Jumat, 24 Januari 2020

Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT)

Panel-surya
Energi surya salah satu energi terbarukan
Energi yang terbarukan menjadi issue baru yang menarik untuk dibahas. Adanya fakta menipisnya persediaan bahan bakar fossil adalah salah satu penyebabnya. 

Sehingga penting untuk menemukan energi baru dan terbarukan yang bisa dimanfaatkan demi kelangsungan hidup umat manusia dan kelestarian alam juga.

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan energi baru. Salah satunya dengan menggunakan energi matahari (surya). 

Sayangnya upaya penerapan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) ini belum sejalan dengan semangat transformasi menuju industri 4.0. 

Kurangnya koordinasi antar kementerian atau lembaga (K/L) ditengarai menjadi salah satu penghambat terwujudnya gagasan besar ini.

Menurut Airlangga Hartarto, dalam keterangannya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada hari Selasa (3/9/2019) lalu menekankan bahwa koordinasi yang baik antara Kementrian atau Lembaga sangat berperan dalam upaya singkronisasi industri, yang ditandai dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), internet of things, big data, hingga robot.

Dalam gagasannya, Airlangga Hartarto hendak mendorong penggunaan solar panel dalam industri elektronik. Meskipun hingga saat ini pihaknya mengaku belum menemukan formula yang tepat untuk mengatur harga jual dari solar roof tersebut. 

Panel-surya
Panel surya (pixabay)
Karena biasanya dalam instalasi solar cell terdapat kelebihan daya. Dan untuk menentukan mekanisme kelebihan daya itu diperlukan panduan dari perusahaan setrum negara.

Selain untuk atap ramah lingkungan, Kementerian Perindustrian juga berencana mendorong penggunaan solar panel untuk membangun “power bank” atau tempat pengisian daya listrik yang ditujukan bagi kendaraan listrik. 

Airlangga melihat ada potensi bisnis yang cukup besar dari industri solar panel ini. Oleh karenanya, pemerintah harus berani memulai demi menciptakan permintaan.

Berdasar data dari Asosiasi energi surya Indonesia diketahui bahwa pemanfaatan energi surya di Indonesia baru sebesar 90 megawatt. Padahal potensi rata-rata yang dimiliki mencapai 1350 kilowatt per jam per kilowatt peak per tahun.

Panel-surya
Potensi tenaga surya harus dimanfaatkan (sumber : pixabay)
Potensi yang dimiliki ini lebih besar dibandingkan benua Eropa yang hanya mencapai 900 kilowatt per jam per kilowattpeak per tahun, namun pemanfaatannya sudah mencapai ribuan megawatt.

Untuk itu pasang solar panel perlu merambah ke bidang industri untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Keuntungan Pasang solar panel untuk industri adalah karena seperti kita ketahui pancaran sinar matahari di Indonesia mempunyai intensitas yang tinggi dan stabil.

Untuk itu perlu dimanfaatkan oleh berbagai pelaku usaha agar tidak hanya mengandalkan pembangkit listrik tenaga fosil yang  semakin lama semakin menipis.

Selain itu terdapat pula keuntungan-keuntungan lain dari penggunaan panel surya, diantaranya adalah :

1. Dapat menghemat pengeluaran.
Pemanfaatan panel surya akan menghilangkan kekuatiran kita terhadap tren harga listrik yang meningkat. Karena kita dapat memproduksi listrik sendiri yang berasal dari cahaya matahari.

2. Ramah lingkungan
Panel surya merupakan energi terbarukan yang mendukung kampanye go green. Sehingga penggunaan panel surya dapat membantu upaya pelestarian lingkungan karena menggunakan sumber energi terbarukan dan tanpa polusi. 

Bagaimana, berminat juga untuk menggunakan panel surya? Mungkin teman-teman bisa mulai mempertimbangkannya. 

16 komentar:

  1. Pengen banget bisa pasang panel surya di rumah. Tapi masih mentok di harganya 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi..iya, semoga ke depannya harganya semakin ramah..

      Hapus
  2. Bener banget ini. Energi panel surya masih sangat jarang yang menggunakan di Indonesia. Semoga juga untuk rumah tangga nanti ada pengembangannya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...dengan harga yang disesuaikan tentunya..

      Hapus
  3. Bagus kalua teknologi energi surya bisa terjangkau, karena masih mahal. Satu panel sebesar pintu hanya bisa menanmpung daya untuk lampu 200 watt. Engga cukup untuk serumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, semoga ada cara agar harganya bisa terjangkau ya...

      Hapus
  4. Panel surya memang salah satu komponen pembangkit listrik yang ramah lingkungan, energi surya adalah energi yang digadang-gadang sebagai pengganti energi fosil untuk listrik, tapi sayangnya biaya investasinya masih sangat mahal. Jadi mesti diangsur-angsur pengaplikasiannya

    BalasHapus
  5. Waktu ada pemadaman listrik lama, keluhan warga cukup panjang. Ujung ujungnya pemerintah yang disalahkan. Coba kalau masyarakat mulai peduli dengan fossil yg semakin menipis dan menggunakan teknologi Panel Surya. Pasti pada saat PLN mengalami masalah dan listrik padam cukup lama, tidak akan uring uringan dan pekerjaan industri bisnis bisa tetap berjalan. Pasti tidak akan protes karena mengalami kerugian akibat listrik padam

    BalasHapus
  6. Kapan ya bisa sampai ke tempat saya. Hehe... sebetulnya banyak untungnya pakai energi solar. Tapi belum familiar.

    BalasHapus
  7. Kalo urusan ramah lingkungan sama hemat pengeluaran aku sepakat banget deh mb. Udah saatnya kita kampanyekan go green. Keren mb

    BalasHapus
  8. Papa mertua saya di Bekasi sudah pakai solar panel khusus untuk lampu teras dan luar rumah rumah. Sangat membantu, khususnya kalo rumah ditinggal lama, lebih hemat energi dan otomatis. Bali juga sudah banyak yg pakai.

    Program solar panel belu meluas karena mahal. Masyarakat sebagai konsumen memerlukan dukungan kebijakan pemerintah, terutama untuk biaya awal pemasangan atap surya. Nah, masalahnya kadang pemerintah belum siap lantaran PLN gak mau rugi juga dooong. Kalo mendadak semua pakai solar panel, PLN bakal defisit. Hihihi. Sudah jadi rahasia umum ya. Makanya PLN juga harus migrasi besar-besaran ke energi surya juga angin, jangan main di batubara dan gas melulu.

    BalasHapus
  9. Panel pembangkit listrik dengan tenaga surya ini masih jarang digunakan. Padahal pemanfaatan yang optimal dapat mengurangi penggunaan listrik tenaga uap yang sekarang sebagai gantinya. Padahal selain murah, juga sangat ramah bagi lingkungan

    BalasHapus
  10. Harus ada yang memulai kak... minimal program ini berlaku untuk semua instansi pemerintahan... barulah diajak masyarakat luas untuk ikut menggunakannya

    BalasHapus
  11. Untuk di pelosok-pelosok menggunakan panel surya. Memang harganya mahal, tapi apa boleh buat. Setahu saya di salah satu daerah di papua, pemerintah telah memasang panel surya. Saya lupa nama daerah apa saja.

    BalasHapus
  12. Solar panel memang keren banget, sayang produksinya masih mahal. Mudahan kedepannya bisa terjangkau ya

    BalasHapus