Kamis, 14 November 2019

Candi Darling, Mengenalkan Situs Warisan Sejarah dan Gerakan Sadar Lingkungan Kepada Generasi Milenial

Selasa sore 12 November 2019 lalu suasana di Candi Ratu Boko dan Candi Ijo terlihat berbeda. Sekitar 250 mahasiswa yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di Jogja tampak memenuhi area candi.

Mereka melakukan aktivitas menanam ribuan tanaman perdu dan semak berbunga di lingkungan Candi. Suasana semakin tampak meriah ketika sosok Kunto Aji artis yang saat ini banyak digandrungi generasi masa kini pun tampak hadir di lokasi. 

Para DarlingSquad (sumber : ig SiapDarling) 
Kehadirannya menjadi daya tarik dan penyemangat tersendiri bagi para mahasiswa yang sedang melakukan aktivitas menanam pohon di lingkungan candi. Ya, hari itu,  para mahasiswa yang berasal dari Universitas Sanata Dharma, Institut Seni Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Atmajaya, dan universitas-universitas lain di Jogja, bersama Kunto Aji tengah melaksanakan program Candi Darling.  

Kunto Aji tengah menanam pohon (doc. Riana) 
Sebelum kita bahas tentang apa itu CandiDarling, saya perlu bercerita tentang #Siapdarling terlebih dahulu. Siap Darling adalah singkatan dari Siap Sadar Lingkungan. Sebuah gerakan sosial yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation.

Gerakan ini mengajak masyarakat khususnya milenial untuk terus memberikan informasi terkait lingkungan, dengan harapan bisa menginspirasi dan berkolaborasi lewat aksi untuk lingkungan yang lebih baik lewat sosial media.

Tujuan dari #SiapDarling ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat modern khususnya milenial untuk lebih memelihara, melestarikan, serta menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan dengan cara yang paling dekat, mudah, dan disenangi

Agar tidak hanya berupa wacana semata, Siap Darling memiliki program #AksiDarling. Aksi Darling adalah wujud sikap sadar lingkungan yang bisa dimulai dari hal yang paling mudah di sekitar kita seperti memelihara tanaman dalam rumah, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak pohon atau vandal, hemat air, dan banyak hal lainnya yang bisa menjadi gerakan nyata sikap sadar lingkungan yang dapat menginspirasi orang-orang di sekitarnya.

Sementara para mahasiswa yang ikut kegiatan #AksiDarling ini tergabung dalam sebuah komunitas milenial bernama #DarlingSquad yang siap untuk #KolaborAKSI dalam program #AksiDarling di berbagai daerah.

Mengingat di Jogja banyak terdapat candi yang merupakan situs berharga yang keberadaannya diakui dunia, program #AksiDarling yang digelar di Jogja adalah program #CandiDarling.

Hal ini berangkat dari kepedulian Bakti Lingkungan Djarum Foundation untuk merawat bumi dan warisan sejarah yang ada di dalamnya. 

CandiDarling singkatan dari Candi Sadar Lingkungan, yang mengajak para #DarlingSquad dari kalangan milenial untuk #Kolaboraksi melakukan penanaman bibit tanaman di kawasan situs sejarah seperti candi-candi di Indonesia

Dengan Candi Darling ini, diharapkan para #DarlingSquad bisa lebih mengenal warisan sejarah Indonesia serta ikut berperan dalam menjaga dan melestarikan bumi.

Para Darling Squad melakukan registrasi (doc. Riana) 
Kali ini CandiDarling dilaksanakan di kawasan Candi Ratu Boko dan Candi Ijo. Candi Ratu Boko dipilih karena situs yang telah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya ini telah menjelma menjadi primadona generasi milenial untuk berswafoto disebabkan pesona alamnya yang indah terutama di sore hari. 

Hal tersebut dinyatakan oleh General Manager PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Ratu Boko,  Wiharjanto. 
"Situs Ratu Boko menjadi primadona generasi milenial yang berburu sunset. Hal ini terlihat dari total kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara pada tahun 2018 sebanyak 306.338 wisatawan yang didominasi anak muda. Mayoritas pengunjung datang di sore hari untuk berswa foto di gapura utama candi", tegas Wiharjanto.  

Aktivitas bertanam dalam CandiDarling (doc.Riana)
Masih menurut Wiharjanto,  kompleks situs Ratu Boko yang berlokasi di Jalan Raya Piyungan - Prambanan km 2 Gatak, Bokoharjo Sleman Yogyakarta ini meskipun memiliki pesona lima gapura megah yang dipercaya sebagai sisa-sisa bangunan keraton Ratu Boko dengan luas area 250.000m2,  namun sering kali berhawa panas di siang hari. 

Vice President Director Djarum Foundation FX Supanji menyatakan, "Prakarsa siap darling melalui program Candi Darling merupakan langkah nyata dalam menggerakkan generasi milenial khususnya mahasiswa agar lebih peduli terhadap lingkungan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan bangga dikarenakan mereka turut berperan serta menghijaukan situs-situs warisan sejarah bangsa Indonesia serta menularkan kebiasaan baik ini di masyarakat luas. Harapan jangka panjang adalah langkah ini akan menciptakan ekosistem lingkungan yang berkelanjutan".  

Sehingga diharapkan melalui Candi Darling di Situs Ratu Boko dan Candi Ijo ini akan menciptakan kawasan situs sejarah yang teduh,  asri,  dan semakin cantik sehingga bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di masa mendatang.  Dan di sisi lain,  kegiatan ini juga merupakan upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan sejarah bangsa Indonesia.  

Djarum Foundation sendiri sudah melakukan kegiatan pembibitan tanaman sejak tahun 1979 yang berpusat di Kudus Jawa Tengah. Di sini aneka tanaman langka dari berbagai daerah dibudidayakan dan disebar ke berbagai daerah melalui program Djarum Tree For Life.

Dalam kegiatan Candi Darling ini,  ditanam berbagai jenis flora.  Untuk Situs Ratu Boko, total tumbuhan yang ditanam sebanyak 1.350 tanaman perdu dan semak berbunga yang meliputi Bugenvil,  Tanjung,  Merak,  Soka,  dan Kepel.  Sementara untuk Candi Ijo ditanam 1000 jenis tumbuhan yang terdiri dari Soka,  Ruellia,  dan Melati.  

Ketua Unit Kerja Ratu Boko dan Candi Ijo Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY,  Dra. Tri Hartini memberi apresiasi yang mendalam kepada Bakti Lingkungan Djarum Foundation atas aksi penghijauan sebagai wujud nyata merawat situs-situs budaya.  Gerakan ini diyakini akan memberikan pengaruh baik kepada generasi muda dan masyarakat luas. 

"Selain akan mempercantik wilayah Situs Ratu Boko dan Candi Ijo,  gerakan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk semakin mencintai dan mempelajari warisan sejarah yang ada di Indonesia", ungkapnya.  

Dalam kegiatan Candi Sadar Lingkungan di Situs Ratu Boko dan Candi Ijo ini,  Djarum Foundation juga menggandeng musisi peduli lingkungan,  Kunto Aji.  Pelantun tembang Rehat ini sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan Candi Sadar Lingkungan karena banyak memberikan dampak positif kepada generasi muda.  

"Kegiatan menghijaukan candi ini sangat unik karena biasanya kita melakukan penghijauan di area-area gersang bukan di lokasi wisata. Dengan kegiatan ini kita menekankan bahwa merawat peninggalan bersejarah itu sangat penting karena bumi itu milik kita dan sudah sepantasnya kita pula yang menjaga.  Saya juga sudah tidak sabar menyapa Darling Squad yang memiliki kepedulian yang sama", ujar Kunto. 

Kegiatan dalam Candi Darling ini tidak hanya bertanam saja,  namun dilakukan aktivitas lainnya, seperti workshop daur ulang sampah plastik bertema "pilah sampah jadi berkah" bersama Kertabumi. Kegiatan ini akan memberi wawasan kepada para mahasiswa agar semakin teredukasi bahwa sampah masih memiliki nilai ekonomis dan dapat dipergunakan kembali.  

Workshop pilah sampah (sumber : ig SiapDarling) 
Selain itu diadakan pula workshop pembuatan konten video Bersama Studio Antelope, yang ditutup dengan Candi Darling Video Challenge yang bisa diikuti seluruh Darling Squad dengan hadiah yang lumayan menarik. 

Candi Darling Video Challange
Sampai saat ini program Candi Sadar Lingkungan telah merampungkan penghijauan di 4 candi di DIY dan Jawa Tengah, yakni di kawasan Candi Prambanan yang meliputi Candi Roro Jongrang,  Candi Sewu, Candi Bubrah,  dan Candi Lumbung, diikuti dengan situs warisan sejarah Benteng Van Den Bosch di Ngawi di Jawa Timur.

Kegiatan #AksiDarling ini telah melibatkan sebanyak 998 Darling Squad dari 209 kampus, dan telah menanam 6.263 bibit pohon & semak berbunga. 

Dalam cakupan yang lebih luas,  program Siap Darling telah merencanakan gerakan penghijauan seluruh candi di Indonesia yang ditargetkan rampung tahun 2025. 

Program ini memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk berpartisipasi mengikutinya. Jika diantara para pembaca masih berstatus mahasiswa dan berminat mengikutinya, informasi lebih rinci tentang program ini bisa disimak di web SiapDarling. Yuk peduli lingkungan mulai dari sekarang..


Jumat, 08 November 2019

Ketinggalan Dompet Tidak Lagi Menjadi Persoalan, Ada QR Payment yang Menyelamatkan

Bulan Juli 2019 lalu, saya dan beberapa kawan blogger memperoleh undangan untuk menghadiri acara pengundian hadiah tabungan online berbasis aplikasi bernama SOBATKU. Acaranya diselenggarakan di Atrium Ambarukmo Plaza, salah satu Mall terkemuka di kota Jogja.

Desain by : canva
SOBATKU memiliki kepanjangan Simpanan Online Sahabatku, merupakan aplikasi fintech yang dikeluarkan oleh Koperasi Simpan Pinjam Sahabat Mitra Sejati, bekerja sama dengan Bank Sahabat Sampoerna sejak 2 tahun yang lalu.  

Diluncurkannya aplikasi SOBATKU ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh KSP Sahabat Mitra Sejati untuk menarik generasi milenial agar mau menjadi anggota koperasi. Generasi milenial yang saat ini banyak yang berada di usia produktif merupakan generasi yang unik. 

Lahir dalam era pergantian abad menyebabkan banyaknya sistem kehidupan yang bertransformasi akibat adanya kemajuan teknologi. Termasuk dalam gaya hidup dan cara berbelanja. Salah satu yang menonjol dari generasi ini adalah no gadget no life. 

Hampir sebagian besar waktu dari generasi milenial dihabiskan bersama gawainya, termasuk dalam melakukan aktivitas harian. Seperti berbelanja maupun dalam melakukan pembayaran. 

Inilah yang kemudian menuntut para penyedia jasa keuangan untuk beradaptasi mengikuti trend dari para milenial yang suka dengan sesuatu yang instan,  dan senang melakukan pembayaran cashless

Dalam acara pengundian Grand Prize SOBATKU ini, saya memperoleh pengalaman baru. Karena saat itu adalah kali pertama saya menggunakan QR Code untuk melakukan pembayaran. Quick Response Code Payment atau QR Code Payment adalah metode pembayaran tanpa uang tunai dengan memindai atau scanning kode yang berwujud dimensi.

Memang di event SOBATKU tersebut,  di samping ada acara utama berupa pengundian grand prize 100 juta untuk nasabahnya, tersedia juga aneka stand jajanan yang pembayarannya hanya bisa dilakukan dengan menggunakan apikasi SOBATKU. 

Jadi pengunjung yang belum memiliki aplikasi SOBATKU dapat download dulu, kemudian melengkapi syarat yang dibutuhkan, dan top up melalui transfer rekening atau setor tunai di alfamart.

Saya dan teman sewaktu mengikuti acara SOBATKU (doc. Agatha Vera) 
Karena penasaran, saya pun memanfaatkan layanan itu. Apalagi stand-stand yang ada menjual menu yang menarik semua. Bahkan beberapa tenant menawarkan cashback bagi pembelinya.  

Setelah download aplikasi dan mengisi saldo secukupnya,  saya pun mulai hunting makanan yang saya inginkan. Dan pilihan saya jatuh kepada nasi ayam geprek keju.

Pengalaman belanja memakai QR Code (doc. Mini Geka) 
Ternyata melakukan pembayaran melalui QR code ini mudah sekali. Saya tinggal scan code yang ada di tenant, dan akan keluar jumlah tagihan yang harus saya bayarkan. Kemudian saya masukan pin, dan saldo akan terpotong sesuai tagihan. 

Jadi metode ini menguntungkan pembeli maupun penjual. Karena pembeli tidak perlu  menunggu kembalian, dan penjual pun tidak perlu menyiapkan uang recehan. Transaksi menjadi cepat,  mudah,  dan praktis. 

Di lain waktu, saya juga pernah merasakan sangat terbantu dengan adanya pembayaran transaksi dengan QR payment ini. Kali ini saya memanfaatkan layanan gopay. 

Waktu itu saya akan belanja di sebuah mini market. Biasanya sebelumnya saya ambil uang dulu di ATM yang berada tidak jauh dari mini market tempat saya biasa berbelanja. Sewaktu saya mau mengambil uang,  saya baru sadar kalau dompet saya ketinggalan. 

Mau balik ke rumah kok kejauhan. Tiba-tiba saya ingat, saldo gopay saya masih lumayan. Kebetulan beberapa waktu lalu saya baru saja menang hadiah kuis di instagram, dan hadiahnya saldo gopay. Jadi cukuplah untuk membeli beberapa barang yang memang sangat saya butuhkan.  

Akhirnya meluncurlah saya ke mini market yang menerima pembayaran via gopay. Setelah pilih-pilih barang,  segera saya ke kasir dan saya infokan saya membayar dengan gopay. 

Dengan cekatan mbak kasir mengitung belanjaan saya. Setelah ditotal segera saya aktifkan akun gojek saya, dan saya pilih menu pembayaran. Kemudian saya masukkan pin dan keluarlah barcode yang kemudian saya serahkan ke mbak kasir, dan selesai. Pembayaran sudah saya lakukan.  

Belanja dengan QR Payment Gojek (doc. Pri) 
Dari dua pengalaman tersebut saya pun kemudian menyimpulkan, pembayaran dengan QR Code ini sangat memudahkan. Sayangnya selama ini QR Code hanya bisa digunakan terbatas pada tempat/merchants tertentu yang sudah bekerja sama dengan aplikasi keuangan yang kita gunakan. 

QR Code Belum bisa digunakan secara terbuka. Padahal cara pembayaran dengan QR Code ini selain praktis dan mudah, juga aman. Asal gawai ada dalam genggaman dan sinyal kuat, kita tinggal scan bar code dan memasukkan pin. 

Semua transaksi akan lancar dan aman. Berbeda dengan pembayaran melalui kartu yang perlu digesek yang memungkinkan terjadinya kejahatan scam. 

Dalam kaitannya dengan QR Payment ini, belum lama ini saya memperoleh informasi. Kalau Bank Indonesia pada perayaan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia lalu, merilis standar untuk penggunaan QR Code di Indonesia atau QR Code Indonesia Standard (QRIS).

Standardisasi QR Code ini berfungsi agar satu kode bisa dipakai untuk layanan pembayaran yang berbeda. Misalnya, satu kode di satu penjual merchant bisa digunakan untuk pembeli yang melakukan pembayaran menggunakan Go-Pay atau Ovo.

Selain itu standarisasi QR Code ini dibuat untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

QRIS sendiri disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standar internasional EMV Co. Setelah melalui berbagai uji coba dan akhirnya resmi diluncurkan, implementasi QRIS dalam skala nasional direncanakan akan berlaku secara efektif pada 1 Januari 2020 mendatang. 

Dengan layanan ini diharapkan kemudahan dan keamanan transaksi keuangan semakin kita dapatkan. Semoga rencana ini berjalan sesuai yang diharapkan dan semakin menggairahkan perekonomian kita. 
#feskabi2019
#gairahkanekonomi
#pakaiQRstandar
#majukanekonomiyuk