Bangkit dari Luka Menuju Performa

Hai teman pembaca, apa kabar? Semoga sehat selalu ya. Di artikel ini, saya akan melanjutkan cerita tentang pengalaman saya membaca buku Luka Performa Bahagia yang ditulis oleh Intan Maria Lie dan Adi Prayuda dan mengikuti webinar inner child healing yang diadakan oleh Ruang Pulih yang meupakan bagian dari Launching buku Luka Performa Bahagia.

bangkit dari luka menuju performa
bangkit  dari luka menuju performa (design by Canva)

Jadi di buku Luka Performa Bahagia, para pembaca akan diajak untuk mengenali dan menyelami aneka emosi yang muncul terkait dengan kenangan masa kecil yang dialami. Untuk kemudian mengakui, menerima, memaafkan, dan menyembuhkannya, jika kenangan itu meninggalkan luka.  

Untuk mempermudah pembaca dalam berproses, di setiap bab yang selesai dibaca disediakan halaman kosong. Di lembar tersebut pembaca diminta untuk menuliskan sesuatu berkaitan dengan topik yang dibahas. Bisa berupa komitmen, peristiwa masa lalu, emosi yang dirasakan, atau yang lainnya. Tergantung materi yang dibahas di bab yang kita baca. 

Ini sebenarnya adalah bagian dari proses penyembuhan yang disebut writing therapy. Di kertas kosong yang disediakan, kita bisa mengungkapkan apa saja yang ada di hati dan pikiran kita secara jujur, apa adanya, tanpa ada bagian yang ditutupi. Dan sebaiknya kita menuliskannya dengan tangan. Karena itu akan membuat pikiran kita terkoneksi dengan banyak syaraf dan perasaan. Sehingga memudahkan untuk memunculkan emosi yang terpendam. 

Di buku Luka Performa Bahagia ini, pembaca juga bisa melepaskan emosi melalui art therapy. Yakni dengan mewarnai mandala yang sudah dimodifikasi. Membebaskan diri dalam memilih warna,  sambil melakukan pengamatan terhadap perasaan yang muncul. Dengan membaca buku ini,  kita seperti dituntun untuk menemukan masalah yang kita alami di masa kecil sekaligus menemukan jalan keluarnya. 

contoh mandala dalam buku Luka Performa Bahagia
salah satu mandala dalam buku Luka Performa Bahagia (doc.pri)

Parade Webinar Inner Child #2

Untuk semakin memberi pemahaman tentang pentingnya berdamai dengan masa lalu terutama yang berkaitan dengan luka inner child, Ruang Pulih juga mengadakan parade webinar tentang inner child healing. Kali ini saya akan tuliskan insight yang saya dapatkan setelah mengikuti webinar yang kedua.  

webinar bangkit dari luka menuju performa bahagia dari ruang pulih
webinar inner child healing #2 (sumber : Ruang Pulih)

Parade Webinar mengenai inner child healing ini diadakan untuk memberikan semangat dan wawasan bagi peserta dn juga pembaca buku Luka Perfoma Bahagia untuk mengasuh kembali inner child yang terluka.  

Pembicara yang dihadirkan dalam webinar kedua ini sangat berkompeten dan menginspirasi. Yaitu Bapak Prasetya M Brata seorang Neuro Semantics Trainer & Meta-Coach dan Ibu Fena Wijaya seorang  life coach & certified fasilitator Access Consciousness. Dan berikut materi yang disampaikan oleh keduanya.  

Manusia Lahir Sebagai Pemimpin

Nara sumber pertama yang dihadirkan adalah Bapak Prasetya M Brata. Dalam paparannya, Bapak Prasetya M Brata menegaskan, manusia diciptakan sebagai pemimpin bagi diri sendiri. Sehingga manusia diberi bekal pikiran dan panca indra untuk menentukan makna dari setiap peristiwa yang dialami. Oleh karena itu, manusia harus bisa mengendalikan pikiran dan perasaannya. 

bangkit dari luka menuju perfoma
Bapak Prasetya M Brata (sumber : Webinar Ruang Pulih)

Sayangnya selama ini justru yang banyak terjadi adalah manusia yang dikendalikan oleh pikiran dan perasaannya. Akibatnya banyak orang sering berlebihan menyikapi luka maupun kesedihan yang dialami. Padahal jika kita ingin menjadi manusia yang selalu bahagia, kita harus bisa mindfullness. Fokus pada nikmat yang kita rasakan saat ini. 

Kita harus bisa, memberi makna baru pada luka yang pernah kita alami, dengan melakukan dialog pada diri sendiri. Jika ada luka masa lalu yang masih kita rasakan, itu karena kita masih memutar kenangan buruk tentang masa lalu di pikiran kita. 

Sehingga kita menjadi kurang motivasi karena kita diskonek dengan tujuan hidup kita. Kita harus ingat kita juga menjadi sebab suatu peristiwa terjadi.  Sehingga harus ikut ambil tanggung jawab untuk menyelesaikannya.  

Pentingnya Hadir Utuh Dalam Setiap Tahapan Hidup

Sementara sebagai pembicara kedua,  Ibu Fena Wijaya menegaskan. Jika kita ingin memperbaiki hidup, kita harus hadir utuh dalam setiap moment dalam hidup kita. Inilah yang dinamakan dengan mindfulness

Yakni sebuah kesadaran yang membuat kita memberi perhatian penuh terhadap  apapun yang saat ini kita lakukan. Mindfulness ini akan membantu kita menikmati setiap hal yang kita lakukan saat ini tanpa terbebani masa lalu dan menghawatirkan masa depan. 

Mindfulness akan menghindarkan kita dari kebiasaan menyalahkan dan merasakan kekhawatiran yang berlebihan. Karena alam dan Tuhan akan mengirimkan sesuatu sesuai getaran pikiran kita (Law Of Vibration). Sehingga kita harus hati-hati dengan pikiran kita. Jika kita merasa ada masalah dengan masa lalu kita,  berusahalah untuk menerima dan melihat dari sudut pandang yang berbeda.  

webinar ruang pulih bangkit dari luka menuju performa
Ibu Fera Wijaya (sumber : Webinar Ruang Pulih)

Terima diri, dan bahagia dengan diri sendiri.  Sehingga dengan pasangan bisa saling melipatgandakan kebahagiaan. Jangan men-judge sesuatu, jangan berpikir negatif, dan jangan melabeli. Perbanyak bersyukur, jangan fokus pada kekurangan dan jangan membandingkan. Jangan biarkan sikap orang lain mempengaruhi kebahagiaan kita. Jangan menggunakan tolok ukur orang lain untuk menilai hidup kita.

Jadi semua memang tergantung pada diri kita dalam memandang suatu masalah. Kebanyakan kita ketika mengalami kejadian yang membuat kita luka, secara tidak sadar kita justru menikmatinya. Dengan selalu mengingatnya dan menganggap kita adalah korban. Sehingga membuat kita susah move on,  selalu menyalahkan keadaan, dan susah bahagia.

Mental ini yang harus diubah,  salah satunya dengan berproses bersama buku Luka Performa Bahagia. yang akan membantu kita menjdi manusia baru yang bahagia. Semoga akan semakin banyak pribadi yang siap untuk berproses menyembuhkan luka masa lalunya dan siap memeluk bahagia demi masa depan yang lebih baik. Semoga artikel ini bermanfaat yaa.. 
Sapti nurul hidayati
Saya seorang ibu rumah tangga dari Yogya. Blog ini saya buat untuk tempat berbagi cerita dan pengalaman tentang apa saja. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan saya. Untuk kerjasama, silakan kontak ke saptinurul (at) gmail.com

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter