...

Blog yang berisi kumpulan cerita, kisah, dan pengalaman sehari-hari yang menjadi pengingat buat diri sendiri dan semoga bisa memberi inspirasi dan manfaat buat pembaca.

Selasa, 19 Januari 2021

Pengalaman Berpetualang Rasa di Gadjah Wong Resto

Gadjah Wong Resto
Menikmati hidangan Gadjah Wong Resto

Setiap tempat makan, tentu dibangun dengan konsep yang berbeda-beda. Ada yang mengunggulkan  cita rasa, ada yang mengedepankan suasana, ada juga yang ingin menghadirkan dua-duanya.


Dan masing-masing orang pasti mempunyai pertimbangan sendiri-sendiri ketika memutuskan mau makan di mana. Bagi saya pribadi, makan di luar tidak sekedar bertujuan menghilangkan lapar saja. Namun sekaligus untuk refresh pikiran dan berganti suasana.


Sehingga saya lebih memilih tempat makan yang disamping menawarkan cita rasa yang lezat, juga mempunyai suasana yang nyaman dan asri.


ruang monyet GadjahWong resto
ruang monyet (doc. Gadjah Wong Resto)

Oleh karena itu hari Sabtu, tanggal 9 Januari 2021 lalu, saya menerima ajakan seorang kawan untuk menemaninya makan siang di Gadjah Wong Garden Resto. Sebuah restoran taman yang ada di  Jalan Afandi Jogja.


Tentang Gadjah Wong Resto

Gadjah Wong Resto memang bukan tempat yang baru pertama kali saya datangi. Sebelumnya di tahun 2016, saya sempat menghadiri acara special dinner bertajuk "Tempe dinner Experience" yang diselenggarakan di tempat ini.

Waktu itu seorang mahasiswa dari Indonesia yang sedang menempuh S3 di University of Copenhagen Denmark jurusan Food Science ingin mengambil data penelitian untuk keperluan studi.


Penelitiannya sendiri bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manusia dengan makanan dalam konteks gastronomi (warisan kuliner) dengan tempe sebagai bahan utama. Tempe dipilih karena merupakan hidangan asli dari Indonesia.


Itulah kali pertama saya menginjakkan kaki di Gadjah Wong Resto. Dan terus terang saya merasa terkesan dengan suasananya. Sangat asri dan homy, dengan penataan ruang dan bangunan yang terlihat tidak biasa.


Namun karena waktu itu saya datang di malam hari dan sedang turun hujan, saya tidak bisa berkeliling untuk melihat suasana.


Menuntaskan Rasa Penasaran

Sekitar pukul 11.00 saya dan kawan sudah sampai di lokasi. Selama pandemi, Gadjah Wong Resto memiliki jam operasional pukul 12.00 - 22.00 WIB, dengan pembagian pukul 12.00 - 16.00 menyediakan menu makan siang (lunch) dan pukul 17.00 - 22.00 WIB untuk menu makan malam (dinner).

Protokol kesehatan sudah diterapkan di tempat ini. Sebelum masuk ke lokasi, kami harus mencuci tangan terlebih dahulu dengan sabun.


Protokol kesehatan di Gadjah Wong Resto
Petugas di Gadjah Wong Resto (doc.pri)

Kemudian seorang petugas akan mengecek suhu badan, dan meminta kami menggunakan handsanitizer. Baru kemudian kami dipersilakan masuk ke lokasi resto. Semua karyawan di sana juga mengenakan masker dan pelindung wajah.


Karena pukul 13.00 kami baru bisa order pesanan, waktu yang ada kami gunakan untuk berkeliling menikmati suasana. Gadjah Wong Resto ini, memiliki penataan ruang yang unik. Gabungan 3 unsur budaya kalau saya menyebutnya.


Yakni unsur Jawa yang diwakili oleh sebuah joglo besar yang ada di samping utara, yang dinamai ruang kura-kura. Ruang ini, sering digunakan untuk acara seremonial, seperti wedding atau acara sejenisnya. Acara "Tempe dinner Experience" yang saya ikuti di tahun 2016 lalu juga menggunakan ruang kura-kura. Di sini biasanya tamu disuguhi live pertormance berupa gamelan Jawa.


Untuk gedung dan bangunan lainnya, arsitektur yang digunakan bergaya eropa. Terdapat lorong, dan ruang bawah tanah, dengan pemilihan bentuk jendela dan pintu yang melengkung adalah cirinya. Awalnya, saya menduga bangunan di Gadjah Wong resto ini bangunan lama. Ternyata bukan, Gadjah Wong resto ini di bangun 23 tahun yang lalu.


Dulunya, lokasi Gadjah Wong Resto ini adalah bekas tempat pembuangan sampah. Bu Yani yang saya jumpai di lokasi yang ternyata owner dari Gadjah Wong ini, banyak memberi informasi tentang sejarah Gadjah Wong Resto ini.


Selain ruang kura-kura yang berkonsep Jawa, ada juga ruang monyet, ruang bebek, dan ruang Gajah. Konsep bangunan untuk ketiga ruang ini adalah Eropa. Termasuk pernak-pernik yang ada di dalamnya, dan juga hiburan musik yang disediakan. 


ruang bebek Gadjah Wong Resto
Ruang Bebek (doc. Gadjah Wong Resto)

Ruang bebek dengan musik klasik, dan ruang gajah dengan musik jazz. Ruang bebek berada di sisi sebelah selatan dari ruang kura-kura, sebelah belakang ruang monyet. Sedangkan ruang monyet ada di bagian depan resto. Ruang monyet ini adalah bangunan pertama yang didirikan. Baru kemudian menyusul dibangun ruang-ruang lainnya.


ruang gajah di Gadjah Wong Resto
Ruang Gajah (doc. pri)

Untuk ruang Gajah, posisinya cukup unik. Berada di lantai bawah, dengan view taman  menghadap ke sungai Gadjah Wong.


Untuk konsep Bali, terlihat dari bentuk landscape tanah yang berundak dan banyak ditanami pohon-pohon, yang membuat suasana asri dan hijau. Selain itu banyaknya ornamen gajah juga menjadi ciri khasnya.


Penamaan Gadjah Wong resto untuk tempat ini selain karena lokasinya yang berada di bantaran sungai Gadjah Wong, juga karena gajah merepresentasikan hewan yang tidak bercela. Menggambarkan kekuatan, kecerdasan, dan kebijakan.


Menu Di Gadjah Wong Resto

Seperti saya bilang di awal, menu yang ditawarkan di Gadjah Wong Resto ini berbeda antara siang dan malam hari. Resto ini menawarkan hidangan ala carte, yang lengkap mulai dari menu pembuka hingga hidangan pencuci mulut. Di siang hari, menu yang disediakan adalah aneka pilihan snack, dan salad untuk menu pembuka.


Sedang untuk menu utamanya ada aneka masakan meksiko dan beberapa masakan nusantara. Minuman dan hidangan pencuci mulut yang ditawarkan juga beragam. Untuk minuman tersedia aneka yogurt lassy, dan juga jus. Tersedia juga aneka pilihan minuman panas mulai dari latte hingga lemongrass drink. Sedangkan untuk menu penutup mulai dari cake hingga ice cream.


Aneka makanan yang dihidangkan di Gadjah Wong Resto dibuat dengan bumbu yang diracik sendiri, tanpa tambahan MSG. Untuk goat cheese, mayonaise, yogurt, dan ice cream adalah buatan sendiri (home made) yang terjamin kualitas bahan-bahannya.


Demikian juga dengan rotinya. Menggunakan tepung gandum import, yang kaya serat dan protein sehingga aman untuk pencernaan. Karena menggunakan bahan-bahan pilihan itulah maka harga makanan di Gadjah Wong Resto juga menyesuaikan.  


Dan berikut menu pilihan saya untuk makan siang. Untuk snack, karena kami datang berbanyak kami memilih spring roll, prawn n calamary, dan frenchfries.


aneka snack di Gadjah Wong Resto
aneka pilihan snack di Gadjah Wong Resto (doc. Vera)

Dari ketiga snack tersebut, favorit saya adalah prawn n calamary. Dagingnya terasa lembut dan tidak alot. Dengan cocolan saus tartar yang lezat dan menggugah selera.


Oh ya, karena disajikan dengan konsep ala carte, hidangan yang kami pesan keluar satu-satu. Hidangan lain baru keluar setelah kami menghabiskan hidangan pertama. Ini membuat kita jadi fokus untuk menikmati setiap hidangan yang ada, dan tidak tergesa ingin mencicipi hidangan lain karena lapar mata.


Meja juga selalu bersih tanpa piring kotor di atasnya. Karena begitu hidangan habis, petugas akan langsung membersihkannya.


Untuk salad, saya memilih italian pasta with parmesan cheese. Menu ini terdiri dari pasta fustili yang dicampur aneka sayuran, seperti daun basil, selada, mint, dan juga paprika, dengan taburan keju parmesan.


italian pasta with parmesan cheese di Gadjah Wong Resto
Italian Pasta (doc. Vera)

Rasa dari salad ini gurih dan sedikit pedas dari paprika. Sangat segar, renyah, dan porsinya lumayan banyak. 


Untuk minumnya, saya memilih yogurt lassy strawberry mix dragon fruit. Bagi penyuka manis, jangan kaget jika minum lassy di sini kurang manis.


lassy yogurt strwawberry mix dragon fruit
Lassy Yogurt strawberry mix dragon fruit (doc.pri)

Lassy yogurt di Gadjah Wong Resto tidak ditambah pemanis seperti madu atau yang lainnya. Rasa manisnya berasal dari buah yang menjadi campurannya. Jadi lebih sehat dan alami.


Beralih ke menu utama, awalnya saya memilih bebek betutu yang dihidangkan bersama nasi putih dan nasi merah. Namun karena salad yang saya pilih sudah ada pastanya, saya takut kekenyangan. 


Akhirnya pilihan saya beralih ke udang goreng wijen yang disajikan bersama kroket kentang dan salad sayur, dengan Thai sauce.


menu udang goreng wijen
menu udang goreng wijen (doc. pri)

Untuk menu penutup, saya memilih home made ice cream dengan rasa yogurt, ginger, dan strawberry.


ice cream home made di Gadjah Wong Resto
ice cream home made di Gadjah Wong Resto (doc.pri)

Favorit banget menu penutup ini. Ice cream lembut, yang terbuat dari yogurt, jahe, dan strawberry asli. Rasa manisnya pas, tidak lebay. Sangat cocok menutup rangkaian makan siang saya di Gadjah Wong Resto.


Penutup

Secara keseluruhan menu-menu di Gadjah Wong Resto cocok dengan lidah saya. Suasananya pun menyenangkan sehingga betah duduk berlama-lama. Owner-nya juga ramah, dan sering memberi sapaan kepada pelanggannya.


Banyak juga spot-spot bagus untuk berfoto. Jadi jika teman-teman ingin mencoba makanan sehat dan nikmat dengan suasana yang memikat, datang saja ke Gadjah Wong Resto yang ada di Jl. Afandi No79 Yogyakarta (lokasi pasnya ada di map ya). Bisa juga kontak melalui WA: 08122740443, Telp:  (0274) 588294 atau follow akun instagram Gadjahwong.        

Semoga informasi ini bermanfaat ya...



14 komentar:

  1. Paling bikin ngiler es krimnya klo aku mba...

    BalasHapus
  2. Ruang makannya banyak ya mbak. Ruang Gajahnya bagus tuh, kayaknya nyaman buat makan bareng keluarga

    BalasHapus
  3. "Tempe dinner Experience"? Wah, aku ikutan juga loh mbak dulu. Pertama kalinya berjumpa dengan resto gadjah Wong ini. Tempatnya memang nyaman, adem dan buat ngobrol kayaknya asyik juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya? Itu awal2 aku ikut event bloger kayaknya. Belum kenal.siapa-siapa...

      Hapus
  4. Duh bikin ngecesss
    Kayanya kalo kesana saya bakal bingung pilih menu
    Gak hanya main course, beverage nya juga 😋😋😋

    BalasHapus
  5. Selalu ada alasan ke Yogya yaaaaah...itu Lassy Yogurtnya sehat dan nikmat bgt. Tp skrg yg ptg sop higienitasnya aman ya semoga, bs sering ctps ga kehabisan sabun dan pelayan pake masker dan sarung tangan kalau bisa sih. Hehe adaptasi bgt ke resto.

    BalasHapus
  6. Wah menunya sangat menarik dan tempatnya klasik enak juga untuk berfoto-foto

    BalasHapus
  7. nama-nama ruangannya lucu ya :) nama hewan gitu...Dan kalau lihat tempatnya asyik juga untuk kumpul ya
    Untuk menu-menunya terlihat enak dan jadi bikin laper nih :)

    BalasHapus
  8. Endolitaaa ini ya mbaaa
    sueger lihat foto lessi stroberi-nya
    mupenggg banget :D

    BalasHapus
  9. Penasaran dengan sejarah nama ruangannya. Habis namanya unik sich, ada bebek, monyet, gajah. Kalau gajah itu mungkin karena ruangan besar ya ... Hehe

    BalasHapus
  10. Eh keren banget yaa mba sampai minuman pun diperhatikan bangett gapakai pemaniss.

    BalasHapus

 
Top