Kamis, 29 November 2018

Review Garnier Light Complete Bright Up Tone Up Cream

Memiliki kulit putih dan cerah sepertinya menjadi dambaan sebagian besar wanita Indonesia. Buktinya produk-produk krim pencerah wajah banyak tersedia di pasaran.  

Salah satunya adalah Light Complete Bright Up Tone Up Cream, dari Garnier.  Sebuah produk tone up cream yang mengandung UVA/UVB, yang terinspirasi trend tone up dari Korea. 

Produk garnier yang saya coba (doc. Pri) 
Garnier Light Complete Bright Up Tone Up Cream merupakan krim pencerah pertama yang memiliki efek make up yang mencerahkan, yang diklaim mampu membuat kulit menjadi :
  • tampak cerah bercahaya
  • mengurangi kekusaman dan warna tidak merata
  • menyamarkan noda,  bekas jerawat,  dan lingkar hitam di vawah mata
  • menjadi halus dan mulus
  • matte dan tidak berminyak
  • terlindungi dari sinar UV

Benarkah demikian? Simak cerita saya ..

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat email kalau terpilih sebagai salah satu reviewer produk garnier dari yukcobain  seneng dong pasti.  Apalagi ini pertama kali saya mencoba produk kecantikan dari Garnier.  

Sebenarnya kalau saya pribadi tidak terlalu terobsesi untuk menjadi putih.  Cukup kulit muka saya tidak tambah gosong karena terpapar sinar matahari itu saja. Sehingga sedapat mungkin saya selaku memakai pelembab yang mengandung tabir surya, untuk melindungi kulit dari bahaya sinar uv. Namun kalau akhirnya ada produk perawatan wajah yang dapat melindungi sekaligus mencerahkan, dengan kandungan bahan alami yang aman seperti produk Garnier ini,  tentu saja saya tidak keberatan untuk mencobanya.

Packaging dari Garnier
Paket Garnier yang saya terima memiliki packaging luar dari kardus dengan dominasi warna kuning dan putih yang merupakan ciri khas Garnier.  Bagian luar dari kardus dilapisi dengan plastik yang berfungsi sebagai pelindung. 

Pada bagian kardus tertulis berbagai informasi tentang produk, mencakup kegunaan,  komposisi,  cara pemakaian, nomor BPOM, isi dari kemasan produk (volume), dan tanggal expired produk.

Sedangkan kemasan produk sendiri berupa tube, dengan tutup ulir. Ketika dibuka, tercium aroma jeruk yang segar yang saya suka. Oh ya,  dalam kemasan juga dijelaskan bahwa produk ini memiliki kandungan vitamin C 10X lebih banyak dibanding vitamin C yang terkandung dalam Garnier light complete SPF 19. 

Vitamin C sendiri dipercaya bermanfaat untuk kesehatan kulit yang berfungsi sebagai anti aging dan mencerahkan.  Terdapat pula kandungan yogurt bifidus extract yang dipercaya mampu melembabkan,  mencerahkan,  dan menghilangkan lingkaran hitam di bawah mata.  

Dengan kandungan bahan-bahan yang dimiliki tersebut,  Garnier Complete Bright Up Tone Up Cream akan membuat kulit semakin cerah dan cantik dan memberi efek make up pada wajah.  

Pengalaman Memakai Garnier
Light Complete Bright Up Tone Up Cream
Produk ini tergolong mungil ya teman-teman,  volumenya hanya 15ml. Tekstur dari cream ini tidak terlalu encer dan tidak berminyak.  Berdasar klaimnya,  produk ini cocok untuk semua jenis kulit. Sesuai petunjuk, cara pemakaian krim adalah dengan mengaplikasikan secara merata pada wajah (termasuk area bawah mata) dan leher. Berdasar pengalaman saya, krim ini mudah diaplikasikan.

Doc. Pri
Dan setelah digunakan memang meninggalkan jejak putih tipis di kulit muka, seperti kita habis memakai bedak.  Karena kebetulan saya mau datang di sebuah acara yang semi formal, tadinya saya hendak menambahkan sedikit foundation dan bedak lagi.  Tapi kata pak suami,  tanpa tambahan foundy dan bedak pun riasan di wajah sudah bagus. Jadi akhirnya saya cuma menambahkan pemulas bibir saja. Dan inilah hasilnya...

Foto before-after (doc. Pri) 
Kelihatan natural kan? Dan itu yang bikin saya suka.  Riasan tidak tampak berat,  dan yang pasti praktis dan hemat waktu. 

Untuk saya yang memang tidak terlalu suka riasan yang berat dan ribet,  Garnier Light Complete Bright Up Tone Up Cream ini pas sekali.  Apalagi di dalamnya terkandung UV filter yang melindungi kulit dari bahaya sinar matahari. Sehingga kemungkinan besar saya akan repurchase produk ini. Pas dipakai untuk make up sehari-hari atau menghadiri acara yang santai.  Untuk acara yang lebih formal,  tinggal teman-teman menambahkan pemulas mata,  blush on atau yang lainnya. 

Jadi gimana,  teman-teman tertarik menggunakan produk ini? Atau malah sudah mencoba? Sharing yuk, bagaimana hasilnya, ditunggu ya...
Oh ya,  produk ini bisa dibeli di toko kosmetik atau supermarket ya teman-teman.  Dengan kisaran harga Rp. 25.000,- saja. 

Salam... 

Rabu, 28 November 2018

Paxel, Layanan Logistik Kekinian yang #antarkankebaikan

Salah satu hal yang membuat kita bahagia adalah saat kita menerima kiriman paket atau bingkisan. Nah,  sering terjadi dalam prosesnya kita dibuat deg-degan, karena paket yang tidak kunjung datang.  Para pemilik online seller pasti sangat paham.  Bagaimana tidak enaknya ditanya terus sama customer kapan pesanannya tiba. Pembelipun juga sama,  menjadi tidak tenang karena orderannya belum juga berada di tangan.  

foto : Doc. Pri
Sering yang terjadi barang sudah dikirim tanpa kita tahu estimasi waktu datang dan posisi barang ada di mana. Situasi ini sungguh tidak mengenakkan.  Belum lagi kalau paketan kita banyak dan kita butuh untuk diambil oleh pihak ekspedisi (pick up) namun jam pengambilan tidak bisa ditentukan.  Jadi perlu ada waktu yang khusus diluangkan untuk menunggu. 

Untungnya saat ini hal itu tidak perlu kita rasakan lagi. Kekhawatiran barang yang tidak segera datang bisa kita hindari. Cukup dengan memanfaatkan layanan logistik dari paxel.  

Paxel adalah layanan ekspedisi baru berbasis aplikasi. Cara penggunaannya pun gampang sekali,  cukup download aplikasi paxel dari smart phone, buat akun,  dan kita bisa langsung order kirim paket dari mana saja.  

Mungkin banyak dari teman-teman yang belum tahu apa itu paxel.  Karena layanan paxel memang masih baru.  Beruntungnya saya kemarin memperoleh undangan Blogger Gathering bersama paxel yang dilaksanakan hari Sabtu, tanggal 24 November 2018 pukul 14.00 - 18.00 di Ling-Lung Kopi.

Para peserta blogger gathering X paxel (doc. Paxel) 
Acara ini merupakan syukuran atas launching layanan paxel di Yogyakarta, setelah lebih dahulu hadir di Jabodetabek dan Bandung. 
Ingin tahu lebih jauh tentang paxel? 
Yuk.. Simak cerita saya.. 

Paxel Hadir karena Semangat Ingin Berbagi
Dalam acara blogger gathering bersama paxel kali ini,  nara sumber yang hadir sangat menginspirasi.  Pembicara pertama adalah Bapak Djohari Zein Founder dari GBMI (Global Basket Mulia Investama/ Holding Paxel) yang menyampaikan awal mula berdirinya Paxel. Beliau menekankan bahwa dalam menjalankan bisnisnya, Bapak Djohari selalu melibatkan unsur religius. Sehingga dalam mengambil kebijakan tidak pernah lepas dari pertimbangan agama. Selain itu setiap bisnis yang ditekuni harus bisa memberi manfaat bagi orang banyak. Hal inilah yang menjadi filosofi hadirnya paxel yang bertagline #antarkankebaikan.

Bapak Djohari (doc. Pri) 
Itulah sebabnya paxel tidak sekedar bisnis semata. Sehingga dalam pengelolaannya mengedepankan semangat berbagi. Diantaranya untuk setiap 25 paket yang dikirim melalui layanan paxel ada dana yang dialokasikan untuk 1 penderita kanker yang disalurkan melalui Rumah Harapan Indonesia yang didirikan oleh Ibu Valencia Mieke Randa, yang kebetulan juga hadir di acara ini. Selain itu jika kita mau mengirimkan paket donasi/bantuan ke suatu komunitas,  paxel juga memberikan fasilitas pengantaran gratis.  

Keunggulan Layanan Paxel
Pembicara selanjutnya adalah adalah Bapak Alexander Zulkarnain, Brand Happiness Hero dan ibu Intan selaku Chief Happiness Hero.  Dari keduanya saya semakin memahami keunggulan dari layanan paxel di banding ekspedisi lainnya. 

Brand story dari Paxel adalah bergerak, yang disimbolkan dengan dua panah yang berlawanan arah. Ini dimaksudkan agar paxel dapat bergerak ke mana saja untuk melayani masyarakat dengan lebih banyak dan lebih cepat (PAX = Package or People ; EL = Accelerate).

Bapak Alex (doc. Pri) 
Lebih jauh, Paxel hadir untuk memberikan pengalaman (experience) yang menyenangkan dalam proses pengiriman barang, dengan menghilangkan kekhawatiran tentang posisi barang dan kapan sampainya. Karena jaminan barang datang sameday atau maksimal 8 jam dari waktu pengiriman, dengan disertai perkiraan atau estimasi waktu kedatangan. Sehingga petugas pengantar barang yang merupakan ujung tombak layanan tidak disebut dengan istilah kurir,  tapi Happiness Hero. 

Ibu Intan (doc. Pri) 
Training yang diberikan kepada para hero adalah value dr paxel, ysng menekankan rasa syukur, saling menolong,  dan berbagi.  Sehingga ke customer para hero tidak sekedar mengantar barang tetapi juga penebar kebaikan dan kebahagiaan. 

Biaya kirim untuk paxel pun dibuat flat ke mana saja, yang didasarkan bukan pada berat barang namun pada ukuran paket (parcel sizes) dengan kategori sbb :
1. Small (20x11x7 cm)
2. Medium (27x21x12 cm)
3. Large (35x30x20 cm)
4. Custom

Adapun ongkos kirimnya adalah sbb :

Price list (doc. Paxel) 
Terdapat pula jaminan pengembalian biaya (refund)  bila terjadi keterlambatan delivery dan kompensasi hingga 10 juta bila terjadi kerusakan barang. 

Dengan layanan yang diberikan paxel diharapkan mampu menjawab berbagai keinginan dan kebutuhan konsumen serta mengubah cara pandang industri logistik yang ada saat ini. 

Pengalaman Memakai Ekspedisi Paxel
Sebelum mengikuti blogger gathering bersama paxel,  sesungguhnya saya sudah mencoba layanan dari paxel.  Kebetulan saat ini ada promo ketika kita men-download aplikasi paxel dan mendaftar sebagai pengguna, kita akan langsung mendapat saldo Rp.100.000,00. 

Saldo yang saya dapatkan kemudian saya gunakan untuk mengirim dokumen kepada adik saya yang berdomisili di daerah Condong Catur Sleman. 

Adapun alur order di paxel adalah sebagai berikut : 
1. Mula-mula create shipment.

Doc. Pri
2. Tentukan lokasi pick up (harus ditulis kode postnya) dan lokasi tujuan
3. Tentukan parcel size untuk menentukan ongkos kirim. 
Bila parcel size lebih besar dari size maksimal,  kita isikan custom.  Nanti dari pihak paxel yang akan menentukan biayanya.

Doc. Pri
4. Isi form identitas penerima,  dan tipe barang yang dikirim

5. Setelah itu klik continue, dan saldo kita akan terpotong, dan terdapat keterangan estimasi waktu kapan barang akan sampai ke alamat tujuan.

Doc. Pri
Karena saat itu saya order antara jam 14.00-16.00, maka estimasi barang akan diterima oleh adik saya antara pukul 20.00-22.00 WIB. Dan faktanya barang sampai ke tangan adik saya di condong catur pukul 21.05 WIB (masih masuk range estimasi).

Pemberitahuan estimasi waktu kedatangan paket ini perlu agar tidak terjadi waktu tunggu yang terlalu lama dan sia-sia, sehingga si penerima dapat melakukan aktifitas lainnya.

Tanda bukti barang sudah diterima berupa foto dari si penerima barang, yang dikirim ke akun paxel kita.  Sehingga lebih otentik dan membuat tenang,  tidak takut barang hilang atau nyasar.  

Secara pribadi saya sangat puas dengan layanan yang diberikan. Apalagi mas heronya juga ramah dan sopan.

Penampilan hero happiness paxel (sumber : paxel) 
Saya menyarankan kepada teman-teman yang punya usaha frozen food atau oleh-oleh makanan ringan yang harus diterima dalam waktu satu hari untuk memakai layanan ekspedisi ini. Yang perlu diingat,  jaminan 8 jam barang sampai akan diberikan asal order dilakukan sebelum jam 15.00 untuk pengantaran dalam kota,  dan pukul 13.00 untuk antar kota.

Doc. Pri
Sayangnya untuk saat ini paxel belum bisa mengcover semua wilayah yang ada di Jogja.  Mungkin nanti secara bertahap akan dilakukan perluasan jangkauan sehingga seluruh warga di DIY dapat memanfaatkan layanannya.  

Bagi saya paxel memberikan pengalaman baru yang menyenangkan dalam proses pengiriman dan pengantaran barang. Bagaimana dengan teman-teman? Mau mencoba layanan paxel juga? Bisa download di sini,  dan jangan lupa masukkan kode referral : saptinurul ya,  agar dapat bonus saldo Rp.  100.000,-  Salam... 😄

Senin, 26 November 2018

Lima Tempat Makan Favorit

Tema hari ke-7 di tantangan 30 hari menulis bersama Blogger Perempuan adalah tema kesayangan.  Apalagi kalau bukan soalnya makanan.  

Wajah saya kalau melihat makanan 😂 (doc. Pri)
Saya memang suka kulineran. Beberapa tempat yang saya datangi sengaja saya buat reviewnya. Siapa tahu ada yang mencari info tempat makan di seputaran kota Jogja dan tidak sengaja mampir ke blog saya... 

Dan berikut tempat kulineran yang menjadi favorit saya... 

Terletak di Jalan Kaliurang km 16 Sleman Yogyakarta. Tempat ini menyediakan menu khas pedesaan dengan sayur lodeh sebagai unggulan.  Ada berbagai sayur lodeh yang disajikan.  Lodeh tempe,    kacang panjang,  kluwih,  dan lain sebagainya.  Sedangkan aneka lauk yang tersedia mulai dari ikan asin,  tempe garit, telur dadar sampai ayam. Dengan camilan khas jadah dan pisang goreng.  

Menu di kopi klothok cocok untuk lidah saya.  Lodeh kluwih,  nasi panas,  telur dadar,  dan sambal...duh nikmatnya.  
Untuk camilan,  pisang gorengnya juga juara.  Terbuat dari pisang kepok kuning yang matang sempurna,  dibalut tepung tipis.  Perpaduan manis dan gurih yang pas. 

Kopi klothok memang hits,  orang berbondong-bondong datang dan rela antri untuk bisa mencicipi menu-menunya. Padahal tempatnya lumayan jauh dan agak tersembunyi.  Suasana khas pedesaan sekali.  Tapi mungkin itu yang jadi daya tariknya,  menu khas rumahan dalam suasana pedesaan. 

Omah kecebong merupakan tempat makan yang menggabungkan wisata kuliner dan edukasi.  Di sini kita bisa belajar budaya dan bercocok tanam secara hidroponik.  
Banyak view menarik bagi pengunjung untuk mengambil foto.  Terdapat area persawahan di sekitar omah kecebong yang cukup luas.  Bila beruntung kita bisa menyaksikan rombongan burung kuntul yang sedang mencari makan. 

Oseng lompong (doc. Ibu eni) 
Menu khas di omah kecebong adalah oseng lompong. Selain menu ndeso,  omah kecebong juga menyediakan menu nusantara lainnya.  Sehingga pelanggan punya banyak variasi pilihan menu yang disesuaikan dengan selera. 

3. Soto Bathok Mbah Katro
Terletak agak mblusuk di area dekat dengan Candi Sambisari.  Berupa tempat makan yang dibangun di areal bekas persawahan. Sebenarnya warung makan ini sangat sederhana. Yang menjadi pembeda dari warung soto lainnya adalah karena lokasinya di tempat terbuka dan harga murah yang ditawarkannya. 

Suasana di soto bathok (doc. Pri) 
Hanya dengan uang Rp.  5000,- kita bisa menikmati seporsi soto plus nasi yang disajikan dalam mangkok yang terbuat dari batok kelapa. Pilihan lauknya ada aneka rupa,  mulai dari tempe,  sate telur,  sate usus,  dan kerupuk. Cocok sebagai sarapan pagi untuk mengawali hari. Soto bathok memang buka dari pagi mulai pukul 07.00 WIB. Di sinipun kalau mau makan juga harus rela antri-antri.  Apalagi pas musim liburan. Banyak pengunjung luar kota yang datang untuk mencicipi soto bathok ini.  Ya,  itulah Jogja,  selalu rame jika liburan tiba. 

Sesuai namanya, tempatnya memang "ndelik" alias tersembunyi.  Meskipun masih terletak di tengah kota, tapi kita harus jeli agar dapat menemukan lokasi warung ini.  Terletak di jl Bausasran Jogja menu unggulan dari warung ini adalah ayam goreng kampung dan jerohan sapi.  Harga menu di Kebon Ndelik sangat terjangkau. Rasanya pun tidak mengecewakan.  Empuk dengan bumbu yang meresap sempurna.  Kalau teman-teman suka olahan ayam dan jerohan sapi,  silakan datang untuk mencicipi.  

Resto ini terletak di tempat yang strategis.  Dekat dengan tugu yang menjadi icon kota Jogja. Menempati bangunan bekas peninggalan kolonial Belanda, Honje resto menawarkan aura dan suasana makan yang berbeda. 

Sesuai namanya, menu di Honje resto menggunakan bunga honje atau kecombrang sebagai ciri khasnya.  Dan saya adalah orang yang sangat suka aneka masakan kecombrang. Itulah alasan saya menjadikan tempat ini sebagai salah satu resto favorit saya.  

Nah,  itulah 5 tempat makan yang menjadi favorit saya.  Jika sewaktu-waktu teman-teman ke Jogja,  silakan mampir ke tempat makan yang saya sebutkan di atas ya... Kalau mau pesen-pesen nasi box,  bisa ke teman saya, mbak Yatmi. 

Salam... 

Note :
*Tulisan ini disertakan dalam event :
#BPN30dayschallenge2018
#BloggerPerempuan
#Day7

Minggu, 25 November 2018

Mengenal Diri Sendiri...

Tantangan hari ke-6 di 30 hari menulis bersama Blogger Perempuan adalah menuliskan 5 fakta tentang diri sendiri. 

Wah,  saya jadi ingat.  Dahulu sewaktu pelajaran Bimbingan Konseling di bangku SMA, pernah sepintas diberikan materi tentang jendela johari.  Dalam materi itu dikenalkan cara mengenal diri sendiri, baik kelebihan maupun kekurangan kita.  Dalam tahap pengenalan tersebut, kita membutuhkan bantuan orang lain yang bisa dipercaya untuk memberi masukan dan penilaian objektifnya.  

Sekarang setelah lebih dari ribuan purnama sejak saya berusaha mengenal siapa saya di masa SMA,  kalau ditanya cukup kenalkah saya dengan diri saya sendiri?  Saya jawab,  tentu saja.  Dan berikut 5 fakta tentang saya : 

Doc : manda
1. Saya orang yang sistematis dan sedikit perfeksionis. 
Ketika sedang menggarap suatu pekerjaan,  saya berusaha semuanya on the track.  Semua sudah saya persiapkan secara detil mulai dari A-Z berikut kemungkinan-kemungkinan perubahan yang terjadi. 

2. Introvert
Saya tipe tertutup untuk hal-hal yang bersifat pribadi.  Saya senang bercerita, maupun diskusi tapi tidak untuk kehidupan pribadi. Karena sifat saya ini,  orang yang awal kenal dengan saya pasti menganggap saya sombong atau minimal jutek. 

3. Hobi makan
Makanan adalah hal yang menarik bagi saya.  Tidak sah saya mengunjungi suatu tempat sebelum saya mencoba makanan khasnya. Semua makanan, asal halal saya tidak keberatan dan semangat untuk mencobanya. 

4. Suka wisata budaya dan sejarah
Saya paling suka mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan mendengarkan cerita tentangnya.  Bangunan tua entah itu berupa candi maupun situs-situs bersejarah selalu membangkitkan minat saya untuk lebih tahu tentangnya.  Sampai saya berandai-andai kalau waktu bisa diputar kembali,  saya akan kuliah di arkeologi. 😂😂

5. Tulisan tangan saya tidak rapi
Dari kecil,  saya suka menulis.  Bahkan sejak duduk di bangku SD saya punya diary.  Saya suka menuliskan kejadian-kejadian yang saya alami.  Namun kemudian terhenti karena tulisan tangan saya yang tidak rapi.  

Akhirnya kesukaan nulis saya tinggalkan,  dan saya jadi suka bercerita. Buku-buku yang saya baca saya gunakan sebagai sumbernya.  Audiensnya adalah anak-anak TPA.  Kadang cerita saya ubah isinya disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Selepas kuliah dan bekerja,  saya lebih banyak menggunakan komputer. Dan sejak itulah saya membuat blog dan mulai menulis lagi. 

Nah,  itulah sedikit fakta tentang saya.  Masih banyak fakta-fakta mengejutkan lain yang belum saya bagi..kalau masih penasaran,  simak terus cerita saya di blog ini...😄

Salam... 

Note :
*Tulisan ini disertakan dalam event :
#BPN30dayschallenge2018
#BloggerPerempuan
#Day6

Mari Bijak Bermedsos

Tidak dipungkiri kemajuan teknologi telah membawa berbagai kemudahan di segala sisi.  Termasuk dalam bidang komunikasi.  Dengan kemajuan yang ada seolah dunia dilipat dan segala sesuatu menjadi tidak berjarak.

Sumber : pixabay. Com
Peristiwa yang terjadi di belahan dunia nun jauh di sana bisa cepat diketahui. Arus informasi seakan tidak terbendung lagi.  Semua tidak lepas dari peran media sosial . Dan kabarnya Indonesia termasuk negara dengan angka pengguna medsos yang cukup tinggi. Sehingga kesadaran untuk bijak bermedsos sangat penting untuk dipahami. 

Saya pribadi memiliki beberapa akun medsos, mulai dari facebooktwitter maupun instagram (saling follow yuk.. 😄).
Awalnya saya punya akun medsos hanya karena ikut-ikutan teman. Kok sepertinya asyik punya facebook,  bisa berteman dengan orang dari mana saja, bisa share foto,  dan pasang status suka-suka.  Rasanya bangga,  apalagi jika banyak yang komen dan kasih "like". 

Namun semakin ke sana saya merasa bosan. Sehingga kegiatan saya di medsos semakin berkurang. Saya cuma menggunakan medsos sekedar ingin tahu kabar berita. Sampai kemudian saya punya blog yang berisi tulisan-tulisan saya.

Saya asyik FB-an 😁 (doc. Pri) 

Peran medsos bagi seorang blogger cukup besar.  Untuk share konten tulisan maupun mengikuti komunitas. Sehingga saya aktif lagi di medsos tapi dengan tujuan yang berbeda. Tidak sekedar untuk "kepo" terhadap kabar mantan (padahal ga punya mantan 😂) tapi lebih jauh untuk berbagi informasi dan menambah relasi.  

Dari medsos saya dapat informasi aneka komunitas yang bisa saya ikuti berdasar minat atau hobi. Beberapa komunitas saya hanya aktif lewat dunia maya, namun adapula yang saya ikuti kegiatan offlinenya. Salah satu kegiatan offline yang saya ikuti dari sebuah komunitas membawa saya jadi mengenal Mbak Leni Lase.  Seorang ibu muda yang sering berbagi informasi seputar pengasuhan buah hati.  

Kembali ke masalah penggunaan medsos,  memang tidak semua bisa memanfaatkanya secara positif. Ada yang justru menjadi sumber bencana.  Kasus perceraian, penculikan,  penipuan,  bahkan pembunuhan banyak yang awalnya karena interaksi di dunia maya. 

Oleh karenanya diperlukan pemahaman dari pengguna untuk bijak dalam bermedsos, untuk meminimalisir dampak negatifnya. Karena sesungguhnya medsos ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi memberi manfaat yang luar biasa, namun di sisi lain dapat mengganggu stabilitas hidup kita bahkan stabilitas negara.  Maraknya informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya adalah salah satu sumber penyebabnya.  Sehingga penting bagi kita untuk memiliki filter, yang mampu menyaring setiap informasi yang masuk. 

Yang tidak kalah penting mari kita gunakan medsos seperlunya saja. Jangan sampai sibuk bermedsos membuat kita jauh dengan orang-orang di sekitar kita, terutama keluarga.  Karena sesungguhnya mereka adalah harta kita yang paling berharga...

Salam... 

Note :
*Tulisan ini disertakan dalam event :
#BPN30dayschallenge2018
#BloggerPerempuan
#Day5 

Sabtu, 24 November 2018

Berkomunitas Membuat Lebih Berkualitas

Berkomunitas itu penting. Banyak keuntungan dan manfaat yang bisa didapatkan.  Bisa berupa ilmu,  jalinan pertemanan juga kesempatan. Oleh karenanya saya suka berkomunitas.

Sumber : pixabay.com
Saat ini masalah jarak dan waktu bukan menjadi kendala lagi. Komunikasi dengan teman dan kerabat bisa dilakukan sesuka hati.  Dengan perantara gadget semua menjadi terkendali.  Termasuk juga dalam berkomunitas. 

Ada beberapa komunitas yang saya ikuti.  Semua saya pilih berdasar minat dan hobi.  Salah satu komunitas yang saya pilih untuk mendukung minat saya di bidang blogging adalah Blogger Perempuan.

Salah satu komunitas yang saya ikuti (doc.  Hestia) 
Mengapa Blogger Perempuan?  Berikut beberapa pertimbangan saya :

1. Mengkhususkan di Segmen Perempuan
Sebagai blogger newbe,  saya mencari komunitas blogger yang membuat saya nyaman.  Nah,  karena blogger perempuan khusus untuk perempuan, tentu obrolan akan lebih nyambung dan lebih enak ketika berinteraksi untuk bertanya atau berbagi informasi. 

2. Membernya banyak
Jumlah member menjadi salah satu pertimbangan. Semakin banyak member berarti komunitas tersebut terpercaya dan bisa memperluas jaringan pertemanan juga. 

3. Banyak ilmu yang dibagi
Ilmu berkaitan dengan dunia perbloggingan banyak diulik dengan bahasa yang mudah dipahami.  Di Blogger Perempuan secara periodik juga memberikan kesempatan kepada membernya untuk berbagi link sesuai dengan tema yang ditentukan.  Sehingga memudahkan aktivitas saling mengunjungi blog (blog walking) antara sesama anggota. 

4. Memberikan info dan penawaran event kepada member atau anggota yang memenuhi syarat.  
Disamping ilmu,  Blogger Perempuan juga banyak memberdayakan anggotanya melalui kerjasama event.  Memang tidak semua member bisa mendapat kesempatan itu,  karena ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. 

Diantaranya domain dari blog kita harus TLD atau berbayar.  Saya sendiri belum memenuhi syarat yang ditentukan. Karena domain saya masih gratisan (🙊) tetapi paling tidak ini menjadi motivasi bagi saya untuk meningkatkan kemampuan diri.  Karena syaratnya tidak cuma domain yang berbayar, tapi performa blog juga menjadi pertimbangan. 

5. Banyak mengadakan event lomba blog
Meskipun untuk lomba yang diadakan oleh Blogger Perempuan saya belum pernah keluar sebagai juara (karena yang ikut hebat-hebat semua), namun adanya event lomba memberi ide dan motivasi untuk menulis minimal untuk update blog 😁

Nah, paling tidak lima alasan itu yang melatarbelakangi saya bergabung di Blogger Perempuan. 

Oh ya, ternyata teman-teman blogger dari Jogja banyak lho yang bergabung di komunitas ini. Salah satunya adalah Mbak Vika Kurniawati. Sepertinya alasan Mbak Vika bergabung di Blogger Perempuan lebih heboh lagi.. Hehe.. 

Kalau teman-teman suka berkomunitas juga tidak? Sharing yuk di komen...
Atau mungkin tertarik juga untuk gabung di Blogger Perempuan, yuk cuss daftar di sini.. 
Dan mari kita berkomunitas serta bersinergi... 

Salam...

Note :
*Tulisan ini disertakan dalam event :
#BPN30dayschallenge2018
#BloggerPerempuan
#Day4


Jumat, 23 November 2018

Semua Berawal Karena Ingin Berbagi Cerita

Pernah baca ungkapan "apa arti sebuah nama?" Ungkapan ini tampaknya yang sedikit mempengaruhi ketika saya membuat blog.  Karena buatnya spontan dan tanpa perencanaan,  maka nama pun tidak terlalu disiapkan.

Doc. Pri
Sebenarnya juga bukan tanpa persiapan sama sekali.  Karena tujuan awal pembuatan blog adalah untuk bercerita, sehingga nama yang terlintas dipikiran saat itu adalah "ceritaku". Nantinya blog akan berisi cerita-cerita dan pengalaman yang saya alami,  yang sudah pasti isinya akan beragam alias gado-gado. 

Sayang nama ini sudah dipakai user lain.  Sehingga alternatif yang ada saat itu cuma cerryku.  Dan saya pakailah nama itu sebagai nama blog sampai sekarang.  

Awalnya saya merasa tidak masalah dengan nama itu.  Tetapi semakin saya akrab dan menyelami dunia per-blogging-an, saya menyadari nama blog sangat penting sebagai branding diri.  Apalagi saya juga banyak baca dan menemukan nama blog yang bagus dan unik. Yang disesuaikan dengan nieche (tema besar) dari blog yang dikelola.  Sehingga ketika kita baca namanya,  kita langsung tahu isinya tentang apa saja. Banyak juga yang memakai nama diri, sehingga  terdengar lebih personal dan memudahkan personal branding pemiliknya.  

Tapi apa boleh buat,  nama telah dipilih dan disematkan.  Mau mengganti dengan nama lain kok rasanya tidak tega. Sudah banyak cerita dan momen yang dilalui bersama (sok melankolis 😚)  jadi saya sepertinya tetap pakai nama cerryku saja.  

Yang mungkin bisa saya lakukan adalah neningkatkan performanya dengan beralih ke TLD, memperbaiki konten, mempercantik tampilannya,  dan belajar lebih banyak tentang hal-hal teknis tentang perbloggingan.  Satu lagi yang tidak kalah penting selalu rajin dan konsisten untuk mengisinya dengan tulisan. Biarlah nama cerryku mencari peruntungannya sendiri, dan semoga beruntung dan bisa diterima, aamiin...  

Itu sedikit cerita tentang asal mula nama blog saya,   agak lucu dan terkesan terburu-buru ya... Maklum, sebagai seorang pemula,  bisa punya blog saja saya sudah bangga. Jadi tidak terlalu memikirkan soal nama 😅

Kalau teman-teman gimana, apa nama blognya? Sharing yuk...

Note :
*Tulisan ini disertakan dalam event :
#BPN30dayschallenge2018
#BloggerPerempuan
#Day3



Rabu, 21 November 2018

Tema Favorit Ketika Ngeblog

Menjadi blogger jaman now harus siap untuk menulis aneka topik.  Apalagi bila sudah memutuskan untuk menjadikan blogger sebagai profesi (duh istilahnya).  Harus bisa cepat beradaptasi,  open mind,  dan  selalu update informasi.  

View di salah satu tempat wisata di Jogja (doc. Pri) 
Terkadang karena tuntutan profesi, blogger harus menulis sesuatu yang baru yang sebenarnya kita sendiri belum terlalu paham.  Tapi justru di sinilah seni dan tantangan seorang blogger.  Selalu berusaha upgrade diri agar bisa memberikan informasi yang aktual kepada pembacanya dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna. Sehingga pembaca paham,  dan pesan pun tersampaikan. 

Sebagai seorang blogger,  saya sendiri pernah mengalami sulitnya menuliskan reportase tentang kegiatan seni yang pernah saya ikuti.  Sebagai orang awam,  selama ini saya melihat benda seni hanya dari segi menarik atau tidak,  tanpa mengulas lebih dalam maksud dan ide yang ingin disampaikan seorang perupa melalui karya seninya.  Akhirnya dengan banyak bertanya,  sayapun bisa menuliskan event itu dari sisi saya,  tanpa mengesampingkan idealisme sang artis.  

Saya sendiri kalau ditanya topik apa yang saya paling suka ketika saya menulis di blog,  saya akan menjawab tempat wisata (apalagi yang berbau sejarah) dan tempat kulineran.  Kenapa?  Karena itu semua hobi saya.  Mengunjungi tempat wisata sejarah,  dan mencoba makanan baru adalah cara saya melepas penat setelah selama beberapa waktu terjebak dalam rutinitas.  Itulah sebabnya di awal-awal saya nulis di blog ini,  isinya tidak jauh dari ulasan tempat makan dan tempat wisata.  Apalagi keluarga kecil saya juga memiliki kesukaan kulineran dan mbolang.  Jadi klop, kami bisa refreshing bersama. 

View di sebuah tempat makan di jogja (doc. Pri) 
Mengulas tempat makan dan tempat wisata meskipun isinya ringan,  namun bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan referensi tempat makan atau tempat wisata yang akan mereka kunjungi.  Karena kecenderungan orang sekarang akan mencari informasi secara online dengan searching melalui mesin google.  Siapa tahu sewaktu mereka googling mereka nyasar ke blog saya.. 😀

Jadi dengan menuliskan pengalaman tentang tempat kuliner dan tempat wisata yang pernah saya datangi, saya berharap ada manfaat yang bisa didapat pembaca.  Karena refreshing dengan berwisata dan makan bersama akan menambah keharmonisan keluarga.  

Nah, dua topik itulah yang menjadi favorit saya ketika ngeblog. Sederhana,  tapi semoga bermanfaat... 
Salam...

Note :
*Tulisan ini disertakan dalam event :
#BPN30dayschallenge2018
#BloggerPerempuan
#Day2






Selasa, 20 November 2018

Saya Memilih Ngeblog karena Sharing Means Caring

Blog ini bukan blog pertama saya. Telah ada 2 blog lain yang sekarang keberadaannya entah di mana (gara-gara password lupa).

Salah satu event blogger yang pernah saya ikuti (doc. Yugo D.P)
Blog pertama saya buat sekitar tahun 2008, dan saya gunakan untuk jualan.  Saat itu memang saya baru bersemangat jualan lewat online shop. Barang yang saya jual adalah barang kebutuhan ibu dan anak. Lumayan juga responnya... Sampai kemudian kesibukan kantor (saat itu saya masih bekerja)  yang membuat online shop saya terbengkelai dan parahnya saya juga mulai malas foto-foto produk.  Hingga akhirnya blog mangkrak dan hilang dari peredaran. 

Setelah itu saya bikin lagi,  tapi isinya curhatan ala pegawai kantoran.  Tapi tidak terurus juga gegara ada larangan internetan di kantor.  

Ini adalah blog ketiga saya.  Saya buat di bulan Maret 2016. Saat itu saya sudah resign dari kantor.  Jadi banyak waktu luang.  Karena itu saya butuh penyaluran energi agar tidak bosan.  Menulis adalah kegiatan yang saya pilih. Sebenarnya dari dulu saya suka menulis.  Cuma saya terkendala tulisan tangan saya yang susah terbaca. Jadi adanya blog sangat membantu saya. 

Blog ini saya buat memang untuk tempat berbagi cerita tentang apa saja.  Terutama cerita tentang pengalaman yang saya alami.  Termasuk ulasan tempat makan yang pernah saya kunjungi. Dan ada kepuasan tersendiri ketika orang merasakan manfaat dari cerita atau tulisan yang saya bagi.  Seperti ketika tiba-tiba ada yang kirim WA minta ijin tulisan saya tentang Tebing Breksi dijadikan referensi tulisan tentang serba-serbi tempat wisata hits di Jogja.  

Di tahun yang sama tapi lupa saya tepatnya bulan apa,  saya mulai gabung di grup blogger di facebook. Dari situ saya tahu ternyata menjadi blogger itu mengasyikkan. Banyak pengalaman baru yang bisa didapatkan.  Saya baru tahu juga kalau dari ngeblog kita bisa juga mendapat rupiah. Lewat event lomba atau penawaran dari pihak lain yang mengajak kerjasama untuk mereview produk atau jasanya.  

Dari grup komunitas blogger juga,  saya sering dapat informasi tentang event untuk blogger. Entah itu berupa liputan di sebuah tempat makan,  atau launching produk atau layanan jasa baru. Dan saya juga jadi tahu,  menjadi blogger tidak cuma tentang menulis saja.  Ada ilmu-ilmu lain yang harus dipahami untuk meningkatkan performa dari blog yang kita punya.  Dan untuk masalah ini,  masih banyak PR saya.. 😅

Karena sering ikut event blogger,  tulisan saya menjadi beragam. Dan ini semakin memantapkan saya bahwa aktifitas ngeblog bisa memberi manfaat tidak cuma buat kita yang menjadi rileks dan plong setelah mencurahkan pikiran kita lewat tulisan,  tapi juga bagi pembaca.

Bahkan bisa menjadi ladang pahala bila yang dishare dalam tulisan-tulisan kita sesuatu yang bermanfaat serta mengajak orang untuk berbuat dan berperilaku baik.

Jadi, yuk ngeblog...

Note :
*Tulisan ini disertakan dalam event :
#BPN30dayschallenge2018
#BloggerPerempuan
#Day1