Pentingnya Kecerdasan Emosi Untuk Bahagia

webinar inner child healing 4 oleh ruang pulih
webinar inner child healing 4 ruang pulih (Desain by canva)

Masih lanjut tentang bahasan mengenai inner child ya ini. Oleh-oleh dari parade webinar Inner Child Healing dari Ruang Pulih, yang diselenggarakan dalam rangka launching buku "Luka Performa Bahagia". Acaranya sendiri diadakan sudah cukup lama. Tapi baru sekarang saya bisa merangkumnya untuk pengingat bagi diri sendiri dan siapa tahu bermanfaat untuk pembaca.  

Inner child yang terluka, adalah sesuatu yang rumit untuk mengurainya. Oleh karena itu dua orang penulis buku Luka Performa Bahagia,  yakni Mbak Intan Maria Lie dan Mas Adi Prayuda melalui buku yang ditulisnya berupaya untuk memberikan step-step-nya agar pembaca dapat mengurai masalah yang terkait dengan luka akibat pengasuhan di masa kecil dengan lebih mudah. 

Mbak Intan Maria Lie dan Mas Adhi Prayuda berupaya juga untuk memberikan bekal pemahaman mengenai inner child, dengan mengadakan rangkaian webinar inner child healing bersama Ruang Pulih ini. Dalam rangkaian webinar ini, hadir nara sumber dengan latar belakang psikologi yang sangat kompeten untuk bicara atau membahas tentang inner child.  

webinar parade inner child healing bersama ruang pulih
Parade inner child oleh Ruang pulih (tangkapan layar Youtube Ruang Pulih)

Nah,  kali ini saya akan coba kupas isi dari materi webinar tentang inner child yang ke-4 yang mengambil tema tentang "Kecerdasan Emosi Menciptakan Kebahagiaan". Dengan nara sumber Naftalia Kusumawardhani seorang Psikolog Klinis dan Anthony Dio Martin, seorang Best EQ Trainer dengan dipandu oleh dua orang penulis buku Luka Performa Bahagia Mbak Intan Maria Lie dan Mas Adi Prayuda. 

Pentingnya Memaafkan Untuk Bahagia

Sebagai nara sumber pertama, ibu Naftalia Kusumawardhani memberi banyak paparan tentang pentingnya memaafkan. Meskipun memaafkan bukan sesuatu yang mudah. Dalam hal ini, yang perlu digarisbawahi adalah orang terdekat lebih rentan menyakiti kita.  Karena kita punya harapan terhadap orang terdekat dan ego kita ikut terlibat di dalamnya. 

Naftalia Kusumawardhani pembicara webinar inner child 4
pembicara webinar parade inner child 4 (sumber : Ruang Pulih)

Memaafkan sendiri mempunyai arti melepaskan, bukan melupakan. Karena melupakan sesuatu yang sudah terjadi apalagi itu sesuatu yang menyakitkan,  tidak mungkin bisa dilakukan. Alam bawah sadar kita sudah merekamnya. Memaafkan adalah sesuatu yang sulit kita lakukan karena beberapa alasan. Diantaranya :

1. Kita tidak tahu apa yang harus dimaafkan

2. Tidak tahu harus dimulai dari mana

Memaafkan sejatinya adalah tahapan terakhir dalam proses penyembuhan luka. Sehingga memang tidak dapat terjadi dengan cepat. Harus melalui beberapa tahapan, sehingga terjadi penyembuhan luka. Tahapan tersebut adalah :

  1. Menerima peristiwa itu pernah terjadi dalam hidup kita
  2. Mengakui perasaan atau emosi yang muncul akibat peristiwa itu 
  3. Melepaskan emotional bounding yang dialami. Dalam hal ini harus bisa membedakan antara sosok yang melakukan, dengan perbuatannya. Yang tidak kita sukai adalah perbuatannya, bukan sosoknya. Sehingga emosi negatif lebih mudah dilepaskan.  
  4. Memaafkan, baru setelah itu masuk tahap selanjutnya yaitu mengampuni / mendoakan.  

Yang harus diingat, seburuk apapun pengalaman kita di masa lalu, kita diberi kemampuan untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Caranya adalah temukan masalahnya, kemudian cari solusinya.  

Demikian inti pesan dari Ibu Naftalia Kusumawardhani. Ingin tahu tahapan untuk memulainya? Baca saja buku Luka Performa Bahagia. Di dalam buku tersebut kita diajak untuk mengenali wounded inner child apa saja yang kita alami, dan bagaimana cara, mengatasinya.  

Masa Lalumu Tidak Menentukan Masa Depanmu

Pembicara kedua adalah Bapak Anthony Dio Martin.  Seorang trainer EQ terbaik ini menyampaikan materi dengan energik dan penuh semangat.  Sehingga kita yang mendengarkan terbawa aura positifnya. Dalam paparannya,  Bapak Anthony Dio Martin ini menekan, bahwa hidup kita terlalu berharga jika dibelenggu oleh masa lalu. 

Karena setiap orang pasti pernah mengalami luka batin. Bedanya ada yang berhasil melepaskan sehingga hal tersebut tidak mempengaruhi kehidupan selanjutnya ada yang masih terbelenggu masa lalu. Masalah atau situasi yang dihadapi orang bisa sama, tapi hasil akhir bisa berbeda. Karena ini tergantung cara kita memandang suatu masalah.  

Anthonio Dio Martin, pembicara webinar inner child 4
Anthonio Dio Martin, pembicara webinar inner child 4 (sumber : Ruang Pulih)

Pak Anthony Dio Martin sendiri memiliki trauma dan pengalaman masa lalu yang kurang baik. Namun Pak Anthony Dio Martin memilih luka yang dia alami menjadi cambuk untuk menghebatkan masa depannya.  Dan berikut tips yang diberikan untuk dapat melepaskan masa lalu yang negatif :

1. H : Have Hope

Harapan penting untuk kita miliki.  Karena itulah yang membuat kita hidup dan optimis melihat masa depan. 

2. E : Examine Your Life Line

Lihat sampai di mana pencapaian kita. Hargai dan syukuri setiap pencapaian yang sudah kita raih, dan perbaiki yang masih belum sempurna.  

3. A : Assist Your Wounded Inner Child

Bantu inner child kita yang terluka. Untuk tahu bagaimana tahapannya, kita harus punya panduannya. Salah satunya dengan membaca buku Luka Performa Bahagia

4. L : Live for Others

Hiduplah untuk orang lain. Niatkan untuk berbuat kebaikan bagi sesama. Lihat dan kembangkan potensi kita.  Lakukan kebaikan dengan tulus, dan biarkan semesta bekerja.

Dengan melakukan hal-hal di atas, batin kita akan tenang dan kita dapat melepaskan masa lalu yang negatif. Nah, itulah ringkasan materi webinar 4 yang saya dapatkan. Intinya kemampuan untuk mengelola emosi amat sangat kita perlukan. 

Karena itu menjadi kunci agar setiap pengalaman yang kita alami, termasuk pengalaman buruk sekalipun, tidak membuat kita menjadi buruk apalagi sampai terpuruk. Semoga tulisan ini bermanfaat ya... 


Sapti nurul hidayati
Saya seorang ibu rumah tangga dari Yogya. Blog ini saya buat untuk tempat berbagi cerita dan pengalaman tentang apa saja. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan saya. Untuk kerjasama, silakan kontak ke saptinurul (at) gmail.com

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter