...

Berisi cerita dan pengalaman sehari-hari yang mudah-mudahan menginspirasi...

Sunday, November 22, 2020

Tenang Menghadapi Tindakan Medis Dengan SehatQ.Com

Pernah tidak teman-teman merasa takut atau khawatir terhadap tindakan medis yang akan dilakukan terhadap orang terdekat, kerabat, atau kepada diri kita sendiri saat sedang sakit dan menjalani perawatan? 


SehatQ.com memberi informasi masalah kesehatan
Situs Layanan Kesehatan SehatQ.com

Saya pernah mengalaminya, yakni pada saat Bapak saya mengalami hernia inguinalis dan dokter menyarankan operasi untuk mengatasinya.


Hernia inguinalis adalah kondisi di mana terjadi penonjolan organ yang ada di dalam perut (dalam hal ini usus) ke area selangkangan. Umumnya orang-orang di daerah kami menyebutnya dengan istilah tedun.


Hernia inguinalis ini memang banyak ditemukan pada pria dewasa dengan usia lebih dari 40 tahun. Bapak saya mengalami penyakit hernia inguinalis ini di usia yang sudah lanjut. Sekitar 70 tahun. 


Awalnya penyakit hernia ini tidak menimbulkan keluhan. Tonjolan yang muncul biasanya akan menghilang setelah Bapak berbaring atau istirahat. 


Namun sayangnya beberapa waktu kemudian, penyakit hernia Bapak ini sering kambuh. Memang orang dengan hernia harus membatasi aktivitas fisiknya. Aktivitas seperti mengangkat beban tidak boleh dilakukan. 


Namun pada kasus Bapak kadang aktivitas biasa saja bisa menimbulkan kekambuhan. Hingga suatu hari bapak mengeluh kesakitan, disertai mual, dan muntah. Dan setelah diperiksa dokter, baru diketahui hernia Bapak mengalami pembengkakan. 


Sehingga dokter menyarankan untuk dilakukan operasi atau pembedahan. Saat itu saya sempat panik mendengarnya. Mengingat usia Bapak yang sudah lanjut dan punya riwayat gula. 


Akhirnya saya pun mencari tahu lewat internet tindakan medis apa saja yang biasa dilakukan untuk penyakit hernia inguinalis seperti yang diderita bapak saya ini.


Dan secara tidak sengaja pencarian saya ini mengantarkan saya ke sebuah situs bernama SehatQ.com.


Tentang SehatQ.com

SehatQ.com adalah situs kesehatan yang menyediakan informasi dan layanan kesehatan keluarga. Di dalam situs ini banyak fitur tentang kesehatan yang bermanfaat,  salah satunya fitur tindakan medis.


Melalui fitur ini, saya memperoleh gambaran berbagai tindakan medis yang dilakukan terhadap pasien berdasarkan penyakitnya.


Di sini saya juga memperoleh informasi tentang tindakan operasi untuk hernia inguinalis.


Tindakan Medis Untuk Hernia Inguinalis

Berdasar artikel yang saya baca di situs SehatQ.com tindakan operasi tidak selalu diperlukan untuk penyakit hernia inguinalis.


Tindakan medis
Operasi (sumber : pixabay)

Tindakan operasi pada hernia inguinalis hanya dilakukan jika :

1. Menimbulkan nyeri yang hebat

2. Ukurannya makin besar

3. Sering kambuh sehingga mengganggu aktivitas harian pasien.


Meskipun tindakan operasi belum tentu perlu untuk dilakukan, ada satu hal yang harus diwaspadai. 


Tonjolan pada hernia inguinalis dapat membesar seiring berjalannya waktu. Dan usus yang menonjol tadi dapat terperangkap yang menyebabkan terhentinya aliran darah menuju usus, yang ditandai dengan keluhan seperti : demam, nyeri, mual, muntah, dan peningkatan denyut jantung.


Kondisi inilah yang dialami Bapak saya. Sebuah kondisi kegawatdaruratan, yang  bisa mengancam jiwa. Sehingga tindakan operasi adalah satu-satunya cara untuk mengatasinya.


Dalam tindakan operasi ini, dokter akan mengembalikan jaringan yang keluar ke dalam rongga perut. Kemudian dokter akan melakukan penjahitan untuk menguatkan dinding perut yang lemah.


Persiapan Untuk Operasi Hernia Inguinalis

Dalam artikel di situs SehatQ.com disebutkan bagi pasien yang akan mengalami tindakan operasi, maka dia harus :


1. Menghentikan pemakaian obat atau suplemen yang tidak diresepkan oleh dokter.


2. Menghentikan penggunaan obat pengencer darah, seperti aspirin, ibuprofen, clopidogrel, dan warafin.


3. Mengkonsultasikan jenis obat yang boleh dikonsumsi jelang operasi 


4. Mengikuti arahan dokter berkaitan dengan prosedur operasi. Seperti berpuasa sebelum operasi.


Prosedur Operasi Hernia

Sebelum dilakukan tindakan operasi, dokter akan memberikan obat anestesi (bius). Bisa anestesi umum maupun anestesi regional. Dengan pembiusan, pasien dapat tetap tenang dan tidak merasa sakit selama tindakan dilakukan. 


Prosedur operasi hernia inguinalis ini ada dua cara, yakni dengan pembedahan biasa (operasi terbuka) atau dengan laparaskopi. Tindakan operasi ini biasanya memakan waktu sekitar 30-45 menit.


Yang Harus dilakukan pasca Operasi

Jika tidak ada kondisi yang perlu dikhawatirkan, setelah operasi  pasien dapat langsung pulang.


Namun jika ada kondisi yang membutuhkan perhatian, biasanya pasien akan diminta untuk rawat inap.


Jika pasien mengalami gangguan berkemih pasca tindakan, dokter akan memasang kateter. Yang berfungsi untuk membantu mengeluarkan urine selama beberapa waktu.


Waktu penyembuhan dari tindakan operasi yang dilakukan berbeda-Beda. Untuk operasi bedah terbuka, biasanya akan sembuh dalam waktu 2-6 minggu. Sementara untuk laparaskopi waktu pemulihan antara 1-4 minggu.


Beberapa Hal yang harus diperhatikan pasca operasi :


1. Setelah operasi pasien tidak boleh melakukan olah raga berat seperti mengangkat beban. 


2. Pasien perlu menghindari aktivitas yang memberi penekanan pada perut dan selangkangan. Dan perlu hati-hati juga dalam melakukan perubahan posisi, seperti dari tidur ke duduk, atau dari duduk ke berdiri.


3. Hindari batuk dan bersin yang terlalu keras, karena dikhawatirkan jahitan akan terbuka.


4. Banyak konsumsi air putih dan serat agar terhindar dari konstipasi.


Komplikasi yang harus diwaspadai

Seperti tindakan operasi pada umumnya, tindakan pembedahan pada hernia inguinalis dapat menyebabkan komplikasi yang harus diwaspadai, seperti :

1. Terjadinya perdarahan dan infeksi pada bekas operasi.


2. Reaksi alergi terhadap obat-obatan yang digunakan.


3. Terjadi gangguan pernafasan


4. Timbul demam di atas 38 derajad


5. Kerusakan pembuluh darah dan syaraf pada organ-organ di sekitar hernia


6. Sulit berkemih


Jika ada keluhan komplikasi seperti di atas, pasien atau keluarga harus segera menghubungi dokter untuk dilakukan tindakan.


Membaca artikel yang berisi penjelasan mengenai tindakan medis yang dilakukan untuk pasien seperti ini, sangat membantu keluarga dalam memahami tindakan medis yang dilakukan untuk kerabat atau keluarganya.


Meskipun hal ini dapat ditanyakan kepada dokter yang merawat, tapi adanya informasi yang lengkap seperti yang disediakan SehatQ.com ini akan membuat pasien dan keluarga lebih tenang dan memiliki persiapan mental untuk mengantisipasi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.


Hingga akhirnya kami pun mantab melakukan tindakan operasi untuk Bapak. Dan Alhamdulillah proses penyembuhan dan pemulihan Bapak pasca operasi diberikan kelancaran.


Jika teman-teman kebetulan sakit, dan ingin tahu tindakan medis yang mungkin dilakukan untuk sakit yang dialami, teman-teman bisa mencari tahu di situs SehatQ.com di fitur tindakan medis.


Semoga informasi ini bermanfaat ya, salam sehat selalu...


0 komentar:

Post a Comment

 
Top