Sabtu, 25 Mei 2019

Massimo Gelato, Es Krim Sehat dari Italia Siap Manjakan Lidah Warga Jogja

Kudapan yang bercita rasa manis pasti banyak disuka, dan es krim adalah salah satunya. Hidangan ini tidak hanya menjadi favorit anak-anak saja, namun orang dewasa pun banyak yang menggemarinya.

Massimo Gelato Jogja (doc. Riana) 
Salah satu jenis es krim yang saat ini kedainya banyak menjamur di kota Jogja adalah es krim tradisional dari Italia, gelato namanya. Meskipun terlihat mirip, namun gelato berbeda dengan es krim pada umumnya. Perbedaan utama terletak pada komposisi bahan pembuatnya. Dimana gelato lebih banyak menggunakan susu sebagai bahan utama dan lebih sedikit kandungan lemaknya. Itulah sebabnya penampakan  gelato lebih padat tetapi memiliki tekstur yang lebih lembut dibanding es krim.

Kandungan gula dalam gelato juga lebih rendah dibanding pada es krim. Hal ini berhubungan dengan suhu penyajian dari kedua dessert ini.  Es krim disajikan di suhu yang lebih rendah dibanding gelato. Sehingga es krim butuh lebih banyak pemanis atau gula, karena suhu yang rendah dapat menyamarkan rasa manis. Selain itu penambah rasa yang digunakan pada gelato umumnya menggunakan buah-buahan segar dan kacang-kacangan.  Itulah sebabnya gelato diyakini lebih sehat dibandingkan es krim.  

Dari sebuah literatur yang saya baca, menikmati gelato mempunyai manfaat untuk meredakan ketegangan atau stress. Jadi jika teman-teman merasa jenuh dengan rutinitas dan ingin sejenak melupakan beban kerja serta berganti suasana,  teman-teman bisa melipir ke salah satu gerai gelato Jogja yang baru saja buka, di bilangan Kotabaru yang bernama Massimo Gelato.  
Tentang Massimo Gelato
Sabtu,  4 Mei 2019 lalu saya bersama beberapa kawan memperoleh undangan untuk menghadiri soft opening salah satu gerai gelato Jogja Kotabaru bernama Massimo. Nama Massimo diambil dari nama owner sekaligus chefnya,  Massimo Sacco. Acara soft opening ini merupakan bentuk "kulo nuwun" dari Massimo kepada masyarakat Jogja yang dilakukan dengan mengundang Gubernur DIY dan walikota Jogja beserta perangkat pemerintahan setempat dari tingkat kecamatan sampai RT/RW, bloggers, influencers dan paling utama para pemuka agama.

Pemotongan tumpeng dalam acara soft opening Massimo Gelato Jogja (doc. Riana) 
Terletak di daerah Kota baru,  Massimo Gelato ini berada di tempat yang strategis dan mudah dicari. Banyak kantor dan sekolah-sekolah di bilangan Kotabaru yang pasti menjadi target market dari kedai ini. 

Dalam penjelasan singkat yang disampaikan oleh Mr.  Massimo,  kedai di Kotabaru ini merupakan kedai kedua setelah kedai pertamanya di Pulau Dewata. Mr. Massimo ini dulunya adalah pegawai di sebuah kapal pesiar. Tugasnya mengantar tamu ke Bali. Sampai kemudian dia jatuh cinta dengan seorang penari Bali,  dan memutuskan untuk resign dari pekerjaan yang sudah 23 tahun ditekuninya untuk kemudian menetap di Bali serta membuka resto di sana. 

Massimo Gelato di Bali cukup banyak peminatnya. Bahkan termasuk gelato favorit yang banyak dicari, sehingga pembeli pun rela untuk antre. Terbuat dari campuran 3 jenis susu (susu murni dan beberapa merk susu pabrikan yang ada di Indonesia),  3 jenis gula,  dengan tambahan rasa dari kacang-kacangan dan buah segar membuat massimo gelato banyak disuka, karena rasanya yang otentik dan lezat.

Massimo bersama para blogger (doc. Riana) 
Memutuskan untuk membuka cabang di Jogja karena Massimo merasa jatuh cinta dengan suasana Jogja. Mengawali usaha di Jogja dengan 10 orang karyawan,  Massimo berharap gelato asli Italia buatannya bisa di terima dan disuka oleh masyarakat Jogja.

Para bloger yang hadir di soft opening Massimo Gelato (doc. Riana) 
Diantara gelato yang dibawanya ada satu gelato yang istimewa. Karena pernah menjadi juara lomba gelato yang diadakan di Jakarta, namanya Sunset Paradise. Sunset Paradise ini memiliki rasa mango dan strawberry dengan topping spesial bernama Salle Rossa. Salle Rossa ini terbuat dari garam Himalaya berwarna pink yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi berasa manis.

Dibuat tanpa tambahan lemak dan pengawet, membuat gelato Massimo gampang meleleh. Jadi bagi yang baru pertama kali mencoba gelato di Massimo, jangan heran kalau gelatonya mudah lumer ya, ini bukan kekurangan dari Massimo Gelato, tapi justru ini adalah kelebihannya. Karena tidak ada tambahan apapun di dalamnya, semua berasal dari bahan alami yang aman dan sehat. 

Dalam keterangannya, Massimo menjelaskan usaha yang ditekuninya ini bukan bisnis semata. Melainkan sebuah project yang mengajarkan kepada para karyawannya keahlian membuat gelato. Sehingga nantinya jika para karyawan ini telah memiliki keahlian dan modal yang cukup,  mereka dapat membuka usaha sendiri yang berarti turut membuka lapangan kerja bagi yang lainnya.

Keakraban Massimo dengan karyawannya
(doc. Riana) 
Mencicipi Uniknya Rasa Massimo Gelato
Dalam soft opening kali ini,  kami yang hadir diberi kesempatan untuk mencicipi gelato dan hidangan lain yang ada di kedai ini. Tidak tanggung-tanggung, kami boleh mencicipi 3 rasa gelato yang kami suka. Dan asyiknya,  sebelum menentukan pilihan,  kami boleh juga melakukan test rasa.  Asyiik kan??

Aneka rasa gelato (doc. Riana) 
Kita pun bisa memilih menikmati gelato dengan conecup  atau dibuat milk shake. Saya sih memilih menggunakan cup saja, biar lebih orisinil, praktis, dan nggak tumpah-tumpah. Meskipun sebenarnya saya pengen nyobain pakai cone juga. Apalagi kata teman,  conenya enaak... 

Aneka cone (doc. Riana) 
Setelah lama menimbang dan melakukan test rasa,  akhirnya 3 varian gelato yang saya pilih adalah choco mint,  pistachio,  dan frutti de  bosco cheesecake. Choco mint ini sebagai pengganti setelah varian green tea yang saya pilih belum ready. Dan ternyata rasa choco mint ini enak sekali, cocok untuk saya yang penyuka rasa mint. Semriwing mintnya sangat terasa, berpadu rasa coklat yang lezat.  Pistachio juga favorit saya,  potongan pistachio yang gurih cocok dengan rasa manis dari gelatonya.

Yummy... (doc. Pri) 
Gelato pistachio ini memang istimewa,  dan tidak setiap hari tersedia. Hanya di hari Jumat dan Sabtu pengunjung dapat menikmatinya.  Hal ini disebabkan harga kacang pistachio yang mahal dan harus didatangkan langsung dari Italia.  Sehingga agar harganya tetap bisa masuk untuk pangsa pasar Jogja,  terpaksa pistachio tidak setiap hari ada. 

Untuk fruti de bosco chesecakenya enak juga,  meskipun bagi saya terlalu berasa manis. Mungkin lain kali saya harus mencoba sorbet lemon,  sorbet mango, atau varian yogurtnya yang ada asem-asemnya. Eh,  yang carcoal sama green tea saya penasaran juga...😂😂 Karena berdasar obrolan dengan beberapa teman, testimoni dari mereka gelatonya enak-enak semua. Duh,  sepertinya saya harus sering ke sana, untuk menuntaskan rasa penasaran saya dengan aneka rasa gelato yang ada. Bayangkan,  ada 24 varian rasa gelato lho... Banyak sekali bukan?

Oh ya,  sebagai informasi di Massimo Gelato Jogja ini disamping gelato, disediakan juga kudapan khas italia lainnya. Aneka snack lezat siap memanjakan lidah kita.  Sebut saja : polenta,  arancini,  pizza, pizchok dan lain-lain yang disajikan dalam ukuran sekali makan. Karena konsep dari Massimo Gelato adalah tempat nongkrong,  bukan resto yang menyediakan makan besar. Uniknya lagi aneka roti yang ada di sini dibuat tanpa tambahan yeast. Semua diolah dengan cara alami dan sehat.  Kisaran harga untuk gelato di sini mulai dari Rp. 20.000,00 sedangkan untuk snacknya mulai dari Rp. 10.000,-. Cukup terjangkau bukan ?

Aneka cemilan lezat (doc. Riana) 

Arancini (doc. Riana)
Polenta (doc. Pri)
Pizchok (doc. Riana) 
Penyajian minuman di sini juga tidak menggunakan sedotan dari plastik. Sedotan yang dipakai menggunakan pasta. Karena konsep dari kedai ini adalah ramah lingkungan, no plastic dan no smoking area.

Sedotan di sini pakai pasta (doc. Riana) 
Jadi bagi teman-teman penyuka kudapan sehat dan peduli lingkungan,  bisa coba berkunjung ke kedai gelato hits Jogja Massimo Gelato yang beralamat di Jl. Sunaryo 12 Kotabaru Jogja. Atau jika teman-teman  penasaran dengan menu-menunya, bisa follow dulu Instagramnya di Gelato asli Italia Jogja.
Semoga bermanfaat yaa... 

Salam... 

43 komentar:

  1. Langsung ngiler ini. Btw, gelato tuh beneran penghilang stres buat aku Mbak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitu makan, langsung merasa bahagia ya.. Gundah gulana lewaat. Hihi.. Trmksh sudah mampir...

      Hapus
  2. Aku es dungdung aja doyan mbak, apalagi mamam gelato begini. Mertua lewat jg gak bakal keliatan dah. Bahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk... Sebenarnya pengen pasang foto mbak Arry yang kelihatan menikmati banget makan gelato pakai cone, tapi takut suruh bayar royalti... Hihi...

      Hapus
  3. Tampilan gelatonya menggoda banget, ada polenta dan snack lainnya yang enak-enak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb, jadi bingung pilih yang mana... 😀

      Hapus
    2. Saya suka pistachio mbak, apalagi campur cheesecake, tapi kalau ada rasa mint, saya ga begitu suka =D

      Hapus
  4. Kemarin aku nyoba yang coklat..lupa rasa apa...pokoknya dominan coklat. Ha...ha, klo gelato namanya susah2 rasanya (klo es krim kan gampang)ha..ha..Ha.Enakkk!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum mb, es krim italia, jadi namanya menyesuaikan. .he3..mksh sudah mampir...

      Hapus
  5. datang sini balas kunjungan dan follow blog =D

    BalasHapus
  6. Awww aww aww Jogja selalu istimewa ya Kak.
    Buanyaaak kafe2 dan resto yg menarik untuk didatangi.
    Massimo Gelato, kapan2 kalo aku ke Jogja, tunggu kehadiranku yaaaa :D
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah satu daya tarik biar orang2 kangen Jogja..

      Hapus
  7. Duh menggoda banget nih buat dicobain.. tar kalo ke Jogka semoga bisa mampir ke tempat ini

    BalasHapus
  8. Alamaaak.. posting es krim pas puasa! Rasa pengen ngegaruk tembok hihihi.. beruntung banget ya para blogger Yogya selalu ada yang baru di Yogya sebagai kota pariwisata. Salut!

    Btw itu penasaran rasa polenta itu apa sih, sering lihat di master chef itu loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi..maaf... Btw polenta itu terbust dari tepung jagung, rasanya unik gitu..

      Hapus
  9. Ada rasa pistachio-nya jadi ngiler. Pasti enak nih ...

    BalasHapus
  10. Mantap bgt nih bisa ngerasain gelato asli buatan orang italia di jogja.

    BalasHapus
  11. Unik banget yaa sedotan minumannya menggunakan pasta. Terus pastanya digimanain ya setelah minumannya habis? Aku paling suka makan ice cream yang gelato. Apalagi varian rasanya ada buahnya, heeeem yummy banget ya massimo ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh dibawa pulang, dikumpulon... Hihi... Paling juga dibuang. Cm bisa terurai, jd lebih ramah lingkungan..

      Hapus
  12. wah foto-foto gelatonya bikin ngiler
    Tadinya saya pikir gelato dan es krim itu sama aja, cuma gelato itu es krimnya orang italia, ternyata memang beda ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda dari komposisi bahan yang digunakan dan suhu penyajian...

      Hapus
  13. Sedotannya pake pasta, mantabs yah jadi go green juga ini heheh. Anakku paling suka sama Gelato

    BalasHapus
  14. Langsung maknyessss, pas baca Gelato dan lihat foto-fotonya, ngarep jam segera menuju buka puasa.
    * Catet dulu, di Kotabaru ada massimo gelato asli Italia. Semoga setelah libur lebaran bisa mlipir kesana

    BalasHapus
  15. Ya ampun, ngiler banget liat gelato pistachio nya, semoga abis Lebaran bisa main ke Jogja dan mampir kesini. Makanan ringan tapi juga menggiurkan sekaliii

    BalasHapus
  16. Gelato aku suka, nanti aku harus cobain nih massimo Gelato ini, pasti enak banget

    BalasHapus
  17. Gelato sekarang jadi favorit dibanding es krim. Aku aja begitu nyoba sekali, sekarang pengennya ke kedai gelato lagi dan lagi. Kalo ke Jogja malah belum pernah nyoba gelato nya Massimo, seringnya ke tempat yang satunya. Ini enak sih ada cemilannya juga, bisa buat nongkrong lama sambil ngemil dan menikmati gelato

    BalasHapus
  18. Fix! Harus coba es krim Massimo Gelato klo ke Jogja! Ini siang-siang lihat foto eskrim kayaknya segeerr banget. Meleleh lumer gitu udah ngebayangin rasanya.

    BalasHapus
  19. Massimo Gelato di Jogja! Oke fix, harus banget icip pas jalan-jalan ke sana. duh buka gambar beginian jam segini pulak kan ya

    BalasHapus
  20. Woaah asik banget bakalan ada tempat wajib dikunjungi nih kalau nanti ke Jogja, terus lengkap pula gelato + kudapan khas Italia. Aaakk penasaran!

    BalasHapus
  21. Baeeklaah, kalau ke Yogyakarta kayaknya wajin datang ke sini. Gelatonya kliatan enak banget trus tempatnya juga strategis ya mbaa

    BalasHapus
  22. Berarti es krim gelato ini lebih sehat karena rendah gula. Dan kaya kalsium karena banyak susu drpd lemaknya. Waaaah bikin pengen coba

    BalasHapus
  23. Aah mauuu nanti kalau ke Jogja mau sempetin ke sini ah. Btw mr. Massimo baik banget ya, ga pelit. Di saat pengusaha lain nyembunyiin resep nya, eh ini malah kaya ngasih peluang buat karyawan nya yang udah ahli buat buka usaha sendiri. Salut deh.

    BalasHapus
  24. Gelato Jogja ini memang kondang ya. Yang main ke Jogja, pasti aja jajannya Gelato. Kujadi kepengen ke Jogja juga deh. Pengen icip-icip gelatonya :D

    BalasHapus
  25. Langsung ngiler lihat penampakan makanan-makanannya. Untung bacanya udah malam, jadi bisa langsung eksekusi deh...

    BalasHapus
  26. Woooowwww... Semakin banyak deh nih gellato di Jogja ya dan aku suka semuanya. Kalau yang Massimo ini belum nyobain, nanti insya Allah Juni aku ke Yogya dan harus nyobain banget nih.

    BalasHapus
  27. Sedotan pasta ini bakalan meleleh gak kalau minumannya lama gak di minum?
    Kreatif banget sih..
    Aku suka banget konsepnya...dan gelato, nyam-nyaam~

    BalasHapus
  28. Wah resep asli Italia ya dibawa ke Indonesia :D
    Kyknya gelato makin menjamur di Yogya ya mbak. Kapan2 kalau ke Yogya kudu mampir sana nih :D

    BalasHapus
  29. ku suka konsepnya Massimo Gelato. Sampai snack ala Itali disajikan juga di sini. Sekalian bikin kursus singkat bahasa Itali sambil makan gelato bakal seru tuh!

    BalasHapus
  30. Wahh asyik banget iniii. Jadi kepengin cobain juga. Ini tandanya mesti balik lagi ke Jogja, nih.

    BalasHapus