Inner Child, Menghambat dan Menghebatkan Masa Dewasa

parade webinar inner child healing 3
Parade Webinar Healing 3 (Design : Canva)

Hai teman-teman, apa kabar? Semoga baik dan sehat selalu ya... Masih berkaitan dengan tema kesehatan mental, saya akan melanjutkan bahasan tentang inner child. Sesuatu yang dialami di masa kecil tetapi mempunyai pengaruh ke masa depan.  

Kali ini saya akan ceritakan insight yang saya dapatkan setelah mengikuti parade webinar Inner Child ke-3 yang diadakan Ruang Pulih yang membahas tentang tema "Inner Child, Menghambat dan Menghebatkan Masa Dewasa". 

Nara sumber yang dihadirkan dalam webinar ini adalah Dr. Dr. Adi W. Gunawan, ST, MPD., CCH dan Drs. Asep Haerul Gani. Keduanya memberi pandangan mengenai inner child,  dan apa yang bisa kita lakukan dengan inner child yang kita miliki untuk menghebatkan masa depan. 

webinar parade inner child 3
Parade Webinar 3 (sumber : Youtube Ruang Pulih)

Karena pengaruh inner child ada dua,  menghambat atau menghebatkan masa depan. Dan semua tergantung bagaimana kita memandang dan mengelolanya.

Cintai Diri Sendiri,  Kunci Berdamai Dengan Innner Child

Sebagai nara sumber pertama yang memberi materi dalam webinar Inner Child ke-3 ini adalah Bapak Adi W Gunawan. Dalam paparannya, Bapak Adi menyampaikan inner child yang terluka, muncul pada kondisi genting. Di mana inner child yang terluka ini dapat menimbulkan trauma berkepanjangan. 

Dr. dr. Adi W. Gunawan
Bapak Adi W.Gunawan (sumber : tangkapan layar Youtube Ruang Pulih)

Yang harus kita sadari, manusia bukanlah entitas tunggal,  tetapi merupakan makhluk yang tubuh fisiknya digerakkan oleh banyak hal yang disebut bagian diri atau ego personality (ego state). Bagian diri dapat muncul secara alami namun dapat pula karena kondisi tertentu yang memaksanya muncul, seperti trauma masa kecil. 

Karena manusia adalah kumpulan dari agregrat diri, maka inner child yang terluka akan memunculkan masalah di kemudian hari. Inner child yang terluka lebih kuat pengaruhnya. Hal ini berkaitan dengan kecenderungan manusia yang ingin selalu berada pada kondisi baik-baik saja.  Sehingga setiap hal yang buruk harus diselesaikan. 

Untuk menangani innerchild yang terluka, yang terpenting adalah memberikan hal yang paling dibutuhkan anak kecil. Yakni rasa aman. Seluruh emosi dari inner child yang terluka harus dimunculkan dan diselesaikan dengan reparenting.  Yaitu dengan memberikan perhatian, dan kasih sayang. 

Kita juga perlu mengakses innerchild kita yang bahagia.  Meskipun hal tersebut tidak menyelesaikan inner child yang terluka, namun akan membantu kita untuk bahagia. Untuk bisa sembuh dari inner child yang terluka,  kita harus siap dan bersedia untuk berproses. Pertolongan pertama untuk sembuh dari inner child yang terluka , jangan pernah benci atau marah pada diri sendiri. 

Belajar untuk memberi kasih atau cinta pada diri sendiri agar inner child merasa aman. Hal ini sejalan dengan penjelasan dalam buku "Luka Performa Bahagia". Sangat penting untuk kita memberikan cinta kepada diri sendiri. Ucapan terimakasih kepada diri sendiri atas pencapaian diri merupakan afirmasi positif yang dapat kita lakukan setiap hari. Karena sesungguhnya setiap pribadi adalah pahlawan untuk diri sendiri. 

Pengaruh Inner Child Terhadap Pernikahan

Seperti tadi sudah disampaikan,  inner child jika tidak ditangani dapat berdampak di kemudian hari. Termasuk saat nanti menikah. Hal ini dijelaskan oleh nara sumber kedua, Bapak Asep Hairul Gani. Bapak Asep mengatakan alam diri setiap orang terdapat bagian diri (egostate). Pertengkaran yang terjadi antara pasangan suami istri adalah pertengkaran bagian diri dari masing-masing pribadi. 

Drs. Asep Abdul Gani
Drs, Asep Haerul Gani ( Sumber : tangkapan layar Youtube Ruang Pulih)

Sehingga pernikahan tidak sesederhana yang terlihat.  Karena banyak bagian diri yang terlibat. Banyak pertengkaran dalam rumah tangga yang terjadi akibat pengalaman traumatik masa lalu (inner child yang terluka).  Sehingga memunculkan emosi mal-adaptif. Oleh karena itu menyelesaikan inner child yang terluka sebelum pernikahan penting, karena dapat membuat pernikahan lebih bahagia. 

Bagian diri atau egostate karena inner child yang terluka muncul untuk melindungi diri agar tidak lagi mengalami kejadian buruk itu kembali. Itulah sebabnya persepsi orang terhadap kita bisa berbeda-beda. Karena tergantung egostate mana yang muncul. Dan egostate yang muncul, tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. 

Sehingga bagi yang sudah menikah harus mengenal egostate dari pasangannya masing-masing.  Agar dapat saling mengirimkan dan menanggapi egostate dengan tepat. Itulah sebabnya egostate perlu dikendalikan. Karena bisa menjadi resources yang bisa digunakan pada situasi dan kondisi yang tepat. 

Untuk menyembuhkan inner child yang terluka, kita perlu melakukan dialog antara diri kita yang dewasa dengan diri kita yang anak-anak. Penting untuk mengekspresikan seluruh emosi diri kita yang kanak-kanak secara terbuka agar dapat dilakukan re-parenting dengan mengajarkan untuk menerima kemudian memaafkan

Cara yang dilakukan misalnya dengan journaling atau berkirim surat kepada orang tua kita yang sudah meninggal. Ungkapkan seluruh perasaan sehingga bisa plong. Setelah itu ungkapkan rasa terima kasih, mencari hikmah, maafkan, syukur, dan doakan. 

Nah, itulah cara-cara yang bisa dilakukan untuk berdamai dengan masa lalu terutama yang berhubungan dengan inner child. Jika teman-teman juga memiliki inner child yang terluka, teman-teman bisa mempraktikannya.  

Agar punya panduan yang jelas, teman-teman dapat membaca buku Luka Performa Bahagia, yang dijual seharga Rp. 149.000,- saja. Jika berminat bisa menghubungi instagram @ruangpulih, atau bisa juga mengontak saya.  

Buku Luka Performa Bahagia
buku Luka Performa Bahagia (doc. pri)

Di blog ini, teman-teman juga dapat membaca ringkasan materi parade webinar 1 dan materi webinar 2. Semoga kita semua sehat jiwa dan raga ya, dan dapat menikmati dan mengisi hidup dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat ya... Salam


Sapti nurul hidayati
Saya seorang ibu rumah tangga dari Yogya. Blog ini saya buat untuk tempat berbagi cerita dan pengalaman tentang apa saja. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan saya. Untuk kerjasama, silakan kontak ke saptinurul (at) gmail.com

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter