Virus Corona Bermutasi, Kita Bisa Apa?

Virus corona
Corona di sekitar kita
(sumber gambar : pixabay)

"Virus corona bermutasi" menjadi berita yang menghebohkan akhir-akhir ini. Mengamati perkembangan kasus corona memang bikin pusing kepala. 


Baru saja mulai lega karena rencana vaksin yang akan mulai dilakukan di pertengahan bulan ini, belakangan dunia dihebohkan lagi dengan penemuan virus corona yang bermutasi.


Meningkatnya jumlah penderita dan kondisi rumah sakit yang mulai penuh, juga membuat hati bertanya-tanya kapan pandemi ini akan sirna.


Virus corona yang bermutasi ini pertama kali terdeteksi di wilayah Inggris. Negara yang awalnya dapat mengendalikan jumlah penularan covid ini, di akhir tahun 2020 menunjukkan peningkatan jumlah penderita kembali.


Yang setelah diteliti, terindikasi terjadinya mutasi atau munculnya varian baru pada virus ini.


Jika awalnya gejala dari corona yang umum terjadi adalah  seperti gejala flu pada umumnya, yakni demam, batuk kering, atau batuk berdahak, kelelahan, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, hilangnya indra penciuman (anosma) dan sesak nafas, maka gejala yang ditimbulkan oleh virus baru ini tidaklah sama.


Nah berikut fakta tentang virus corona yang sudah bermutasi yang perlu teman-teman ketahui.


Memunculkan Gejala Berbeda

Berbeda dengan gejala penyakit corona yang umumnya terjadi, gejala yang ditimbulkan oleh virus yang telah bermutasi ini diantaranya adalah munculnya ruam kulit, kelelahan, nafsu makan hilang, diare, sakit kepala, dan kebingungan.

Jika teman-teman merasa kurang fit dan mengalami gejala seperti di atas, ada baiknya teman-teman untuk lebih hati-hati. 


Jika dibutuhkan, teman-teman bisa memeriksakan diri. Gunakan layanan atau konsultasi online yang saat ini sudah banyak tersedia. Jangan ke fasilitas kesehatan kalau tidak terpaksa.


Lakukan isolasi mandiri dan tingkatkan daya tahan tubuh dengan banyak mengkonsumsi makanan sehat dan minum vitamin.


Lebih Cepat Menyebar

Hal ini berdasar pada kesimpulan awal yang terjadi di Inggris. Di Inggris, pertama kali mutasi virus corona terdeteksi di bulan September. Dan dibulan November 25% kasus yang terjadi di London disebabkan oleh virus varian baru.

Dan di bulan Desember hampir 2/3 kasus yang ditemui disebabkan oleh virus yang bermutasi ini. Artinya virus ini lebih cepat menyebar dibandingkan virus sebelumnya.


Sudah Sampai Negara Singapura

Varian baru dari virus ini, menurut berita sudah ditemukan di negara Singapura. Bagaimana dengan di negara kita? Sampai saat ini belum ada laporan mengenai ditemukannya varian virus ini.

Yang jadi banyak pertanyaan saat ini adalah apakah virus ini lebih berbahaya, dan apakah vaksin yang diberikan nanti akan efektif.


Belum ada yang bisa menjawabnya dengan pasti. Masih perlu banyak riset dan juga pembuktian yang dilakukan oleh para ahli. Sejauh ini keparahan dari virus corona masih dipengaruhi 2 hal. Yakni usia, dan ada tidaknya penyakit penyerta.


Yang Harus Kita Lakukan

Kondisi tidak menentu seperti ini tentu membuat siapa saja merasa was-was dan ragu. Bagaimana situasi dan kondisi di tahun 2021 yang baru saja kita tapaki. 


Was-was dan khawatir boleh saja. Tapi hendaknya itu membawa kita ke perilaku hati-hati dan waspada. Tetap bisa memilih dan memilah informasi sehingga tidak termakan hoaks.

Dan berikut hal-hal yang bisa kita lakukan agar tetap wasada, namun tetap dapat berpikir jernih dan tenang.


1. Pilih Sumber Informasi yang valid

Berkaitan dengan perkembangan kasus covid dan upaya penanganannya, carilah informasi yang valid dan terpercaya.


Sejauh ini, pemerintah telah menyediakan laman resmi yang menjadi rujukan dan sumber informasi tentang kondisi dan penanganan covid di tanah air. Kita juga bisa mengikuti perkembangan terkini melalui akun instagram lawan covid.


2. Disiplin dan patuhi protokol kesehatan

Ini yang paling penting. Saat ini penanganan covid tidak hanya dengan penerapan 3M, tapi juga melalui 3T (testing, tracing, dan treatment) serta vaksinasi.


Lawan virus corona
Strategi penanggulangan corona (sumber : instagram lawan covid)

3M, 3T dan vaksin ini harus kita dukung bersama. Agar penularan covid bisa dikendalikan, dan aktivitas kembali berjalan normal.


Tentang penerapan 3M, seharusnya bukan hal yang perlu ditawar lagi. Sepatutnya itu menjadi sebuah kebiasaan yang kita terapkan sehari-hari. Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak.


Awal-awal memakai masker memang berat. Terasa engap dan tidak nyaman. Namun semakin kesini saya semakin terbiasa. Bahkan masker sudah jadi bagian dari fashion dan identitas diri. 


Apalagi saat ini banyak sekali masker custom yang bisa kita pesan dengan kualitas kain yang rapat dan bisa melindungi. 


Kemarin kebetulan saya habis order juga di tempat saudara. Saya suka dengan masker buatannya. Kainnya lembut dengan pori-pori yang rapat, sehingga cukup melindungi.


Ini dia desain masker pesanan saya, sengaja saya tulis alamat blog sekalian iklan (he..he). Siapa tahu ada yang penasaran terus buka blog saya, iya kan? 


Masker lindungi dari corona
Desain masker pesanan saya
(doc. Nad_Creative)

Untuk 3T (Test, Tracing, dan Treatment), bagi pihak-pihak yang merasa berisiko karena masih harus sering keluar rumah untuk mencari nafkah, harus memenuhi prosedur dan aturan ketika akan dan habis melakukan perjalanan.


Sedangkan untuk vaksinasi, pemerintah sudah berkomitmen semua warga negara akan memperolehnya dengan gratis. Hanya saja harus sabar menunggu giliran. 


Karena ada kelompok tertentu yang harus diprioritaskan seperti tenaga kesehatan, dan para petugas garda depan, demi kebaikan semua.


Kita yang belum mendapatkan dan masih menunggu giliran bisa tetap menjaga diri dengan minum suplemen, rajin berolah raga, dan makan makanan bergizi. Selalu berpikir positif agar imun tubuh tetap prima.


3. Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita

Masa pandemi seperti sekarang ini saatnya kehidupan rohani kita perbaiki. Meningkatkan kualitas hubungan kita dengan Yang Maha Kuasa apapun keyakinan yang kita punya, serta memperbanyak doa. Karena Dia-lah yang maha mengubah segalanya. 

4. Nikmati Kebersamaan bersama keluarga

Apapun kondisinya kita harus memperbanyak syukur. Meskipun itu tidak mudah, namun paling tidak masih dapat duduk bersama, mengobrol dengan pasangan dan buah hati merupakan kenikmatan yang tidak terbeli.

Pererat silaturahmi dengan memanfaatkan teknologi. Semoga dengan begitu kita bisa melalui hari-hari dengan lebih berarti.


Mudah-mudahan kita semua bisa lulus menghadapi ujian kehidupan ini, dan menjadi manusia yang lebih baik lagi..amiin...


Sapti nurul hidayati
Saya seorang ibu rumah tangga dari Yogya. Blog ini saya buat untuk tempat berbagi cerita dan pengalaman tentang apa saja. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan saya. Untuk kerjasama, silakan kontak ke saptinurul (at) gmail.com

Related Posts

2 komentar

  1. Aamiin...iya...angka persebarannya makin luas. Semoga Ndang terkendali, ada vaksin...trus ada obat yang spesifik.

    BalasHapus
  2. Sebagai penyintas Covid-19, aku masih waswas kalau ketemu orang di luar rumah mb. Virus ini memang misterius, masih banyak yang kita belum tahu. Semoga ke depan makin banyak yang tersingkap dan penanggulannya juga makin cepat dan baik yaaa

    BalasHapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter