Sabtu, 22 Februari 2020

Staycation di Solo bareng OYO

Hotel Surya Solo (doc.pri)
Melewati berbagai rutinitas tentu sangat menjemukan. Ini berlaku umum, tidak hanya bagi pekerja, namun juga bagi ibu rumah tangga seperti saya. 

Ada berbagai cara untuk me-refresh badan dan pikiran. Semua tergantung situasi dan kondisi masing-masing orang. 

Kalau untuk saya pribadi, berhubung seringnya beraktivitas di dalam rumah, refreshing ala saya harus keluar dari hunian.

Jalan di taman juga cara refreshing yang murah
Paling kalau suami sedang sibuk sehingga tidak bisa pergi jauh atau kondisi dompet yang tidak memungkinkan kami piknik di dalam kota sekedar untuk kulineran.

Kebetulan meskipun Jogja kecil, masih banyak tempat yang belum kami datangi. Dulu, piknik di dalam kota ini sering diistilahkan dengan staycation

Staycation atau holistay adalah periode di mana individu atau keluarga melakukan kegiatan rekreasi di dalam kota yang jaraknya tidak terlalu jauh, sehingga tidak memerlukan akomodasi untuk bermalam.

Staycation sendiri berasal dari kata stay yang artinya tinggal dan vacation atau liburan. 

Istilah staycation dikenal pertama kali pada tahun 2007-2010 dari negara Paman Sam. Di mana pada saat itu negara tersebut mengalami krisis keuangan. Sehingga orang-orang mulai mencari alternatif liburan dengan biaya murah dengan berlibur dan beraktivitas di dalam negeri. 

Dalam perkembangannya, seiring dengan kemajuan teknologi, staycation diartikan sebagai liburan dengan cara tinggal dan beraktivitas di hotel. Hotel yang dipilih biasanya adalah hotel dalam kota yang lengkap fasilitasnya. 

Sehingga kita bisa menghabiskan waktu sekedar untuk rebahan atau quality time bareng keluarga. Sejenak melupakan tumpukan piring, baju kotor, dan kondisi rumah yang berantakan. 

Tadinya saya menganggap remeh staycation di hotel ini. Apa asyiknya tinggal di hotel hanya untuk bermalas-malasan. Apalagi saya ini tipe orang yang susah berdaptasi ketika tidur di tempat baru. 

Sampai kemudian saya berkenalan dengan OYO dan berkesempatan merasakan cinta OYO dengan menginap gratis di salah satu hotel OYO yang ada di Solo. 

Sebenarnya Solo dan Jogja tidak terlalu jauh. Hanya butuh waktu sekitar 2-3 jam perjalanan. Untuk meng-explore kota Solo kami bisa datang pagi, pulang malam. Jika ingin menginap kami bisa bermalam di rumah mertua. 

Tapi demi sebuah pengalaman, kami memutuskan untuk mencoba menginap di Hotel Surya Solo. Sebuah hotel di bawah pengelolaan OYO.

Hotel Surya, Solo (doc.pri)
Rencananya, kami berangkat dari Jogja sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Jika lancar, sekitar pukul 10.00 WIB kami sudah sampai Solo. 

Sesampainya di Solo kami akan jalan-jalan ke beberapa icon kota Solo seperti keraton, kampung batik, pasar Gede, dan pasar Klewer. Setelah itu kami akan check in hotel dan menikmati rebahan session di Hotel. 

Karena voucher menginap gratis ini berlaku untuk tanggal 20 sampai 27 Januari 2020, saya dan Pak Suami pun mulai mencocokkan agenda. 

Dari aplikasi OYO (doc.pri)
Tadinya saya memilih untuk menginap di tanggal 25 Januari 2020. Kebetulan saya dapat informasi di tanggal tersebut puncak perayaan imlek di Pasar Gede dilaksanakan.

Sayangnya di tanggal tersebut Pak Suami punya pekerjaan yang harus diselesaikan. Jadilah kami sepakat berangkat ke Solo hari Minggu tanggal 26 Januari 2020. Akhirnya saya pun reservasi di hotel yang kami tuju.

Tentang Aplikasi OYO
Saya melakukan reservasi hotel lewat aplikasi OYO. OYO adalah aplikasi pemesanan hotel online asal India yang melebarkan sayap ke Indonesia sejak Oktober 2018.

OYO menyediakan layanan reservasi hotel dengan harga terjangkau namun dengan fasilitas yang memadai. 

Aplikasi OYO
Reservasi menggunakan aplikasi OYO ini mudah sekali. Tinggal download aplikasi, dan lakukan reservasi di hotel yang kita ingini. Masukkan kode promosi jika punya. 

Jika tidak ada pun kita bisa memilih hotel sesuai budget yang kita miliki. Bayangkan, dengan harga mulai dari 100 ribuan, kita bisa mendapatkan hotel dengan fasilitas standard OYO. Seperti kamar ber-AC, linen bersih, rapi, dan wangi, kamar mandi yang bersih lengkap dengan toiletries, televisi LED dan jaringan WiFi.

Jika beruntung, teman-teman akan mendapatkan hotel dengan fasilitas tambahan seperti tea/cofee maker, dan kulkas mini. Lumayan sekali bukan?

Cinta OYO Hotels kepada pelanggannya sering ditunjukkan dengan memberikan banyak program diskon. Seperti bulan ini ada promo menginap hotel dengan harga 99ribuan dan 66ribuan. Ini pula yang membuat saya jatuh cinta pada OYO dan menjadikan OYO Hotels sebagai pilihan dan merekomendasikan kepada keluarga serta teman-teman.

Makanya agar tidak ketinggalan info dan promo menarik lainnya, saya sengaja follow akun instagram dan twitternya.

Akun medsos ig dan twitter OYO (doc.pri)

Perjalanan Ke Solo
Tanggal 26 pagi, sesuai rencana kami berangkat ke Solo. Alhamdulillah perjalanan lancar tanpa hambatan. Sesuai rencana, tempat pertama yang kami tuju adalah Keraton Solo. 

Setelah memarkir kendaraan, kami berjalan menuju gerbang keraton Solo. Tadinya kami ingin mengunjungi museum keraton Surakarta. Tetapi melihat antrean yang panjang, kamipun memutuskan untuk mengubah rencana.

Keraton Solo (doc.pri)
Kebetulan ada bapak becak yang menawari kami paket keliling kampung seputar keraton Solo dengan harga 50 ribu saja. Lumayan juga pikir saya. Kapan lagi keliling kota Solo dengan becak sekeluarga. Akhirnya saya putuskan untuk mengambil paket ini.

Rute di awali dari jalan di depan gerbang keraton solo, memutari jalan di sepanjang benteng atau baluwarti untuk melihat kampung-kampung di dalam keraton. 

jalan di area Keraton Solo
Cukup luas juga area yang kami kunjungi. Yang pasti amat melelahkan jika kami lakukan dengan berjalan kaki. Asyik sekali menikmati kota Solo dengan mengendarai becak, sambil mendengarkan cerita dari Bapak pengayuh becak tentang kejayaan Solo di masa lalu. 

Keraton Solo dan Jogja adalah saudara. Keduanya memiliki garis keturunan yang sama. Yakni keturunan dari Panembahan Senopati pendiri kerajaan Mataram Islam.

Masjid Agung Solo
Akibat masalah politik dan campur tangan Belanda, akhirnya Mataram Islam yang tadinya berpusat di jogja, pecah menjadi dua. Keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Masing-masing kerajaan juga bersepakat membuat identitas budaya yang berbeda. Sehingga kita mengenal batik Solo dan batik Jogja yang sudah pasti beda. Gaya busana keraton Solo dan Yogya pun tidak sama.

Tempat menyimpan kereta keraton
Nuansa warna keraton Solo biru, sementara Jogja hijau. Solo juga punya binatang peliharaan yang dikeramatkan. Yakni kebo bule (kerbau albino) yang dinamai Kyai Slamet. Sampai saat ini anak keturunan dari Kyai Slamet ini sangat banyak dan beranak pinak. Kebo bule ini tidak boleh disembelih. Jadi mereka mati karena tua.

Kebo bule
Banyak cerita tentang keraton Solo yang saya dapatkan. Biar tidak kepanjangan, nanti akan saya ceritakan di artikel lain saja. Puas berkeliling Keraton Solo dan sekitarnya kami kemudian berpindah lokasi menuju Pasar Gede. 

Baru saya tahu, ternyata Pasar Gede dan sekitarnya adalah kawasan pecinan. Pantas saja perayaan imlek dipusatkan di sini. Pasar gede tampak semarak. Hiasan lampion dan maskot shio terliat berjajar rapi. Nuansa merah dan emas tampak mendominasi, sisa-sisa kemeriahan imlek yang masih terasa.

Maskot shio dan lampion di area Pasar Gede
Setelah puas berkeliling dan menikmati semangkuk soto ayam, kami memutuskan untuk langsung ke hotel. Kebetulan jam sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Tubuh juga sudah terasa lelah. Jadi kami menyudahi jalan-jalan kami, kemudian menuju hotel untuk istirahat dan membersihkan diri.

Pengalaman Menginap di OYO 1136, Hotel Surya, Solo
Hotel Surya yang kami tuju beralamat di Jalan Tagore. Lokasinya sangat dekat dengan terminal bis Tirtonadi dan stasiun kereta Balapan.

Ketika kami sampai, bagian depan hotel sedang diperbaiki. Kami diterima dengan ramah oleh bagian resepsionis. Setelah memperoleh kunci, kami pun segera menuju kamar kami yang ada di lantai 2. 

Hotel Surya ini merupakan bangunan lama. Bagian bawah digunakan untuk kamar pengelola, ruang resepsionis dan juga lobi hotel.
Area resepsionis
Sedangkan kamar-kamar untuk para tamu ada di lantai 2 dan 3. Di lantai 4 adalah roof top, yang sayangnya sedang direnovasi juga. Padahal sebenarnya dari sini pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Solo dari atas. 

Area lobby
Kamar yang kami tempati cukup luas dan nyaman. Terdapat tempat tidur king size, meja rias, kursi, dan juga lemari.

Kamar mandi ada di pojok depan, berikut wastafel di dalamnya. Kamar mandinya dilengkapi shower dengan pilihan air panas dan dingin.

Fasilitas kamar (doc.pri)
Sesampai di kamar, kami mulai membersihkan badan dan istirahat. Kami memang tidak ada agenda ke mana-mana. Untuk makan, kami memutuskan pesan lewat aplikasi online saja. 

Jalan-jalan dari pagi sampai sore tadi membuat kami merasa lelah dan ingin istirahat di kamar sambil nonton tv. Kebetulan kami tadi juga membeli cemilan yang cukup banyak. Jadi tidak takut kelaparan.

Bed bersih dan nyaman untuk istirahat
Malam itu kami bisa bersantai, ngobrol-ngobrol, dan beristirahat dengan nyaman. Paginya sekitar pukul 08.00 kami jalan-jalan untuk mencari sarapan dan oleh-oleh. Sekitar pukul 11.00 WIB kami kembali ke hotel untuk check out dan pulang ke Jogja. 

Itulah pengalaman staycation pertama kami di Solo bareng OYO Hotels. Layanan yang memuaskan dan harganya yang ramah  dikantong membuat kami jadi cinta OYO. 

Bahkan jika libur sekolah tiba kami sudah mengagendakan untuk staycation lagi di Hotel Magelang. Terima kasih OYO, telah membuat liburan semakin menyenangkan. We Love OYO ..

25 komentar:

  1. Enak lho ada model tempat nginep yang harganya ramah di kantong gini mba. Jd misal pengen sejenak melupakan cucian-jemuran-setrikaan yang kayak drama ga ada endingnya...bisa langsung booking via ponsel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul..kadang untuk emak-emak kayak kita rebahan santai itu sangat dibutuhkan untuk menjaga kewarasan..hihi..

      Hapus
  2. Ahha akupun tipe yang tidur butuh adaptasi yang lama nih, btw enaknya yang staycation di hotel yang ramah di kantong, itung2 me time ya yaaa mak.

    BalasHapus
  3. Yeay senang sekali kalau dapat hotel sesuai yang kita inginkan ya mba :). Aku belum pernah nyoba Oyo tapi penasaran juga buat nyoba nginap ama keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyaman dan bs istirahat dg enak. lanjutkan perjalanan esok jd lebih semangat. apalagi bawa si kecil, biar dia senang di perjalanan

      Hapus
  4. Pakai aplikasi OYO itu seru banget, suka dapat yang harga murah yang kebangetan. Pernah bookingkan hotel yang harga seribu rupiah buat adik saya.

    BalasHapus
  5. Aku awal bulan kemarin juga staycation juga mba di hotel oyo. Allhamdulillah dapet hotelnya bagus, pelayanannya ramah. suka aku udah gitu murah banget lagi. Rezeki banget ini 😍

    BalasHapus
  6. sering lihat harga murah juga di OYO. Kapan2 kalau ke Solo juga pengen deh nginapnya cari lewat OYO

    BalasHapus
  7. sayangnya, hotel yg anak2 mau buat staycation perdana akhir bulan lalu nggak masuk list OYO. Padahal kalo mau hotel OYO beneran bisa dapat harga berkualitas ya mbak...

    BalasHapus
  8. OYO ini menyenangkan buangeeettt, solusi untuk keluarga jaman now yg pengin piknik tipis2 ya.
    Btw, kapan hari aku lihat video Nas Daily tentang founder OYO.
    Super inspiring!!

    BalasHapus
  9. Jadi andalan juga nih si oyo kalau lagi traveling mendadak yang tanpa persiapan jauh hari. Harganya murmer dan yg pasti standarnya nyaman buat kita nginep...

    BalasHapus
  10. Saya baru tau Mbak, ternyata Keraton Solo dan Keraton Jogja itu masih satu keturunan dan dulunya bersatu.
    Selama ini berkunjung ke kedua keraton itu tanpa tahu sejarahnya hihihi

    BalasHapus
  11. OYO emang pilihan ya mba buat staycation murah meriah :) duh aku udah lama ga ke Solo nih jadi kangen ke sana soal makanannya enak dan murah :p

    BalasHapus
  12. wah aku waktu ke keraton soli kelewat ga liat kebo bule :D
    kudu balik lagi ke sana nih, sekalian nginepnya pake oyo

    BalasHapus
  13. Pas ke Solo dulu aku juga naik becak mba keliling-keliling, dengerin bapak becaknya yang sekaligus jadi pemandu. Keren deh mereka, kita jadi terbantu dengan cerita yang disampaikannya, jadi tau banyak informasi seputar Keraton Kasunanan Solo.

    BalasHapus
  14. Wah, jadi kangen Solo, Mbak. Udah berapa tahun aku gak ke sana.Padahal dulu rutin tiap minggu buat kulakan ke Klewer. Btw, kalau lebrana nanti jadi mampir sekalian mau nyobain hotel OYO di Solo, dah. PAstinya banyak kan?

    BalasHapus
  15. Pengen banget staycation deh terus jalan-jalan dengan bocahku, sudah lama nggak piknik hihi, dimudahkan banget kita ya sekarang dengan aplikasi booking hotel yang terjangkau harganya ini jadi liburan lebih mudah cari kamar..

    BalasHapus
  16. Belum pernah nginap di OYO, harus nyoba kayanya
    rate nya juga lumayan murah ya, mba...

    BalasHapus
  17. Pake oyo juga enak mba. Aku baru 2 kali make tapi tetep dapet yang enak kamarnya dan fasilitase. Apalagi kalau letaknya nginep strategis gini

    BalasHapus
  18. Andalanku nih kalo staycation ke Solo tapi belum pernah nginep di OYO di Solo. Soalnya anak-anak pasti nyari yang ada poolnya

    BalasHapus
  19. Oyo sekarang ini jadi pikihan banget. Apalagi harganya terjangkau ya.Asyik banget ini di Solo, next aja cobain.

    BalasHapus
  20. Wah di Solo juga ada OYO yaaa. Keren nih ada di mana2 ya OYO ini.
    Sekarang emabg kalau liburan kita bisa lumayan ngurangin budget buat penginapan krn udah banyak jaringan hotel. Ramah kantong seperti OYO ini. Kalau ke Solo lagi mau ah pakai OYO

    BalasHapus
  21. Oyo nih hotelnya bagus2 ya, Mba. Saya belum pernah coba. Mau sih coba sesekali kalau ke Jogja.

    BalasHapus
  22. Aku belum pernah pakai OYO, katanya nyamam ya klo pas dapat yang ok. Apalagi lokasi strategis, mana harga hemat

    BalasHapus
  23. Aku belum pernah nginep pakai OYO. Ada satu hotelnya yang dekat dengan tempatku. Banyak promo yaa dari OYO, enak buat staycation tipis-tipis. hihi....

    BalasHapus