Kamis, 28 Februari 2019

Tips Perjalanan Menyenangkan di Mudik Lebaran

Libur panjang adalah saat yang dinantikan. Waktu dimana kita sejenak dapat melepaskan beban pekerjaan dan rutinitas harian. Dan mempersiapkan perjalanan yang aman dan nyaman terutama jika kita bepergian bareng keluarga adalah suatu keharusan. Apalagi jika kita perginya di saat-saat crowded seperti libur akhir tahun atau libur lebaran. Karena liburan panjang seperti ini banyak dimanfaatkan orang untuk melakukan perjalanan.

Sumber : pixabay
Libur lebaran memang masih sekitar 4 bulan lagi, tepatnya ditanggal 5 - 6 Juni 2019. Tapi ada baiknya mulai dari sekarang kita mempersiapkan diri, baik fisik, mental, maupun finansial.  Berikut beberapa hal yang harus kita persiapkan agar perjalanan mudik kita menyenangkan. 

Persiapkan Anggaran Mudik Mulai dari Sekarang
Tidak bisa dipungkiri, selain dinantikan, momen mudik adalah momen yang banyak menguras dana. Oleh karena itu harus jauh-jauh dipersiapkan agar tidak menjadi ganjalan. Menyisihkan sebagian dari gaji maupun bonus harus dilakukan. Dan ini perlu kedisiplinan.

Menabung, sumber : pixabay
Semua pengeluaran juga harus dipilah dan dirinci agar tidak ada yang terlewatkan. 
Untuk menekan pengeluaran saat mudik, banyak penasihat keuangan yang menyarankan untuk membatasi membawa uang dalam bentuk tunai. Ini akan menekan keinginan kita untuk mengeluarkan dana untuk hal-hal yang tidak terlalu prioritas, misalnya untuk belanja barang-barang yang tidak terlalu urgen 

Memilih Moda Transportasi 
Ini juga hal yang sangat urgen. Alat transportasi yang kita pilih sangat berpengaruh terhadap kenyamanan perjalanan kita. Pilihannya ada dua, pakai kendaraan pribadi atau dengan transportasi umum.

Salah satu transportasi massa yang nyaman
 (sumber : kabar.news.com)
Untuk pilihan pertama yakni kendaraan pribadi, ada beberapa hal yang harus kita persiapkan :
  1. Periksa kondisi kendaraan kita. Jika roda empat, mesin, rem, oli, air bag dan ban. Jika roda dua cek kondisi rem dan roda.  Pastikan semua dalam kondisi prima. Sehingga kendaraan nyaman dan aman ketika dipakai mudik.
  2. Periksa kelengkapan surat-suratnya, bawa uang dalam jumlah cukup. Termasuk bahan bakar, sebaiknya diisi penuh.
  3. Pilih waktu mudik dimana kondisi jalan belum terlalu penuh. Dan taati rambu-rambu lalu lintas yang ada.
  4. Jangan membawa muatan melebihi beban. 
  5. Siapkan perbekalan yang cukup. Baik makanan maupun obat-obatan. 
  6. Jangan lupa berdoa ketika memulai perjalanan.
  7. Selalu istirahat ketika kantuk dan lelah melanda. 

Jika kita ingin menggunakan transportasi umum, ada beberapa tips juga yang layak diikuti agar perjalanan mudik aman dan nyaman. Diantaranya :
  1. Pastikan kita sudah mendapatkan tiketnya ditanggal keberangkatan kita. Dan pilih moda transportasi yang paling nyaman menurut kita. Bisa pesawat, kereta api, bus, travel atau yang lainnya.  Kalau saya pribadi lebih memilih kereta api sebagai pilihan untuk transportasi mudik. Karena disamping ekonomis, kereta api termasuk moda transportasi darat yang nyaman termasuk untuk anak. Oh ya, bagi teman-teman yang juga lebih suka memilih kereta untuk perjalanan mudik lebaran 2019 ini, sebaiknya segera mempersiapkan diri. Karena PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan penjualan tiket sejak H-90 atau 90 hari sebelum keberangkatan. Dan sebaiknya, pengguna jasa kereta api pesan tiket kereta api mudik lebaran murah di channel resmi KAI atau mitra resmi yang telah bekerjasama dengan KAI supaya terhindar dari penipuan atau biaya jasa yang tidak wajar. 
  2. Berpenampilan sewajarnya. Jangan menyolok. Karena kita berbaur dengan orang banyak, pastikan penampilan kita tidak nengundang orang yang berniat jahat. 
  3. Jangan berakrab-akrab dengan orang asing, berhati-hatilah dan tetap waspada. Jangan menerima makanan/minuman pemberian orang yang baru dikenal. 
  4. Bawalah uang tunai secukupnya saja. Dan jauhi tempat yang sepi. Bila bingung dan memerlukan informasi, bertanyalah kepada petugas keamanan atau kepolisian.

Persiapan Fisik dan Mental Jelang Mudik
Fisik yang prima sangat diperlukan dalam mudik. Berbagai ketidakpastian karena kondisi selama di jalan pasti ditemui. Entah itu masalah kemacetan yang menyebabkan keterlambatan atau kendala lainnya. Sudah pasti itu sangat menguras tenaga fisik maupun mental. Sehingga ini juga perlu dipersiapkan.

Silaturahmi yang dinantikan (doc.pri)
Akhirnya selamat mempersiapkan mudik dengan baik. Semoga semua diberi kelancaran dan kemudahan. Dan keriangan mudik lebaran tahun 2018 kemarin dapat kembali terulang. 

Salam...

Jumat, 22 Februari 2019

Kulineran Enak tanpa Resah di Jogja Halal Food Expo 2019

Bulan Februari 2019 ini banyak event kuliner yang digelar di Jogja. Setelah kemarin baru saja dilaksanakan Expo UKM Istimewa 2019 di halaman kantor Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta, kali ini giliran diselenggarakan pameran kuliner bertajuk Jogja Halal Food Expo 2019 yang dihelat dari tanggal 20-24 Februari 2019 pukul 09.00 - selesai di Jogja Expo Center (JEC).

Jogja Halal Food Expo 2019 (doc.pri)
Pameran ini diikuti oleh para pelaku  bisnis UMKM yang diantaranya merupakan binaan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta. Sebagai seorang yang menyukai wisata kuliner, wajib bagi saya untuk mengunjungi event ini. Terlebih tema yang yang diangkat adalah tentang halal food, sudah pasti aneka hidangan yang dipamerkan di sana makanan dan minuman yang terjamin kehalalannya. Sehingga kita tidak ragu untuk menikmatinya. Dan hari Rabu, 20 Februari 2019 kemarin saya menyempatkan mengunjungi Jogja Halal Food Expo ini.

Narsis dulu (doc.pri)
Sebagai seorang muslim mengkonsumsi makanan yang halal adalah suatu keharusan. Namun sayangnya meskipun mayoritas penduduk Indonesia ini muslim, masih banyak beredar makanan  yang belum terjamin kehalalannya, termasuk juga di Jogja.

Banyak spot foto di sini (doc.pri)
Untuk masalah ini saya punya satu cerita.  Pernah suatu waktu seorang kawan menghubungi nomer saya dan mengajukan sebuah pertanyaan. Dia bertanya pernahkah saya mengkonsumsi bakso x. Berhubung saya memang belum pernah makan di sana, saya bilang apa adanya.

Pikir saya kawan saya ini sedang mencari informasi warung bakso yang recommended di Jogja karena selama ini dia memang tinggal  di Jakarta. Jadi wajar kalau seandainya dia bertanya warung bakso yang enak di Jogja. Namun ternyata dugaan saya keliru. Dia tidak mencari tetapi justru memberi informasi.

Tempat duduk yang disediakan bagi yang ingin kulineran (doc.pri)
Jadi ceritanya kawan saya ini sedang mudik bersama keluarga. Berhubung sedang di Jogja, sambil menikmati suasana, berwisata kulinerlah mereka ke tempat-tempat yang banyak pengunjungnya. Dalam asumsi teman saya, setiap tempat makan yang ramai dikunjungi orang apalagi sampai antri pasti enak.

Dalam acara jalan-jalan kulinernya, sampailah teman saya dan keluarganya di suatu wilayah di Jogja. Dan di sana dia menjumpai ada sebuah warung bakso yang ramai dikunjungi pembeli. Sesuai dengan rumus praktis yang dipegangnya, dia berkesimpulan tempat itu baksonya pasti enak. Sehingga dia memutuskan untuk mencoba. 

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya bakso yang dia pesan datang juga. Aroma yang menguar membuat dia yakin kalau bakso itu enak bahkan sebelum dia mencicipinya. Tetapi justru itu yang membuat dia tertegun dan geleng-geleng kepala. Apalagi setelah dia melihat berkeliling, pelanggan yang datang ke warung itu beraneka ragam suku dan agamanya. Karena dia yakin sekali bakso yang terhidang di depannya, tidak boleh dikonsumsi oleh kami yang muslim. 

Ya...hanya dengan membaui aromanya, dia bisa tahu. Apalagi setelah teman saya itu mencicipinya, aroma, ditambah dengan rasa, dan teksturnya membuat dia yakin sekali bakso itu bukan daging sapi, melainkan babi. 

Karena alasan itulah teman saya kemudian menghubungi saya,  sekedar untuk menginformasikan bahwa berdasar pengalamannya mengkonsumsi daging yang menjadi kegemarannya itu, dia bisa memastikan kalau saya dan saudara muslim yang lain sebaiknya tidak makan di warung bakso tersebut.

Dia bercerita, sesuatu yang membuatnya miris adalah ketika dia di sana ada sebuah keluarga dimana salah satunya seorang ibu yang mengenakan jilbab tengah menikmati bakso dengan asyiknya karena ketidaktahuannya. 

Sebagian pengunjung Jogja Halal Food Expo (doc.pri)
Oleh karena itu dia merasa perlu untuk memberi tahu minimal kepada orang yang dikenalnya untuk menghindarinya. Dalam hal ini saya mengucapkan terimakasih kepada teman saya karena kepeduliannya. Wujud toleransi yang patut saya apresiasi. 

Namun tentunya informasi itu tidak bisa serta merta saya sebarkan begitu saja. Meskipun saya meyakini bahwa informasi dari teman saya itu valid, tetapi sebelum ada bukti dari badan yang berwenang, tentu saya tidak berani.

Yang bisa saya lakukan adalah mengajak saudara-saudara muslim untuk lebih aware dengan label halal dari MUI yang ada di sebuah tempat makan yang kita datangi. Dengan demikian hal tersebut akan meminimalisir terjebaknya kita memasukkan makanan yang dilarang ke dalam tubuh kita. 

Kepedulian kita untuk hanya mendatangi warung bakso yang ada label halalnya paling tidak akan memaksa pemilik warung bakso yang belum berlabel halal (padahal sebenarnya halal) untuk memperoleh legalitas yang sama dari badan yang berwenang agar dikunjungi oleh pembeli muslim. Dan bagi penjual bakso yang jelas-jelas tidak halal pasti tidak akan berani mengajukan sertifikasi halal karena memang bahannya tidak halal.

Apalagi ada informasi yang beredar, berdasar survey yang pernah dilakukan, banyak warung bakso di Jogja yang diragukan kehalalannya. Jadi sudah saatnya kita waspada, jangan coba-coba. Apalagi menggunakan alasan "tidak tahu" sebagai senjata. Karena kita "tidak tahu" itulah mari kita konsumsi yang pasti-pasti saja.

Bakso nDeso dan Mie Ayam Pak Heri (doc.pri)

Bakso dan Mie Ayam Barokah Cak Min (doc.pri)
Karena perlu diketahui, bakso halal yang ada di Jogja sudah banyak jumlahnya. Kita bisa memilih sesuai selera. Sebagai contoh adalah Bakso nDeso & Mie Ayam Pak Heri serta Bakso & Mie Ayam Barokah Cak Min yang juga buka stand di pameran Jogja Halal Food di JEC ini. Kalau ingin tahu lebih lengkap, tentang makanan yang telah bersertifikasi halal yang ada di Yogyakarta teman-teman bisa mencari informasi di halal-diy.org.

Stand ayam geprek di Jogja Halal Food (doc.pri)

Camilan halal (doc.pri)
Akhirnya saya mengajak kepada teman-teman semua terutama yang muslim untuk lebih peduli dengan label halal dari setiap makanan yang kita konsumsi. Agar tubuh kita terlindungi dari unsur yang seharusnya kita jauhi. Kalaupun tempat makan itu belum ada label halalnya, harus ada suatu fakta yang bisa kita pegang kalau makanan yang kita konsumsi itu halal. Misalnya kita mengenal pemiliknya dan tahu persis prosesnya pengolahannya. Atau kita dapat informasi dari sumber yang benar-benar kita percaya. 

Dan event pameran seperti Jogja Halal Food ini juga bisa kita gunakan untuk mencari tahu produk-produk kuliner apa saja yang sudah pasti terjamin kehalalannya. Cuma mungkin saya ada sedikit saran untuk panitia penyelenggara untuk menyediakan semacam brosur bersama yang berisi list peserta yang mengikuti Jogja Halal Food Expo yang bisa dibawa pulang para pengunjung pameran. Sehingga informasi ini bisa disimpan dan menjadi rujukan untuk mencari produk-produk makanan yang halal dan aman untuk dikonsumsi.

Produk olahan sea food (doc.pri)

Salah satu stand peserta (doc.pri)
Oh ya, saya juga memperoleh informasi, bagi teman-teman yang ingin mengikuti diskusi tentang halal haram makanan, hari Jumat tanggal 22 Februari 2019 di Jogja Halal Food Expo akan digelar ceramah dari Ustadz Nanung Danar Dono, Ph.D, seorang dosen peneliti Universitas Gadjah Mada yang juga anggota LPPOM MUI Yogyakarta. Akan banyak informasi dan ilmu bermanfaat  yang bisa kita dapat di sini.

Jadi yuk, rame-rame ke Jogja Halal Food Expo 2019. Nikmati aneka makanan dari stand-stand kuliner yang ada, dan ikuti acara-acara pendukung yang tidak kalah serunya.

Salam...

Selasa, 19 Februari 2019

Medpresso, Tempat Nongkrong yang Asyik dan Edukatif

Apa yang biasa teman-teman lakukan untuk menyegarkan pikiran? Jawabannya tentu beragam. Kalau saya biasanya memilih jalan-jalan kemudian di akhiri dengan makan-makan. 

Tapi kadang kalau lagi ingin yang praktis dan ekonomis saya cari tempat makan dengan suasana yang asri sehingga kebutuhan jiwa dan raga bisa terpenuhi (tsaaah..istilahnya 😅). Maksudnya tempat makan yang selain membuat kenyang, juga bisa merefresh pikiran. Salah satunya yang akan saya ceritakan ini..

Medpresso coffee garden (doc.pri)
Medpresso Coffee Garden
Berawal dari ajakan seorang teman untuk mencoba sebuah coffee shop baru yang berlokasi di seputar kampus UGM dan UNY, tepatnya di Jalan Cempaka Putih no 8 Karang Gayam Yogyakarta, berangkatlah saya bersama seorang kawan menuju ke lokasi. Meskipun sempat pakai acara salah alamat, namun akhirnya tempat yang dimaksud dapat kami temukan juga.

Salah satu sudut di medpresso (doc.pri)

Medpresso (doc.pri)

Sebuah bangunan dengan halaman yang cukup luas dan asri menyambut kami. Di dinding pagar bagian depan tertulis dengan huruf besar, "Medpresso Coffee Garden"

Lokasi parkir yang luas (doc.pri)
Saat kami sampai lokasi, suasana masih agak sepi. Tapi justru itu yang menjadi keuntungan kami. Suasana yang belum terlalu ramai memungkinkan kami melakukan eksplorasi.

Beberapa teman yang ada di lokasi (doc.pri)
Bahkan kami berkesempatan bertemu dengan owner dan pengelolanya, dan berbincang tentang konsep dari coffee shop ini.

Sejarah Medpresso Cofee Garden
Coffee Shop ini ternyata baru 3 minggu beroperasi. Menempati halaman kantor penerbit Media Pressindo Grup, pendiriannya dilatarbelakangi oleh keinginan dari pemiliknya Bapak Indra Ismawan untuk memanfaatkan lahan yang ada agar lebih bermanfaat dan produktif. Karena buku dan kopi adalah kawan sejati, maka dibuatlah kedai kopi ini. Coffee shop ini terdiri dari dua bagian ada yang indoor ada yang out door. Di bagian indoor terdapat beberapa rak untuk tempat menyimpan buku.

Di bagian indoor dari Medpresso (doc.meisya)

Dari kiri : Mas Bajang, Pak Indra, Pak Agus (doc.pri)
Lebih jauh Mas Bajang selaku Manajer Medpresso menyampaikan bahwa kedai kopi sudah menjadi life style anak muda di Jogja. Nah kali ini Medpresso berusaha menawarkan sesuatu yang berbeda dibanding coffee shop lain yang sudah ada. Diantaranya konsep taman (garden), platting yang natural (alami) sehingga banyak menggunakan bahan kayu sebagai alat saji, dan menjadi tempat yang nyaman bagi komunitas dari berbagai kalangan, baik sastrawan, sineas, maupun start up untuk berdiskusi. Sehingga diharapkan terjadi perubahan positif bagi penikmat kopi di Jogja, selain suka nongkrong, juga rajin berdiskusi dan gemar membaca. Karena di kedai kopi ini aneka buku berkualitas yang telah terkurasi tersedia dan bebas untuk dibaca para pengunjungnya.

Saya dan teman-teman berfoto bersama owner dan pengelola Medpresso (doc. niken)
Sementara Mas Agus, Manajer Media Pressindo Grup menyampaikan bahwa ke depannya, Medpresso Coffee Garden ini akan dilengkapi co working space dan open kitchen. Jadi bisa menjadi alternatif pilihan bagi yang ingin menyelenggarakan event. Parkir di tempat ini juga luas, dengan tenaga keamanan yang siap 24 jam jaga. Fasilitas lain yang juga tersedia adalah toilet yang bersih dan musholla yang representatif. Untuk jam bukanya, kedai kopi ini siap melayani dari Senin- Minggu, pukul 09.00 -23.00 WIB.

Menu di Medpresso Coffee Garden
Bicara tentang tempat makan, yang wajib tentu cerita tentang menu-menunya. Seperti apa menu-menu di Medpresso? Berikut ulasan saya...

Meskipun merupakan coffee shop, tetapi menu non kopi yang tersedia di sini cukup beragam. Ada juice, smoothies, mojito, blended, dan teh.

Menu di medpresso (doc. Arry Wastuti)
Nah, pada kesempatan pertama saya berkunjung ke sini, karena saya bukan penggemar kopi, saya mencoba minuman taro. Minuman ini tersedia dalam 2 pilihan, hot dan blended. Berhubung saya sadar diri tidak tahan dengan minuman dingin, saya pilih yang hot taro. Sedangkan untuk cemilan saya pilih pisang goreng. Untuk makannya, saya pilih rice bowl chicken blackpepper. Dan berikut menu-menu pilihan saya...

1. Rice bowl chicken black pepper
Diantara menu-menu yang saya pesan, ini yang paling lama dihidangkan. Saya tidak tahu kenapa. Mungkin karena di Medpresso ini konsep yang dikedepankan adalah healthy food, maka nasi dimasaknya sesuai orderan. Karena memang nasi yang terlalu lama disimpan di magic com tidak baik untuk kesehatan. Angka indeks glikemiksnya menjadi tinggi dan beresiko menyebabkan penyakit gula.

Rice bowl dan hot taro (doc.pri)
Menu ini dihidangkan dalam mangkok, berisi nasi panas dengan topping potongan ayam yang dimasak dengan lada hitam, telur setengah matang, dan sambal matah. Porsinya cukup mengenyangkan. Campuran nasi,  ayam, dan lelehan telur setengah matangnya menjadikan cita rasa dari menu ini unik dan beda dari yang lainnya.

2. Pisang goreng
Pisang ini langsung jadi idola. Penyajiannya pun beda dari biasanya. Pisang dipotong kecil-kecil kemudian digoreng dengan tepung tipis, dan ditaburi bubuk putih yang tadinya saya kira gula halus. Tetapi setelah dicicipi, bubuk putih itu tidak berasa manis, tapi gurih dengan aroma mirip santan.

Pisang goreng dan Brown machiato (doc.retno)
Perpaduan rasa manis dari pisang dan gurih dari taburan santan bubuk ini meninggalkan rasa yang tidak mudah dilupa. Sehingga sebelum habis, tangan dan mulut tidak akan berhenti bekerja. Menyomot dan mengunyahnya...😀

3. Hot Taro
Jujur ini bukan pilihan yang tepat setelah kita mengkonsumsi makanan berat. Rasanya lezat, manis dan gurih, dan ada aroma rasa susu  atau cream yang kuat. Sehingga memberi kesan cepat kenyang.

Hot taro (doc.pri)
Bagi teman-teman yang memilih menu makan besar seperti saya (rice bowl) saya sarankan untuk memilih juice, mojito, atau teh saja. Kalaupun ingin mencoba taro, saya sarankan yang blended, jangan yang hot. Yang blended ada tambahan es nya, jadi ada rasa segar yang tidak cepat bikin kenyang. Kecuali kalau cuma ingin ngemil, hot taro aman jadi pilihan.

Kesibukan yang sempat tertangkap kamera (doc.pri)
Secara keseluruhan aneka minuman di sini recommended semua. Saya sempat mencicipi aneka minuman yang diorder teman. Medpresso pineapple mintnya luar biasa segarnya. Demikian juga dengan medpresso mojito yakult. Sayang karena kapasitas perut, saya tidak bisa mencicipi semua. Berikut orderan beberapa teman yang sempat tertangkap kamera :

Medpresso red cookies dan charcoal choco (doc.pri)

Tropical fruit salad (doc.dwi)

Avocado juice dan potato wedges (doc.pri)

Nah, ini sedikit cerita tentang petualangan rasa saya di Medpresso Coffee Garden. Bagi teman-teman yang hobi nongkrong, ingin menepi atau cari inspirasi silakan ke sini. Demikian juga bagi yang suka hangout rame-rame,  arisan, atau diskusi, tempat ini pun wajib untuk dikunjungi. Masih penasaran dan ingin kepo dulu menu-menunya, bisa follow instagram Medpresso.

Semoga bermanfaat ya...

Salam...

Sabtu, 16 Februari 2019

Seminar "Menjadi Enterpreneur itu Asyik", Memantik Semangat Berwirausaha Semakin Menggelitik

"Nanti kalau sudah otw kabari yaa..."
Demikian pesan singkat yang saya kirim kepada teman saya Mbak Latifah  di hari Kamis pagi, tanggal 14 Februari 2019 lalu. Ya, hari itu saya dan beberapa teman berencana menghadiri acara seminar "Menjadi Enterpreneur itu Asyik" yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta dalam rangka Expo UKM Istimewa 2019. Pameran yang digelar mulai tanggal 14-16 Februari 2019 ini mengambil tempat di halaman Kantor Dinas Koperasi UKM DIY Jl. H.O.S Cokroaminoto 162 Yogyakarta. 

Kebetulan seminar yang ingin kami hadiri dilaksanakan di hari pertama pameran. Seminar itu menarik bagi saya, karena sudah lama saya tertarik untuk menjadi seorang enterpreneur. Hanya saja saya masih bingung harus memulai dari mana. Siapa tahu setelah mengikuti seminarnya saya memperoleh pencerahan dan tahu harus berbuat apa.

Rencananya kami akan berangkat pukul 08.30 WIB karena berdasar informasi yang kami terima, seminar akan diadakan pukul 09.00 WIB. Namun karena ada satu dan lain hal, kami baru bisa berangkat pukul 09.30 WIB. Pikir saya waktu itu kami pasti terlambat. Saya cuma berharap semoga saja masih tetap bisa mengikuti dan ada makalah yang bisa dipelajari.

Kami berfoto di lokasi (doc.pri)
Sekitar pukul 09.50 WIB kami tiba di lokasi. Seorang kawan lainnya yang sudah terlebih dahulu sampai memberitahu kalau acara sudah dimulai dan kawan saya itu memilih tidak mengikuti karena terlambat juga. Dia menunggu saya di depan panggung utama yang saat itu tengah bersiap untuk acara pembukaan expo. Begitu kami bertemu, saya langsung mengajak teman-teman untuk naik ke ruang seminar saja. Tidak apa-apa terlambat daripada tidak mengikuti, begitu pikir saya. 

Sesampainya kami di aula yang berada di lantai 2,  kami memperoleh informasi kalau acara seminar yang akan kami ikuti diundur pelaksanaannya setelah acara pembukaan pameran. Kamipun lega mendengarnya. Dari seorang panitia kami juga baru paham kalau acara yang sudah berlangsung di salah satu ruang di lantai dua yang kami kira acara seminar adalah acara pembekalan bagi peserta yang lolos program Inkubator Bisnis UKM Naik Kelas. 

Saya jadi penasaran apa itu Program Inkubator Bisnis UKM naik Kelas. Dari penjelasan yang saya dapatkan, Inkubator bisnis UKM Naik Kelas merupakan kegiatan dari PLUT-KUMKM DI Yogyakarta berupa program akselerasi bagi usaha mikro kecil agar semakin tumbuh berkembang dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan daya saing.

Kantor Plut (doc.pri)
Dalam program ini, peserta akan didampingi dan dibekali dengan berbagai pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan usahanya. Pada tahap awal, program Inkubator Bisnis ini menyasar 300 pelaku usaha pemula yang kemudian akan diseleksi sehingga akhirnya akan dipilih 15 UKM terbaik. Program ini diselenggarakan selama kurun waktu tahun 2019. 

Syarat untuk mengikuti program ini mudah, diantaranya memiliki KTP DIY, usia maksimal 40 tahun, memiliki Usaha yang sudah berjalan maksimal 2 tahun atau sekurang-kurangnya 1 tahun berjalan, dengan bidang usaha yang ditekuni meliputi bidang kuliner/ aneka olahan, Craft/ Kerajinan, Fashion, dan jasa. 

Program ini memberi semangat tersendiri buat saya. Ternyata kalau kita ingin menjadi enterpreneur kita tidak sendiri. Ada lembaga khusus yang sangat keren yang mendukung perkembangan bisnis yang akan kita tekuni. Tinggal kita mau atau tidak memanfaatkan peluang ini. 

Pembukaan Expo UKM Istimewa 2019
Sambil menunggu acara seminar, kami menuju ke panggung utama untuk mengikuti pembukaan pameran dan melihat stand-stand yang ada. Di panggung utama sudah banyak tamu undangan yang hadir. Tidak berapa lama acarapun dimulai.

Sambutan (doc.pri)

Para tamu undangan (doc.pri)
Diawali dengan laporan dari penyelenggara, dan dilanjutkan dengan sambutan serta pengguntingan pita oleh Bapak Muji Raharjo staf ahli gubernur bidang ekonomi, kegiatan Expo UKM Istimewa yang mengambil tema "Menjadi Enterpreneur itu Keren" ini resmi dibuka.

Pengguntingan pita (doc.pri)
Kegiatan yang baru pertama dihelat ini direncanakan menjadi pameran tetap yang teragendakan. Sebagai salah satu upaya untuk mempromosikan UKM yang ada, dan bentuk nyata pembinaan para pelaku usaha kecil-menengah.

Stand makanan dan minuman (doc.pri)

Stand aneka camilan (doc.pri)

Stand Jurnal.id
Dalam acara ini digelar pula berbagai kegiatan baik seminar maupun workshop yang mendukung UKM berkembang baik secara offline maupun online. Seperti Seminar "Menjadi Entrepreneur Itu Asyik" bersama Bank BPD, Talkshow Pintar Literasi Keuangan bersama Jurnal.id, Workshop Foto Produk dengan kamera, Workshop Foto Produk dengan smartphone, Seminar Pintar Menangkap Peluang Bisnis Repackaging bareng Dikemas.com & RPX Logistic, Talkshow UKM Naik Kelas bersama UMKMJogja.id, Talkshow Pintar Mengelola Keuangan untuk UMKM, dan Workshop Cara Membuat Content Writing yang Menjual bareng Gapura Digital. Kegiatan workshop dan seminar ini bisa diikuti siapa saja dan tanpa dipungut biaya.

Pengunjung tinggal memilih seminar atau workshop apa yang ingin diikuti sesuai dengan kebutuhannya sendiri-sendiri. Sejumlah stand yang terdiri dari kuliner, craft, maupun fashion tampak memeriahkan bazaar. Aneka makanan dan minuman khas seperti cao kelor, minuman legen, aneka jamu, sego pondoh, baceman, gudangan, sampai jajanan sempol pun ada. Para pengunjung dapat memilih makanan dan minuman yang disuka.

Seminar "Menjadi Enterpreneur Asyik"
Setelah puas melihat-lihat suasana, kamipun segera menuju ke aula di lantai dua untuk mengikuti seminar. Seminar ini menampilkan nara sumber Ibu Marisna yang biasa dipanggil Bu Risna. Beliau adalah seorang enterpreneur wanita pemilik dari usaha kuliner Bakpiapia yang berdiri sejak tahun 2004. Sedangkan nara sumber kedua adalah Ibu Anggorowati perwakilan dari Bank BPD Jogja.

Para peserta seminar (doc.pri)
Dalam acara ini Ibu Risna banyak bercerita tentang usaha bakpianya yang merupakan usaha keluarga. Kedua orang tua Ibu Risna yang merintisnya. Berawal dari kursus masak yang pernah diikuti, akhirnya keahlian membuat bakpia dipilih untuk ditekuni. Bakpia dipilih karena merupakan cemilan khas Jogja yang banyak dicari. Merk dagang yang digunakan saat itu adalah Bakpia Jogja dengan lokasi produksi di daerah Dagen, di rumah orang tua Bu Risna.

Bu Risna tengah menyampaikan paparannya (doc.pri)
Dulunya Bakpia Jogja ini dijual dari rumah ke rumah. Tidak jarang bakpia buatan keluarga Bu Risna dibagi-bagikan kepada tetangga untuk promosi. Karena rasanya yang enak, Bakpia Jogja ini banyak diorder dan dibeli. Hingga akhirnya berkembang dengan pesat seperti saat ini. Bakpia Jogja ini merupakan bakpia original dengan kulit tipis dan menggunakan kacang ijo sebagai isi.

Dalam perkembangannya, Bakpia Jogja berubah nama menjadi Bakpiapia. Dan inovasi produk pun terus dilakukan. Selain bakpia ori (di Bakpiapia disebut dengan istilah bakpia single) ada juga bakpia blasteran. Kenapa disebut blasteran, karena bakpia ini merupakan modifikasi. Kulitnya menggunakan pastry, sedangkan isiannya lebih beragam dan kekinian, dengan tambahan topping di atasnya. Ada rasa coklat, blueberry, capucino, keju dan lain-lain.

Aneka varian produk Bakpiapia (sumber : ig bakpiapia)
Sedangkan varian isi untuk bakpia single juga tidak cuma kacang ijo saja, tetapi ada pilihan lainnya, seperti keju, black beauty, dan coklat. Kalau teman-teman penasaran, dengan produk olahan Bakpiapia bisa cek di instagramnya @bakpiapia.

Saat ini Bu Risna memiliki karyawan kurang lebih sebanyak 70 orang untuk mengelola 5 cabang di Indonesia, dan memiliki 1 cabang di Australia tepatnya di Brisbane. Untuk bakpia di Australia ini, bu Risna menggunakan brand Blasteranoz, dengan varian isi disesuaikan dengan lidah orang Australia. Seperti Choco, capucino, blueberry, dan cheese. 

Dalam kisah suksesnya, Bu Risna mengemukakan bahwa untuk menjadi enterpreneur handal, kita harus mau belajar dan bekerja keras. Di awal usaha, semua memang harus dikerjakan sendiri. Tetapi lambat laun seiring dengan bertambah besarnya usaha, kita harus bisa mendelegasikannya kepada orang lain. Ini berarti menjadi enterpreneur membuat kita berkesempatan untuk membuka lapangan kerja. Itulah asyiknya menjadi enterpreneur. Selain bermanfaat untuk diri sendiri dan keluarga, juga memberi faedah untuk orang- orang di sekitar kita. Jadi, mari menjadi enterpreneur. Karena enterpreneur itu keren 👍👍.

Masalah permodalan yang selama ini menjadi kendala bagi UKM juga tidak perlu dikhawatirkan lagi. Karena saat ini ada program bantuan modal berupa KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari bank, salah satunya dari bank BPD. Hal ini dijelaskan oleh nara sumber kedua, Ibu Anggorowati.

KUR adalah kredit modal usaha atau investasi kepada debitur usaha yang produktif dan layak namun belum bankable (agunan tambahan belum cukup) dan akan mendapat jaminan dari perusahaan penjamin.

Bu Anggorowati menjelaskan tentang KUR
Program KUR di BPD memiliki bunga 7% per tahun. Dengan program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. KUR sendiri dibedakan menjadi dua, yakni KUR mikro dengan plafon kredit 25 juta dan KUR ritel dengan plafon di atas 25 juta sampai maksimal 500 juta. Cukup menarik bukan? Jika teman-teman berminat dengan program pembiayaan ini silakan hubungi kantor BPD terdekat untuk menanyakan syarat dan ketentuannya. 

Nah, itulah sedikit cerita saya tentang Expo UKM Istimewa 2019 yang diselenggarakan Dinas Koperasi UKM DIY. Sebuah kegiatan yang cukup menarik dan bermanfaat untuk pemberdayaan UKM dan menjadi penyemangat bagi yang ingin menjadi wirausaha. Jadi, apakah teman-teman tertarik untuk menjadi enterpreneur? Yuk jangan ragu untuk memulai. Dan jika ada kesulitan PLUT KUMKM DIY  siap melayani, mendampingi, serta memberi solusi dan semua 100% free. Yuk tunggu apa lagi, mari menjadi enterpreneur sejati.

Salam...

Selasa, 12 Februari 2019

Manusia Kuat Itu Kita (bag.2)

Sumber gambar : Canva
Pukul 16.00, di sebuah kedai kopi saya duduk sendiri. Menanti kedatangan Vina dan Mbak Wuri. Ya, akhirnya kami sepakat dan membuat janji untuk bertemu di sini, di sebuah kedai kopi yang letaknya mudah dicari. Hidangannyapun bervariasi. Cocok untuk tempat ngobrol dan diskusi. 

Tidak berapa lama, "Assalamu`alaikum," suara yang sudah sangat akrab di telinga saya menyapa. Dialah Vina, baru pulang dari kantor sepertinya. Masih dengan tas kantor yang selalu dijinjingnya. Penampilan khas wanita bekerja, rapi dan wangi. "Wa`alaikum salam", jawab saya. Kami saling melempar senyum dan berjabat tangan, sembari cipika dan cipiki. Vina mengambil tempat duduk tepat di depan saya. Seakan siap membombardir saya dengan banyak pertanyaan. Dia memang penasaran sekali dengan sosok Mbak Wuri, meskipun saya sudah memberikan gambaran siapa dan bagaimana Mbak Wuri tapi dia masih saja belum puas. Belum sempat dia melontarkan pertanyaan, dari arah pintu depan kedai kopi saya melihat penampakan Mbak Wuri. Langsung saya memberikan kode dengan melambai-lambaikan tangan ke arahnya. Rupanya Mbak Wuri melihat kami. Senyumnya pun mengembang, bergegas dia menghampiri meja kami dan duduk di sebelah Vina, sambil mengulurkan tangannya, "Wuri" katanya ke arah Vina. Vina pun membalas dengan menyebutkan nama.

Akhirnya obrolan mengalir apa adanya. Dari hal-hal yang sederhana, sampai kemudian ke pembicaraan yang lebih serius. Mereka saling bercerita tentang masalah yang mereka hadapi. Mbak Wuri bercerita bagaimana prosesnya sehingga dia bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Menanamkan ke dalam dirinya kalau dia sangat berharga dan pantas bahagia.

Sumber gambar : canva
Vina pun seperti tersadar banyak hal dalam dirinya yang harus disyukuri. Sebagai perempuan dan istri secara materi dia tidak tergantung pada suami. Mungkin masalah komunikasi yang perlu diperbaiki. Baik Vina maupun Mbak Wuri saling mengambil manfaat dari pertemuan itu dan saling menguatkan satu sama lain. Bahwa sesungguhnya mereka tidak sendiri. Banyak di luar sana wanita yang memiliki masalah yang sama. Dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki masalah yang sama, bermanfaat bagi penguatan jiwa.

Bagi saya pribadi, mendengar kisah mereka menjadi pelajaran tersendiri juga. Bahwa sesungguhnya berbagai masalah yang diberikan  Allah kepada kita pasti ada ujungnya. Tergantung kita sabar tidak menjalani prosesnya. Tidak terasa hampir 3 jam kami ngobrol bersama. Sampai kemudian telpon genggam saya berbunyi, suami menelpon dan mengabari bapak mertua dan keluarga datang ke rumah kami. Sehingga kamipun mengakhiri bincang-bincang ini. Dan berjanji kapan-kapan bersilaturahmi lagi. Sebelum berpamitan, Vina dan Mbak Wuri pun saling bertukar nomor HP. 

***
Waktu berlalu, sudah hampir 3 bulan setelah pertemuan saya dengan mereka di kedai kopi itu. Saya tidak mendapat kabar apapun dari Vina maupun Mbak Wuri. Padahal biasanya setiap minggu pasti mereka menghubungi untuk sekedar say hai atau curhat. 

Apalagi Vina, minimal seminggu sekali pasti telpon atau WA, bercerita panjang lebar tentang masalahnya. Sedikit heran tapi saya tahan...pikir saya mungkin mereka sibuk jadi belum sempat cerita-cerita. 

Tiba-tiba "ting tong" bel rumah berbunyi. Segera saya menuju ruang tamu untuk membuka pintu. Dan betapa kagetnya saya, tampak Mbak Wuri dan Vina berdiri di depan pintu. Senyum mengembang dari keduanya. " Hai Wik",  sapa mereka hampir berbarengan. " Wah, kalian.." sahut saya tanpa bisa menyembunyikan rasa kaget dan gembira. Takjub saja, belum lama kenal tapi mereka kelihatan saling akrab dan dekat. Ada beberapa perubahan yang jelas terlihat. Vina kelihatan lebih lepas, dan Mbak Wuri tampak lebih modis, rapi, dan percaya diri. Tampaknya mereka berdua saling mempengaruhi, tentu saja di hal-hal yang positif. Keduanya kemudian saya ajak masuk ke rumah. 

Baru saja duduk, Mbak Wuri sudah mulai bercerita. Intinya merasa bersyukur dikenalkan dengan Vina. Dari Vina Mbak Wuri banyak belajar tentang pencatatan keuangan usaha, memadupadankan baju dan belajar berdandan, terutama bila mau bepergian. Vina juga sering memesan snack atau nasi box untuk kegiatan kantornya. Dan merekomendasikannya kepada relasi-relasinya. Sehingga usaha Mbak Wuri menjadi semakin berkembang dan tertata. Tampak sekali binar bahagia di mata Mbak Wuri. 

Vina pun tidak kalah hebohnya. Dia bercerita, dari Mbak Wuri dia belajar tentang bagaimana mengelola stress, dan menyalurkannya ke hal-hal yang positif. Sehingga Vina bisa lebih bisa terbuka untuk mencurahkan isi hatinya. Vinapun sekarang juga ikut kelas yoga dan punya coach pribadi juga. 

Melihat perubahan positif dari keduanya saya merasa bahagia. Ternyata mereka bisa saling menguatkan satu sama lain. Benar juga ternyata, kalau berkoloni itu membuat kita kuat dan masalah tidak ada yg berat. Kita memang tidak pernah bisa mengetahui bagaimana masa depan kita nanti. 

Yang bisa kita lakukan adalah mengupayakan agar semua berjalan sesuai yang kita rencana. Pun kalau akhirnya harus berbelok-belok, bukan berarti akhir dari segalanya. Justru itu memberi peluang kepada kita untuk belajar dan memahami banyak hal. Allah tidak pernah salah dalam membuat jalan cerita, hanya kita saja yang sering tergesa menyimpulkannya. Karena Allah tidak pernah memberi cobaan di luar batas kemampuan kita. Dan manusia kuat yang dipilih itu adalah kita..

Kembali ke masalah Vina dan Mbak Wuri, sampai kisah ini saya tulis Vina belum bercerai dengan suaminya. Dan Mbak Wuri pun masih sendiri. Tapi paling tidak perubahan signifikan sudah kelihatan. Vina tidak lagi terlihat murung dan uring-uringan. Tidak lagi ada kekhawatiran yang membayangi wajahnya. Kekhawatiran tentang status dan masa depannya. Dia terlihat lebih enjoy dan menikmati hari-harinya. Bahkan terakhir saya dengar dia mau menggunakan jasa konsultan pernikahan untuk menyelesaikan masalah antara dia dan suaminya. Sesuatu yang selama ini tidak mau dia gunakan. Malu katanya..

Mbak Wuri juga banyak perubahannya. Penampilan lebih rapi dan profesional. Bahkan mbak Wuri dan Vina sepakat berkolaborasi membentuk semacam lembaga yang memberi ketrampilan khusus untuk para perempuan (terutama single mother) dengan biaya yang relatif terjangkau agar mereka bisa punya kemampuan untuk membuka usaha sendiri.  Keterampilan yang ditawarkan beragam, mulai dari tata boga, tata busana, dan tata rias juga ada. Di setiap bulannya lembaga tersebut mengadakan sharing session untuk para pesertanya. Masalah apapun boleh disharekan. Bisa masalah bisnis atau pribadi. Semua berusaha dicarikan solusi. Kadang mereka mengadakan gathering dan senam bersama juga.

Vina dan Mbak Wuri sengaja ke rumah untuk mengabari sekaligus mengajak saya untuk turut membantu di lembaga yang mereka dirikan. Dibidang yang tidak jauh-jauh dari saya tentunya, tulis-menulis. Terharu dan senang saya mendengarnya. 

Vina dan mbak Wuri Alhamdulillah sudah menemukan jalannya dan siap menjalani prosesnya. Sementara saya masih di sini bersama komputer yang senantiasa membersamai. Terus berlatih mengasah kemampuan diri, untuk bisa menulis sesuatu yang bisa menginspirasi, syukur-syukur bisa turut memberi solusi. Dan entah kapan nanti saya bermimpi akan ada sebuah buku dengan nama saya tertulis di situ sebagai pengarangnya, ikut berjajar rapi di toko-toko buku terkenal seantero negeri,  aamiin..

Ya, karena semua berawal dari mimpi.. Seperti bunyi syair lagu soundtrack film Laskar Pelangi yang dinyanyikan oleh Nidji, bahwa "mimpi adalah kunci bagi kita untuk menaklukkan dunia.." yang tengah diputar di mp3 milik anak saya yang saat itu sedang bersantai di ruang tengah.

Yogyakarta,  Februari 2019

Baca : Manusia Kuat itu Kita 1

Minggu, 10 Februari 2019

Mencoba Menulis Fiksi

Selama ini saya jarang menulis cerita fiksi,  karena menurut saya menulis fiksi itu susah sekali.  Nah, kali ini saya mencoba menantang diri sendiri untuk menulisnya. Masih sederhana, sedikit konflik dan dialognya,  tapi tidak apa-apa ya... Namanya juga baru mencoba.  😀

Sumber : canva
Ini kisah sebenarnya faksi, campuran antara fakta dan fiksi,  semoga ada hikmah yang bisa diambil. Sengaja saya jadikan 2 bagian. Takutnya kalau jadi satu kepanjangan dan membosankan. Ok,  yuk dimulai ya... Semoga teman-teman suka,  ditunggu kritik dan sarannya... 😍😍

***

Manusia Kuat itu Kita

Saya kembali terdiam, WA dari seorang teman  membuat saya kehabisan kata. Tidak tahu harus bagaimana menjawabnya. Teman saya ini bercerita dia (kembali) membatalkan niatnya untuk menggugat cerai suaminya. Dia merasa belum siap jika harus menyandang status janda. Takut dengan gunjingan masyarakat katanya. Padahal, dia masih muda, dan cantik. Karirnya pun melejit. Saya pikir akan lebih mudah bagi dia untuk memutuskan untuk berpisah. Apalagi dia belum punya anak juga.

Hubungannya dengan suaminya bukan hubungan yang sehat. Delapan tahun mereka menikah, jarang sekali mereka kumpul bersama. Bahkan bisa dihitung dengan jari. Itulah sebabnya ketika dia curhat, saya berikan dia kesempatan untuk berpikir sebenarnya apa yang dia cari dari pernikahannya itu. Apakah ketenangan dan kebahagiaan bisa dia dapat ? Kalau tidak sepertinya dia mesti berpikir lagi, akan meneruskan atau mengakhiri pernikahannya.

Sumber : pixabay.com
Meskipun dalam hitungan kertas, dia merasa tidak bahagia dengan pernikahannya, tapi dia masih ragu untuk mengambil keputusan. Bayangan kondisi ibunya dulu yang single parent masih menjadi traumanya. 

Teman saya, sebut saja namanya Vina memang dari keluarga broken home. Orang tuanya cerai saat dia masih duduk di bangku SD. Dan kenangan bagaimana perjuangan ibundanya mencari nafkah dan bertahan di tengah cibiran orang-orang sekitar atas status janda yang disandangnya membekas sekali dalam ingatan. 

Seolah-olah janda adalah sebuah kesalahan besar. Menjadi gunjingan keluarga besar maupun tetangga. Dianggap tidak mampu mengurus suami dan keluarga, dan cap itu melekat selamanya. Menjadikan ibunya pun keras dalam mendidiknya. Termasuk prinsip perempuan harus mandiri dan punya uang sendiri.

Vina tidak secara khusus menjelaskan kenapa kedua orang tuanya bercerai. Tapi kalau secara sepintas menyimak dia bercerita, sepertinya masalah ekonomi yang menjadi kendalanya. Bapak Vina malas bekerja. Bapak Vina hanya mengandalkan penghasilan ibu Vina yang mempunyai usaha dagang di kios kecil warisan keluarga.

Padahal sebagai seorang lulusan STM jurusan mesin banyak hal yang bisa dilakukan Bapak Vina. Banyak tetangga yang meminta bantuan bila ada masalah dengan kendaraannya. Harusnya bapak Vina bisa mendirikan usaha bengkel, tapi itu tidak dilakukannya. Ada saja alasan yang diutarakannya. Hingga membuat ibu Vina kesal, dan ujung-ujungnya menjadi ribut. 

Saya masih merenungkan kembali kisah Vina, ketika tiba-tiba gawai saya berbunyi. Sebuah pesan masuk. Kali ini seorang teman dari salah satu komunitas  yang saya ikuti yang mengirim pesan. Beberapa kali kami bertemu. Orangnya ceria sekali. Tapi siapa sangka kalau dia memiliki cerita yang tidak biasa. Dia adalah Mbak Wuri. Seorang perempuan yang energik sekali.

Pernah bercerai dan memutuskan untuk rujuk kembali. Meskipun tidak lama kemudian dia memutuskan untuk bercerai lagi. Alasan kenapa dia menggugat cerai, ternyata sama dengan alasan pertama sewaktu dia menggugat mantan suaminya dulu.

Sumber : canva
Suaminya kurang perhatian dengan keluarga. Lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Dari ceritanya, dia sebenarnya tidak yakin dengan rujuknya itu, tidak yakin suaminya berubah. Namun lagi-lagi desakan orang sekitar membuat dia menyerah dan memberi mantan suaminya kesempatan. Meskipun hasilnya seperti yang sekarang, dia menggugat cerai lagi. 

Saya yakin, tidak mudah bagi dia menjalani statusnya. Apalagi dia masih muda dan lumayan menarik. Dua kali dia harus bercerai dengan orang yang sama. Stigma negatif mungkin akan gampang melekat kepadanya. Tapi demi sang buah hati dia kemudian bangkit, dan memulai semua dari awal. Mengasah kemampuan memasaknya sehingga menjadi keahlian yang mendatangkan rupiah bagi dirinya. Dia fokus dengan tujuan yang ingin diraihnya. Dan untuk itu dia tidak sendirian. Dia berbagi bebannya kepada orang yang dia anggap sebagai ahlinya. 

Dia memiliki mentor pribadi yang mendampingi. Kegiatan yoga pun rajin dia ikuti, dan hasilnya emosi negatif bisa dia minimalkan. Seluruh energinya dia fokuskan untuk membesarkan usaha kuliner yang dirintisnya. Dalam hal ini dia sudah menemukan passionnya.

Ketika dia jenuh, dia berusaha menyalurkankan dengan mengundang sahabat-sahabatnya untuk memasak bersama dan memodifikasi resep yang dia punya. Hasilnya diapun lupa dengan masalahnya, dan teman-temannyapun memperoleh ilmu baru. Sebuah cara mengalihkan energi negatif yang bagus untuk ditiru. Dia tidak pernah berpikir takut tersaingi. Karena dia yakin rejeki Allah yang mengatur. 

Tiba-tiba "cling", sebuah ide masuk ke dalam pikiran saya.  Saya ingin mempertemukan Vina dan Mbak Wuri. Pasti ketika mereka berdua bertemu dan saling bercerita tentang masalahnya akan banyak nyambungnya. Karena permasalahan mereka hampir sama. Kurang beruntung dalam kehidupan berumah tangga. Meskipun itu belum menjadi endingnya, siapa tahu di masa depan keduanya akan menemukan kebahagiaannya..

Bersambung di : Manusia Kuat Bag 2 


Jumat, 08 Februari 2019

Calendar of Event 2019, sebagai Panduan Berwisata di Yogyakarta

Hari Senin,  tanggal 4 Februari 2019 lalu saya bersama komunitas Genpi  Jogja berkesempatan mengikuti acara Launching Calendar of Event (CoE 2019, yang diselenggarakan Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, bertempat di hotel Grand Dafam Rohan, pukul 13.00 - selesai. 
Launching CoE 2019 (doc. Pri) 
Dalam acara tersebut berbagai event seni dan budaya dari seluruh Kabupaten dan kotamadya di Yogyakarta akan direlease dan dipromosikan,  sebagai bagian dari agenda wisata di Yogyakarta.  

Peluncuran CoE 2019 ini bertujuan untuk memberikan informasi penyelenggaraan event secara lengkap kepada wisatawan yang akan berkunjung ke DIY sehingga mereka dapat mengatur jadwal liburan dengan lebih baik. Disamping itu juga untuk memperkenalkan Calendar of Event  Wisata DIY kepada khalayak luas dan mensinergikan penyelenggaraaan event di Provinsi dengan Kabupaten/Kota serta SKPD di lingkungan Pemda DIY

Acara diawali dengan makan siang bersama.  Aneka hidangan lezat unggulan dari Grand Dafam disajikan dan memanjakan para tamu undangan, termasuk saya. Sekitar pukul 13.15 WIB tamu undangan mulai memasuki ballroom. Ada sekitar 200 tamu undangan yang datang, yang terdiri dari pejabat pemerintahan pada SKPD terkait, stakeholder pariwisata DIY seperti ASITA, PHRI, HPI, GENPI juga komunitas pariwisata dan pemerhati dan pelaku pariwisata lainnya. Hadir pula Gubernur DI Yogyakarta yang diwakili oleh Wakil Gubernur Sri Paduka Pakualam X.  

Acara yang dipandu oleh MC Anang Batas dan Arin ini berlangsung dengan meriah. Diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Indonesia  Raya, dilanjutkan laporan dari penyelenggara CoE 2019 yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY,  Ir.  Singgih Raharjo,  M. Pd. 

Dalam sambutannya,  Bapak Singgih berharap peluncuran Calendar of Event Wisata 2019 dapat menjadi penyokong perekonomian DIY, sebagai upaya pemasaran untuk mengenalkan pariwisata Yogyakarta. Dimana tahun ini, target kunjungan wisatawan ke DIY adalah sebanyak 5.926.228 orang yang terdiri dari 498.410 orang wisatawan mancanegara dan 5.427.818 orang wisatawan nusantara.

Peluncuran CoE DIY (doc. Genpi Jogja) 
Dengan semakin meningkat dan membaiknya akses dan amenitis serta dukungan atraksi/even yang semakin berkualitas diharapkan target tersebut dapat tercapai.  Selain jumlah kunjungan, lama tinggal atau Length of Stay (LOS) wisatawan juga diharapkan dapat meningkat. Sehingga dapat menciptakan permintaan pasar (belanja) yang berimbas pada perekonomian masyarakat.

Sedangkan Gubernur DIY dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wagub Sri Paduka Pakualam X menyampaikan kedudukan penting dari sektor pariwisata sebagai pilar pembangunan nasional yang dapat meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, termasuk di Yogyakarta.

Ekonomi masyarakat Yogyakarta sangat didukung oleh bisnis pariwisata. Daya tarik Yogyakarta terletak pada tradisi kehidupan masyarakatnya yang adiluhung dan keberadaan kraton dengan kegiatan ritualnya. Disamping itu juga banyaknya peninggalan purbakala seperti candi-candi yang terdapat disekitar kota Yogyakarta

Sehingga peluncuran CoE 2019 DI Yogyakarta ini merupakan momentum yang baik dalam menciptakan akselerasi pembangunan ekonomi kreatif serta pariwisata Indonesia khususnya Yogyakarta.

Ditandai dengan pemukulan jimbe yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Pakualam ke X didampingi Kepala Dinas Pariwisata DIY,  perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI, Ketua PHRI, dan Ketua Asita DIY, Launching Calendar Of Event (CoE) 2019 DIY resmi dilakukan. 

Saya bersama teman-teman dari Genpi Jogja (doc. Genpi Jogja) 
Dalam CoE 2019 yang dilaunching ini terdapat 47 event yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, yang terdiri dari Event of Destination sebanyak 10 kegiatan,  event komunitas ada 12 kegiatan, seni budaya 14 kegiatan, dan sport ada 11 kegiatan. Adapun berdasar lokasi atau penanggung jawab kegiatan terdapat 18 event yang digelar di kota Yogyakarta, 8 event di Bantul,  di Kulon Progo ada 4 event,  Gunung Kidul 7 event, dan Sleman 9 event. Sedangkan event yang pelaksanaannya menjadi tanggung jawab lintas kabupaten ada satu. 

Event-event tersebut menjadi primadona dan banyak ditunggu-tunggu para wisatawan. Sebagai warga Yogyakarta sudah sepatutnya kita berbangga. Karena dari 47 event yang ada, terdapat 3 event yang masuk dalam CoE 2019 Kemenpar, dan masuk kategori internasional. Yakni ArtJog,  Jogja International Heritage Walk (JIHW), dan Jogja International Performance Street (JISP).

3 event Jogja yang masuk Coe Kemenpar 2019
Secara rinci Calendar of Event DIY adalah sebagai berikut :

Agenda wisata DIY,  sumber : visitingjogja.com

Jadi, bagi teman-teman yang berencana piknik ke Jogja,  simak panduan penyelenggaraan event-event di atas ya...jangan sampai event yang diminati terlewati...
Salam... 

Baca juga :