Senin, 09 Maret 2020

Waspadai Ancaman DBD Di Musim Penghujan

Musim hujan sudah datang. Rasa gerah yang biasanya menyerang, hilang bersama guyuran air hujan. Hujan memang menyenangkan, hadirnya banyak ditunggu orang. Memberikan kesegaran bagi alam berikut juga penghuninya.

Namun datangnya musim hujan juga harus membuat kita meningkatkan kewaspadaan. Terutama terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mungkin menyerang.

Peningkatan Populasi Nyamuk
Di musim penghujan, populasi nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor atau pembawa penyakit DBD meningkat pesat. Banyaknya tampungan dan genangan air saat musim hujan menjadi faktor penyebabnya.

Nyamuk Aedes aegypti memang memiliki kekhasan. Dia hanya mau hidup di tampungan atau genangan air bersih. Kemampuan reproduksi nyamuk ini pun sangat cepat. Dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa, hanya butuh waktu 7 hingga 14 hari saja.

Aedes aegypti (sumber : pixabay)
Ditambah lagi kemampuan bertahan hidup dari nyamuk ini juga cukup tinggi. Di musim kemarau, telurnya mampu bertahan berbulan-bulan dan akan langsung menetas menjadi jentik apabila terkena air.

Upaya Pemberantasan DBD
Upaya pencegahan penyakit DBD lebih banyak dilakukan dengan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan dengan gerakan 3M (PSN 3M). Yakni menutup, menguras, dan memanfaatkan barang bekas yang dapat menampung air.

Konsep PSN 3M ini bertujuan untuk memutus siklus hidup nyamuk agar tidak tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Sehingga kepadatan nyamuk menjadi berkurang. Diharapkan dengan demikian penularan DBD dapat ditekan dan dikendalikan.

Oleh karena DBD merupakan penyakit infeksi yang menular, maka pengendalian sarang nyamuk dengan gerakan 3M ini harus benar-benar dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di satu lingkungan secara rutin dan menyeluruh.

Gerakan 3M Plus
Rutin artinya program PSN 3 M ini harus dilakukan setiap minggu. Mengingat siklus hidup nyamuk dari telur, jentik, hingga pupa butuh waktu 8-12 hari saja. Jadi setelah 8-12 hari akan muncul nyamuk dewasa. Siklus ini yang harus kita putus bersama.

Kegiatan PSN 3M juga harus dilakukan secara menyeluruh melibatkan seluruh masyarakat yang tinggal di satu wilayah. Karena jarak terbang nyamuk Aedes mencapai hingga 100 meter. Apabila ada satu rumah yang tidak melakukan PSN 3M maka nyamuk yang berkembang di rumah tersebut dapat terbang hingga jarak 100 meter ke rumah lain.

Sehingga perlu kesadaran dan kerja sama setiap individu untuk mau melakukan gerakan PSN 3M demi melindungi keluarga dan juga lingkungan dari bahaya penyakit DBD.

Selain faktor lingkungan, kewaspadaan terhadap penularan DBD juga dapat dilakukan dengan melindungi diri dari gigitan nyamuk. Hal ini bisa dilakukan dengan penggunaan lotion atau minyak anti nyamuk, dan juga menggunakan baju tertutup ketika beraktivitas di luar ruangan.

Memperhatikan asupan nutrisi setiap anggota keluarga juga penting. Karena suhu dingin di musim hujan kadang menyebabkan daya tahan tubuh berkurang sehingga rentan terkena penyakit. Oleh karenanya perlu menjaga stamina setiap anggota keluarga dengan memberikan nutrisi dan juga vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Waspadai Gejala Penyakit DBD
Musim penghujan memang rentan dengan penyakit. Tidak selalu DBD, flu biasa pun bisa menyerang. Sangat penting bagi kita untuk paham gejala spesifik dari DBD. 

Merujuk artikel dalam web Panduan Bunda, gejala DBD diantaranya adalah demam tinggi mendadak dengan kisaran suhu mencapai 39-40°C, nyeri kepala yang hebat yang diikuti dengan nyeri otot/sendi, mual, dan kadang disertai timbulnya bintik-bintik merah. 

Suhu tinggi dan demam mendadak harus diwaspadai
(sumber : pixabay)
Meskipun belum tentu DBD, namun gejala demam dengan panas tinggi jelas memberikan rasa yang tidak nyaman. Untuk itu penderita harus diberikan obat penurun panas, salah satunya dengan pemberian termorex untuk mengatasi demam.

Termorex produksi dari Konimex ini tersedia dalam bentuk syrup. Merupakan obat yang mengandung paracetamol yang berfungsi sebagai antipyretic dan analgetic. Sehingga dapat digunakan sebagai penurun demam dan juga pereda nyeri akibat sakit kepala, sakit gigi, atau yang lainnya, yang aman digunakan untuk segala usia

Perlu diketahui siklus demam pada DBD menyerupai pelana kuda. Sehingga perlu segera periksa ke dokter apabila pasien mengalami demam lebih dari 48 jam berturut-turut, dengan disertai gejala-gejala spesifik dari DBD.

Semoga dengan kewaspadaan dan kehati-hatian, keluarga kita selalu dilindungi dan dijauhkan dari penyakit berbahaya termasuk DBD ini.

Jika teman-teman ingin memperoleh berbagai informasi penting seputar kesehatan anak, dan keluarga, teman-teman dapat follow akun medsos panduan bunda sebagai berikut :
- instagram :
www.instagram.com/panduanbunda
-Facebook : https://www.facebook.com/panduanbunda/
-Official website https://www.panduanbunda.com
- Twitter : https://twitter.com/panduanbunda

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat ya, salam...

58 komentar:

  1. Thanks for your informative article 😊

    BalasHapus
  2. bener mba, DBD lebih bahaya dari korona

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus diwaspadai semua ya ..cuma kalau corona mungkin karena baru jadi byk yang terus terlalu khawatir.

      Hapus
  3. Khawatir banget ya klo musim hujan begini. Semoga anak2 sehat selalu ya.

    BalasHapus
  4. Saking paniknya masyarakat akan virus corona, sampai lupa sama virus DBD.
    Padahal, ini juga ngga kalah bahayanya.
    Semoga kita semua sehaaattttt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, padahal korban meninggal krn DBD di Indonesia lebih banyak. Aamiin...semoga sehat selalu..

      Hapus
  5. Dan ini banyak banget yang kena DBD juga ya? Sayang aja infonya kalah sama Corona. Padahal lebih berbahaya sebenernya. Moga-moga kita dan keluarga dijauhkan dari segala penyakit ya, Mbak. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mb, mungkin karena corona menyerang byk negara ya. Sementara DBD ancaman untuk negara tropis seperti Indonesia. Aamiin...smg sehat selalu mb...

      Hapus
  6. setuju. hujan selain rezeki dan buat anak seneng krena bisa main hujan juga ternyata bisa mendatangkan hal yang merugikan ya kak. intinya kita emang harus waspda dan memperhatikan lingkungan sekitar.

    BalasHapus
  7. Bener mba sekarang lagi musim hujan jadi harus waspada banget ini dengan demam berdarah. Serem. Soalnya suami aku dulu petnah kena. Makanya aku takut kena ke anak. Untung sekarang ada panduan bunda ya, bikin kita gampang kalo mu peroleh informasi termasuk tentang DB

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuk mb ..dan seperti siklus ya, selalu ada di musim penghujan

      Hapus
  8. Wah gerakan 3M ini kudu tiap minggu ya. Nah ini yang kadang males :(( Padahal selain utk terhindar dari DBD, rumah juga jadi bersih kan ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi..iya. harus dipaksa biar keluarga sehat..

      Hapus
    2. paling gampang pelihara ikan di bak mandi. jd walau gak sering kuras tapi kan ada ikan yg makan jentik2 nyamuk

      Hapus
  9. Sekarang lagi pada fokus ke Corona. Padahal di musim hujan ini juga harus waspada dengan DBD. Jangan sampai lalai

    BalasHapus
  10. Wajib nih waspada DBD sudah mulai mewabah ya.. 3M ini mesti di kampanye kan terus untuk mengingatkan seluruh masyarakat

    BalasHapus
  11. Musim penghujan memang harus hati hati dengan DBD, nggak anak kecil sampai orang tua harus berhati-hati jangan abai dengan semua gejalanya

    BalasHapus
  12. Semoga anak2 dan keluarga kita selalu diberikan kesehatan yaa Mom..

    BalasHapus
  13. Iya nih, kemarin lalu tu sempet nongon beritanya tentang DBD ini serem juga, banyak yang kena dirawat di RS.

    BalasHapus
  14. Wah penting banget nih tentang dbd karena di sekitarku sudah banyak yang kena. Cus ke panduan bunda

    BalasHapus
  15. Saya selalu aware sama tempat-tempat yang berpotensi bisa menampung air ketika sedang musim penghujan. Takut banget nyamuk bersarang di sana.
    Semoga DBD tidak lagi menjadi momok di musim hujan ya Mba

    BalasHapus
  16. 3M harys benar2 dilaksanain ya mom karena sesungguhnya mencegah lebih baik daripada mengobati

    BalasHapus
  17. Panduan Bunda emang bantu mom buat ga panik, aku langganan baca

    BalasHapus
  18. Waspada banget nih sekaramg. Selain Corona, DBD juga lagi marak ya. Semangat laksanakan 3M!!

    BalasHapus
  19. Makasih infonya, Bunda. Penting dibaca mengingat tingkat penderita DBD di Indonesia tiap tahunnya selalu tinggi

    BalasHapus
  20. Harus waspada memang kita, DBD ini penyakit tropis pisan ya, lebih baik mencegah daripada menyesal nanti..stay healthy everyone..

    BalasHapus
  21. Tetap waspada dan berdoa semoga kita selalu diberi kesehatan ya..

    BalasHapus
  22. PSN dan 3M itu bener-bener harus dilakukan. Pokoknya jangan sampai tempat dan lingkungan kita kotor terus ada genangan air. Bahaya banget DBD ini. Dari tahun ke tahun banyak merenggut korban. :(

    BalasHapus
  23. Penting banget ya sedia obat penurun panas di rumah... Jadi inget, kemarin nonton tv, ada lagi ya iklan termorex - termos es. Inget jaman masih kecil, hihihi...

    BalasHapus
  24. Benar mba, musim ujan nyamuk seneng banget berkembang biak, teman ku juga anaknya kena DBD dan harus dirawat. benar2 sekarang harus jaga kebersihan dan kesehatan yaa

    BalasHapus
  25. wah bener banget nih kita harus 3 m dan jika ada anak yang mengalami panas seperti pelana kuda itu wajib diwaspadai sebagai gejala DBD biar langsung ditangani dan tidak salah penanganan. soalnya kan bahaya DBD itu

    BalasHapus
  26. Saya dulu pernah kena DBD. Heran juga padahal lingkungan rumah bersih. Ternyata nyamuk DBD suka meletakkan telurnya di air yang jernih sehingga sulit bagi kita menganggap kalau itu kotor. Selalu menutup setiap bak penampungan air memang menjadi salah satu cara yang efektif mencegah para nyamuk bertelur di air tampungan dalam rumah.

    BalasHapus
  27. Wah baru tau saya nyamuk bisa terbang hingga 100m..berarti kondisikan lingkungan sekitar yg jaraknya kisaran 100m untuk aplikasi 3M ya...

    BalasHapus
  28. Iya jadi ngeri dengan DBD ini. Apalagi di Indonesia Timur saat ini lagi mewabah. Kalah tenar dengan Covid 19

    BalasHapus
  29. Di kampungku juga lagi giat nih tim PSNnya, baik yang dari kecamatan maupun PNM yang dilakukan oleh petugas masing-masing RT. DBD ini sebenarnya jauh lebih mengancam jiwa dibandingkan corona ya.

    BalasHapus
  30. Aku langsung klik situs panduan bunda!
    Artikelnya penuh gizi ya.
    Bisa memberi edukasi terutama buat bunda-bunda, sang CEO di rumah!

    BalasHapus
  31. DBD ini kalau telat penanganan berbahaya dan bisa menyebabkan kematian ya Mbak

    BalasHapus
  32. Iyap DBD itu penyakit yg menakutkan ya mba mesti bngt jaga kebersihan krn nyamuk saat hujan brkmbang biak

    BalasHapus
  33. Iya ini hikz 1000 orang dan banyak korbnnya. Gara2 hujan deres banjir emang kerasa banget banyak nyamuknya mkin ga karuan.

    Sehat-sehat kita ya makkk

    BalasHapus
  34. Semoga musim hujansegera pergi yaaa jd DBD lebih cepat bisa ditangani. Semoga kita semua dijauhkah dr penyakit ini aamiin. tulah pentingnya menjaga kesehatan dan senantiasa menggali info kesehatan yang gak hoax dr website terpercaya ya mbak :D

    BalasHapus
  35. Walopun jekadah lagi musim banjir, tapi medan kering mba..
    Tapi tetep harus diperhatikan 3M tadi ya. Biar gak bersarang dan membentuk klrg pulak si nyamuk tadi

    BalasHapus
  36. Duh DBD ini dari tahun ke tahun selalu jadi momok mengerikan setiap musim hujan. Wajib bersih-bersih nih di rumah sebagai pencegahan

    BalasHapus
  37. Aku sering banget dapet obat yang untuk dilarutkan di tempat penyimpanan air (mandi), tapi gak pernah aku pakai.
    Soalnya yang kebayang, kalau keminum, aman gak yaa...?
    Jadi memilih langkah 3M untuk mencegah perkembang biakan si nyamuk.

    BalasHapus
  38. Kalo malam hujan..terus nyamuk bertelur...siangnya panas..,. Telur menetas..


    Pokonya jangan ada air tergenang..tutup tempat nyimpan air..n jaga kebersihan selalu..

    Kalo ada nyamuk..aku suka langsung semprot aja.., abis takut..

    BalasHapus
  39. Wah kok kayanya lebih serem DBD ini daripada Corona Virus yahh huhu... thanks artikelnya Mbak Sapti, jd ngeh lagi soal nyamuk Aedes ini, mari sama2 kita waspada dan menjaga keluarga

    BalasHapus
  40. Bener banget mba, DBD juga wabah yang perlu di waspadai. Menjaga kebersihan lingkungan memang penting banget deh.

    BalasHapus
  41. Kebersihan diri dan lingkungan memang perlu diperhatikan ya untuk kesehatan bersama.Apalagi kalau hujan gini cuacanya.

    BalasHapus
  42. Makasi infonya mbak. Memang sebaiknya waspada untuk berbagai penyakit yang berkembang di kondisi tertentu ya. Apalagi DBD ini. Telat dikit aja penanganannya, risiko cukup besar terutama untuk anak-anak.

    BalasHapus
  43. Sepertinya DBD dari tahun k tahun selalu Ada kasirnya.. Smg kita terhindar dari si nyamuk..aamiin..
    Mencegah lebih baik dari mengobati

    BalasHapus
  44. musim penghujan memang rawan banyak macam penyakit, hepatitis hingga DBD ini. Jadi selalu lakukan pencegahan dini dengan selalu waspada terhadap segala kemungkinan

    BalasHapus
  45. Di kampung halaman udah musim penghujan dan kalau udah magrib duh nyamuk berdatangan, soal nyamuk aedrs aegepty emang perlu penanganan yg tepat yah mba salah satunya menjaga kebersihan. Smga aja kt semua terlindungi dari DBD

    BalasHapus
  46. Bagus sekali tulisan nya, mengingatkan bahwa bahaya ngga hanya virus corona, DBD jangan diabaikan

    Terimakasih ya 👍👍

    BalasHapus
  47. muim penghujan gini memang rentan muncul jentik-jentik yang jadi cikal bakal nyamuk Aides Aygepti penyebab DBD. barang bekas yang bisa buat nampung air sebaiknya disimpan yg baik ya

    BalasHapus
  48. Musim hujan ini.emang banyak yang harus diwaspadai. Kemarin di rumah sakit beberapa emang kena DBD. Lagi musimnya bener. Harus waspada.

    BalasHapus