi jikalau memang dibutuhkan.

Nah,  jika teman-teman tertarik dengan layanan yang diberikan, silakan langsung datang ke :

Jogja Medical Center,  Jl. Gondangraya, Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta

Kebetulan ada promo up to 50% sampai tanggal 30 April 2019 lho. Jadi yuk buruan manfaatkan, atau kalau mau tahu nformasi lebih rinci, kunjungi saja webnya di http://jogjamedicalcenter.id  

Salam...