Mengajarkan Tata Cara Sikat Gigi Yang Benar Kepada Anak

cara sikat gigi yang benar
cara menyikat gigi yang benar (pic : pixabay)

Mengajarkan cara sikat gigi yang benar kepada anak harus dimulai sejak dini. Agar anak terbiasa melakukan kebiasaan baik dalam bersikat gigi. Diharapkan hal ini akan terus dibawa hingga dewasa nanti.


Perlu diketahui, manfaat rutin menggosok gigi di samping bagus untuk kebersihan dan kesehatan gigi, juga berguna untuk melindungi tubuh dari aneka penyakit akibat infeksi gigi. 


Ini yang harus kita pahami. Berawal dari masalah gigi, ternyata bisa memunculkan risiko masalah kesehatan yang lainnya.


Penyakit Akibat Infeksi Gigi

Memahami cara menggosok gigi yang benar, sangat penting untuk menghindari kerusakan gigi seperti gigi berlubang. 


Gigi yang berlubang jika dibiarkan akan menjadi tempat bersarangnya bakteri. Jika tidak ditangani dengan benar, akan menyebabkan infeksi dan dapat memunculkan berbagai masalah berikut ini :

 

Abses gigi

Abses gigi adalah terjadinya penumpukan nanah akibat bakteri yang ada pada gigi yang berlubang. Abses gigi ini menyebabkan munculnya rasa nyeri, bengkak pada gusi, dan demam.


Penanganan biasanya dilakukan dengan pemberian antibiotik, dan prosedur medis lainnya dari tenaga kesehatan.


Gingivitis (Radang Gusi)

Terjadi karena adanya lapisan plak atau bakteri yang menumpuk pada gigi, yang mengakibatkan peradangan gusi.


Ciri dari penyakit ini adalah gusi bengkak berwarna merah. Jika dibiarkan,peradangan gusi menyebabkan gusi mudah berdarah dan gigi mudah lepas. Untuk mencegahnya, kebersihan gigi dan mulut harus ditingkatkan.


Periodontis (Infeksi Gusi)

Infeksi gusi ini terjadi akibat radang gusi yang tidak ditangani. Infeksi pada gusi ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak gusi dan menghancurkan tulang penopang gigi.


infeksi pada gigi
sakit gigi (pic : Pixabay)

Akibat dari infeksi gusi ini, gigi dapat menjadi goyah dan bisa tanggal.


Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada sinus yang disebabkan oleh infeksi. Sinus adalah struktur berupa rongga yang terdapat di bagian wajah. Sinusitis dapat disebabkan oleh gigi berlubang, dan dikenal dengan istilah Sinusitis odontogenik.


Infeksi ini disebabkan oleh bakteri penyebab infeksi gigi yang bersarang di mulut yang menyebar ke rongga sinus karena infeksi tidak segera ditangani.


Jantung

Berdasar riset yang dilakukan selama bertahun-tahun ditemukan data bahwa orang dengan masalah gigi dan gusi lebih berisiko memiliki kesehatan jantung yang buruk, dan lebih rentan mengalami serangan jantung.


Hal ini disebabkan karena infeksi pada gigi dan gusi memungkinkan terjadinya penyebaran bakteri melalui aliran darah. Sehingga bakteri ini dapat mencapai jantung dan menempel pada bagian jantung yang menyebabkan terjadinya peradangan dan infeksi pada bagian dalam jantung (endokarditis).


Stroke

Masalah yang berkaitan dengan gigi, umumnya disebabkan karena infeksi. Dan infeksi terbukti meningkatkan risiko stroke.


Hal ini disebabkan karena peradangan dan infeksi dapat membuat darah lebih mungkin mengalami pembekuan/pengentalan yang menyebabkan stroke. Stroke yang diakibatkan karena masalah gigi yang tidak ditangani disebut stroke iskemik.


Demensia

Risiko penyakit lainnya yang juga tinggi untuk penderita infeksi pada gigi adalah demensia. Beberapa studi mengungkapkan hubungan antara demensia dengan kesehatan gigi.


Analisa yang dilakukan mengungkapkan bahwa orang yang terdiagnosa mengalami infeksi gigi dan gusi mempunyai risiko 6%  lebih tinggi mengalami demensia. Dan Risiko itu sangat signifikan bagi mereka yang menderita Alzheimer.


Sangat banyak ya, ternyata penyakit yang berkaitan dengan infeksi gigi. Sehingga tepatlah kiranya jika menjaga kebersihan gigi dan gusi harus dibiasakan dan diajarkan sejak dini.


Meskipun tidak ada sumber yang secara pasti yang menjelaskan saat paling pas untuk mengajarkan gosok gigi pada anak, namun banyak yang menyarankan umur 2 tahun adalah waktu yang tepat. 


Di mana saat itu, gigi anak bagian depan mulai muncul, dan anak juga sudah mulai bisa meniru apa yang orang tua lakukan.


Namun untuk masalah kebersihan mulut dan gusi, sejak lahir sudah bisa dilakukan dengan pembersihan dengan kasa halus yang dilakukan oleh orang tua.


Tata Cara Menggosok Gigi Yang Benar

Agar hasilnya maksimal, sikat gigi harus dilakukan dengan cara yang benar. Dan berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyikat gigi.


Cara memegang sikat gigi

Sewaktu memegang sikat gigi, pastikan posisi sikat membentuk sudut 45 derajat ke arah gusi dan gigi.


Cara menyikat gigi

Mulailah menyikat dari gigi dari depan secara lembut dan perlahan dengan gerakan memutar membentuk lingkaran. Pastikan memakai sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut sehingga nyaman digunakan.


Setelah bagian depan selesai, mulailah menggosok gigi bagian belakang. Pastikan sikat gigi berada pada posisi vertikal agar mudah membersihkan kotoran. Jangan lupa bersihkan pula bagian belakang gigi.


Bersihkan lidah dan pinggir gusi

Bagian pangkal lidah dan pinggir gusi kadang menjadi bagian yang terlewatkan. Padahal bagian ini juga perlu untuk dibersihkan. Sikat secara perlahan untuk menghilangkan plak dan juga bakteri penyebab bau mulut.


Berkumur

Setelah semua dibersihkan, akhiri sikat gigi dengan berkumur untuk menghilangkan kotoran dan sisa pasta gigi. Untuk anak yang masih belajar menggosok gigi, gunakan air matang dan pasta gigi khusus yang aman jika tertelan. 


Perhatikan Kondisi Sikat Gigi

Pastikan sikat gigi yang digunakan dalam kondisi bagus sehinga nyaman digunakan. Ganti sikat gigi secara periodik setiap 3 sampai 4 bulan sekali. 


Sikat gigi yang terlalu lama digunakan, kondisi bulu sikatnya mulai banyak yang rusak sehingga tidak maksimal jika digunakan. 


Waktu untuk menggosok gigi

Lakukan kebiasaan baik menyikat gigi terutama sehabis makan, termasuk sesudah sarapan dan makan siang, serta sebelum tidur malam. Agar gigi semua anggota keluarga selalu sehat dan terlindungi. Dan jangan lupa juga untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan gigi minimal 6 bulan sekali ke dokter gigi


Semoga dengan demikian gigi kita selalu bersih dan terjaga kesehatannya. Jangan lupa share artikel ini jika bermanfaat ya...

Sapti nurul hidayati
Saya seorang ibu rumah tangga dari Yogya. Blog ini saya buat untuk tempat berbagi cerita dan pengalaman tentang apa saja. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan saya. Untuk kerjasama, silakan kontak ke saptinurul (at) gmail.com

Related Posts

6 komentar

  1. Ya ampun ternyata risikonya sampai ke stroke juga ya, Mba. Alhamdulillah, anak saya sudah terbiasa gosok gigi sendiri meskipun masih saya bantu. Sayang giginya kalau berubah menjadi kuning.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ternyata menjaga kebersihan dan kesehatan gigi penting sekali ya..

      Hapus
  2. agak2 susah nagajarin kumur2nya agar gak tertelan airnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, maka untuk tahap awal amab dipakai air matang. Pasta giginya juga dipilih yang aman jika tertelan..

      Hapus
  3. Makasih, Mbak, dikasih panduan menyikat gigi yang benar. nak-anak nih suka malas dan harus ditakuti kenapa mesti rajin gosok gigi. Bawannya buru-buru aja.

    BalasHapus
  4. Menggosok gigi yang benar itu bulat-bulat ya, kaya cerita di Unpin Ipin. Ternyata masalah gigi bisa jadi banyak hal termasuk jantung. Yuk lah rajin jaga kesehatan gigi

    BalasHapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter