Virtual Tour 1001 Candi Bareng Digitiket dan Bersukaria Tour

Virtual Tour 1001 Candi Bareng Digitiket, bagian 1.


Meskipun saya tinggal di Jogja dan sering mengunjungi candi, masih banyak lho candi yang belum saya datangi.  Karena memang di Jogja jumlah candi banyak sekali, dan beberapa letaknya tersembunyi. 


Virtual tour 1001 candi digitiket
Virtual tour 1001 candi


Jadi sewaktu ada informasi event virtual tour yang diadakan Digitiket bersama Bersukaria Tour yang bertajuk "virtual tour 1001 candi", saya pun langsung mendaftarkan diri. Acara ini digelar tanggal 25 November 2020 pukul 18.30 - 20.30, via zoom. 


Selama kurang lebih 2 jam saya bersama peserta lainnya menyimak pemaparan yang dibawakan dengan cukup menarik oleh Kak Izazi Sabrina (Ica) dari Bersukaria Tour yang menjadi tour guide dalam acara ini dengan host Kak Taicha dari Digitiket.


Tentang Digitiket

Sebelum saya bercerita pengalamanan saya mengikuti virtual tour, mungkin teman-teman perlu tahu tentang digitiket sebagai penyelenggara kegiatan ini.


Layanan digitiket
Tentang Digitiket (doc. SS materi via zoom)

Digitiket adalah sebuah platform ticketing online untuk destinasi wisata Indonesia.  Yang menyediakan aneka layanan untuk mempromosikan dan mempermudah layanan destinasi wisata Indonesia. 


Salah satu layanan baru yang dibuka karena pandemi covid ini adalah virtual tour ini. Kali ini Digitiket mengajak Bersukaria Tour untuk menjadi pemandu acara ini.


Tentang Bersukaria Tour

Berdasar penjelasan dari Mbak Ica pada saat perkenalan, Bersukaria Tour berkantor di Semarang. Mereka melayani tour ke semua objek wisata. 


Salah satu kelebihan layanan yang diberikan Bersukaria Tour adalah akan banyak cerita yang didapat para peserta tour yang menggunakan jasa dari Bersukaria Tour.  


Tour guide dalam virtual tour digitiket
Mbak Ica dari Bersukaria Tour

Karena tour guide dari Bersukaria Tour dibekali dengan keterampilan storytelling yang mumpuni yang akan membuat peserta terkesan.


Ini juga yang saya rasakan saat mengikuti virtual tour 1001 candi. Kemampuan Mbak Ica dalam bertutur menjadikan virtual tour yang saya ikuti terasa asyik dan menyenangkan. 


Virtual tour ini bermanfaat bagi orang yang pernah mengunjungi maupun yang belum pernah mengunjungi objek wisata yang dijadikan tujuan. Bagi yang sudah pernah mengunjungi, mengikuti virtual tour ini semacam penyayakan materi.


Sedang bagi yang belum berkunjung, mengikuti jalan-jalan virtual ini selain menambah wawasan, juga membuat rasa penasaran dan keinginan yang semakin tinggi untuk mengunjungi secara langsung.


Dalam virtual tour ini, bagi yang bukan berasal dari Jogja diberikan juga informasi bagaimana menuju lokasi. 


Rute dan kendaraan apa saja yang bisa digunakan dijelaskan secara rinci, dengan titik keberangkatan stasiun tugu Jogja.


Oke, biar nggak tidak tambah penasaran, langsung saja saya ceritakan pengalaman  saya mengikuti virtual tour kemarin.


Virtual Tour 1001 Candi

Judul tersebut sengaja diambil untuk menunjukkan betapa banyak objek wisata candi yang ada di Jogjakarta. 


Dan di acara virtual tour 1001 candi ini belum semua candi yang ada di Jogja dikunjungi. Tapi paling tidak sudah mewakili keindahan dan keunikan candi yang ada di Jogjakarta.


Candi-Candi Di Lembah Prambanan

Candi-candi yang ada di Jogjakarta, terutama banyak di jumpai di lembah Prambanan.


Candi-candi ini didirikan oleh kerajaan Mataram Kuno ( Kerajaan Medang) pada abad 8 - 11 masehi yang bercorak Hindu - Budha.


Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya Prasasti Canggal di Gunung Wukir Magelang. Prasasti ini bercerita tentang seorang raja bernama Sana yang memerintah Kerajaan Yawadwipa. Raja ini memiliki anak bernama Sanha. 


Prasasti canggal Dalam virtual tour digitiket
Prasasti Canggal

Sanha sendiri mempunyai keturunan bernama Sanjaya, yang pada saat pemerintahannya, nama kerajaan diganti menjadi Medang.


Dalam prasasti itu diceritakan bagaimana makmur serta majunya kerajaan Medang. Pada saat itu banyak dibangun candi di berbagai daerah. Termasuk di Lembah Prambanan ini.


Wilayah kerajaan Medang, digitiket virtual tour
wilayah kerajaan Medang

Candi berasal dari kata candika graha. Nama lain dari Dewi Durga, istri dari Dewa Shiwa yang merupakan Dewi Kematian.


Sehingga pada umumnya candi berfungsi sebagai tempat menyimpan abu dari raja dan keluarga yang sudah wafat, sebagai tempat ibadah, atau sebagai asrama para biksu.


Pada jaman kerajaan Medang atau Mataram Kuno, Jogja adalah salah satu pusat pemerintahannya. Sebelum kemudian dipindah ke Jawa Timur karena  dampak letusan gunung Merapi.


Banyak candi peninggalan dari Mataram Kuno yang ada di Jogja,  yakni :


1. Candi Prambanan

Merupakan kompleks Candi Hindu yang megah dan terbesar di Indonesia. Selesai dibangun pada masa Dinasti Sanjaya di abad 9. Candi ini dibuat untuk persembahan kepada Dewa Shiwa. 


Candi prambanan, digitiket virtual tour
candi prambanan

Candi ini sering dihubung-hubungkan dengan cerita tentang Bandung Bandawasa dan Roro Jonggrang. Tapi itu semua hanya mitos atau cerita rakyat saja.


Pertama kali candi ini ditemukan tahun 1830, dan selesai dipugar dan diresmikan pada masa pemerintahan Pak Karno tahun 1953. 


Candi prambanan saat awal ditemukan digitiket virtual tour
Candi Prambanan awal ditemukan 

Dari struktur bangunan Candi Prambanan ini, kita bisa belajar tentang bagian-bagian candi.


Yang menjadi inti atau nyawa dari candi disebut peripih. Peripih ini terletak di bagian dasar candi, di bawah lingga dan yoni. 


Biasanya di bagian peripih ini diletakkan lempengan emas, atau benda-benda yang dianggap berharga lainnya .


Materi virtual tour digitiket
Bagian candi


Jika peripih ini hilang (entah karena sengaja diambil atau dicuri) candi dianggap tidak berfungsi lagi. Kebanyakan candi di Jogja sudah tidak memiliki peripih.


Di Candi Prambanan ini, tiket masuk untuk wisatawan lokal adalah Idr. 40.000 untuk dewasa, dan Idr. 25.000 untuk anak-anak.


Selain dapat menikmati keindahan candi, di candi Prambanan kita bisa juga menikmati pertunjukan kolosal sendratari Ramayana yang sayang jika dilewati. Tiket untuk menonton pertunjukan ini dibandrol di harga mulai dari 50K.


Jika kita berkunjung ke candi prambanan, kita juga bisa sekaligus  mengunjunjungi beberapa candi yang masih berada di satu lokasi tanpa perlu beli tiket lagi. Yaitu :


2. Candi Lumbung

Merupakan candi bercorak agama Budha yang dibangun di abad 9-10. Dinamakan Candi Lumbung karena bentuknya seperti lumbung padi. 


Candi lumbung, materi virtual tour digitiket
Candi lumbung awal ditemukan

Oh ya, perlu diketahui kebanyakan nama candi yang ada di Jogja bukan nama sebenarnya. 


Candi lumbung setelah dipugar. Sumber digitiket virtual tour
Candi lumbung setelah dipugar

Penamaan candi biasanya berdasar bentuk, lokasi, atau interpretasi dari penemunya. Tetapi nama asli dari candi kadang tidak diketahui secara pasti. 


3. Candi Bubrah

Sesuai namanya, candi ini awal diketemukan dalam kondisi rusak berat atau kalau orang jawa menyebutnya dengan kata bubrah. Sehingga akhirnya candi ini dinamai Candi Bubrah, meskipun sekarang sudah diperbaiki.


Candi bubrah, materi digitiket virtual tour
Candi bubrah sebelum dipugar

Memang proses perbaikan candi sehingga bisa berdiri megah dan bisa kita nikmati seperti sekarang ini, perlu proses yang panjang.


Dimulai dari penggalian atau ekskavasi, dilanjutkan pengumpulan, dan pensortiran batu. Baru kemudian dilakukan pencocokan dan penyusunan. 


Candi bubrah sekarang. Sumber digitiket virtual tour
Candi Bubrah setelah disusun


Itulah sebabnya proses penyusunan ini butuh waktu yang pajang. Karena seperti menyusun kepingan puzzle yang rumit dan butuh kesabaran.


3. Candi Sewu

Candi selanjutnya yang masih berada di satu lokasi dengan Candi Prambanan adalah Candi Sewu. Disebut candi sewu karena jumlah candi yang ditemukan sangat banyak.


Candi sewu sekarang sumber virtual tour digitiket
Candi Sewu sekarang


Candi ini merupakan kompleks candi Budha terbesar kedua setelah borobudur. Candi sewu ini terdiri atas 249 candi. Yang terdiri dari 1 candi utama, 8 candi apit (yang sekarang tinggal 5), dan 240 candi perwara (candi kecil-kecil).


Denah candi sewu virtual tour digitiket
Denah asli candi sewu

Candi ini ditemukan pada tahun 1807. Namun karena terjadi perang Jawa pada tahun 1825-1830,  banyak batuan candi yang hilang karena diambil untuk membangun benteng.


Candi sewu saat ditemukan

Candi-candi yang terdapat di satu lokasi dengan Candi Prambanan ini cukup unik. Karena di sini kita bisa melihat 2 tipe candi sekaligus. Yakni Candi Hindu dan Candi Budha.


Kita juga bisa melihat perbedaan dari candi Hindu dan Budha, diantaranya :

1. Dari reliefnya 

Pada Candi Hindu relief berkisah tentang cerita Ramayana. Sedang pada candi Budha berkisah tentang perjalanan hidup Sang Budha.


2. Dari arca yang terdapat di dalamnya

Di candi Hindu, arca yang ada di dalamnya adalah Dewa Wisnu dan Dewa Shiwa. Sedangkan pada candi Budha arcanya adalah Sidharta Gautama.


3. Bentuk puncak candi 

Puncak candi hindu bernama ratna Sedang puncak candi budha bernama stupa.


4. Pintu masuk candi 

Candi Hindu pintu masuk berada di sebelah barat, sedang Candi Budha berada di sebelah timur.


Nah, itulah candi-candi yang berada kompleks Candi Prambanan yang cukup menarik untuk dikunjungi. Dan dari semua candi tersebut, baru Candi Prambanan yang saya datangi. 


Karena minimnya informasi, saya tidak tahu kalau di kompleks yang sama masih ada 3 candi yang sayang sekali  tidak saya sambangi. Lain waktu deh, saya akan sempatkan ke sini.


Setelah mengunjungi 4 candi di atas, perjalanan virtual dilanjutkan ke candi berikutnya. Yakni Candi Plaosan Lor, Plaosan Kidul, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Ijo, dan Candi Sojiwan.


Candi-candi tersebut meskipun masih dalam satu wilayah, tapi tempatnya terpisah-pisah. Sehingga jika teman-teman ingin berkunjung ke semua candi secara langsung, sebaiknya teman-teman menyewa kendaraan untuk memudahkan mobilisasi. 


Cerita tentang candi-candi lain yang lain yang saya kunjungi di virtual tour 1001 candi, nanti akan saya teruskan di artikel selanjutnya ya.  Biar tidak kepanjangan.


Karena dalam virtual tour ini, total ada 11 candi yang dikunjungi. Oh ya, virtual tour yang saya ikuti ini free lho. Dan saya juga sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti virtual tour lainnya. Salah satunya tour untuk melihat pesona tersembunyi negeri di atas awan, Magelang. 


Virtual tour berikutnya yang akan saya ikuti


Jika teman-teman penasaran, dan tertarik untuk mengikutinya juga, teman-teman dapat follow akun instagram  @digitiket agar tidak ketinggalan infonya.


Lumayan kan? Di masa pandemi bisa refreshing nambah pengetahuan dan wawasan dengan mengikuti tour secara virtual.


Mudah-mudahan sikon segera membaik dan kita bisa piknik beneran. Aamiin...

Semoga informasi ini bermanfaat ya...


Salam...



Sapti nurul hidayati
Saya seorang ibu rumah tangga dari Yogya. Blog ini saya buat untuk tempat berbagi cerita dan pengalaman tentang apa saja. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan saya. Untuk kerjasama, silakan kontak ke saptinurul (at) gmail.com

Related Posts

2 komentar

  1. Wuih...seru ya mba...bisa jalan2 juga meskipun dari rumah. Mau ah, ikut virtual tour yang di Magelang. Mudah2an waktunya bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayook...aku dah beberapa kali ikut virtual tour. Yang ini beneran menarik. Kemampuan tour guide bercerita membuat suasana hidup. Memang tergantung pemandunya sih .hihi...aku dah langsung daftar beberapa...

      Hapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter