Jumat, 15 Februari 2019

Seminar "Menjadi Enterpreneur itu Asyik", Memantik Semangat Berwirausaha Semakin Menggelitik

"Nanti kalau sudah otw kabari yaa..."
Demikian pesan singkat yang saya kirim kepada teman saya Mbak Latifah  di hari Kamis pagi, tanggal 14 Februari 2019 lalu. Ya, hari itu saya dan beberapa teman berencana menghadiri acara seminar "Menjadi Enterpreneur itu Asyik" yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta dalam rangka Expo UKM Istimewa 2019. Acara yang digelar mulai tanggal 14-16 Februari 2019 ini mengambil tempat di halaman Kantor Dinas Koperasi UKM DIY Jl. H.O.S Cokroaminoto 162 Yogyakarta. 

Kebetulan seminar yang ingin kami hadiri dilaksanakan di hari pertama pameran. Seminar itu menarik bagi saya, karena sudah lama saya tertarik untuk menjadi seorang enterpreneur. Hanya saja saya masih bingung harus memulai dari mana. Siapa tahu setelah mengikuti seminarnya saya memperoleh pencerahan dan tahu harus berbuat apa.

Rencananya kami akan berangkat pukul 08.30 WIB karena berdasar informasi yang kami terima, seminar akan diadakan pukul 09.00 WIB. Namun karena ada satu dan lain hal, kami baru bisa berangkat pukul 09.30 WIB. Pikir saya waktu itu kami pasti terlambat. Saya cuma berharap semoga saja masih tetap bisa mengikuti dan ada makalah yang bisa dipelajari.

Kami berfoto di lokasi (doc.pri)
Sekitar pukul 09.50 WIB kami tiba di lokasi. Seorang kawan lainnya yang sudah terlebih dahulu sampai memberitahu kalau acara sudah dimulai dan kawan saya itu memilih tidak mengikuti karena terlambat juga. Dia menunggu saya di depan panggung utama yang saat itu tengah bersiap untuk acara pembukaan expo. Begitu kami bertemu, saya langsung mengajak teman-teman untuk naik ke ruang seminar saja. Tidak apa-apa terlambat dari pada tidak mengikuti, begitu pikir saya. 

Sesampainya kami di aula yang berada di lantai 2,  kami memperoleh informasi kalau acara seminar diundur setelah acara pembukaan pameran. Kamipun lega mendengarnya. Dari seorang panitia kami juga baru paham kalau acara yang sudah berlangsung di salah satu ruang di lantai dua yang kami kira acara seminar adalah acara pembekalan bagi peserta yang lolos program Inkubator Bisnis UKM Naik Kelas. 

Saya jadi penasaran apa itu Program Inkubator Bisnis UKM naik Kelas. Dari penjelasan yang saya dapatkan, Inkubator bisnis UKM Naik Kelas merupakan kegiatan dari PLUT-KUMKM DI Yogyakarta berupa program akselerasi bagi usaha mikro kecil agar semakin tumbuh berkembang dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan daya saing.

Kantor Plut (doc.pri)
Dalam program ini, peserta akan didampingi dan dibekali dengan berbagai pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan usahanya. Pada tahap awal, program Inkubator Bisnis ini menyasar 300 pelaku usaha pemula yang kemudian akan diseleksi sehingga akhirnya akan dipilih 15 UKM terbaik. Program ini diselenggarakan selama kurun waktu tahun 2019. 

Syarat untuk mengikuti program ini mudah, diantaranya memiliki KTP DIY, usia maksimal 40 tahun, memiliki Usaha yang sudah berjalan maksimal 2 tahun atau sekurang-kurangnya 1 tahun berjalan, dengan bidang usaha yang ditekuni meliputi bidang kuliner/ aneka olahan, Craft/ Kerajinan, Fashion, dan jasa. 

Program ini memberi semangat tersendiri buat saya. Ternyata kalau kita ingin menjadi enterpreneur kita tidak sendiri. Ada lembaga khusus yang sangat keren yang mendukung perkembangan bisnis yang akan kita tekuni. Tinggal kita mau atau tidak memanfaatkan peluang ini. 

Pembukaan Expo UKM Istimewa 2019
Sambil menunggu acara seminar kami menuju ke panggung utama untuk mengikuti pembukaan pameran dan melihat stand-stand yang ada. Di panggung utama sudah banyak tamu undangan yang hadir. Tidak berapa lama acara dibuka.  Diawali dengan sambutan dari penyelenggara, acara pembukaan pameran berlangsung sederhana namun meriah.

Sambutan (doc.pri)

Para tamu undangan (doc.pri)
Ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bapak Muji Raharjo, staf ahli gubernur bidang ekonomi, Expo UKM Istimewa yang mengambil tema "Menjadi Enterpreneur itu Keren" ini resmi di buka. 

Pengguntingan pita (doc.pri)
Kegiatan yang baru pertama dihelat ini direncanakan menjadi pameran tetap yang teragendakan. Sebagai salah satu upaya untuk mempromosikan UKM yang ada, dan bentuk nyata pembinaan para pelaku usaha kecil-menengah.

Stand makanan dan minuman (doc.pri)

Stand aneka camilan (doc.pri)

Stand Jurnal.id
Dalam acara ini digelar pula berbagai kegiatan baik seminar maupun workshop yang mendukung UKM berkembang baik secara offline maupun online. Seperti Seminar "Menjadi Entrepreneur Itu Asyik " bersama Bank BPD, Talkshow Pintar Literasi Keuangan bersama Jurnal.id, Workshop Foto Produk dengan kamera, Workshop Foto Produk dengan smartphone, Seminar Pintar Menangkap Peluang Bisnis Repackaging bareng Dikemas.com & RPX Logistic, Talkshow UKM Naik Kelas bersama UMKMJogja.id, Talkshow Pintar Mengelola Keuangan untuk UMKM, dan Workshop Cara Membuat Content Writing yang Menjual bareng Gapura Digital.

Pengunjung tinggal memilih seminar atau workshop apa yang ingin diikuti sesuai dengan kebutuhannya sendiri-sendiri. Sejumlah stand yang terdiri dari kuliner, craft, maupun fashion tampak memeriahkan bazaar. Aneka makanan dan minuman khas seperti cao kelor, minuman legen, aneka jamu, sego pondoh, baceman, gudangan, sampai jajanan sempol pun ada. Para pengunjung tinggal memilih makanan dan minuman yang disuka. 

Seminar "Menjadi Enterpreneur Asyik"
Setelah puas melihat-lihat suasana, kamipun segera menuju ke aula di lantai dua untuk mengikuti seminar. Seminar ini menampilkan nara sumber Ibu Marisna yang biasa dipanggil Bu Risna. Beliau adalah seorang enterpreneur wanita pemilik dari usaha kuliner Bakpiapia yang berdiri sejak tahun 2004. Sedangkan nara sumber kedua adalah Ibu Anggorowati perwakilan dari Bank BPD Jogja.

Para peserta seminar (doc.pri)
Dalam acara ini Ibu Risna banyak bercerita tentang usaha bakpianya yang merupakan usaha keluarga. Kedua orang tua Ibu Risna yang merintisnya. Berawal dari kursus masak yang pernah diikuti, akhirnya keahlian membuat bakpia dipilih untuk ditekuni. Bakpia dipilih karena merupakan cemilan khas Jogja yang banyak dicari. Merk dagang yang digunakan saat itu adalah Bakpia Jogja dengan lokasi produksi di daerah Dagen, di rumah orang tua Bu Risna.

Bu Risna tengah menyampaikan pemaparan (doc.pri)
Dulunya Bakpia Jogja ini dijual dari rumah ke rumah. Tidak jarang bakpia buatan keluarga Bu Risna dibagi-bagikan kepada tetangga untuk promosi. Karena rasanya yang enak akhirnya Bakpia Jogja ini banyak diorder dan dibeli. Hingga akhirnya berkembang dengan pesat seperti saat ini. Bakpia Jogja ini merupakan bakpia original dengan kulit tipis dan menggunakan kacang ijo sebagai isi.

Dalam perkembangannya, Bakpia Jogja berubah nama menjadi Bakpiapia. Dan inovasi produk pun terus dilakukan. Selain bakpia ori (di Bakpiapia disebut dengan istilah bakpia single) ada juga bakpia blasteran. Kenapa disebut blasteran, karena bakpia ini merupakan modifikasi, kulitnya menggunakan pastry, sedangkan isiannya lebih beragam dan kekinian, dan diberi topping juga. Ada rasa coklat, blueberry, capucino, keju dan lain-lain.

Aneka varian produk Bakpiapia (sumber : ig bakpiapia)
Sedangkan varian isi untuk bakpia single juga tidak cuma kacang ijo saja, tapi ada keju, black beauty, dan coklat sebagai pilihan. Kalau teman-teman penasaran, dengan produk olahan bakpiapia bisa cek di instagramnya @bakpiapia

Saat ini Bu Risna memiliki karyawan sebanyak 70 orang untuk mengelola 5 cabang di Indoneasia, dan memiliki 1 cabang di Australia tepatnya di Brisbane. Untuk bakpia di Australia ini, bu Risna menggunakan brand Blasteranoz, dengan varian isi disesuaikan dengan lidah orang Australia. Seperti Choco, capucino, blueberry, dan cheese. 

Dalam kisah suksesnya, bu Risna mengemukakan bahwa untuk menjadi enterpreneur handal, kita harus mau belajar dan bekerja keras. Awal-awal semua memang harus dikerjakan sendiri, tapi lambat laun seiring dengan bertambah besarnya usaha, kita harus bisa mendelegasikannya kepada orang lain. Ini berarti menjadi enterpreneur membuat kita berkesempatan untuk membuka lapangan kerja. Itulah asyiknya menjadi enterpreneur. Selain bermanfaat untuk diri sendiri dan keluarga, juga memberi faedah untuk orang- orang di sekitar kita. Jadi, mari menjadi enterpreneur. Karena enterpreneur itu keren 👍👍.

Masalah permodalan yang selama ini menjadi kendala bagi UKM juga tidak perlu dikhawatirkan lagi. Karena saat ini ada program bantuan modal berupa KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari bank, salah satunya dari bank BPD. Hal ini dijelaskan oleh nara sumber kedua Ibu Anggorowati.

KUR adalah kredit modal usaha atau investasi kepada debitur usaha yang produktif dan layak namun belum bankable (agunan tambahan belum cukup) dan akan mendapat jaminan dari perusahaan penjamin.

Bu Anggorowati menjelaskan tentang KUR
Program KUR di BPD memiliki bunga 7% per tahun. Dan program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. KUR sendiri dibedakan menjadi dua, yakni KUR mikro dengan plafon kredit 25 juta dan KUR ritel dengan plafon di atas 25 juta sampai maksimal 500 juta. Cukup menarik bukan? Jika teman-teman berminat dengan program pembiayaan ini silakan hubungi kantor BPD terdekat untuk menanyakan syarat dan ketentuannya. 

Nah, itulah sedikit cerita saya tentang Expo UKM Istimewa 2019 yang diselenggarakan Dinas Koperasi UKM DIY. Sebuah kegiatan yang cukup menarik dan bermanfaat untuk pemberdayaan UKM dan menjadi penyemangat bagi yang ingin menjadi wirausaha. Jadi, apakah teman-teman tertarik untuk menjadi enterpreneur? Yuk jangan ragu untuk memulai. Dan jika ada kesulitan PLUT KUMKM DIY  siap melayani, mendampingi, serta memberi solusi dan semua 100% free. Yuk tunggu apa lagi, mari menjadi enterpreneur sejati...
Salam...

Senin, 11 Februari 2019

Manusia Kuat Itu Kita (bag.2)

Sumber gambar : Canva
Pukul 16.00, di sebuah kedai kopi saya duduk sendiri. Menanti kedatangan Vina dan Mbak Wuri. Ya, akhirnya kami sepakat dan membuat janji untuk bertemu di sini, di sebuah kedai kopi yang letaknya mudah dicari. Hidangannyapun bervariasi. Cocok untuk tempat ngobrol dan diskusi. 

Tidak berapa lama, "Assalamu`alaikum," suara yang sudah sangat akrab di telinga saya menyapa. Dialah Vina, baru pulang dari kantor sepertinya. Masih dengan tas kantor yang selalu dijinjingnya. Penampilan khas wanita bekerja, rapi dan wangi. "Wa`alaikum salam", jawab saya. Kami saling melempar senyum dan berjabat tangan, sembari cipika dan cipiki. Vina mengambil tempat duduk tepat di depan saya. Seakan siap membombardir saya dengan banyak pertanyaan. Dia memang penasaran sekali dengan sosok Mbak Wuri, meskipun saya sudah memberikan gambaran siapa dan bagaimana Mbak Wuri tapi dia masih saja belum puas. Belum sempat dia melontarkan pertanyaan, dari arah pintu depan kedai kopi saya melihat penampakan Mbak Wuri. Langsung saya memberikan kode dengan melambai-lambaikan tangan ke arahnya. Rupanya Mbak Wuri melihat kami. Senyumnya pun mengembang, bergegas dia menghampiri meja kami dan duduk di sebelah Vina, sambil mengulurkan tangannya, "Wuri" katanya ke arah Vina. Vina pun membalas dengan menyebutkan nama.

Akhirnya obrolan mengalir apa adanya. Dari hal-hal yang sederhana, sampai kemudian ke pembicaraan yang lebih serius. Mereka saling bercerita tentang masalah yang mereka hadapi. Mbak Wuri bercerita bagaimana prosesnya sehingga dia bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Menanamkan ke dalam dirinya kalau dia sangat berharga dan pantas bahagia.

Sumber gambar : canva
Vina pun seperti tersadar banyak hal dalam dirinya yang harus disyukuri. Sebagai perempuan dan istri secara materi dia tidak tergantung pada suami. Mungkin masalah komunikasi yang perlu diperbaiki. Baik Vina maupun Mbak Wuri saling mengambil manfaat dari pertemuan itu dan saling menguatkan satu sama lain. Bahwa sesungguhnya mereka tidak sendiri. Banyak di luar sana wanita yang memiliki masalah yang sama. Dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki masalah yang sama, bermanfaat bagi penguatan jiwa.

Bagi saya pribadi, mendengar kisah mereka menjadi pelajaran tersendiri juga. Bahwa sesungguhnya berbagai masalah yang diberikan  Allah kepada kita pasti ada ujungnya. Tergantung kita sabar tidak menjalani prosesnya. Tidak terasa hampir 3 jam kami ngobrol bersama. Sampai kemudian telpon genggam saya berbunyi, suami menelpon dan mengabari bapak mertua dan keluarga datang ke rumah kami. Sehingga kamipun mengakhiri bincang-bincang ini. Dan berjanji kapan-kapan bersilaturahmi lagi. Sebelum berpamitan, Vina dan Mbak Wuri pun saling bertukar nomor HP. 

***
Waktu berlalu, sudah hampir 3 bulan setelah pertemuan saya dengan mereka di kedai kopi itu. Saya tidak mendapat kabar apapun dari Vina maupun Mbak Wuri. Padahal biasanya setiap minggu pasti mereka menghubungi untuk sekedar say hai atau curhat. 

Apalagi Vina, minimal seminggu sekali pasti telpon atau WA, bercerita panjang lebar tentang masalahnya. Sedikit heran tapi saya tahan...pikir saya mungkin mereka sibuk jadi belum sempat cerita-cerita. 

Tiba-tiba "ting tong" bel rumah berbunyi. Segera saya menuju ruang tamu untuk membuka pintu. Dan betapa kagetnya saya, tampak Mbak Wuri dan Vina berdiri di depan pintu. Senyum mengembang dari keduanya. " Hai Wik",  sapa mereka hampir berbarengan. " Wah, kalian.." sahut saya tanpa bisa menyembunyikan rasa kaget dan gembira. Takjub saja, belum lama kenal tapi mereka kelihatan saling akrab dan dekat. Ada beberapa perubahan yang jelas terlihat. Vina kelihatan lebih lepas, dan Mbak Wuri tampak lebih modis, rapi, dan percaya diri. Tampaknya mereka berdua saling mempengaruhi, tentu saja di hal-hal yang positif. Keduanya kemudian saya ajak masuk ke rumah. 

Baru saja duduk, Mbak Wuri sudah mulai bercerita. Intinya merasa bersyukur dikenalkan dengan Vina. Dari Vina Mbak Wuri banyak belajar tentang pencatatan keuangan usaha, memadupadankan baju dan belajar berdandan, terutama bila mau bepergian. Vina juga sering memesan snack atau nasi box untuk kegiatan kantornya. Dan merekomendasikannya kepada relasi-relasinya. Sehingga usaha Mbak Wuri menjadi semakin berkembang dan tertata. Tampak sekali binar bahagia di mata Mbak Wuri. 

Vina pun tidak kalah hebohnya. Dia bercerita, dari Mbak Wuri dia belajar tentang bagaimana mengelola stress, dan menyalurkannya ke hal-hal yang positif. Sehingga Vina bisa lebih bisa terbuka untuk mencurahkan isi hatinya. Vinapun sekarang juga ikut kelas yoga dan punya coach pribadi juga. 

Melihat perubahan positif dari keduanya saya merasa bahagia. Ternyata mereka bisa saling menguatkan satu sama lain. Benar juga ternyata, kalau berkoloni itu membuat kita kuat dan masalah tidak ada yg berat. Kita memang tidak pernah bisa mengetahui bagaimana masa depan kita nanti. 

Yang bisa kita lakukan adalah mengupayakan agar semua berjalan sesuai yang kita rencana. Pun kalau akhirnya harus berbelok-belok, bukan berarti akhir dari segalanya. Justru itu memberi peluang kepada kita untuk belajar dan memahami banyak hal. Allah tidak pernah salah dalam membuat jalan cerita, hanya kita saja yang sering tergesa menyimpulkannya. Karena Allah tidak pernah memberi cobaan di luar batas kemampuan kita. Dan manusia kuat yang dipilih itu adalah kita..

Kembali ke masalah Vina dan Mbak Wuri, sampai kisah ini saya tulis Vina belum bercerai dengan suaminya. Dan Mbak Wuri pun masih sendiri. Tapi paling tidak perubahan signifikan sudah kelihatan. Vina tidak lagi terlihat murung dan uring-uringan. Tidak lagi ada kekhawatiran yang membayangi wajahnya. Kekhawatiran tentang status dan masa depannya. Dia terlihat lebih enjoy dan menikmati hari-harinya. Bahkan terakhir saya dengar dia mau menggunakan jasa konsultan pernikahan untuk menyelesaikan masalah antara dia dan suaminya. Sesuatu yang selama ini tidak mau dia gunakan. Malu katanya..

Mbak Wuri juga banyak perubahannya. Penampilan lebih rapi dan profesional. Bahkan mbak Wuri dan Vina sepakat berkolaborasi membentuk semacam lembaga yang memberi ketrampilan khusus untuk para perempuan (terutama single mother) dengan biaya yang relatif terjangkau agar mereka bisa punya kemampuan untuk membuka usaha sendiri.  Keterampilan yang ditawarkan beragam, mulai dari tata boga, tata busana, dan tata rias juga ada. Di setiap bulannya lembaga tersebut mengadakan sharing session untuk para pesertanya. Masalah apapun boleh disharekan. Bisa masalah bisnis atau pribadi. Semua berusaha dicarikan solusi. Kadang mereka mengadakan gathering dan senam bersama juga.

Vina dan Mbak Wuri sengaja ke rumah untuk mengabari sekaligus mengajak saya untuk turut membantu di lembaga yang mereka dirikan. Dibidang yang tidak jauh-jauh dari saya tentunya, tulis-menulis. Terharu dan senang saya mendengarnya. 

Vina dan mbak Wuri Alhamdulillah sudah menemukan jalannya dan siap menjalani prosesnya. Sementara saya masih di sini bersama komputer yang senantiasa membersamai. Terus berlatih mengasah kemampuan diri, untuk bisa menulis sesuatu yang bisa menginspirasi, syukur-syukur bisa turut memberi solusi. Dan entah kapan nanti saya bermimpi akan ada sebuah buku dengan nama saya tertulis di situ sebagai pengarangnya, ikut berjajar rapi di toko-toko buku terkenal seantero negeri,  aamiin..

Ya, karena semua berawal dari mimpi.. Seperti bunyi syair lagu soundtrack film Laskar Pelangi yang dinyanyikan oleh Nidji, bahwa "mimpi adalah kunci bagi kita untuk menaklukkan dunia.." yang tengah diputar di mp3 milik anak saya yang saat itu sedang bersantai di ruang tengah.

Yogyakarta,  Februari 2019

Baca : Manusia Kuat itu Kita 1

Sabtu, 09 Februari 2019

Mencoba Menulis Fiksi

Selama ini saya jarang menulis cerita fiksi,  karena menurut saya menulis fiksi itu susah sekali.  Nah, kali ini saya mencoba menantang diri sendiri untuk menulisnya. Masih sederhana, sedikit konflik dan dialognya,  tapi tidak apa-apa ya... Namanya juga baru mencoba.  😀

Sumber : canva
Ini kisah sebenarnya faksi, campuran antara fakta dan fiksi,  semoga ada hikmah yang bisa diambil. Sengaja saya jadikan 2 bagian. Takutnya kalau jadi satu kepanjangan dan membosankan. Ok,  yuk dimulai ya... Semoga teman-teman suka,  ditunggu kritik dan sarannya... 😍😍

***

Manusia Kuat itu Kita

Saya kembali terdiam, WA dari seorang teman  membuat saya kehabisan kata. Tidak tahu harus bagaimana menjawabnya. Teman saya ini bercerita dia (kembali) membatalkan niatnya untuk menggugat cerai suaminya. Dia merasa belum siap jika harus menyandang status janda. Takut dengan gunjingan masyarakat katanya. Padahal, dia masih muda, dan cantik. Karirnya pun melejit. Saya pikir akan lebih mudah bagi dia untuk memutuskan untuk berpisah. Apalagi dia belum punya anak juga.

Hubungannya dengan suaminya bukan hubungan yang sehat. Delapan tahun mereka menikah, jarang sekali mereka kumpul bersama. Bahkan bisa dihitung dengan jari. Itulah sebabnya ketika dia curhat, saya berikan dia kesempatan untuk berpikir sebenarnya apa yang dia cari dari pernikahannya itu. Apakah ketenangan dan kebahagiaan bisa dia dapat ? Kalau tidak sepertinya dia mesti berpikir lagi, akan meneruskan atau mengakhiri pernikahannya.

Sumber : pixabay.com
Meskipun dalam hitungan kertas, dia merasa tidak bahagia dengan pernikahannya, tapi dia masih ragu untuk mengambil keputusan. Bayangan kondisi ibunya dulu yang single parent masih menjadi traumanya. 

Teman saya, sebut saja namanya Vina memang dari keluarga broken home. Orang tuanya cerai saat dia masih duduk di bangku SD. Dan kenangan bagaimana perjuangan ibundanya mencari nafkah dan bertahan di tengah cibiran orang-orang sekitar atas status janda yang disandangnya membekas sekali dalam ingatan. 

Seolah-olah janda adalah sebuah kesalahan besar. Menjadi gunjingan keluarga besar maupun tetangga. Dianggap tidak mampu mengurus suami dan keluarga, dan cap itu melekat selamanya. Menjadikan ibunya pun keras dalam mendidiknya. Termasuk prinsip perempuan harus mandiri dan punya uang sendiri.

Vina tidak secara khusus menjelaskan kenapa kedua orang tuanya bercerai. Tapi kalau secara sepintas menyimak dia bercerita, sepertinya masalah ekonomi yang menjadi kendalanya. Bapak Vina malas bekerja. Bapak Vina hanya mengandalkan penghasilan ibu Vina yang mempunyai usaha dagang di kios kecil warisan keluarga.

Padahal sebagai seorang lulusan STM jurusan mesin banyak hal yang bisa dilakukan Bapak Vina. Banyak tetangga yang meminta bantuan bila ada masalah dengan kendaraannya. Harusnya bapak Vina bisa mendirikan usaha bengkel, tapi itu tidak dilakukannya. Ada saja alasan yang diutarakannya. Hingga membuat ibu Vina kesal, dan ujung-ujungnya menjadi ribut. 

Saya masih merenungkan kembali kisah Vina, ketika tiba-tiba gawai saya berbunyi. Sebuah pesan masuk. Kali ini seorang teman dari salah satu komunitas  yang saya ikuti yang mengirim pesan. Beberapa kali kami bertemu. Orangnya ceria sekali. Tapi siapa sangka kalau dia memiliki cerita yang tidak biasa. Dia adalah Mbak Wuri. Seorang perempuan yang energik sekali.

Pernah bercerai dan memutuskan untuk rujuk kembali. Meskipun tidak lama kemudian dia memutuskan untuk bercerai lagi. Alasan kenapa dia menggugat cerai, ternyata sama dengan alasan pertama sewaktu dia menggugat mantan suaminya dulu.

Sumber : canva
Suaminya kurang perhatian dengan keluarga. Lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Dari ceritanya, dia sebenarnya tidak yakin dengan rujuknya itu, tidak yakin suaminya berubah. Namun lagi-lagi desakan orang sekitar membuat dia menyerah dan memberi mantan suaminya kesempatan. Meskipun hasilnya seperti yang sekarang, dia menggugat cerai lagi. 

Saya yakin, tidak mudah bagi dia menjalani statusnya. Apalagi dia masih muda dan lumayan menarik. Dua kali dia harus bercerai dengan orang yang sama. Stigma negatif mungkin akan gampang melekat kepadanya. Tapi demi sang buah hati dia kemudian bangkit, dan memulai semua dari awal. Mengasah kemampuan memasaknya sehingga menjadi keahlian yang mendatangkan rupiah bagi dirinya. Dia fokus dengan tujuan yang ingin diraihnya. Dan untuk itu dia tidak sendirian. Dia berbagi bebannya kepada orang yang dia anggap sebagai ahlinya. 

Dia memiliki mentor pribadi yang mendampingi. Kegiatan yoga pun rajin dia ikuti, dan hasilnya emosi negatif bisa dia minimalkan. Seluruh energinya dia fokuskan untuk membesarkan usaha kuliner yang dirintisnya. Dalam hal ini dia sudah menemukan passionnya.

Ketika dia jenuh, dia berusaha menyalurkankan dengan mengundang sahabat-sahabatnya untuk memasak bersama dan memodifikasi resep yang dia punya. Hasilnya diapun lupa dengan masalahnya, dan teman-temannyapun memperoleh ilmu baru. Sebuah cara mengalihkan energi negatif yang bagus untuk ditiru. Dia tidak pernah berpikir takut tersaingi. Karena dia yakin rejeki Allah yang mengatur. 

Tiba-tiba "cling", sebuah ide masuk ke dalam pikiran saya.  Saya ingin mempertemukan Vina dan Mbak Wuri. Pasti ketika mereka berdua bertemu dan saling bercerita tentang masalahnya akan banyak nyambungnya. Karena permasalahan mereka hampir sama. Kurang beruntung dalam kehidupan berumah tangga. Meskipun itu belum menjadi endingnya, siapa tahu di masa depan keduanya akan menemukan kebahagiaannya..

Bersambung di : Manusia Kuat Bag 2 


Jumat, 08 Februari 2019

Calendar of Event 2019, sebagai Panduan Berwisata di Yogyakarta

Hari Senin,  tanggal 4 Februari 2019 lalu saya bersama komunitas Genpi  Jogja berkesempatan mengikuti acara Launching Calendar of Event (CoE 2019, yang diselenggarakan Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, bertempat di hotel Grand Dafam Rohan, pukul 13.00 - selesai. 
Launching CoE 2019 (doc. Pri) 
Dalam acara tersebut berbagai event seni dan budaya dari seluruh Kabupaten dan kotamadya di Yogyakarta akan direlease dan dipromosikan,  sebagai bagian dari agenda wisata di Yogyakarta.  

Peluncuran CoE 2019 ini bertujuan untuk memberikan informasi penyelenggaraan event secara lengkap kepada wisatawan yang akan berkunjung ke DIY sehingga mereka dapat mengatur jadwal liburan dengan lebih baik. Disamping itu juga untuk memperkenalkan Calendar of Event  Wisata DIY kepada khalayak luas dan mensinergikan penyelenggaraaan event di Provinsi dengan Kabupaten/Kota serta SKPD di lingkungan Pemda DIY

Acara diawali dengan makan siang bersama.  Aneka hidangan lezat unggulan dari Grand Dafam disajikan dan memanjakan para tamu undangan, termasuk saya. Sekitar pukul 13.15 WIB tamu undangan mulai memasuki ballroom. Ada sekitar 200 tamu undangan yang datang, yang terdiri dari pejabat pemerintahan pada SKPD terkait, stakeholder pariwisata DIY seperti ASITA, PHRI, HPI, GENPI juga komunitas pariwisata dan pemerhati dan pelaku pariwisata lainnya. Hadir pula Gubernur DI Yogyakarta yang diwakili oleh Wakil Gubernur Sri Paduka Pakualam X.  

Acara yang dipandu oleh MC Anang Batas dan Arin ini berlangsung dengan meriah. Diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Indonesia  Raya, dilanjutkan laporan dari penyelenggara CoE 2019 yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY,  Ir.  Singgih Raharjo,  M. Pd. 

Dalam sambutannya,  Bapak Singgih berharap peluncuran Calendar of Event Wisata 2019 dapat menjadi penyokong perekonomian DIY, sebagai upaya pemasaran untuk mengenalkan pariwisata Yogyakarta. Dimana tahun ini, target kunjungan wisatawan ke DIY adalah sebanyak 5.926.228 orang yang terdiri dari 498.410 orang wisatawan mancanegara dan 5.427.818 orang wisatawan nusantara.

Peluncuran CoE DIY (doc. Genpi Jogja) 
Dengan semakin meningkat dan membaiknya akses dan amenitis serta dukungan atraksi/even yang semakin berkualitas diharapkan target tersebut dapat tercapai.  Selain jumlah kunjungan, lama tinggal atau Length of Stay (LOS) wisatawan juga diharapkan dapat meningkat. Sehingga dapat menciptakan permintaan pasar (belanja) yang berimbas pada perekonomian masyarakat.

Sedangkan Gubernur DIY dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wagub Sri Paduka Pakualam X menyampaikan kedudukan penting dari sektor pariwisata sebagai pilar pembangunan nasional yang dapat meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, termasuk di Yogyakarta.

Ekonomi masyarakat Yogyakarta sangat didukung oleh bisnis pariwisata. Daya tarik Yogyakarta terletak pada tradisi kehidupan masyarakatnya yang adiluhung dan keberadaan kraton dengan kegiatan ritualnya. Disamping itu juga banyaknya peninggalan purbakala seperti candi-candi yang terdapat disekitar kota Yogyakarta

Sehingga peluncuran CoE 2019 DI Yogyakarta ini merupakan momentum yang baik dalam menciptakan akselerasi pembangunan ekonomi kreatif serta pariwisata Indonesia khususnya Yogyakarta.

Ditandai dengan pemukulan jimbe yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Pakualam ke X didampingi Kepala Dinas Pariwisata DIY,  perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI, Ketua PHRI, dan Ketua Asita DIY, Launching Calendar Of Event (CoE) 2019 DIY resmi dilakukan. 

Saya bersama teman-teman dari Genpi Jogja (doc. Genpi Jogja) 
Dalam CoE 2019 yang dilaunching ini terdapat 47 event yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, yang terdiri dari Event of Destination sebanyak 10 kegiatan,  event komunitas ada 12 kegiatan, seni budaya 14 kegiatan, dan sport ada 11 kegiatan. Adapun berdasar lokasi atau penanggung jawab kegiatan terdapat 18 event yang digelar di kota Yogyakarta, 8 event di Bantul,  di Kulon Progo ada 4 event,  Gunung Kidul 7 event, dan Sleman 9 event. Sedangkan event yang pelaksanaannya menjadi tanggung jawab lintas kabupaten ada satu. 

Event-event tersebut menjadi primadona dan banyak ditunggu-tunggu para wisatawan. Sebagai warga Yogyakarta sudah sepatutnya kita berbangga. Karena dari 47 event yang ada, terdapat 3 event yang masuk dalam CoE 2019 Kemenpar, dan masuk kategori internasional. Yakni ArtJog,  Jogja International Heritage Walk (JIHW), dan Jogja International Performance Street (JISP).

3 event Jogja yang masuk Coe Kemenpar 2019
Secara rinci Calendar of Event DIY adalah sebagai berikut :

Agenda wisata DIY,  sumber : visitingjogja.com

Jadi, bagi teman-teman yang berencana piknik ke Jogja,  simak panduan penyelenggaraan event-event di atas ya...jangan sampai event yang diminati terlewati...
Salam... 

Baca juga :

Kamis, 31 Januari 2019

Nasihat Ibu yang Tak Lekang Oleh Waktu


Saat menuliskan cerita ini saya jadi teringat salah satu bait lagu yang diciptakan Jasmine Elektrik dalam rangka memperingati hari ibu.  Lagu berjudul IBU ini berkisah tentang kasih sayang ibu yang berhasil membuat perasaan saya mengharu biru.

Jasmine Elektrik adalah wajah baru dari band independen asal Yogyakarta yang dulunya bernama Jasmine Akustik. Setelah 15 tahun lebih berkarya, mereka kemudian mengubah warna dalam bermusik dan berganti nama menjadi Jasmine Elektrik.

Grup band indie yang digawangi oleh 5 personil yakni Dika (vocal),  Pram (gitar), Wasis (drum), Joko (bas),  dan Moko (keyboard)  ini menyuguhkan musik yang lebih fresh, dengan instrumen musik yang up to date, namun dengan melodi yang bisa diterima semua kalangan disertai lirik yang mengandung makna yang sangat dalam. Single terbaru mereka yang berjudul Ibu sangat sarat makna dan membuat kita teringat jasa dan pengorbanan Ibu yang tidak mungkin terbalas dengan apapun juga.  Teruntuk Ibu saya yang saat ini sudah tenang di surga... 

"Ibu,  ku arungi hidup berbekal ilmu darimu,  kasih sayang ibu tak terbantahkan waktu"
***

Kalau saya ditanya dengan siapa dulu saya sering berselisih paham,  jawabnya adalah ibu. Dan jika ada pertanyaan lagi siapa orang yang paling dekat dan berpengaruh besar terhadap cara pandang dalam hidup? Jawabnya juga ibu. 

Ya begitulah,  hubungan saya dengan ibu adalah hubungan yang unik. Sering kami berselisih paham,  namun kemudian baikan. Kalau menurut orang-orang sekitar, kami punya banyak kemiripan. Baik wajah maupun sifat. Padahal ada yang pernah bilang kalau anak perempuan mirip dengan ibunya, maka akan susah akurnya. Tidak tahu pendapat itu benar atau salah, tapi begitulah kenyataan yang terjadi pada kami. Kami susah sekali mengekspresikan rasa sayang diantara kami dengan bahasa verbal sehari-hari.

Foto kenangan saya bersama bapak dan ibu (doc. Pri) 
Hingga kemudian sesuatu terjadi saat saya duduk di bangku SMP kelas 2. Saya mengalami kecelakaan, saya tertabrak sebuah motor yang dikendarai anak SMA. Dari luar sepertinya saya baik-baik saja. Hanya mengalami sedikit luka di gores di bagian siku. Hanya saja saya pingsan cukup lama, sekitar 2 jam. Dan saat saya siuman sudah ada kedua orang tua saya. Karena waktu itu kesadaran saya bagus dan bisa berkomunikasi dengan baik termasuk masih mengingat awal kejadian sebelum saya pingsan,  dokter mengatakan kemungkinan saya baik-baik saja, dan kalau tidak ada keluhan yang berarti saya bisa langsung pulang.

Mendengar itu saya merasa lega, dan mencoba ingin bangkit dari tempat tidur.  Namun belum sampai saya terbangun, saya merasakan pusing yang teramat sangat dan mengalami muntah-muntah hebat. Dokter yang masih berada di ruang terlihat kaget, segera dia meminta perawat untuk membawa saya ke ruang rontgen,  karena kemungkinan besar saya mengalami trauma kepala.  Ternyata dari hasil rontgen terlihat ada goresan kecil di tulang tengkorak sebelah kanan.  Kata dokter,  itu adalah darah beku yang terjadi akibat benturan yang saya alami. Itulah yang menyebabkan saya merasa pusing dan muntah-muntah. Dokter mengistilahkan yang saya alami adalah gagar otak namun masih kategori ringan. 

Kaget dong saya dan kedua orang tua mendengarnya, terbayang efek yang bakal saya alami akibat gegar otak yang saya derita. Saya membayangkan diri saya menjadi pelupa dan tidak bisa apa-apa. Untungnya dokter menenangkan Katanya kalau dilihat dari kondisi saya,  sepertinya cidera kepala yang saya alami tidak terlalu parah.  

Dokter menjelaskan pusing yang berefek muntah-muntah yang saya alami adalah karena darah beku yang ada di kepala. Sehingga dokter kemudian memberikan obat yang diharapkan bisa mengencerkan gumpalan darah yang ada di kepala saya dan bisa menghilangkan pusing dan efek muntah yang terjadi. Tetapi cara ini memang butuh waktu lama dan dan kedisiplinan tinggi.  Saya tidak boleh banyak gerak,  dan harus tidur tanpa alas kepala dengan hanya boleh satu posisi yakni terlentang saja. Tidak boleh miring kiri maupun kanan,  apalagi tengkurap. Karena perubahan posisi itu akan menyebabkan peluang saya untuk muntah besar. Dan itu akan memperparah cidera kepala yang saya alami.

Dan  perjuangan saya pun dimulai. Jadilah mulai hari itu saya tidur dengan posisi rebah menghadap ke atas,  tanpa bantal dan tidak boleh banyak bergerak.  Target dokter adalah saya berhenti muntah. Tetapi ternyata pusing hebat masih saya alami, bahkan selama 5 hari saya mengkonsumsi obat, saya masih sering muntah-muntah. Sehingga dokter mengajukan opsi yang kedua. Jika selama 2 hari ke depan saya masih mengalami muntah-muntah yang mengakibatkan kepala saya sering terangkat, maka dokter akan melakukan tindakan operasi untuk menyedot darah kental yang ada di kepala saya. Bergidik saya mendengarnya, membayangkan kepala saya dibuka untuk disedot darahnya.  

Dokter bilang itu operasi biasa, tetapi tetap saja saya merasa ngeri dan takut. Bagaimana kalau operasinya gagal, tidak cuma darah yang tersedot tapi otak saya juga, duh membayangkan hal itu pusing saya semakin menjadi.

Bayangan suasana operasi yang membuat saya ngeri
(Sumber : pixabay)
Ibu tentu prihatin dengan kondisi saya. Kemudian ibu berusaha menenangkan saya dan berkata "Tenang,  nanti Ibu carikan obat biar kamu nggak jadi operasi" 
Tidak berapa lama ibu pamit mau pergi keluar karena ada suatu urusan. Sayapun mengiyakan. Jadi di rumah sakit gantian bapak yang menemani. Sore hari ibu kembali, dengan membawa tentengan di tangan, yang ternyata berisi sebutir kelapa gading berwarna kuning, sebotol madu, dan sebuah wadah kecil berisi garam halus dicampur minyak. 

Ibu mengangsurkan air kelapa gading yang sudah dicampur madu untuk saya minum. Kemudian membalur kedua kaki saya dengan campuran garam halus dan minyak tadi. Ramuan itu ternyata ibu dapatkan dari seorang kyai yang ada di kota kami. 

Dan ajaib, dua hari kemudian saya merasakan efeknya. Meskipun rasa pusing masih ada,  tapi saya tidak muntah-muntah lagi. Mungkin itu salah satunya juga karena kekuatan doa yang dipanjatkan ibu setiap hari dan akhirmya dokter memutuskan saya tidak jadi operasi. 

Meskipun saya sudah tidak muntah lagi, tapi dokter belum mengijinkan saya pulang, saya masih harus dalam pengawasan. Tidur sayapun tetap harus tanpa bantal. Dan kalau ditotal 30 hari lamanya saya di rumah sakit, hingga dokter menyatakan saya sembuh dan boleh pulang. Cukup lama memang,  tapi itu lebih baik daripada saya harus masuk ke ruang operasi. Dan selama itu akhirnya saya semakin dekat dengan Ibu. Selama di rumah sakit kami sering bercerita tentang apa saja. Banyak nasihat yang beliau berikan, namun ada 2 hal yang sangat mengesankan dan sampai sekarang saya pegang, yakni :

1. Urip Iku Urup
Hidup itu menyala, maksudnya hidup itu harus mampu memberi manfaat bagi orang lain sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing. Kalaupun kita belum mampu berbuat banyak,  minimal kita jangan menjadi masalah bagi orang lain. Yang penting punya niat untuk berbagi.  Dan untuk saya pribadi,  meskipun saya sekarang menjadi ibu rumah tangga saya tetap berusaha untuk berbagi manfaat lewat tulisan,  seperti yang pernah saya kisahkan di sini

2. Ala Becik Meneng
Apapun dan bagaimanapun kondisi kita, lebih baik kita diam. Ketika kita ditimpa kesusahan, kita tidak boleh banyak mengeluh. Demikian juga ketika kita sedang berada dalam keadaan penuh kesenangan, tidak perlu pengumuman atau pamer kepada siapa-siapa. Karena kita hidup cuma sakdermo nglakoni atau sekedar menjalani skenario yang Kuasa. Rasa syukur itu yang harus selalu kita ingat dan kita lakukan setiap harinya. Meskipun ini memang tidak mudah. Apalagi kalau sedang ditimpa susah. Pengennya curhat saja.  Karena memang pada dasarnya manusia itu suka mengeluh dan juga suka pamer.  Namun paling tidak adanya nasihat ibu ini menjadi pengingat saya untuk terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi...

Nah,  dua nasihat ibu itulah yang paling mengesankan dan menjadi pegangan hidup saya sampai sekarang dimana saya sudah berumah tangga. Kalau teman-temen apa nasihat ibu yang paling berkesan?  Sharing yuk...

Oh ya sebagai penutup cerita mari kita dengarkan bersama single lagu IBU dari Jasmine Elektrik yang cukup menyentuh berikut ini...


Catatan : 
Tulisan ini disertakan dalam kompetisi blog #JasmineElektrikCeritaIbu

Selasa, 29 Januari 2019

Sate Merah dari Jogja yang Disukai Turis Manca

Apa yang membuat teman-teman rindu terhadap suatu tempat? Coba saya tebak,  kalau tidak suasananya,  pasti kulinernya kan?? Nah,  itu Juga yang saya alami.. 

Setelah beberapa waktu yang lalu sempat mencicipi enaknya hidangan dari Sate Ratu,  saya kangen untuk menikmatinya lagi. Tapi kalau sendiri sepertinya kurang seru. Akhirnya saya bikin janji bersama 5 orang teman untuk berkumpul, ngobrol-ngobrol sambil kulineran.

Jogja Paradise (doc. Pri) 
Jumat,  25 januari 2019 adalah hari yang kami sepakati.  Dan sekitar pukul 13.00 WIB kami meluncur menembus kemacetan Jalan Magelang Jogja menuju ke warung Sate Ratu yang menempati  salah satu sudut di sebuah food court bernama Jogja Paradise yang beralamat di jalan Magelang Km 6 Yogyakarta. 

Sate ratu (doc. Pri) 
Tidak berapa lama, sampailah kami di tenant Sate Ratu yang kami tuju. Segera kami melihat-lihat menu, dan memilih hidangan yang akan kami nikmati.  Seporsi ceker tugel,  lilit basah dan 5 porsi sate merah dan kuah polos beserta nasi putih terhidang di atas meja.  Untuk minuman kami memilih air mineral saja. 

Menu-Menu Di Sate Ratu
Dulu, ketika pertama kali ke Sate Ratu, menu yang saya coba adalah sate merah dan lilit basah. Kedua hidangan yang berbahan baku daging ayam ini memang istimewa. Daging ayam yang direndam dengan aneka campuran bumbu dan rempah,  dan dibakar dengan waktu yang tepat,  menjadikan sate merah bercita rasa dunia. Terbukti sampai saat ini telah dinikmati oleh turis -turis yang berasal dari 71 negara. 

Sate merah,  ceker tugel, dan lilit basah (doc. Pri) 
Bagi yang belum pernah mencicipi, sini saya bocori. Rasa dari sate merah ini gurih manis, dengan rasa pedas yang pas.  Daging ayamnya tidak kering, tapi empuk dan juicy. Sangat enak dinikmati selagi panas, bersama sepiring nasi dan kuah polos. Kuah polos adalah kaldu tanpa isi yang sengaja disediakan karena ada beberapa pelanggan yang kurang terbiasa makan nasi plus lauk kering saja (tanpa kuah). 

Beralih ke lilit basahnya.  Menu ini adalah improvisasi dari sate lilit bali. Berasal dari daging ayam cincang ditambah aneka bumbu,  yang dikukus dalam cetakan berbentuk kotak, kemudian dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Disajikan bersama kuah dilengkapi dengan taburan bawang merah goreng dan irisan mentimun. Bagi yang kurang suka rasa manis dan pedas dari sate merah, bisa mencoba lilit basah. 

Semangat teman-teman menikmati
Hidangan Sate Ratu (doc.pri)
Sedangkan bagi yang menyukai pedas yang lebih dasyat, ceker tugel adalah pilihan tepat.  Menikmati ceker tugel ini, tidak bisa sok jaim. Karena untuk menikmatinya, kedua tangan harus maju semua. Lebih enak lagi kalau kita duduk dengan posisi bersila, kedua kaki naik ke tempat duduk kita... Hmm... Pasti jadi lupa kiri dan kanan kita. Daging ceker tugel di Sate Ratu empuk, dan mudah lepas dari tulang-tulangnya. Kuahnya banyak dengan rasa pedas yang lumayan kuat. 

Sejarah Sate Ratu
Mungkin ada yang penasaran kenapa tempat makan ini bernama Sate Ratu. Ternyata itu tidak lepas dari sejarah masa lalu. Cikal bakal Sate Ratu adalah Angkringan Ratu. Kenapa dinamai ratu, karena angkringan ini ingin menghadirkan hidangan-hidangan premium yang berasal dari olahan sendiri dan tidak menerima titipan. 

Dalam perkembangannya pemilik Angkringan Ratu ingin lebih fokus ke produk-produk yang paling laku di Angkringan Ratu. Hingga kemudian pemilik Angkringan Ratu ini menggunakan nama Sate Ratu sebagai usaha barunya dan pada bulan Maret 2016 mulai membuka usaha barunya dengan menyewa salah satu stand di Jogja Paradise sampai sekarang. Dengan mengusung 3 menu unggulan yakni sate merah, sate lilit (sekarang menjadi lilit basah), dan ceker tugel. Ketiganya merupakan menu-menu yang dulunya paling laris di Angkringan Ratu.

Prestasi dari Sate Ratu
Pemilik dari sate ratu adalah seorang bapak yang ramah bernama Fabian Budi. Sebelumnya Pak Budi,  demikian biasa beliau dipanggil, adalah seorang karyawan di dunia entertainment yang memutuskan resign demi menuruti kata hatinya untuk menekuni bisnis kuliner. 

Pak Budi dan istri (doc. Pri) 
Keseriusannya menekuni dan membesarkan Sate Ratu membuahkan hasil. Keuletannya membawa sate ratu menerima berbagai penghargaan, diantaranya memperoleh certificate of exelent dari Trip Advisor di tahun 2017/2018.

Beberapa penghargaan yang diterima (doc.pri)
Trip advisor adalah situs rujukan wisata bagi traveller dari luar negeri. Syarat menperoleh certificate of exelent adalah memperoleh nilai review minimal 4 dari maksimal 5 dalam kurun waktu satu tahun. Karena bagusnya ulasan mengenai Sate Ratu di Trip Advisor,  tidak mengherankan banyak wisatawan dari luar yang justru lebih mengetahui info tentang Sate Ratu. 

Beberapa testimoni yang tertangkap kamera
(doc.pri)
Testimoni kepuasan dari pelanggan Sate Ratu diabadikan melalui tulisan-tulisan testimoni yang terpampang di dinding warung Sate Ratu. Nah, bagi teman-teman yang tinggal di Jogja atau kebetulan baru melancong ke Jogja, jangan lupa mencoba menu di Sate Ratu ya,  karena menu-menu di sini enak-enak, dan banyak disuka turis-turis manca...

Salam...

Kamis, 24 Januari 2019

Hal-Hal Sederhana yang Membuat Saya Bangga Menjadi Narablog

Suatu hari dalam sebuah pertemuan warga di kampung saya, tiba-tiba seorang ibu sebut saja ibu A mendekat dan bertanya,  "Mbak Nurul tu sekarang nggak kerja lagi ya?  Kok tiap hari sering pergi, tapi sepertinya cuma main? "

Ngeblog itu media aktualisasi diri
Belum sempat saya menjawab ibu B menyela,  "Eh mbak,  kemarin saya lihat Mbak Nurul di Resto x , ada acara apa ya?"

Saya pun senyum-senyum saja,  untuk pertanyaan ibu A saya biasanya cuma menjawab iya. Tidak saya jelaskan panjang lebar aktifitas saya setelah saya berhenti bekerja. Karena pasti kalo dijelaskan akan panjang dan lama.  Dan ujung-ujungnya menyesalkan kenapa saya berhenti kerja,  padahal mencari kerja itu sulit, dan seterusnya. 

Untuk ibu B karena kebetulan ketemu saya pas saya ada event narablog,  saya jelaskan semampu yang saya bisa,  sedang apa saya di sana.  Saya bilang baru ada tugas liputan,  karena ada suatu perusahaan sedang melaunching produk barunya.  Kemudian ibu B bertanya lagi,  "Tugas dari mana,  dapat bayar tidak?"  Dan saya pun jadi pusing untuk menjelaskannya 😅

Memang profesi narablog atau mungkin orang lebih familiar dengan istilah blogger belum semua orang paham. Apalagi untuk Ibu-ibu seumuran ibu saya. Dalam benak beliau-beliau,  yang namanya pekerjaan adalah pegawai kantoran.  Yang punya jadwal kerja rutin setiap harinya. Dengan gaji yang bisa diharapkan diterima setiap bulannya.  Almarhumah Ibu saya juga pasti punya pendapat yang sama. Sayang ibu tidak sempat mengetahui kalau pada akhirnya saya meninggalkan pekerjaan kantoran dan sekarang menekuni kegiatan sebagai pengelola blog.  Padahal, menurut saya blogger itu adalah pekerjaan yang paling menyenangkan.  Bisa bekerja sambil dolan-dolan,  bahkan terkadang dolan adalah pekerjaannya..  😀

Kalau boleh jujur,  saya malah menyesal kenapa tidak dari dulu saya berhenti dari pekerjaan,  dan menekuni dunia tulis-menulis saja. Bisa bekerja dari rumah,  sambil ngurus anak.  Tapi ya sudahlah,  memang sudah jalannya demikian. Saya resign sekitar 5 tahun yang lalu, alasan utamanya karena saya ingin punya banyak waktu untuk anak saya, dan ingin mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Tetapi seperti yang umumnya terjadi,  ibu bekerja yang tidak lagi ngantor pasti mengalami masa transisi.  Bingung mencari kesibukan untuk menghilangkan kebosanan. 

Awal Mula Saya Menjadi Narablog
Setelah resign dari pekerjaan,  saya banyak mencoba berbagai kegiatan untuk mengisi waktu luang.  Mencoba jualan online sampai buka usaha makanan.  Aktivitas ngeblog tidak serta merta saya lakukan. 

Baru di pertengahan tahun 2016 saya membuat blog.  Itupun saya lakukan tanpa sengaja. Awalnya karena sering baca-baca blog orang yang kemudian mendorong saya untuk punya blog juga. Motivasi saya ngeblog karena ingin menyalurkan hobi menulis, juga ingin menyibukkan diri. Selain itu saya juga ingin berbagi informasi yang siapa tahu sedang pembaca cari. Apalagi di era digital ini,  mencari informasi semudah menggerakkan jari. Tinggal ketik kata kunci di google,  segala informasi langsung bermunculan.  Nah,  siapa tahu aktivitas googling dari seseorang nyasar ke blog saya. Dan orang itu merasa terbantu dengan informasi yang saya tuliskan. Yang berarti secara tidak langsung saya telah berbuat baik, mudah-mudahan sih bisa menjadi tambahan tabungan amal kebaikan untuk saya. Bukankan setiap kebaikan ataupun kejahatan sebesar biji sawi pun akan diperhitungkan? 

Awal Serius Sebagai Narablog
Kalau dihitung-hitung sampai saat ini,  sudah 2,5 tahun saya ngeblog.  Meskipun baru 2 tahun belakangan ini saya lebih serius menulis dan menikmati dunia narablog.  Hal ini diawali dengan bergabungnya saya di Komunitas Blogger Jogja (KBJ) di facebook.  

Lewat komunitas ini saya jadi banyak tahu tentang blogging. Tadinya saya mengira aktivitas ngeblog itu sederhana saja. Kita sekedar bercerita di dalam blog dengan gaya suka-suka. Melalui komunitas KBJ saya kemudian menyadari, bahwa dunia blogging tidak sesederhana itu. Banyak hal yang harus dipahami kalau ingin merasakan manfaat lebih dari aktifitas ini.

Salah satu event blogger yang saya ikuti
Karena ternyata banyak teman narablog di luar sana yang memiliki semangat dan pengorbanan yang luar biasa sehingga menjadikan aktivitas ngeblog tidak sekedar sampingan saja. Bahkan ada yang justru nenjadikan ngeblog menjadi sumber penghasilan, entah itu lewat event lomba atau lewat kerjasama dengan pihak lain (brand/perusahaan). Dan untuk mencapainya, diperlukan semangat profesionalisme dalam mengelolanya. Bahkan saat ini narablog adalah salah satu profesi yang banyak diminati. 

Melalui Komunitas Blogger Jogja saya banyak memperoleh kesempatan mengikuti event blogger dan bertemu dengan kawan sesama narablog. Pertemanan dengan sesama narablog yang terjalin membuat kami saling memberi informasi bila ada acara berupa liputan atau lomba. Kami juga saling support antara satu dan lainnya.

Yang Membuat Saya Bangga Menjadi Narablog
Dari berbagai aktivitas blogging yang saya lakukan, ada beberapa peristiwa yang menurut saya istimewa, yang membuat saya bangga menjadi narablog,  yakni :

1. Menjadi rujukan teman dalam mencari informasi
Eh.. bener lho.. Karena sering nulis di blog,  teman-teman jadi menganggap saya serba tahu.  Mereka sering meminta informasi tentang berbagai hal. Mulai dari tempat makan,  tempat wisata,  klinik kecantikan, sampai souvenir pernikahan yang bagus dan bisa direkomendasikan. Bahkan seorang kawan yang lama hidup di Jakarta,  kalau sedang berwisata ke Jogja,  dia menggunakan tulisan saya sebagai rujukannya untuk mencari tempat makan dan tempat liburan. 

Dari situ saya sadar kekuatan narablog dalam bercerita mampu membangkitkan minat pembaca untuk mencoba atau mempercayai info yang disajikan dalam blog. Review jujur dengan bahasa santai lebih mudah diterima pembaca. Sehingga tidak heran bila sekarang mengundang narablog menjadi salah satu pilihan brand/perusahaan untuk mempromosikan produk barunya. 

2. Terpilih mengikuti event yang tidak setiap orang bisa mengikuti.  
Setiap event untuk narablog biasanya melalui seleksi. Karena jumlah yang diundang terbatas dibanding dengan jumlah narablog.  Sehingga ikut mendaftar di sebuah event harus punya nyali.  Kalau misalnya ditolak tidak boleh patah hati. Malah justru jadi ajang introspeksi untuk meningkatkan performa blog kita. 

Selama saya mendaftar untuk sebuah event,  sudah sering saya tidak lolos seleksi. Jadi mental saya sudah terbentuk,  terpilih atau tidak, tetap happy. 

Nah,  diantara beberapa event yang pernah saya ikuti ada 2 event yang membuat saya merasa bangga karena bisa lolos seleksi. Pertama event Gathering MPR RI bersama Netizen Jogja yang ulasannya ada di sini,  dan event gathering bersama produsen smartphoneYang terakhir saya merasa senang, karena itu adalah kali pertama saya mengikuti event bersama perusahaan gadget. Dimana rata-rata yang hadir adalah narablog tekno, sementara saya ini narablog gado-gado.  Event ini menantang saya untuk keluar dari zona nyaman mencoba mereview sesuatu yang tidak melulu makanan atau tempat liburan.

3. Memperoleh produk gratis untuk direview
Nah,  ini.. Sebagai emak-emak sudah tentu saya suka barang gratisan. Dan seperti gayung bersambut,  saat ini banyak platform yang menyediakan produk-produk yang dikirimkan secara cuma-cuma untuk dicoba dan diulas.  Caranya pun mudah,  cukup kita mendaftar menjadi anggota, dan mengisikan identitas kita termasuk akun media sosial yang kita punya. 

Selanjutnya mereka akan melakukan verifikasi,  kalau kita memenuhi kriteria yang mereka cari,  kita berhak mencoba produk yang mereka kirim,  untuk kemudian kita coba dan kita memberi review berdasar pengalaman kita. 

Belum banyak sih,  produk gratis yang saya coba dan saya berikan ulasannya.  Tapi lumayanlah,  dapat bahan untuk membuat tulisan di blog juga.  Rata-rata produk yang saya terima adalah produk perawatan rambut dan wajah. Sampai-sampai teman mengira saya sudah beralih menjadi blogger beauty 😀

4. Berkesempatan mendapatkan tambahan uang saku dari event lomba.  
Lomba adalah ajang saya mengadu untung dan uji konten tulisan. Kalau misal akhirnya juara, Alhamdulillah berarti rejeki.  Kalau tidak pun minimal ada artikel baru di blog saya. Jadi sama sekali tidak ada ruginya.  Karena katanya blog kita harus sering diisi tulisan baru.  Agar tidak dilupakan pembaca dan banyak sarang laba-laba. 

Jadi menurut saya mengikuti lomba  tidaklah sia-sia. Akan menambah variasi tulisan kita.  Bahkan kita sudah dibantu dengan diberi tema.  Tinggal kita eksplor saja mau dibuat tulisan semacam apa. Kalau mau manteb sih bikin riset juga.  Biar tulisan bisa dalam dan mengena. 

Diantara banyak lomba yang saya ikuti, Alhamdulillah ada beberapa yang lolos jadi juara, meskipun belum banyak juga. Dan salah satu yang paling mengesankan buat saya adalah lomba penulisan tentang kuliner yang mengingatkan saya pada almarhumah ibu. Itu adalah tulisan pertama saya yang berhasil menyabet juara. Tulisan saya ini tentang kuliner istimewa yang membuat saya jadi kangen dengan sosok ibu.  Waktu itu saya menulis tentang kenangan sayur asem yang selalu dimasak ibu di setiap akhir pekan. Tulisan itu saya buat di tahun 2017 lalu.

Apresiasi pertama yang saya dapatkan

Sayangnya di tahun 2018 saya malah jarang mengikuti lomba. Rasa malaslah yang menjadi alasan utama.  Hampir sebagian besar tulisan saya adalah reportase event blogger atau review produk saja. Padahal euforia ketika menjadi juara itu menyenangkan, seperti terbang ke awan.. 😂😂

Oleh karena itu resolusi saya di tahun 2019 ini adalah memperbaiki performa blog diantaranya dengan pindah ke domain TLD serta mencoba mengikuti banyak lomba. Siapa tahu aktivitas itu menjadi jalan rejeki menambah kesehatan pundi-pundi..aamiin.. 

Rasanya 4 hal yang saya tulis di atas sudah cukup untuk menjadi alasan kenapa saya bangga sebagai narablog. Ada satu lagi yang penting dan harus digarisbawahi, seorang narablog mampu menjadi produktif dari rumah dengan menghasilkan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi sesama. Semangat berbagi manfaat itulah yang menjadi "ruh" nya.  Masalah tulisan saya kemudian diapresiasi dan menjadi jalan rejeki, campur tangan Tuhan-lah yang menyebabkan itu semua terjadi.  

Semoga teman-teman yang membaca tulisan ini,  dan kebetulan belum menjadi narablog,  menjadi termotivasi untuk memiliki blog.  Karena lewat blog,  kita bisa menabung kebaikan lewat tulisan..  

Jadi, tunggu apalagi yuk jadi narablog... 

Sabtu, 12 Januari 2019

ASUS ZenFone Max M2 ZB633KL, Smart Phone Gaming Pilihanku

Tanggal 17 Desember 2018 lalu,  saya menghadiri acara ASUS Blogger Gathering yang diadakan di Hotel Grand Zuri Jogja. Di acara tersebut,  Asus memperkenalkan 2 produk Smartphone gaming terbarunya,  salah satunya adalah ASUS ZenFone Max M2.

Penampakan Asus ZenFone Max M2
(sumber : channel.asus. com)
Meskipun saya bukan gamer sejati, informasi ini sangat penting karena kebetulan saya tengah mencari smart phone gaming untuk kado ulang tahun pak suami. Belakangan ini beliau sering mengeluh hpnya sering error, panas,  dan lemot saat digunakan untuk ngegame. Maklum,  HP udah uzur masih dipaksa kerja keras juga 🙆

Suami memang suka ngegame,  hobi yang sudah lama ditekuni bahkan sebelum kami menjadi pasutri. Dan sejauh ini hobinya itu tidak mengganggu,  karena beliau masih ingat waktu. Jadi semacam media refreshing saja,  biar tidak jenuh dengan rutinitas harian dan jadwal kerja.

Oleh karena itu bagi saya bisa mengikuti acara Asus Blogger Gathering ini merupakan sebuah keberuntungan. Karena di sini saya akan memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Yap, salah satu previllage menjadi narablog. Memperoleh kesempatan mendapatkan informasi dari narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan lewat mata kepala sendiri. No hoax dan no tipu-tipu .. !!!

Saya bersama teman-teman blogger yang hadir
Di acara Asus Blogger Gathering (doc. Manda)

Tentang Asus ZenFone Max M2
Acara Blogger Gathering bersama ASUS ini dihadiri sekitar 30 blogger Jogja.  Rata-rata mereka adalah blogger tekno,  meskipun  ada juga beberapa blogger gado-gado life style seperti saya. Setelah beramah-tamah dan menikmati coffee break, acarapun segera dimulai.

Dalam acara tersebut, Frandy Aprianto selaku Smartphone Product Marketing ASUS Indonesia mengungkapkan, ASUS memiliki strategi untuk fokus di industri mobile gaming. Karena saat ini industri gaming memang cukup menarik. Bahkan berdasar riset yang dilakukan oleh ASUS, diperoleh data yang cukup unik,  yakni :

  • 4 dari 10 aplikasi tidak berbayar terpopuler adalah aplikasi games.
  • Dari 10 aplikasi berbayar,  7 terpopuler semuanya berkaitan dengan games. 
  • Dari 10 besar aplikasi pemberi revenue ke developer, 9 aplikasi adalah aplikasi games. 
  • Dan sebagian besar gamer terutama di Indonesia menggunakan smart phone untuk ngegame. 

Nah, data-data yang diperoleh tersebut digunakan ASUS untuk menentukan strategi bisnisnya.

Saya sendiri bukan pecandu game.  Saya ngegame hanya kadang-kadang. Itu juga paling game sederhana semacam tetris saja. Sebagai pembunuh waktu ketika harus menunggu.

Namun berhubung saya ingin memberi kado gawai baru untuk suami sayapun jadi kepo maksimal dengan smartphone keluaran ASUS ini. Yang konon kabarnya gahar dan tangguh, dambaan para penikmat games. Dan di acara ini kami dikasih bocoran lengkapnya. Mulai dari spesifikasi fisik,  sampai keunggulan-keunggulan lain yang dimilikinya.

Dari penjelasan yang diberikan,  pilihan saya mengerucut ke ASUS ZenFone Max M2. Karena disamping sesuai dengan anggaran dana,  smartphone ini memenuhi semua kriteria yang saya cari. Penasaran seperti apa? Yuk simak ulasannya...

"ASUS ZenFone Max M2, Smartphone Pertama dengan Snapdragon 632 dan Baterai Besar 4.000 mAh. Tampil lebih powerful dan premium, serta tetap hadir dengan harga terjangkau"

Demikian kalimat pembuka dalam release yang disampaikan pihak ASUS kepada kami yang hadir di acara ASUS Blogger Gathering. Bagaimana ZenFone Max M2 bisa diklaim seperti itu?  Berikut faktanya...

1. Tampilan Premium 
ZenFone Max M2 merupakan generasi penerus ZenFone Max M1. Smart phone ini  hadir dengan desain bodi baru yang lebih ramping dan ringkas, dengan premium metal finish dan tiga pilihan warna yang menarik yaitu Midnight Black, Space Blue dan Meteor Silver. Selain itu gawai ini juga mengusung layar yang lebih lebar,  yakni 6,3 inci.

2. Performa yang Maksimal
Di dalam ZenFone Max M2 terdapat SoC terkini Qualcomm Snapdragon 632 yang lebih powerful yang dibangun dengan arsitektur ARM 14nm dan ditemani oleh RAM hingga 4GB.

Penggunaan SoC terbaru tersebut membuat ZenFone Max M2 tampil dengan performa CPU 40% lebih tinggi dan performa grafis 10% lebih baik dari perangkat yang menggunakan Snapdragon 626.

ZenFone Max M2 juga sangat efisien dalam hal konsumsi daya sehingga bisa menemani penggunanya seharian dan dapat menjalankan semua game terkini dengan sangat lancar.

3. Kapasitas Baterai yang Besar
ZenFone Max M2 kali ini menggunakan baterai lithium-polymer berkapasitas besar yakni 4.000 mAh. Baterai yang diproduksi secara khusus tersebut mampu membuat ZenFone Max M2 memiliki waktu standby di jaringan 4G selama 33 hari. Selain itu, smartphone ini juga bisa menemani penggunanya menonton video selama 21 jam, berselancar di internet menggunakan WiFi selama 22 jam, hingga bermain game selama 8 jam non-stop. Dan performa baterai merupakan salah satu fokus utama di seri ZenFone Max.

4. Tampilan layar yang maksimal
ZenFone Max M2 merupakan smartphone pertama di seri ZenFone Max yang menggunakan layar 6,3 inci all-screen 19:9 HD+ (1520 x 720). Layar tersebut hadir dengan screen-to-body ratio hingga 88% sehingga dapat memperkaya pengalaman penggunaan. Baik untuk berselancar di internet, menonton video ataupun bermain game, layar ZenFone Max M2 sudah bisa mengakomodasi semuanya.

Sumber : ig @asusid
Layar pada ZenFone Max M2 juga membuat smartphone ini tetap ramping dengan ketebalan hanya 7,7mm, lebih tipis dari pendahlunya yang memiliki ketebalan bodi hingga 8,7mm.

5. Hasil Gambar yang Keren
Sistem kamera ganda di ZenFone Max M2 mengusung sensor beresolusi 13MP dengan aperture lebar f/1.8 yang bisa menghasilkan gambar dengan detail di situasi apapun. Kamera tersebut sudah didukung fitur AI Scene Detection yang memungkinkan ZenFone Max M2 mengenali 13 jenis foto.

Agar hasil pengambilan gambar tetap stabil dan tidak blur, kamera ZenFone Max M2 juga sudah dilengkapi dengan teknologi Electronic Image Stabilization (EIS).

Sumber : ig @asus.id
Kamera kedua di ZenFone Max M2 merupakan kamera khusus untuk menghasilkan efek bokeh di foto potrait. Kamera ini mampu menghasilkan efek blur pada background yang sangat natural layaknya diambil menggunakan kamera profesional.

6. Sistem Audio yang Lebih Baik
ZenFone Max M2 hadir dengan lima magnet speaker dengan metal voice coil. Lima speaker tersebut dikontrol oleh teknologi NXP low-distortion smart amplifier agar menghasilkan suara yang jernih dan keras,  sehingga pengalaman multimedia dari user semakin maksimal.

Sistem audio yang telah ditingkatkan ini membuat Zenfone max M2 menyandang gelar sebagai  pusat multimedia mobile terbaik di kelasnya.

Sehingga tidak berlebihan jika Jimmy Lin, Regional Director South East Asia Asus, menyatakan : 
"ZenFone Max M2 ini tetap tidak bisa dipandang sebelah mata, karena Smartphone ini masih sangat mumpuni untuk menjalankan semua game terkini dengan sangat lancar."

7. Harga Terjangkau
Dengan kualitas yang dimiliki tersebut,  Asus ZenFone Max M2 yang hadir dalam dua konfigurasi memori yakni 3GB/32GB dan 4GB/64GB ini ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau.  Yakni Rp. 2.299.000,- untuk Asus Zenfone Max M2 3/32, sedangkan Asus Zenfone Max M2 4/64 ditawarkan dengan harga Rp. 2.699.000,-

Adapun spesifikasi rinci dari gawai ini adalah sebagai berikut :



Nah,  dengan spesifikasi yang dimiliki tersebut saya mantap untuk memilih Asus ZenFone Max M2 sebagai gawai yang menemani aktivitas keseharian suami dalam bekerja,  termasuk aktivitas nge-game ria.  Bagaimana dengan teman-teman, apa smartphone gaming pilihan anda?  Sharing yuk...

Sumber :
1. Pers realese ASUS
2. Seluler.id : Edar di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harga Asus Zenfone Max (M2)