...

Blog yang berisi kumpulan cerita, kisah, dan pengalaman sehari-hari yang menjadi pengingat buat diri sendiri dan semoga bisa memberi inspirasi dan manfaat buat pembaca.

Kamis, 28 Januari 2021

Peringatan Hari Gizi Nasional ke- 61 : "Mewujudkan Remaja Sehat Bebas Anemia"

peringatan HGN 61
Peringatan Hari Gizi Nasional ke-61 (doc.pri)


Teman-teman tahu tidak kalau setiap tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional (HGN)? Dan di tahun 2021 ini merupakan peringatan yang ke-61 lho... 


Artinya sudah sejak tahun 1960 tanggal 25 Januari ditetapkan sebagai hari gizi nasional. Dipilihnya tanggal 25 Januari karena pada tanggal tersebut tepatnya di tahun 1951 didirikan Sekolah Djuru Penerangan Makanan (SDPM). 


Momentum di tanggal 25 Januari biasanya digunakan oleh Direktorat Gizi Kemenkes RI untuk mengevaluasi pencapaian-pencapaian taraf gizi masyarakat sekaligus pencanangan program gizi untuk target yang lebih baik lagi.


Demikian juga dengan peringatan hari gizi nasional ke-61 ini. Setelah sebelumnya digelar rangkaian acara lomba dan bazar online untuk memeriahkannya, di tanggal 25 Januari 2021 sebagai puncak peringatan HGN ke 61, Direktorat Gizi Kemenkes RI menggelar acara Talkshow dan dialog dengan blogger/influencer, sekaligus deklarasi bersama gerakan serentak minum Tablet Tambah Darah (TTD) 


Peringatan HGN ke-61

Acara yang berlangsung di ruang Siwabessy Kementrian Kesehatan RI ini dibuka oleh Bapak Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, selaku Menteri Kesehatan. Penyelenggaraannya sendiri dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. 


pembukaan peringatan HGN 61
Menteri Kesehatan membuka acara (doc.pri)

Selain dihadiri peserta yang datang langsung ke lokasi, banyak pula peserta yang turut menyimak secara virtual melalui media zoom, termasuk saya. 


Banyak hal menarik yang saya dapat setelah mengikuti acara ini. Terutama tentang pentingnya pemenuhan nutrisi di 1000 hari pertama kehidupan dan di masa remaja, untuk menghindari terjadinya malnutrisi.


Dalam paparannya yang disampaikan pada saat pembukaan acara, Bapak Menkes mengungkapkan pentingnya pembangunan kesehatan yang merupakan investasi utama dalam pembangunan SDM Indonesia.


Hal ini perlu dilakukan agar tercipta SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Karena masalah gizi di usia muda, akan berpengaruh terhadap kemungkinan adanya penyakit di usia dewasa serta risiko melahirkan generasi yang bermasalah dengan gizi.


Persoalan gizi yang terjadi di masa remaja juga akan berpengaruh terhadap perkembangan fisik dan kognitif. Dan hal tersebut dapat menyebabkan rendahnya produktivitas, kinerja serta daya saing SDM di tingkat global.


Sehingga berdampak terhadap kemampuan untuk mendapatkan penghidupan yang layak di kemudian hari.


Permasalahan Gizi di Tanah Air

Saat ini Indonesia menghadapi beban ganda masalah gizi. Yaitu tingginya prevalensi stunting, wasting, dan obesitas, serta kekurangan zat gizi mikro terutama anemia.


Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia yang terjadi pada remaja sebesar 32%. Ini artinya 3-4 remaja dari 10 remaja menderita anemia. Tingginya angka prevalensi anemia ini dipengaruhi oleh kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktifitas fisik. 


Hal ini merupakan ancaman mengingat dampaknya terhadap penurunan kualitas sumberdaya manusia ke depannya. Sehingga sudah sepatutnya diantisipasi agar tidak terjadi. Salah satu upaya penanggulangan masalah anemia yang dilakukan adalah melalui suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri usia 12-18 tahun.


aneka Tablet Tambah Darah
bermacam jenis tablet tambah darah (doc. pri)

Remaja putri menjadi prioritas karena secara alami memang berisiko mengalami anemia akibat adanya siklus menstruasi. Sehingga intervensi pemberian TTD seminggu sekali yang dilakukan, merupakan upaya spesifik untuk mempersiapkan calon ibu yang sehat untuk melahirkan generasi penerus yang berkualitas.


Dulu sebelum pandemi terjadi, pemberian tablet penambah darah ini dilakukan melalui sekolah-sekolah. Selain lebih mudah, sasarannya pun lebih tepat dan evaluasi serta monitoring lebih terukur.


Namun semenjak pandemi, di mana sekolah lebih banyak dilakukan via daring, distribusi TTD ini tidak bisa lagi di lakukan lewat sekolah-sekolah. Sehingga perlu kerja sama lintas departemen dan lembaga untuk bisa mensukseskan program ini.


Oleh karena itu pada peringatan HGN ke-61 ini dilakukan juga deklarasi bersama sebagai wujud komitmen dari berbagai pihak untuk berperan serta membangun gizi menuju bangsa yang sehat berprestasi. Diantaranya dengan ikut mensukeskan pemberian TTD. 


Deklarasi ini diikuti antara lain oleh kementrian agama, kementrian pendidikan, kememtrian pertanian, dan juga kementrian dalam negeri, berikut lembaga-lembaga yang terlibat di dalamnya. 


Talkshow : Mempersiapkan Remaja Sehat Bebas Anemia

Untuk menambah kesadaran dan meningkatkan pemahaman para remaja tentang pentingnya tablet tambah darah (TTD) dalam mencegah anemia, pada peringatan HGN ke 61 ini diselenggarakan talkshow dengan tema remaja sehat bebas anemia.


para narasumber talkshow HGN 61
para nara sumber (doc.pri)

Ada 3 nara sumber berkompeten yang dihadirkan dalam talkshow ini. Yakni dr. Indah Kusuma, Prof. Endang L. Achadi, dan Analisa Widianingrum, S.Psi, M.Psi, dengan host dr. Prisca Charity W.


Masing-masing pembicara menyampaikan materi sesuai keahliannya. Secara rinci materi talkshow dibagi menjadi 3 pokok materi, yakni :


1. Gaya Hidup Sehat Untuk Milenial

Materi pertama yang disampaikan oleh dr. Indah Kusuma membahas tentang pentingnya gaya hidup sehat untuk milenial berprestasi. Dalam paparannya, dr. Indah Kusuma menyampaikan beberapa kebiasaan dari remaja yang membuatnya rentan mengalami malnutrisi termasuk anemia.


diet salah pada remaja
diet kurang tepat pada remaja (doc.pri)

Seperti misalnya melewatkan sarapan, terlalu sering makan di luar rumah yang kurang terkontrol kebersihan maupun kandungan gizinya, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang "itu-itu saja" dengan alasan karena hobi, dan terlalu banyak minum minuman kekinian.


Diet tidak sehat tersebut tentu berdampak pada kondisi kesehatan tubuh. Padahal masa remaja adalah masa pertumbuhan, dan masa untuk mengumpulkan ilmu dan prestasi untuk bekal masa depan. Oleh karena itu penting bagi remaja untuk tahu makanan sehat dan kebiasaan hidup sehat sehingga menjadikan gaya hidup sehat ini sebagai kebiasaan.


Untuk masalah pola makan, dr. Indah menyampaikan pentingnya gizi seimbang diterapkan sehari-hari. Di mana prinsip gizi seimbang memiliki 4 pilar yang harus dipenuhi, seperti dalam gambar berikut ini :

 

pilar gizi seimbang
pilar dalam gizi seimbang (doc.pri)

Prinsip gizi seimbang tersebut juga harus memperhatikan pedoman gizi seimbang berikut ini :


10 pedoman gizi seimbang
10 Pedoman Gizi Seimbang (doc. pri)

Yang semuanya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui isi piringku.


isi piringku
panduan isi piringku (doc.pri)

Sedangkan untuk pola hidup sehat bagi remaja, dr Indah menekankan perlunya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari, minimal 1 jam sehari. Sebagian besar aktivitas fisik yang dilakukan harus aerobik yang menggunakan otot-otot besar yang penting untuk perkembangan fisiknya.


Aktivitas fisik ini, akan memberikan banyak manfaat untuk tubuh, seperti :

  • Membuat bahagia
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Baik untuk massa otot dan tulang
  • Meningkatkan stamina
  • Menurunkan risiko terkena penyakit kronis
  • Bagus untuk kesehatan kulit
  • Meningkatkan fungsi otak dan menjaga memori
  • Membantu relaksasi sehingga tidur lebih nyenyak.

Nah, dengan langkah-langkah tersebut menjadi sehat, cantik, sukses, dan berprestasi bukan sesuatu yang tidak mungkin, tegas dr. Indah mengakhiri paparannya.


2. Anemia, Pengertian, Gejala, dan Pencegahannya

Materi kedua disampaikan oleh Prof. Endang L. Achadi, yang membahas tentang pentingnya memgkonsumsi TTD pada remaja untuk mencegah anemia di Indonesia


Prof. Endang
Prof. Endang L. Achadi (doc. pri)

Dalam materi kedua ini, kita akan banyak memperoleh materi tentang anemia, penyebab, dan pencegahannya. Pengetahuan ini sangat penting untuk para ibu dan juga remaja putri, mengingat anemia banyak terjadi untuk golongan ini.


Anemia adalah keadaan di mana hemoglobin (HB) dalam sel darah merah kadarnya lebih rendah dari standar. Yakni kurang dari 13mg/dl untuk pria dewasa dan kurang dari 12mg/dl untuk perempuan dewasa.


Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang berfungsi sebagai pembawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh termasuk otak. Apabila kita mengalami kekurangan jumlah HB dalam darah, maka jumlah oksigen yang disuplai untuk jaringan ikut berkurang. Akibatnya kita akan mengalami gejala 5 L yaitu Lemah, Letih, Lesu, Lelah dan lalai. 


Gejala lain yang mungkin muncul adalah kulit pucat, detak jantung tidak teratur, nafas pendek, sakit dada, tangan dan kaki dingin, kepala sakit, dan pusing. Penyebab anemia sendiri ada beberapa macam. Bisa karena kekurangan kekurangan zat besi dan asam folat, meningkatkan pengeluaran zat gizi yang terjadi karena cacingan, atau karena menstruasi.


Namun umumnya di Indonesia penyebab anemia 63% disebabkan oleh kurangnya zat besi. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia yang kurang protein hewani. 


penyebab kekurangan Fe di Indonesia
penyebab kekurangan zat besi (doc.pri)


Oleh karena itu pemberian tablet tambah darah menjadi sesuatu yang penting. Untuk menghindari akibat jangka pendek dan jangka panjang akibat anemia .


akibat jangka pendek anemia
akibat jangka pendek (doc.pri)


akibat jangka panjang anemi
efek anemia jangka panjang (doc.pri)

Tablet tambah darah mengandung zat besi (Fe) dan asam folat. Setiap remaja putri dan ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi tablet tambah darah ini. Untuk pencegahan terhadap anemia, tablet ini diminum seminggu sekali. Dan baiknya dikonsumsi setelah makan. Pada saat mengkonsumsi harus dihindari minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Seperti teh maupun kopi. 


cara minum TTD
aturan minum TTD (doc. pri)

Selain dengan minum tablet penambah darah, pencegahan anemia juga perlu didukung dengan kebiasaan makan sehat dan bergizi seimbang, dan menjaga kebersihan untuk mencegah infeksi cacingan.


3. Tetap Semangat Belajar dan Berprestasi di Masa Pandemi

Selanjutnya materi ketiga yang merupakan materi terakhir disampaikan oleh seorang psikolog muda, Analisa Widianingrum, S.Psi, M.Psi. Materi yang disampaikannya cukup menarik. Yakni tentang tantangan remaja saat ini di tengah pandemi.


Analisa Widianingrum, M.Psi
Analisa Widianingrum, M.Psi (doc. Pri)

Analisa, M.Psi mengingatkan para anak muda agar tidak terlena dengan kondisi pandemi saat ini. Yang membuat belajar menjadi kurang optimal karena harus dilakukan di rumah. Analisa mengajak para remaja untuk tetap semangat belajar dan beradaptasi dengan situasi dan kondisi saat ini. 


Jangan sampai kondisi saat ini membuat malas atau frustrasi sehingga para remaja kehilangan momen untuk berprestasi. Hal yang sering dialami di masa pandemi ini adalah rasa bosan dan jenuh. Dan hal tersebut harus diatasi. 

Tips dari Mbak Analisa yang bisa coba diantaranya adalah :


1. Bangun kebiasaan baik untuk fisik maupun psikis. Misalnya dengan istirahat yang cukup dan memberi asupan tubuh dengan makanan bernutrisi. Kita harus sadar makanan apa saja yang kita konsumsi (mindfull eating). 

2. Atur jadwal belajar yang efektif

3. Mencoba hal-hal yang baru

4. Having fun, lakukan hal-hal yang kamu senangi

5. Bangun support system. Perbaiki kualitas hubungan dengan keluarga inti dan orang-orang terdekat.


Setelah kejenuhan dapat diatasi, saatnya memotivasi diri untuk terus berprestasi. Caranya ?


1. Kenali dirimu. Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahanmu.  Gunakan analisa SWOT untuk menentukan arah yang akan diambil. 

2. Temukan minat dan passionmu

3. Temukan mentormu

4. Temukan inspirasimu

5. Kejar impianmu


Mbak Analisa menekankan pentingnya memanfaatkan waktu pandemi ini untuk investasi pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal masa depan nanti,. Meskipun dari rumah, para remaja harus semangat untuk upgrade diri. Di sinilah pentingnya memanfaatkan teknologi. 


Gimana, setuju bukan? Sepertinya tips ini bisa diterapkan oleh semua orang. Nggak hanya remaja, tapi yang dewasa juga. Semoga kita semua selalu sehat, dan bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya...aamiin..

Share jika tulisan ini bermanfaat ya....

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top