Pentingnya Mengelola Sampah Rumah Tangga Sendiri

sampah menjadi masalah kita bersama
tumpukan sampah yang mengganggu pemandangan (sumber : pixabay)

Beberapa waktu yang lalu, di kompleks tempat saya tinggal Pak Maman yang biasa datang mengambil sampah, sakit selama beberapa hari. Akibatnya sampah menggunung di depan rumah, karena tidak ada yang mengangkut dan membuangnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Baru sekitar 3 hari kemudian Bapak Maman bisa menjalankan tugasnya. Jeda waktu ketika Pak Maman sakit, benar-benar memberi pelajaran pentingnya mengelola sampah rumah tangga sendiri. Lama sampah yang menumpuk dan tidak diangkut memberi aroma yang aduhai dan mengganggu sekali.

Tentu saja selain mengganggu dari sisi aroma dan keindahan mata, sampah yang menumpuk juga bahaya untuk kesehatan. Akhirnya saya mencari informasi bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga yang kita hasilkan. 

Ternyata nggak susah kok, hanya perlu disiplin dan konsisten melakukannya. Sedikit-demi saya kemarin mempraktikannya. Dan berikut tahapannya :

1. Pilah sampah

Tahapan ini penting sekali. Sediakan minimal 2 tempat sampah yang berbeda. Untuk meletakkan sampah organik dan sampah non organik. Pilah juga antara sampah kering dan sampah basah.  

Untuk sampah organik berupa sisa sayuran yang kita olah atau makanan, nanti kita olah kembali menjadi kompos. Sedangkan sampah non organik nanti bisa didaur ulang menjadi kerajinan tangan atau kita setorkan ke bank sampah

2. Buat kompos dari sampah organik

Jika dibiarkan, sampah berupa sisa sayuran atau makanan ini akan membusuk dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Apalagi jika sampah ini dibuang bersama sampah lainnya yang tidak bisa membusuk, seperti plastik misalnya. Karena itu penting untuk melakukan pemilahan terhadap sampah yang kita buang.

Agar tidak mengganggu lingkungan dan membuat gunungan sampah, kita bisa membantu proses pembusukan yang berlangsung dari sisa sampah organik dengan mengolahnya menjadi kompos. Langkahnya adalah sebagai berikut :
sampah organik yang harus dipilah
sampah organik yang bisa diolah menjadi kompos (sumber : pixabay)

Bahan yang dibutuhkan :

  • Tanah kompos yang sudah jadi / pupuk kandang (ini kita bisa beli) 
  • sampah organik yang kita miliki Untuk sampah berupa dedaunan sisa sayuran sebaiknya dicacah/dipotong kecil-kecil untuk mempercepat proses pembusukan.  
  • wadah untuk membuat kompos.  Misalnya ember bekas cat 20 liter yang sudah kita lubangi lengkap dengan tutupnya. Ember yang kita pakai harus dilubangi dulu dengan solder, agar sirkulasi udara lancar sehingga tidak bau. 
Setelah semua siap, sampah organik yang akan diolah bisa diletakkan secara bertahap ke dalam ember bekas cat yang alasnya sudah kita beri dengan tanah kompos. Setelah itu tutup kembali permukaan sampah organik dengan tanah. Lakukan terus hingga ember penuh. Setelah itu tutup ember dan kita tunggu proses selesai hingga 3 bulan.  

Karena tahap untuk membuat kompos butuh waktu yang lama, maka kita perlu menyiapkan beberapa tempat untuk membuat kompos. Nanti setelah dipanen ember yang telah kosong bisa kita gunakan kembali. Kompos yang kita hasilkan bisa digunakan untuk bertanam atau kita bagi kepada tetangga yang membutuhkan.

3. Kurangi sampah

Ini sebenarnya yang terpenting. Mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan. Misalnya dengan memasak makanan dengan jumlah yang tidak berlebihan agar tidak banyak yang terbuang. Termasuk ketika kita jajan di luar. Selalu habiskan makanan yang kita pesan. Jika tidak habis, jangan malu untuk dibawa pulang.

Karena perlu diketahui penyumbang sampah terbanyak adalah dari sisa makanan. Dan sampah sisa makanan ini adalah penyumbang terjadinya efek rumah kaca karena gas metana yang dikeluarkan. 

Selain itu kita juga harus mengurangi penggunaan plastik dan tissue. Biasakan membawa wadah makanan dan minuman sendiri dan juga tas tempat belanja sendiri. Sudah saatnya kita peduli terhadap kelestarian alam ini. 

membawa tas belanja dari rumah
bawa tas belanja dari rumah (sumber : pixabay)

Meskipun dari rumah, kita bisa lho berkontribusi menjaga agar alam tetap lestari dengan mengelola sampah yang kita hasilkan sendiri, dan meminimalkan produksi sampah termasuk membiasakan menggunakan clodi bagi ibu muda yang memiliki bayi. Semoga tulisan ini bermanfaat ya...
Sapti nurul hidayati
Saya seorang ibu rumah tangga dari Yogya. Blog ini saya buat untuk tempat berbagi cerita dan pengalaman tentang apa saja. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan saya. Untuk kerjasama, silakan kontak ke saptinurul (at) gmail.com

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter